Ternoda Oleh Sang Mafia Kejam

Ternoda Oleh Sang Mafia Kejam
Apa Arti Cinta


__ADS_3

Dary mengusap wajahnya,....mengapa Vanessa harus menuntut perasaan cinta, bukankah perasaan cinta hanyalah sebuah ungkapan..?


mengapa Vanessa ingin sekali mendengar perkataan itu,...


Yah,....Dary memang dulunya adalah pemuja cinta, ketika dia yakin dengan hubungannya bersama Valerie, namun kini dia seakan anti dengan sebuah pernyataan cinta, bukan karna apa-apa..tapi, Dary tak ingin peristiwa itu terjadi lagi,...bagaimana kalau setelah dia menyatakan cinta maka Vanessa akan pergi darinya seperti waktu bersama Valerie dulu...?


''Aku pikir kau terlalu drama Alice...bukankah dengan aku ingin menikahimu itu sama saja dengan cinta yang kau inginkan...''


''Tidak....itu tidak sama bagiku Dary....yang jelas aku mengerti sekarang bahwa kau memang tidak akan pernah mencintai siapapun dan aku yakin sekali yang kau rasakan padaku hanyalah sebuah nafsu...''


''Vanessa...''


''Apa aku berkata benar Dary...apakah ya...bukankah kau terlalu kejam padaku...''


'Dengarkan aku Vanessa...minggu depan aku akan melamarmu lalu kita menikah...aku tak akan membiarkan kau menggagalkan rencanaku sayang, apakah kau mengerti...''


Airmata mengalir di wajah Vanessa, semua sudah cukup jelas sekarang..yah...dia sudah cukup jelas untuk mengetahui siapa sebenarnya Dary dan seegois apa dirinya....dia bahkan tak ingin repot soal cinta bahkan tidak perduli sedikitpun..sementara bagi Vanessa, cinta adalah impiannya..


Sudah lama dia membayangkan jika suatu saat dia akan menikah dengan pria yang mencintainya..lalu mereka bahagia bersama..apakah itu terlalu mahal untuknya dan ia tak bisa mendapatkannya...


Mengapa hal yang paling sederhana itu tidak bisa di raihnya dari seorang pria, dan saat ini juga Vanessa sadar..cinta sejati yang bisa di berikan untuknya adalah cinta ayahnya...


''Hapus airmatamu sayang, kita akan melakukan prewed secepatnya karna aku tidak akan membuang waktu...''


Dary melangkah menuju pintu mobil...sementara Vanessa masih berdiri menantangnya...


''Vanessa...''


''Apakah semua ini karna Valerie...''


Dary mengerutkan kening, siapa yang memberitahu Vanessa tentang Valerie..pria itu memutar tubuhnya dan memandang Vanessa dengan tajam..


Jemarinya terkepal........


''Apa yang kau tau tentangnya dan aku..katakan...atau aku.......''


''Kau mengalami trauma karna kekasihmu sendiri di rebut oleh kakak kembarmu..''ucap Vanessa tanpa takut..


''Katakan....''


''Lalu karna trauma yang kau alami kau mulai membabi buta mencari penggantinya hanya untuk menutupi kekalahanmu karna melihat kembarmu sudah bahagia,....aku benar mengatakannya...''


Deg!!!


Dary mengerang....


''Katakan lagi....aku tidak akan pernah membantahmu...''desis Vanessa dengan santai..

__ADS_1


Sementara Dary mendekati Vanessa hingga dia menjadi gugup...gadis itu bergerak mundur sedikit takut hingga ia membentur mobil di belakangnya..


''Katakan lagi....Vanessa..''


Vanessa menguatkan dirinya...ia menatap lekat wajah Dary yang begitu dingin..


''Dengarkan aku Dary...aku hanya ingin cinta di dalam hidupku...aku tak butuh apapun, kau bisa memilih gadis lain untuk menikah denganmu namun aku bukan pilihan yang tepat aku....''


''Aku memilihmu Vanessa, dan jika aku sudah memilihmu maka kau tak akan bisa lolos dariku, meski kau meraung dan menangis..dan tentang Valerie aku mengakui...dia mantan kekasihku, dulu aku mencintainya dengan tulus, memberikan cintaku seperti pria yang naif padanya, aku tidak menyalahkan Valerie dalam hal ini dan juga bukan kakakku dan kau tau siapa yang berhak disalahkan dalam hal ini...''


''Dary....''


''Aku...akulah yang harus di salahkan karna aku terlalu bodoh dab percaya akan cinta,..jadi Vaness jika kau mengharapkan kata cinta dariku maka kau akan kecewa karna sampai matipun kata-kata itu tidak akan keluar dari mulutku...apa kau mengerti...''


''Aaah....kalau begitu jangan menikah saja Dary,....kita bisa membatalkannya sekarang...''


''Diam...Vanessa..''


Bentakan Dary begitu keras hingga gadis itu menjadi gemetar tentu saja dia tak penah menemui pria se egois ini, jika di liaht dia sama saja dengan tuan Tedy...sungguh Vanessa tak akan sanggup hidup bersama pria ini tidak akan pernah...


''Dary kau membuatku takut...''


''Awas kau Vanessa...jangan mencoba pergi atau kau benar-benar akan berhadapan denganku...''


Karna takut Dary akan berbuat nekat, maka Vanessa mengangguk dengan patuh, dan ia menyadari kalau emosi Dary mulai bisa dia kendalikan dan bagi Vanesa itu cukup bagi hatinya untuk membuat keputusan...


Dary menyentuh wajah Vanessa dengan lembut dan tersenyum...


''Aku senang kau menurut dan mengerti sayang..''


Kini Dary menarik tubuh Vanessa ke dalam pelukannya dan mendekapnya dengan erat hingga Vanessa hanya bisa pasrah menerima semua perlakuan Dary kepadanya...


********


Setelah menyelesaikan semua jadwal yang sudah di tentukan oleh Dary kepadanya, gadis itu akhirnya kembali ke rumahnya setelah di antar Dary, dari jauh...Vanessa memandang sang ibu yang sedang duduk membelakanginya di taman....gadis itu tersenyum lalu mendekati ibunya...


Memeluknya dari belakang hingga Widya membeku...


''Vanessa...''


''Aku merindukan pelukanmu bu...''bisik Vanessa dengan suara yang serak, seketika Widya membalikan tubuhnya menuntun putrinya duduk bersamanya hingga memeluknya dengan erat,..


''Ada apa...siaapa yang menyakitimu dan membuatmu menangis....?


''Aku tidak apa-apa ibu, aku hanya ingin memeluknya dengan erat...''


''Tentu saja...ibu akan memelukmu sayang, berapapun waktu yang kau butuhkan ibu....tak akan pernah lelah untuk memelukmu sayang...''

__ADS_1


''Bagus....aku senang sekali...''


Masih memeluk, Widya mengusap punggung Vanessa..


''Kau akan menikah dan memasuki dunia baru anakku....dan ibu harapkan kau menemukan kebahagiaan untuk dirimu..Dary adalah pria yang baik dan pantas untukmu...jadi..ibu harap kau bisa merasakan kebahagiaan, cinta dan perlakuan baik di sepanjang hidupmu...''


''Aku mengerti bu....aaah...pelukan ibu akan sangat aku rindukan...''


''Anak nakal...rasanya seperti mimpi kau mau memeluk ibumu ini Vanessa, apa kau masih ingat ketika kau menatap ibu dengan sangat tajam ketika pertama kalinya kita bertemu..dan kau marah pada ibu..''


''Aku masih muda dan bodoh, aku bahkan tidak berpikir jauh...ibu...aku ingin minta maaf...kau pasti sedih ketika aku membentakmu dulu,....''


''Tidak...aku pantas mendapatkannya sayang...''


Pelukan itu terlepas dan Widya mengusap wajah Vanessa dengan lembut...


''Ibu hanya ingin kau tau jika ibu sangat mencintaimu...'' bisik Widya mengecup dahi putrinya penuh kasih sayang..


Sementara Vanessa menganguk...


''Aku juga mencintaimu ibu....aku harap ibu selalu bahagia...''bisik Vanessa lembut...


Keduanya kembali saling memeluk...


*******************


Tengah malam....


Vanessa berhasil keluar dari rumah besar setelah menuju mobil miliknya dan masuk ke dalam sana...ia lalu menghidupkan mesin mobil dan melaju meninggalkan rumah besar setelah merasa yakin....


Vanessa telah memutuskan untuk meninggalkan tempat tinggal sang ibu...karna dia tak bisa hidup bersama Dary apalagi menikah dengan pria itu...


Sampai kapanpun Vanessa tak akan pernah menikah dengan Dary...


+++++++++


Nada terbangun dan menyadari kepergian sang kakak...gadis itu menyipitkan matanya dengan tajam, lalu keluar dari kamarnya sembari melangkah menuju kamar milik sang kakak Vanessa, lalu tatapannya menajam pada sebuah surat yang di letakan di atas meja,..


Gadis itu mendekati surat itu lalu membacanya dia tertawa kesal..lalu mengambil sebuah kertas baru dan menuliskan yang bertolak belakang dengan isi surat Vanessa yang sebenarnya...


lalu meletakannya kembali ke atas meja...


''Pergilah kakak tiriku sayang, karna kasih sayang ibu hanya untuk aku..''


Nada sebenarnya bisa menghentikan kepergian sang kakak tapi dia tak ingin melakukanya, membiarkan Vanessa pergi itu lebih baik..dia akan mendapatkan segalanya...


Nada tersenyum senang...

__ADS_1


__ADS_2