Ternoda Oleh Sang Mafia Kejam

Ternoda Oleh Sang Mafia Kejam
Kemarahan Vanessa


__ADS_3

Vanessa membeku ketika mendengar wanita itu memanggil namanya dengan sebutan Vanessa Widya...


Dulu kata ayah karna dia sering menangis merindukan ibunya, maka ayahnya memakaikan nama ibu pada nama belakangnya agar Vanessa bisa lebih merasa dekat dengan ibunya..


Widya menatap kepada suaminya yang bernama Sebastian untuk menunggunya, sambil menyerahkan putrinya...


''Dia adalah putriku jadi..bisakah aku meminta waktu bicara dengannya..''


Sebastian mengangguk bijak...dia sudah menyadari kemiripan Widya dengan putrinya...


''Aku akan pulang bersama anak-anak kalau begitu kau harus membujuknya pulang,....agar dia bisa menjadi bagian keluarga kita Widya..''


''Dan kau...tidak keberatan sayang....''


Sebastian tersenyum...


''Aku mencintaimu dengan segala yang ada padamu termasuk putrimu...kau telah mengorbankan banyak hal dengan anakku jadi saatnya aku menerima anakkmu Widya...''


''Baiklah terimakasih banyak Sebastian...aku sangat bahagia...aku akan membujuknya untuk pulang bersama..''


''Baiklah....pakailah mobil kita aku akan memanggil supi untuk membawa pulang aku dan anak-anak kita...''


''Baiklah...terimakasih banyak sayang..''


''Tentu...''


Sebastian lalu menarik kedua anaknya bersama dirinya meninggalkan pakiran, sekaligus meninggalkan sepasang ibu dan anak itu sendirian..


Hening....


Widya mendekati Vanessa yang telihat masih syok...


''Ikut ibu sekarang dan mari kita bicara di suatu tempat...''ucap Widya..


Vanessa menoleh dan menatap Widya dengan tajam jadi ibu adalah wanita kaya sekarang...?


''Aku tidak mau ikut...''


Widya menoleh..


''Bukankah kau menginginkan jawaban sayang...ikut ibu sekarang..''

__ADS_1


Vanessa mengepalkan tangannya dia akhirnya tak punya pilihan dengan mengikuti keinginan sang ibu yang penuh paksaan..


Mereka masuk ke dalam sebuah mobil mewah dan meninggalkan tempat parkir hingga Reni hanya menghela nafas...pasti Vanessa tak akan pernah akan pernah bekerja lagi dengannya apalagi sebagai Cleaning Service,....ibunya kaya raya sekarang...Reni mengeluh..bukan salah Vanessa juga sahabatanya memang beruntung...


*****


Sepanjang perjalanan hanya di lewati dengan keheningan, berulangkali Widya menoleh pada Vanessa namun gadis itu hanya memalingkan wajahnya dengan kebekuan yang menyeramkan..


Widya mengepalkan tangannya, kini Vanessa sudah berada di dekatnya dan dia tak akan melepas Vanessa, dia akan memberikan kemewahan yang selama ini tak pernah di miliki Vanessa ketika dia tinggal bersama ayahnya yang miskin itu...Widya memang dulunya berasal dari keluarga kaya raya namun ia malah jatuh cinta dengan pria miskin dan di usir keluarga..tentu saja...ayah Vanessa tak mampu memenuhi kebutuhan hidupnya yang terlalu tinggi apalagi orang tua Widya yang terlalu kecewa memilih menyumbang semua harta mereka untuk amal dan tidak menyisakan sedikitpun untuk Widya...


Pertengkaran pun terjadi karna memang Widya tak bisa hidup miskin di tambah adik perempuan mantan suaminya itu selalu masuk bahkan ikut campur atas rumah tangga mereka..


Puncaknya sebuah pertengkaran besar terjadi ketika Vanessa berusia 5 tahun, dia kabur dari rumah untuk selamanya...sebagai Ibu...Widya tentu tak tega meninggalkan Vanessa namun jika dia membawa Vanessa maka akan menjadi beban untuknya karna misi Widya adalah mencaari suami yang kaya raya dan mampu memenuhi kebutuhannnya dan dia berhasil menggaet seorang duda kaya raya beranak 1 yaitu Sebastian Role, dan anak perempuannya bernama Nada...dan bersama Sebastian dia memiliki seorang putra yang dia namai, Daness Widya....mirip dengan nama Vanesaa..


Widya berhasil merebut hati suaminya dan mendapat banyak harta dan kedudukan..dan harapannya tetap sama yaitu menjemput Vanessa kembali ke pelukannya...


Dan Tuhan seakan mendengar doanya dan mempertemukan mereka disini... Ia sudah menemukan putrinya dan Widya menyadari hidupnya sudah lengkap..


Wanita muda yang cantik namun berwajah culas itu menepikan mobilnya di pinggir pantai...dan mematikan mesin mobil sambil menurunkan kaca jendela...


''Ayo bicara Vaness...''


Vanessa sudah menahan perasaannya sedari tadi..dan ia sudah tak tahan lagi..


''Baik tanyakan saja apapun yang akan kau tanyakan sayang ibu akan menjawabnya.''


Vanessa memalingkan wajahnya dan menatap mata sang ibu yang tampak menahan dirinya..


''Apakah benar yang di katakan bibi kalau ibu pergi karna selingkuh dari ayah...''


Widya berdehem.....wanita itu hanya menaikan sudut bibirnya...


''Apakah bibimu sudah menghasutmu agar menanyakan pertanyaan ini pada ibu ketika kita bertemu...''desis Widya dengan tatapan tajam..


''Aku tidak mewakili pertanyaan siapapun Bu...kenyataannya adalah ibu menikah dengan pria kaya dan meninggalkan aku dan ayah...''


Widya keluar dari dalam mobil di ikuti Vanessa...kedua wanita dengan wajah sepeti kembar beda usia itu saling menatap tajam...


Airmata Vanessa menetes...


''Kau meninggalkan aku di usia 5 tahun...kau meninggalkan aku di usia ketika aku membutuhkanmu Ibu...dan dalam bayanganku adalah ibu di siksa oleh ayah dan bibi...ibu pergi begitu saja tanpa meninggalkan pesan apapun kau memberiku sebuah lolipop dan itu masih ku ingat seperti sekarang...''

__ADS_1


Widya mendekati Vanessa dan tersenyum...


''Apa yang bisa di berikan ayahmu pada ibu hah...hanya kesusahan...tapi liat sekarang Vaness...ibu sukses...ibu menikah dengan pria kaya dan punya perusahaan besar..bahkan kau tau kalau sebagian asetnya sudah menjadi milik ibu sayang...kau tau untuk siapa itu semua...''


Vanessa sungguh tak percaya bahwa yang berdiri di hadapannya adalah ibu yang melahirkan dirinya...tidak mungkin ini ibunya bukan...?


''Ibu....''


Widya mendekat dan menyentuh bahu Vanessa sedikit kuat sinar mata penuh kelicikan begitu terlihat di mata sang ibu...


''Ibu melakukan semua ini untukmu dan Daness....''


Daness..apakah anak kecil yang dia liat tadi adalah saudaranya...? Lalu gadis remaja itu saudara tirinya...?


''Ibu salah jika berpikir aku menemuimu karna aku ingin hidup enak....apakah kau benar-benar ibuku..''teriak Vanessa dengan syok...


Widya tertawa hingga ia juga meneteskan airmata..


''Hidup bersama ayahmu adalah seperti di neraka bagiku Vanessa..penghasilannya kecil dan bahkan untuk makan saja kami harus berhutang.....kau minta ibu bertahan hidup seperti itu..kau masih sangat muda untuk mengerti sayang..bahkan ibu tak mampu membelikanmu sepotong baju...''


''Tapi itu bukan alasan untuk meninggalkan aku ibu...kau meninggalkanku untuk menjadi pengasuh pria itu dan imbalannya dia menikahimu ibu...''


Ucapan Vanessa tentu saja membuat Widya meradang,...karna dia terlalu terbakar emosi maka sesaat kemudian...


Plak....


Sebuah tamparan mendarat di wajah Vanessa....hingga gadis itu membeku...


''Ibu menamparku..''


Widya mendekat dan menatap putrinya dengan tajam..


''Yah....ibu menamparmu agar kau berhenti bersikap kurang ajar padaku, akulah yang telah melahirkanmu kedunia...jadi Vanessa..jangan berteriak padaku karna kau tidak tau yang sebenarnya terjadi...''


''Aku membencimu....aku benci dan kurasa....aku tak penasaran apalagi mencari tau tentangmu...mari kita hidup masing-masing ibu...''


Vanessa berbalik dan hendak melangkah namun lengannya di cekal hingga Vanessa terpaksa membalikan tubuhnya..


Pandangan Widya mengeras.....


''Kau adalah putriku satu-satunya jadi...aku tak akan melepasmu Vanessa..mulai sekarang kau harus tinggal bersamaku..''desisnya tajam...

__ADS_1


''Apa...''


__ADS_2