
Dars terdiam di tempatnya berdiri, di pandangnya sekali lagi boneka yang di peluk oleh Valerie saat ini...dan mau tak mau ingatannya terbang pada sosok gadis kecil 13 tahun lalu yang sedang memeluk bonekanya..
Apakah benar dia adalah Valerie...tidak mungkin bukan, ada banyak boneka di dunia ini dan mungkin Valerie juga memilikinya...untuk beberapa saat Dars masih keras berpikir, tentu saja ini tak mudah baginya menerima kenyataan kalau gadis yang dia cari justru istrinya sendiri yang telah dia rebut, bagaimana mungkin Valerie adalah gadis kecil yang dia cari...bukankah dia harus mencari tau yang sebenarnya...dan untuk sementara Dars menyingkirkan fakta kalau Valerie juga memiliki boneka yang sama...dengan yang dia miliki.
''Panas..s..'' rintih Valerie dalam tidurnya..
Dars menoleh dan menemukan Valerie yang mengigau....airmatanya menetes di wajahnya...
''Valerie....Vall...apa yang..terjadi..''
Segera Dars mendekat, ingin menyingkirkan Teddy bear itu namun, Valerie menggeleng enggan melepaskannya..
''Jangan ambil dia...hanya dia milikku..''bisik Valerie dengan lemah lalu kembali meneteskan airmatanya..ia kembali memeluk bonekanya enggan terpisah.
Dars merasa hatinya seperti di remas, nyeri....pria itu mengulurkan tangannya menyentuh wajah Valerie dan ia membeku seketika....
Tubuh Valerie sangat panas, hal itu membuat Dars terkejut...
''Valerie...apa yang terjadi, tubuhmu panas sekali..''
Dars tampak begitu khawatir hingga pria itu mendekap tubuh Valerie yang sudah melemah...
Sangat panas, bahkan Valerie sampai mengigau....
''Valerie.....''
''Aku merasa panas....''
Dars menyadari wajah Valerie yang pucat dan bibirnya yang kebiruan...
''Kau demam....kita harus kerumah sakit sekarang...''
''Tidak....aku baik-baik saja...lepas..'' bisik Valerie keras kepala....
Dars memegang tubuh Valerie yang kian lemah, bahkan tubuhnya juga merasakan panas itu,....keduanya bertatapan walau pandangan mata Valerie tampak sayu...
''Aku bisa ke dokter sendirian...jadi jangan bersikap berlebihan Dars...''desis Valerie menghempaskan pegangan Dars pada tubuhnya dan berusaha bangun dari ranjang meski..kepalanya berputar...mengapa begini padahal tadi dia baik-baik saja...
Sementara Dars mengikuti langkah Valerie berjaga di belakangnya dia begitu khawatir pada wanita ini..
''Vall....''
''Teddyku...mana dia...'' bisik Valerie menoleh namun kepalanya kembali merasa pusing, dan karna itu Dars dengan sigap menangkap tubuh Valerie yang akan jatuh..dan pandangan mereka saling memenjara untuk beberapa saat..
''Lepaskan aku...''
__ADS_1
Dars merasa cukup mentoleril sikap Valerie, demamnya sangat tinggi dan Dars tak ingin mengambil resiko..bagaimana kalau sesuatu terjadi pada Valerie...
Dars lalu mengambil boneka itu lalu memberikannya kepada Valerie..
''Sekarang kita harus ke dokter...''
''Aku bisa pergi sendiri..'' mata Valerie memerah ingin menangis...
''Tidak..kau bahkan tidak bisa berjalan sendiri...''
''Lalu kau mau apa...anggap saja kau tidak melihatku...'' desis Valerie penuh peringatan..
Aahh...mengapa seluruh tubuhnya kesakitan dan terasa panas...rasanya tubuhnya akan meledak karna rasa panas...
Dars menghela nafas...Valerie sangat keras kepala....
''Jangan melawanku Valerie..kita akan kerumah sakit sekarang..''
Valerie membeku ketika Dars menundukan tubuhnya dan meraih Valerie dan membawanya ke dalam dekapannya ala bridal style..meski Valerie meronta namun tak sekeras biasa....perlawanannya tak bisa membuat Dars tergoyahkan..
Betapa malunya Valerie saat ini ia bahkan tak berdaya di dalam rengkuhan Dars...
sementara Dars tersenyum lega, karna Valerie tak lagi meronta..dalam dekapannya, mereka pun segera keluar..
Dan pandangan ketika sang tuan menggendong tubuh Valerie membuat para pelayan bahagia, hal yang sama di rasakan Barron...
''Barron...aku mau kau sampai secepatnya, tubuh istriku panas sekali..''
''Baik tuan...''
Dars pun masuk sementara Valerie mulai kehilangan kesadaran karna tubuhnya yang begitu panas....sementara Dars begitu kawatir, sengaja dia memakai kaos yang tipis sembari memeluk Valerie untuk menyerap panas dari tubuh Valerie...
Barron yang melihat betapa pucatnya sang tuan baru menyadari satu hal..secara tidak sadar tuan Dars mungkin mencintai nyonya, tapi tuan belum sadar dengan perasannya..
''Apakah kau bisa lebih cepat Barron..''hardik Dars dengan nada suara yang tinggi..
Barron terkejut dan melajukan mobilnya sedikit lebih kencang...agar cepat sampai kerumah sakit...
Dars terus memperhatikan bagaimana Valerie memeluk bonekanya dengan kuat...Valerie mendekap boneka kecil itu walau sudah tak sadar...
Dars membeku, entah perasaan apa yang dia rasakan sekarang namun yang pasti...dia merasakann kalau dia takut terjadi sesuatu pada Valerie di tambah lagi dia mengalami kebimbangan..apakah benar Valerie gadis kecil itu atau orang lain...?
Dars akan menyelidikinya...ia pasti akan menyelidikinya dengan segera...namun dia tak akan gegabah sebelum bukti mengatakan kalau gadis itu adalah Valerie...
Mobil akhirnya memasuki IGD rumah sakit dan Dars keluar dari sana sambil membawa tubuh Valerie menuju ke dalam ruang pemeriksaan..
__ADS_1
Sedikit tidak rela ketika ia membaringkan Valerie di ranjang rumah sakit dan tubuh Valerie di bawa masuk untuk di periksa..seorang perawat memberikan boneka kecil milik Valerie....kepada Dars, dan pria itu memandangnya dengan dalam...
''Apakah aku boleh menemaninya...''ucap Dars penuh harap..
''Tidak tuan....dokter akan memeriksanya setelah itu tuan bisa menemuinya dan dokter akan menjelaskan apa yang terjadi...tuan bisa menunggu sebentar...''
Dars mengangguk lemah sambil menatap boneka yang kini berpindah tangan padanya...
Entah mengapa hatinya merasa nyeri seketika...apakah kau benar-benar gadis itu Val...kalau memang benar, betapa aku telah menyakitimu dengan begitu dalam..
Valerie....aku berharap kau bukanlah gadis itu karna aku tak akan bisa memaafkan diriku jika kau adalah dirinya...
Dars melangkah keluar dan menyadarkan tubuhnya di tembok rumah sakit sembari menggenggam erat boneka milik Valerie..hatinya berdebar penuh kecemasan, setiap detiknya begitu mengerikan untuk Dars menanti apa yang terjadi pada Valerie...
Barron lalu mendekati sang tuan dan memberikan air mineral pada Dars..
''Tuan....tenanglah, nyonya pasti sembuh..''
Dars lalu menghela nafasnya yang terlalu berat....ia menunjukan boneka milik Valerie kepada Barron..
''Tuan..bukankah boneka ini...''
''Valerie memilikinya dan aku menjadi takut sekarang kalau dia mungkin adalah gadis yang aku cari...''
Baron ikut syok..bagaimanapun boneka itu sama dan tak ada perbedaan sedikitpun dengan boneka yang di miliki tuan, hingga dia menjadi bingung mungkinkah takdir mempertemukan tuan kembali dengan sang penolongnya sendiri...
''Tuan Dars.....''
''Tidak...jangan langsung menyimpulkan Barron, aku tak suka menebak...''tatap Dars tajam..
''Maafkan aku tuan..''
''Tugasmu adalah mencari tau.....apakah Valerie adalah gadis itu atau bukan...aku ingin semuanya pasti Barron, meski hati kecilku tak pernah seyakin ini sebelumnya..''suara Dars terdengar lemah...
Barron menundukan kepalanya..
''Baiklah.....aku akan mencari bukti tuan..''
Dars mengangguk lega, di saat bersamaan...Dokter keluar dari ruang IGD dan menemui Dars...
''Tuan Dars...''
''Yah..Dokter...bagaimana keadaan istriku..''
''Nyonya Valerie....''
__ADS_1