Ternoda Oleh Sang Mafia Kejam

Ternoda Oleh Sang Mafia Kejam
Pernikahan


__ADS_3

Pernikahan baru saja di gelar, semua selesai dengan cepat dan tanpa di duga, mereka menikah di pulau dengan hanya di hadiri orang yang berkempentingan dan paling penting orang-orang Pedro karna tidak seorangpun dari keluarga Nada yang hadir,..


Nada duduk di baku sambil meneguk minuman di gelasnya, dari jauh dia memandang Pedro sedang menelfon entah siap, Nada tidak tau...wanita mudah itu tersenyum dingin..


Mengingat kembali pertanyaannya tentang apakah Pedro sudah pernah menikah sebelumnya atau mungkin punya pacar yang di ajak menikah..


Dan jawaban Pedro adalah, dia tidak pernah memiliki seoarang istripun, mengenai kekasih dia tak berbohong kalau dia banyak memiliki wanita sebelum Nada, dan mereka semua adalah wanita berpengalaman..


Nada kembali meneguk minuman asing dan pahit yang di letakan untuk tamu di atas meja, dia memang membutuhkan minuman yang berbeda demi mengusir rasa frustasinya..di usianya yang muda dia sudah harus merasakan perasaan cemas luar biasa ketika Pedro mungkin akan membunuhnya atau menjualnya seperti pernyataan Adam...tentu dia semakin yakin sekarang kalau pergi adalah yang terbaik..


Ketika gadis itu ingin kembali meneguk minuman yang mulai membuatnya candu itu, Pedro tiba-tiba merebut gelasnya dan meletakannya di atas meja..


Mereka bertatapan....


''Kau akan mabuk dengan penerbangan besok..''


Mata Nada melebar seakan tak percaya, besok...bahkan Pedro tidak menunda waktu dan tetap ingin membawanya pergi, bagaimana mungkin pria ini akan tega..


''Tapi kita bahkan baru saja menikah, mungkin beberapa hari...''


''Tidak sayang, aku tidak suka menunggu, aku ingin menyelesaikan semuanya dengan cepat..''


''Dengan cepat...''ulang Nada dengan wajah yang begitu pucat, sementa ia semakin di landa kecemasan..


''Yah,......aku akan mempertemukanmu dengan keluargamu yang baru...kau akan merasa betah dengan....''


''Baiklah...aku harus ke kamar sekarang...''


Nada berdiri dan tanpa bicara dia menyeret gaun putihnya dan meninggalkan Pedro yang tampak dingin..


Jemari Nada tampak saling bertautan, dia takut sekali dan hal itu mudah sekali terbaca di wajah mudanya yang polos,


Keluarga baru...apakah maksud Pedro adalah dia di jual, oh...pria ini sangat mengerikan dan Nada tak akan pernah berpikir dua kali untuk meninggalkan Pedro dengan atau tanpa bantuan Adam, dia sungguh tak ingin percaya pada perkataan siapapun sekarang, ya ampun..itu artinya dia sedang, menikah dengan monster yang tak punya hati..


Betapa mengerikannya Pedro...


Nada lalu membuka pintu kamar dan segera masuk, lalu menghampiri cermin dan menatap pantulan dirinya sendiri disana..masih dalam balutan gaun pengantin, jadi pernikahan ini hanyalah salah satu cara untuk mengelabui semua kejahatan Pedro...jemari Nada mengepal dengan kuat hingga ia terdiam sebentar...


Nada tak akan pernah mau untuk mengikuti Pedro, dia memang akan ikut ke kota namun akan kabur setelah sampai disana...


Nada kembali membuka gaunnya dan membersihkan dirinya, lalu tidur lebih awal...meski dia mencoba tidur namun tetap saja pikirannya melayang jauh kemana-mana...


Nada mencoba memutar musik relax agar otaknya tidak meledak saat ini juga..Pedro....dia sangat membenci pria itu..


*********

__ADS_1


Sementara...


Pedro masih minum-minum sambil melihat sesuatu di ponselnya, rahangnya mengeras, tanda dia tidak sedang dalam keadaan baik-baik saja, pria itu lalu memejamkan matanya..


Biarlah....sangat seru untuk mengikuti permainan ini dan Pedro tak sabar lagi...untuk mengeksekusi..


Tak berapa lama kemudian, seorang anak buahnya bernama, Greg mendekatinya dan menundukan kepala di hadapannya..Pedro tampak masih tenang, dan menikmati minumannya, Greg adalah mata-mata baginya dia sama seperti Adam yang adalah orang kepercayaanya..dan kali ini Pedro menunggu sebuah informasi penting baginya..


''Bagaimana Greg...''


''Semua yang tuan curigai adalah benar..''


Pedro mengangkat wajahnya dengan kerutan di dahinya..


''Dia sangat berani...''


''Haruskah aku melenyapkannya tuan...''


Pedro menaikan sudut bibirnya..


********


Tengah malam.......


Nada kembali tersadar ketika seseorang kembali menyentuhnya kali ini sedikit lebih kasar dari sebelumnya, dia tau benar kalau Pedro yang menyentuhnya..


ini malam pertama mereka, dan Pedro baru menyentuhnya di tengah malam..


''Pedro aku..........''


''Diam dan terima saja apa yang aku berikan padamu...apa kau mengerti Nada...'


Nada tak bicara namun hanya diam dan menatap mata Pedro yang terlihat terbakar..


Pedro kembali melakukan percintaan kasar malam itu.


***********


Pagi harinya...


Nada menyadari ada yang berbeda, sikap Pedro yang terlalu dingin padanya, dan hal yang berbeda kemudian adalah Adam hilang entah kemana...


Mereka akhirnya meninggalkan pulau untuk kembali ke kota, di sepanjang perjalanan...Pedro hanya memilih tertidur, sementara Nada seakan hilang arah, kemana Adam bahkan dia tak tau harus bagaimana dan apa yang terjadi nanti..


Tubuh Nada melemah saat itu juga, bahkan ketika pesawat mendaratpun Nada tidak tau apa yang harus dia lakukan...

__ADS_1


''Kita akan langsung ke restoran dan menemui seseorang...''


Saat itulah Pedro bicara dengan singkat, dan Nada hanya menghela nafas...ada apa...mengapa Pedro bersikap aneh...? Apakah dia akan di serahkan disana...?


Mobil menjemput mereka dan mulai melintasi kota yang penuh kenangan menyakitkan itu....


Pedro sedang menelfon ketika, Nada memejamkan matanya, kini dia harus berjuang sendiri tanpa siapapun...


Ketika mobil memasuki area Restoran, Nada membeku melihat mobil mewah yang dia kenali...itu adalah mobil ayahnya.


Pedro menatap Nada dengan dingin,..


''Ayo turun....''


Gadis itu menoleh...


''Baiklah...''


Mereka pun turun bersama dan melangkah masuk ke area restoran namun ketika akan masuk, Nada mengeluh,...


''Ada apa denganmu...''


''Aku harus ke toilet....bisakah kau menunjukan tempatmu duduk...aku akan kesana..ini sedikit lama....''


'Baiklah..meja 57.''ucap Pedro tanpa curiga,..


Sementara,....


Nada kemudian masuk ke dalam toilet dan Pedro melangkah menuju meja 57, karna mereka makan di ruang terbuka jadi mudah menemukan Pedro..


Nada menjadi cemas ketika berada di toilet,..dia bahkan sampai meneteskan airmatanya...


Bagaimana ini....? bagaimana kalau inilah saatnya Pedro menjual dirinya...?


Nada cukup takut saat itu...namun ia memilih pasrah,...di luar ada banyak penjaga dan tak mungkin dia bisa keluar...


Nada akhirnya memutuskan keluar dari toilet, dia bisa teriak jika Pedro memang ingin menjualnya...


Namun ketika keluar dari toilet, pandangan mata Nada jatuh pada sosok wanita yang sedang tertawa bersama Pedro..Nada tampak syok memandang dari kejauhan ketika dia menyadari kalau wanita itu adalah Widya...ibu tirinya yang begitu dia benci dan telah menghancurkan hidupnya dan di sampingnya ada Vanessa yang duduk bersama...


Siapa mereka bagi Pedro...hoh...apakah Pedro sudah menyelidiki hidupnya dan maksud kedatangan Pedro adalah untuk mengembalikan Nada pada orangtuanya, hati Nada sakit sekali menyadari Pedro benar-benar telah menipunya...


Nada menggeleng...


Wnita muda itu berbalik...bagaimana bisa dia bertemu dengan masa lalu yang telah menghancurkan dirinya...

__ADS_1


Airmata Nada menetes....


__ADS_2