Ternoda Oleh Sang Mafia Kejam

Ternoda Oleh Sang Mafia Kejam
Disekap


__ADS_3

Nada melirik sekitar kamar dan menghela nafasnya...dimanakah dia sekarang, mengapa hidupnya jadi begini....gadis itu kembali melirik keluar jendela dan membeku melihat keluar jendela,dia sangat takut sekarang..


Untuk beberapa saat Nada duduk disana....di sudut ruangan bersembunyi dia berharap kalau semua ini hanyalah sebuah mimpi buruk baginya, bagaimana mungkin dia terperangkap disini.. Di tempat ini..


Tunggu memang dia harus segera mandi karna dia sudah merasa gerah dengan tubuhnya sendiri, juga Nada ingin menghapus semua bekas ciuman pria dewasa itu tadi kepadanya..


Nada bangkit dan mendekati toilet dan membersihkan dirinya disana....mandi air hangat adalah yang paling trbaik untuk mengatasi lelahnya, Nada keluar dari sana dengan bingung, sekarang bagaimana...dia sama sekali tidak punya pakaian apapun, lalu harus menggunakan pakaian apa...? Entahlah....Nada lebih memilih tetap memakai jubah mandinya...gadis itu kembali lagi ke arah jendela dan menatap keluar....


kemana pria itu membawanya...dia bahkan tidak tau ini dimana..?


Nada kembali duduk di sudut ruangan dan bersembunyi disana...tubuhnya sudah lebih segar, hingga Nada mulai mengantuk dan menyandarkan kepalanya di tembok ruangan itu...


Karna terlalu lelah dan ketegangan yang menghantuinya sebelum menaiki pesawat, Nada kemudian tertidur disana....karna terlalu lelahnya..


Beberapa jam kemudian, pintu terbuka dan seorang pria masuk ke dalam kamar, dia sangat lelah karna penerbangan yang cukup panjang..yah dialah Pedro dan dia pikir gadisnya pasti sudah siap dengan sepotong lingerie seksi yang menggodanya malam ini...Pedro tersenyum ketika membayangkan cumbuannya di atas pesawat kepada Nada...gadis itu indah,...


Pedro melangkah menuju tengah ranjang namun tidak menemukan sosok Nada, gadis itu menghilang entah kemana...hingga pria itu menoleh ke sekelilingnya dengan waspada...


''Nada..........''dia coba memanggil namun gadis itu hilang entah kemana..


Sementara Pedro mengerutkan kening, segera mengambil pistolnya untuk berjaga-jaga...


ia melangkah menyisir sekitar kamar dan berusaha menemukan sosok Nada, pertama toilet namun gadis itu tak ada disana....Pedro lalu kembali melangkah menyusuri sudut ruangan, apakah gadis itu bersembunyi darinya untuk menunggu untuk menyerangnya lagi...? Pedro mengeraskan wajahnya, ia melangkah menyusuri sekitar kamar dan membeku ketika melihat sosok Nada tertidur di sudut ruangan dengan posisi duduk dan tidak nyaman...ia masih memakai jubah mandi...


Pedro menghela nafas....ia sedikit tersenyum,...dan menyimpan kembali pistol di balik punggungnya lalu mendekati Nada yang masih tertidur lelap....


Pria itu mendudukan tubuhnya hingga sejajar dengan Nada...menyingkirkan anak rambutnya yang menghalangi wajah mudanya yang menggemaskan..


''Kau tertidur yah...astaga..''Pedro lalu mengangkat tubuh Nada berpindah ke dalam pelukannya dan kemudian membawanya ke atas ranjang dan membaringkannya disana.


Pedro lalu duduk disana di pinggir ranjang dan menatap Nada....dia mirip sekali dengan Vanessa, cara menatapnya menjeritnya sungguh membuat Pedro terkekeh...


Vanessa pasti sudah menikah sekarang.....


Pedro menghela nafas....pria itu kembali memandang Nada yang masih terlelap..biarlah dia beristirahat, dia pasti lelah....tak ada gunanya bercinta sekarang...dia tak akan pernah sanggup...


Pedro lalu bangkit dari ranjang dan melangkah masuk ke dalam toilet dan membersihkan dirinya..


********


Pagi ini...

__ADS_1


Nada membuka mata dan membeku ketika sadar dia telah berganti baju dengan sepasang piyama berwarna pink..


sementara di sampingnya Pedro masih tertidur dengan lelap hingga Nada beringsut menjauh...karna terlalu takut dia sampai terjatuh dari ranjang...


''Aaww......''


Nada menjerit karna terlalu menyakitkan untuknya..dan jeritannya membuat Pedro terbangun dengan waspada..dan mata keduanya bertemu...


dan Nada buru-buru menundukan kepalanya dalam-dalam karna terlalu takut..


''Kau....mengganggu pagiku..''desis Pedro kesal...


Pria itu langsung bangkit dan mendekati Nada yang gemetar ketika menyadari pria itu mendekat...


''Tu....tu..tuan....''


Pedro bisa merasakan jantung Nada berdegup dengan kencang, hingga dia tersenyum merasa lucu..


ia mendekatkan wajahnya hingga Nada membeku.....Pedro hampir saja menciumnya namun ia menghentikan niatnya menyadari informasi yang baru saja di sampaikan anak buahnya..


Ternyata Nada memang masih berusia 16 tahun dan sebulan lagi dia baru genap berusia 17 tahun...dan bahkan Vanessa lebih tua dari Nada..


Betapa marahnya Pedro, bisa-bisanya anak buahnya salah mendapatkan gadis....dia seperti seorang pedof*l saja...astaga....dan kenyataan yang membuat pria itu merasa kesal adalah dia sudah terlanjur mencumbu tubuh Nada dan sangat tergoda...itu artinya dia harus menunggu gadis ini bertumbuh..


Pedro menjauhkan tubuhnya.....sambil berdiri...


ia menurunkan pandangannya pada Nada yang masih meringkuk memeluk tubuhnya sendiri...


''Aku tak akan menyentuhmu dalam waktu dekat jadi....untuk sementara kau aman...''


Rasanya begitu lega..tanpa sadar, Nada menghela nafas...Pedro hanya tersenyum dingin...


''Jangan senang dulu..kau akan tetap menjadi milikmu dan kau tak bisa lari kemanapun....apa kau mengerti...''ucap Pedro dengan dingin..


Pria itu lalu melangkah menjauhi Nada yang memang sedang menatapnya dengan tajam....


''Wah,.....aku lolos....yey...''


Nada bangkit dari sana dan melompat-lompat sendiri....yah...bukankah itu perlu di syukuri...dia akan menggunakan waktu yang ada untuk lari...


Nada pun menganggukan kepalanya dengan penuh rasa bahagia...

__ADS_1


ia sampai berkaca-kaca.....


Oh....mengapa aku ingin menangis....? desah Nada penuh rasa syukur...


**********


Pagi hari sekali dia terbangun seperti biasanya, namun untuk sesaat dia merasa bingung, karna berada di tempat yang tidak di kenalnya, gadis itu menoleh ke samping ranjangnya dan membeku melihat pria itu sedang berbaring di sampingnya terlelap, Nada mengingat benar perkataan pria itu semalam, yang mengatakan kalau ia tak akan menyentuh Nada sebelum usianya pas untuk bercinta..gadis itu tentu merasa lega, namun yang membuatnya heran adalah mengapa mereka harus sekamar, dan seranjang..hingga semalam ia tak dapat tidur, bagaimana kalau pria ini melupakan janjinya dan melakukan itu padanya...


Mengapa mereka harus sekamar...


Gadis itu lantas turun dari ranjang dan melangkah menuju toilet dan membersihkan dirinya disana, setelah itu ia keluar dan mengambil pakaiannya, tak lama setelah mereka sampai, seorang pelayan telah memasukan baju miliknya ke dalam lemari, dan beruntung semua baju ini berukuran pas di tubuhnya..


Pandangan mata Nada malah terarah pada Pedro yang tertidur sangat lelap seperti bayi, dia terlihat sangat manis jika tertidur seperti itu...


tanpa sadar Nada tersenyum, lalu ia pun melangkah menuju pintu....Pedro bilang dia bebas keluar asal di dalam jangkauan mata Pedro...lagi pula disini hanya lautan luas yang mengelilingi pulau, dia bisa mati di makan hiu jika dia nekat..


Gadis itu keluar dengan rambut basahnya dan senyumannya di pagi hari yang cerah, ada banyak pelayan disini yang mengerjakan pekerjaan mereka masing-masing, gadis itu melangkah keluar dari rumah besar itu dan langsung menyambut matahari..


Bugh!!!!!


Karna terlalu melamun, Nada tak sengaja menubruk seorang pria di depannya hingga tubuhnya menjadi goyah..dia adalah...anak buah Pedro yang menangkapnya malam itu...


Nada mengangkat wajahnya dan mengerutkan keningnya..


''Selamat pagi Nona..''sapa sang pria itu tersenyum...


Dia pria yang masih muda dan berusia sekitar 23 an itu terlihat di wajahnya, dia juga tampan..


Nada menyipitkan matanya tajam, karna dia masih kesal bagaimana ketika pria ini menariknya masuk ke mobil yang akhirnya merubah hidupnya...


karna itu Nada tidak menjawab salamnya...namun gadis itu melangkah begitu saja melewatinya...hingga pria itu mengerang..


''Maafkan aku....Nada...''


Nada seketika berbalik dan menatap pria itu...


keduanya bertatapan...sang pria menarik sudut bibirnya..


''Namaku, Adam.....''


''Cih...aku bahkan tak perduli namamu..''ucap Nada kesal..

__ADS_1


Gadis itu melangkah menjauhi Adam yang masih menatapnya beku, dia sungguh menyesal karna telah membawa masuk Nada ketika di saat yang sama dia juga jatuh cinta pada gadis milik sang tuan..


Bagaimana ia bisa mengatasi hatinya sekarang...? Adam mengeraskan wajahnya...


__ADS_2