Ternoda Oleh Sang Mafia Kejam

Ternoda Oleh Sang Mafia Kejam
Berdamai


__ADS_3

Dars tersenyum lembut ketika saudara kembarnya meminta maaf dengan tatapan tulus...pria itu menghela nafas ketika dia akhirnya menyadari Valerie memberinya isyarat untuk segera berdamai..


Dars lalu berdiri dan di ikuti oleh Dary..keduanya memandang dengan dalam..


''Jadi kau sudah menyerah...Dary...''


Dary mengangguk....semua dendam dan amarahnya sirna ketika di lihatnya Dars tertembak..dunianya dia lihat dengan cara yang berbeda...tentu saja hal itu tak lepas dari ikatan darah yang begitu kental antara mereka berdua....


Dary tak bisa mengabaikan bahwa rasa bersalah akan menghukumnya begitu dalam..


''Aku menyerah ketika aku sadar, hanya kau satu-satunya kakakku, saudaraku dan selama ini aku sangat menyakitimu dengan besar...aku bahkan tidak pernah berpikir kalau hari ini akan datng, sebenarnya aku masih mengumpulkan keberania untuk menemuimu Dars...aku sungguh menyerah sekarang, tentang Valerie...dia kakak iparku sekarang..''


''Yey....aku senang mendengarnya..''bisik Valerie lembut..sementara Dars dan Dary kemudian berpelukan dan melepaskan semua yang beban di antara mereka..


''Aku minta maaf untuk Sarah...''ucap Dary dengan tulus..


''Dan aku minta maaf soal Valerie....''balas Dars sungguh-sungguh..


''Aku bahkan sudah melupakan Valerie..''balas Dary..


Keduanya lantas saling memeluk dengan erat..


''Mommy akan senang melihat perdamaian ini..''ucap Valerie terharu...hal yang sama di alami oleh Dars dan Dary..


''Aku sudah lama tidak mengunjungi rumah Mommy...''


''Pulanglah Mommy akan bahagia melihatmu..''


''Yah...akan kulakukan...tapi nanti mungkin setelah aku menemukan gadisku...


Mendengar hal itu Valerie buru-buru mendekat..


''Siapa gadis itu katakan...''tanya Valerie antusias...dia akan mendapatkan teman jika Dary sudah punya kekasih...


''Yah...siapa namanya, jika dia memang baik untukmu aku akan merestui dan membantumu bicara pada Mommy.''balas Dars antusias..


Dary tertawa...melihat ekspresi di wajah Dars yang Valerie..


''Aku tidak bisa mengatakan apapun, dia bahkan sudah lari dariku..''


''Apa....siapa namanya aku akan membantumu mencari..''tawar Dars tak sabar..


Dars juga merasakan perasaan bersalah pada adik kembarnya, bagaimanapun semua ini terjadi juga karna dirinya, seandainya saja dia tidak merebut Valerie maka semua tak akan terjadi seperti ini, walau akhirnya semua sudah berlalu..tak ada gunanya menyesali, dia hanya berharap Dary menemukan seseorang yang baik dan bisa membahagiakan dirinya..

__ADS_1


''Aku akan menemukannya sendiri Dars, tenang saja...''


Dars dan Valerie pun menyerah dan hanya bisa menunggu gadis itu datang di hadapan mereka dan sampai saat itu terjadi, mereka benar-benar menunggu dan berharap


Dary mengangkat kedua tangannya menunjukan sikap menyerah..


''Aku pikir kalian berdua harus sabar karna ini akan memakan waktu yang lama..''


''Baiklah...kami akan menunggu dengan sabar...''ucap Valerie...


Dary tersenyum sembari mengingat Vanessa, aaajh..sial sekali, jika saja gadis itu tidak melarikan diri maka sekarang dia sudah menjadi milik Dary..awas saja jika mereka bertemu maka Vanessa tak akan pernah bisa melarikan diri lagi..


''Makanannya enak...'' Dary tampak antusias mencoba semua menu..dan mulai menikmatinya..


********


Vanessa melangkah keluar dari ruang makan dengan mengajak Nada meski, Ibu tak setuju awalnya namun karna memang Vanessa memaksa akhirnya ibu mengalah..Daness sedang berada di dalam gendongan pengasuh namun begitu melihatnya Vanessa langsung jatuh cinta dan menciuminya dengan gemas, wajah Daness dan Vanessa juga mirip karna itu semakin membuat Vanessa gemas..Daness juga tampaknya menyukai kakak yang baru di jumpainya, padahal biasanya jika bersama orang baru dia akan menangis.


Melihat hal itu Widya tentu senang, Danessa akan mengikat Vanessa hingga dekat dengannya lagi..wanita itu tersenyum..


Dan mereka terus melangkah sambil bercengkrama dengan Daness, Nada sedikit lega karna ternyata kak Vanessa berbeda dari ibunya yang jahat..dan ketika mendekati halaman utama...


Sebuah dus besar menarik perhatian Vanessa,...apa itu dalam dus besar itu..coba bayangkan kalau itu adalah uang...wow....Vanesa tak mampu membayangkannya..sementara Nada hanya mampu menarik nafas...ketika dia memutuskan melawan sang ibu tiri, Nada tak menyangka jika itulah awal kehancurannya..


Ibu sangat membatasi keuangannya, dan bahkan melarangnya membeli barang apapun dengan dalih hukuman untuk dirinya meski Nada merasa itu tidak adil, Nada menyipitkan matanya tajam,..namun hadiah besar ini pasti untuk kak Vanessa bukan untuk dirinya..


Namun...


Widya tersenyum lalu menatap para pekerjanya yang sudah siap membuka kado spesial ini..


''Cepat bukalah..''titah Widya di hadapan Vanessa dan Nada...


Dan betapa terkejutnya Vanessa dan Nada ketika melihat apa yang ada di depan mereka...


''Mobil...'' jerit Vaness histeris..


Sebuah mobil mewah yang sangat mahal, yang mau di bilang hanya beberapa orang di dunia yang memakainya, mobil berwarna putih itu sangat manis dan sesuai warna kesukaan Vanessa..


''Taaarrraaa.....mobil ini untukmu sayang.''bisik Widya dengan mata berbinar bahagia..


''Untukku..''ulang Vanessa merasa seperti mimpi..


''Yah..untuk siapa lagi kalau bukan untuk putri pertamaku..''

__ADS_1


Vanessa menghela nafas...dia belum bisa membawa mobil, dan mobil ini terlalu berat untuknya..


''Ibu....''


''Jangan membantah ibu, Vanessa...ibu tidak suka..kau tau berapa lama ibu harus menunggu sampai mendapatkan warna kesukaanmu..''


''Tapi ini mahal sekali...''


''Tidak mahal Vaness...''


Vanessa lalu memalingkan wajahnya dan menatap Nada..


''Apa kau bisa menyetir Nada...''


''Yah.....kakak...aku..''


''Kalau begitu mobil ini milik kita berdua..''


''Apa....''jerit Widya membentak dengan suara lantang..


Hingga Vaness maupun Nada terkejut setengah mati..


''Ibu membelikannya untukmu dan bukan Nada...dia sudah punya mobil....''


''Dimana mobilnya..''


''Disana...''ucap Nada menunjuk mobilnya, uniknya mereka sama-sama menyukai warna putih..


''Wooowww....mobil yang bagus Nada aku suka...''


''Vanessa....'' jerit Widya kehilangan kata..


''Ibu belikan aku mobil seperti punya Nada dan sementara mobil ini adalah milik kami berdua bagaimana,...bukankah sekarang kami bersaudara...''Vanessa tersenyum sambil mencium Daness yang tertawa..


Mau tak mau Widya luluh melihat senyum di wajah Vanessa dan Daness,...paling tidak, Vanessa sudah mau menerima pemberiannya namun dia tak akan membiarkan Nada memakai mobil mewah ini..tidak akan pernah..


''Baiklah...bagaimana kalau kau dan Nada mengganti mobil yang lebih baik...kalian akan mempermalukanku kalau bertemu orang lain..''


Nada dan Vanessa saling menatap dan tersenyum..


Sementara Widya kesal sekali, mengapa sifat pria miskin itu menurun pada Vanessa...bukankah sangat menjengkelkan jika Vanessa mempunyai hati yang peduli pada orang lain...Widya hanya menggeleng...


************

__ADS_1


Dary tertawa menang..setelah makan siang dengan Dars dan Valerie dia mendapat telp dari Anton kalau Reni sahabat Vanessa mengetahui keberadaan Vanessa..


Pria itu tak sabar lagi..kali ini Vanessa harus menjadi miliknya...pria itu membuka pintu mobil dan melaju menuju perusahaan..


__ADS_2