
Kau tak akan pernah menyadari jika dia berharga sebelum dia menghilang darimu..
kau tak pernah menyadari kau mencintainya sebelum ada yang memberi perhatian kepadanya...
kau tak akan pernah menyadari kalau kau cemburu sebelum...seseorang yang lain ingin merebutnya..perasaan itu egois....
************************
Dars menurunkan pandangan pada Valerie dan mengeraskan wajahnya...rasa cemburu dan tidak terima langsung membakarnya ketika ia melihat Dary menggenggam tangan Valerie dan ingin membawa Valerie pergi..
Kebetulan Dars melintasi daerah ini karna memang dia sedang mengingat gadis kecil yang pernah memberinya boneka dulu, namun tidak dia sangka kalau dia malah melihat istrinya bersama adiknya..rasa marah tak mampu di bendung oleh Dars saat ini..
''Masuk ke mobilku sekarang Valerie..''
Dars mulai memerintah seolah ia tak boleh di bantah..dan bagi Valerie ingin sekali dia membantah, namun..ia sadar sekarang berada di hadapan Dary..jika dia melawan maka Dars akan kehilangan kendali karna rasa malu dan harga diri, lagipula Dary mungkin akan mengejeknya karna nyatanya..dia salah memilih..
''Baiklah Dars..tapi bonekaku ada di dalam mobilku aku harus,....''kata-kata Valerie menggantung ketika Dars mendekatkan wajahnya..dengan aura menekan...
''Supir akan mengambil mobilmu sayang, jadi bisakah kau masuk saja...''titahnya tak ingin di bantah..
''Baik....aku pergi, tapi jangan saling memukul disini..akan sangat memalukan....''
''Dia adikku dan aku tak akan membunuhnya itu yang harus kau tau Valerie..''
Valerie akhirnya mengangguk, lalu mengalihkan pandangan pada Dary yang terlihat sungguh kecewa karna dia tak bisa membawa pergi Valerie..
Ketika Valerie sudah masuk ke dalam mobil, Dary lalu memalingkan wajahnya dan menatap Dary dengan tajam..
''Kau tak akan bisa merebut Valerie dariku, dia milikku karna apa dia adalah istriku...dan kalian hanyalah masa lalu yang harus di lupakan...''
''Kau....aku tak akan pernah membiarkan ini terjadi lebih lama Dars...aku akan membalasmu dan melumpuhkanmu..hingga kau tak akan pernah bisa bangkit.....kau dengar itu..''
''Hahahaha....mau mengalahkanku...silahkan bermimpi saja adikku sayang..dan kau akan menghadapiku..''
''Cih.....liat saja nanti..''ucap Dary penuh dendam...
Sementara itu Dars akhirnya melepaskan Dary dengan cepat lalu melangkah meninggalkan Dary dan menuju mobilnya...Dary hanya bisa berdiri dengan rasa marah yang berkumpul di dadanya....tidak bisa..dia tidak bisa menyerah untuk Valerie..karna sejak awal..Valerie adalah miliknya..
*******
Dars masuk ke dalam mobil dan menutup pintu dengan wajah beku, sementara Valerie hanya duduk di dekat jendela dan memalingkan wajahnya keluar jendela, pikirannya tertuju pada boneka di dalam mobil...tadi sebelum berjalan-jalan, Valerie menyimpannya disana, karna dia hanya berjalan-jalan sebentar...coba saja dia membawanya tadi..Valerie menghela nafas ..namun dia begitu terkejut ketika Dars menarik lengannya cukup kuat hingga wanita itu menoleh..
__ADS_1
''Dars....''
''Bagaimana rasanya menemui kekasihmu di belakangku....bagaimana rasanya..'' teriak Dars lepas kendali..
Kemarahan itu...dia melihat kemarahan yang begitu besar di wajah Dars seketika..hingga tubuh Valerie bergetar ketakutan..
''Dars...lepaskan aku....''
''Beraninya kau melakukan hal itu padahal aku sudah memperingatkan kau..''
''Aku tidak bertemu dengannya Dars...aku hanya mampir ke toko boneka lalu kami tidak sengaja bertemu..itu saja...aku bersumpah....''
''Kau pikir aku percaya kepadamu, baru kemarin kau memilihku namun esoknya kau lalu tak sabar menemui Dary...''
''Aku tidak menemuinya Dars....aku tidak...'' mata Valerie menjadi panas hampir menangis di dalam mobil...
Sementara Dars mengusap wajahnya dengan kasar, bayangkan ketika Dary menggenggam tangan Valerie nyatanya mampu membuatnya terbakar cemburu...pria itu tertawa kejam...bahkan hati Valerie masih menjadi milik adiknya meski tubuhnya sudah menjadi milik Dars....
pria itu melonggarkan dasinya yang terasa mencekiknya..
Tidak bisa,.....dia tak bisa seperti ini terus....mengapa Valerie berani menghianatinya..
Valerie sungguh takut sekali melihat tatapan Dars yang berbeda seolah dia menyimpan sesuatu yang mengerikan di dalam matanya, Valerie berdoa agar cepat sampai dan dia ingin mencari pil itu....karna melihat Dars saat ini membuat Valerie semakin yakin,...kalau melahirkan anak untuk Dars adalah hal yang tidak dia inginkan..tidak..jangan sampai dia hamil...
Sepanjang jalan pulang, di isi dengan keheningan yang mengerikan hingga sampai di rumah..
Turun dari mobil, Dars lalu kembali menarik tubuh Valerie mendekat dan membuat wanita itu membentur tubuh kokoh Dars....
''Kau mau kemana...''
''Aa....aa...aku...''
''Kau pikir aku akan melepaskanmu setelah kau berani menemuinya di belakangku..''tatap Dars dengan dingin..
''Astaga Dars...aku tidak pernah...aku tidak pernah sengaja ingin menemuinya..''
''Yah..kebetulan, kalian brtemu adalah kebetulan....kota ini sangat luas Val....dan bisa-bisanya dia menemukanmu dan...menarikmu ke mobil..''
Valerie menggeleng menolak semua tuduhan Dars padanya, dia memang tidak menemui Dary..jika dia ingin menemui Dary maka lebih baik dia memilih Dary dan bukan Dars....
namun lihatlah Dars sekarang, bahkan tak ada setitikpun rasa percaya di dalam dirinya pada Valerie..hingga wanita itu menjadi kecewa...bukan berarti dia serakah ingin perhatian Dars namun...tidak salah bukan jika dia berharap kepercayaan dari suaminya sendiri,..sementara hal itu sepertinya sangat mustahil dia dapatkan..
__ADS_1
Valerie pun pasrah ketika Dars menariknya mendekat...
''Persiapkan dirimu karna aku akan menyentuhmu...aku akan ke kamar dalam waktu 15 menit...''
''Apa....''
Dars melepaskan pegangannya dan menerima panggilan telp yang dari tadi menghubunginya..
Valerie membeku mendengar pernyataan Dars...wanita itu segera berbalik dan melangkah meninggalkan Dars yang masih menelfon dan buru-buru ke kamar, apa jadinya jika dia tidak minum pil itu....apakah keadaan akan berbalik...pil itu akan menjadi bumerang baginya...?
Valerie keluar dari lift dan melangkah menuju kamarnya..pandangannya berputar ke segala arah, mencari pil itu dengan rasa putus asa,..tidak..bagaimana mungkin dia kehilangan pil itu..bagaimana bisa...?
Melangkah menuju meja di kamarnya, Valerie tidak menemukannya...lalu Valerie memasuki kamar ganti dan mencarinya di sekitar kamar..namun dia tak juga menemukannya...hingga Valerie menjadi sangat cemas..
''Dimana pil itu...''desah Valerie menjadi bingung..
Wanita itu lalu meraih gagang telp dan menelfon ke lantai satu..tak lama kemudian..salah satu pelayannya menelfon..
Siapa yang membersihkan kamar tadi...?
Aku yang membersihkan kamar nyonya...ada apa..?
Kau melihat pil di atas meja...
Pil itu..aku sudah membuangnya nyonya, karna aku pikir tidak mungkin nyonya memilikinya...
Jadi kau membuangnya...baiklah, lanjutkan pekerjaanmu.
Baik nyonya...
Valerie meletakan gagang telp....dan dia menjadi gugup...
Bagaimana sekarang....pil itu telah di buang oleh pelayan dan tak ada waktu menggantinya...
Bagaimana ini.....?
Disaat bersamaan pintu terbuka dan sosok Dars masuk ke dalam kamar...
Keduanya bertatapan...
Skip...........
__ADS_1