Ternoda Oleh Sang Mafia Kejam

Ternoda Oleh Sang Mafia Kejam
Ikut Campur


__ADS_3

Dokter sudah selesai mengeluarkan peluru dari lengan bahu Dars dan pria itu masih terlelap karna obat bius, semntara Valerie berdiri dengan tatapan beku..


''Apakah semua akan baik-baik saja Dokter..''


Kali ini Valerie menoleh pada sang dokter yang sedang merapikan alat-alat medisnya untuk segera pulang, ia sudah menjelaskan pada Valerie tentang bagaimana harus mengawasi infus yang terpasana, dan jangan ragu menghubunginya jika terjadi sesuatu..


''Tuan Dars akan segera sadar nyonya, tenanglah...''ucap Dokter lembut..


Sementara Barron berdiri tak jauh dari sana, dan menilai betapa baiknya nyonya Valerie, pada suaminya meski Barron tau sikap tuan Dars sangat dingin, namun nyonya tetap bersikap baik..


''Baiklah terimakasih telah menolong suamiku.''ucap Valerie tersenyum..


''Sama-sama..aku akan datang kembali untuk memeriksanya nyonya Dars..''


''Baik aku akan menunggu.''


Valerie tersenyum...lalu mengantar Dokter sampai ke pintu,..


''Nyonya biarkan aku mengantar dokter..'' ucap Barron menunduk hormat..


''Baiklah..''balas Valerie..


Mereka pun meninggalkan Varerie bersama Dars seorang diri..wanita itu lalu melangkah mendekat, ia memperhatikan infus yang terpasang sambil mengawasi jalan nafas Dars yang tertidur..


Valerie lalu duduk di samping ranjang di atas sofa sambil membaca novel lanjutannya, sambil sesekali mengawasi Dars yang tertidur...


10 menit, 20 menit hingga satu jam kemudian Valerie sudah tak bisa menahan rasa kantuknya,..ia pun tertidur di sofa...sampai akhirnya, jemari Dars bergerak disana dengan lambat...dan beberapa menit kemudian matanya terbuka pelan..


Dan hal pertama yang dia liat adalah sosok Valerie yang tertidur dengan posisi duduk di sofa..


dan pemandangan langka itu sanggup membuat Dars membeku..ia menatap Valerie dengan pandangan dalam...


Mengapa dia disini...?


Sesaat kemudian pintu terbuka dan hal itu mengejutkan Valerie seketika ia terbangun dari tidur singkatnya..dan membeku ketika melihat Dars menatapnya tajam..dan di depan pintu ada Barron yang sedikit menyesal membuka pintu, dia adalah penganggu...


Suasana berubah menjadi tegang, Dars tak suka melihat Valerie berada disini, dan mungkin sedang mengutuk atau menertawainya..dia benci menunjukan kelemahannya pada orang lain...


''Barron......'' suara dingin Dars memecah di udara..


Barron melangkah mendekati Dars dan menunduk di hadapannya..

__ADS_1


''Mengapa kau biarkan orang lain masuk ke kamarku...beraninya kau.....''


Valerie seakan tersadar, jika dirinyalah orang lain yang di maksud oleh Dars, tak ada orang lain di kamar ini selainBarron dan juga dirinya.. karna itu Valerie berdiri seketika...ia terlihat sedikit gugup..


''Barron....temani tuanmu karna aku sudah tak tahan berada satu ruangan dengannya..''ucap Valerie dengan nada dingin..


Barron menggeleng mengapa nyonya bicara begitu, bukankah semalam nyonya terlihat khawatir pada tuan, bahkan tidak tidur karna membantu dokter..


Barron sedikit iba melihat sang nyonya yang terlihat sedih..namun berusaha menutupnya dengan tatapan beku, ketika Valerie melangkah dan menatap ke arah Barron ia menggeleng memberi isyarat agar Barron tidak mengatakan apapun dan mengunci mulutnya rapat-rapat...dan Barron mengerti itu semua..


Valerie keluar dari pintu dan meninggalkan Dars bersama Barron..


''Mengapa kau membiarkan nyonya Valerie masuk, kau tau jika dia mungkin bisa melakukan hal yang nekat padaku...''


''Tuan......tapi nyonya..''


''Jangan biarkan siapapun masuk ke kamarku kau dengar itu...termasuk nyonya.'' titah Dars penuh peringatan.


''Baik tuan...''balas Barron patuh..


Dars memejamkan matanya menahan perih di bahunya, sialan Pedro..dia telah menembak Dars dengan cara licik...dan membuat Dars harus menerima luka di bahunya, sungguh ia tak akan mengampuni pria itu.


''Berapa lama aku akan sembuh..panggil dokter kemari Barron...''


Hening...


Dars mengerang...ia harus segera sembuh, dia tak ingin lemah di hadapan musuhnya tidak...dia tak akan pernah menunjukan kelemahannya termasuk di hadapan Valerie hingga wanita itu akan mengolok dirinya..dia tidak akan pernah membiarkan Valerie, orang tuanya, Dary bahkan Pedro dan musuhnya yang lain untuk mengambil keuntungan darinya karna ketidak berdayaannya..


sungguh Dars tak akan membiarkannya..


''Istirahatlah sebentar..biarkan obatnya bekerja dan tuan akan segera pulih..''


Barron meletakan obat di samping meja..lalu meninggalkan kamar dan menutup pintu di belakangnya..


Valerie sudah gerah dan ingin mandi, bagaimana dia masuk ke kamar sementara Dars berada disana...? Semua pakaian Valerie berada di kamar dan pria itu bahkan menatapnya tajam dan tak ingin melihatnya..


Masih sakit saja dia tetap seperti ibl*s...Valerie akhirnya memutuskan akan masuk saja bukankah dia tidak perduli pada Dars..?


Valerie bangkit berjalan menuju lift lalu segera sampai ke lantai atas...dia keluar dari sana dan menuju kamar, namun ia berpapasan dengan Barron yang baru saja keluar dari kamar..


''Apakah tuan sudah tidur...''

__ADS_1


''Ya nyonya..tuan sudah tidur..''


''Baiklah..kau beoleh istirahat Barron..aku akan menghubungimu jika tuan memang memerlukanmu....''


''Baik nyonya..''


Barron lalu melangkah menuju lift dan segera turun ke lantai 1..sementara itu Valerie mendekati pintu kamar dan membukanya...tatapan Valerie langsung tertuju pada ranjang dan disana Dars masih terbaring tak berdaya...dengan langkah yang ringan..Valerie melintasi ranjang dan menuju ke toilet....


Dan beberapa menit kemudian, Valerie keluar dari sana masih memakai jubah mandinya..ia kembali menatap ke arah ranjang dan mengawasi Dars yang sedang tertidur...


Valerie kembali membalikan tubuhnya..ia menghela nafas...syukurlah Dars masih tertidur, ia pun segera mengganti pakaiannya dengan piyama lalu melangkah ke sofa panjang yang memang ada di kamar...lalu merebahkan tubuhnya disana..sebenarnya dia bisa tidur di samping Dars karna ranjang itu sangat luas..namun Valerie tak ingin melakukaannya..dia harus menjaga hatinya sendiri..lagi pula Dars sedang sensitif dan mudah marah..jadi Valerie tak ingin menambah masalah..wanita itu mulai memegang ponsel dan melihat perkembangan dunia dari genggamannya..sampai Valerie tak sadar kalau dia tertidur lelap di atas sofa..


Tengah malam...


Valerie terbangun ketika ia mendengar erangan Dars...


wanita itu membuka mata tiba-tiba dan langsung mengangkat wajahnya, ia terkejut ketika tangan Dars penuh darah, rupanya infus yang terpasang tercabut dari tangannya dan darah mengucur deras...


Tanpa pikir panjang, Valerie melompat dari sofa dan mengambil kotak medis yang di tinggalkan dokter, di dalamnya ada obat berikut penjelasannya...jadi Valerie mengerti apa yang harus dia lakukan..


Valerie berlari ke ranjang dan menarik tangan Dars..hingga pria itu terkejut,..


''Apa yang kau lakukan Valerie...''teriaknya murka..


''Ssst...diamlah...aku akan mengentikan darahmu..tenanglah Dars,...dokter sudah mengajarkan semua padaku...''ucap Valerie menenangkan..


Dars tampak syok...apa maksud Valerie dengan dokter menjelaskan padanya,...


''Aaarrrgghh....'' teriak Dars ketika Valerie mencabut jarum infus dari tagannya dan menghapus darahnya tanpa rasa geli sedikitpun..


Valerie melakukannya dengan hati-hati, ia berkonsentrasi penuh hingga Dars hanya terpaku...wajah mereka begitu dekat saat ini namun Valerie masih fokus untuk membalut tangannya dengan perban...


Semua selesai dengan cepat, pendarahannya di hentikan...dan Dars tidak merasakan sakit lagi...sementara Valerie di penuhi banyak darah..tak menunggu lama...Valerie langsung meraih ponselnya dan menelfon dokter di tengah malam untuk menjelaskan kondisi Dars pada dokter, tanpa di sadari Valerie kalau sedari tadi Dars memperhatikan apa yang dia lakukan sampai Valerie hendak mengakhiri panggilan telp..


''Baiklah dokter aku sudah melakukanya aku sudah menutup pendarahan suamiku, jadi maukah dokter besok pagi melihat kondisinya...aku takut akan lebih parah, aku takut salah menanganinya...baiklah..terimakasih dokter...''


Valerie memutus sambungan telp dan saat itu juga dia sadar kalau dia telah melakukan hal di luar kendali..


Tubuh Valerie bergetar ketika menatap mata tajam Dars kepadanya..


Valerie tertangkap basah sekarang...

__ADS_1


''Valerie.......'' desis Dars pelan...


__ADS_2