
Yang dirasakan Vanessa saat ini adalah dia begitu malu dengan pengakuan Dary yang kurang ajar dan tanpa konfirmasi..ia bahkan tak bisa melupakan pandangan terkejut ibunya dan orang tua Dary lalu saudaranya yang lain, tentu saja...Dary mengucapkannya dengan suara yang cukup keras dan hal itu cukup membuat mata semua orang tertuju kepadanya..
Vanessa sedikit menghempaskan pegangan Dary pada tangannya hingga ia hanya tersenyum bingung...
Rose dan Widya maju bersama masing-masing menatap anak mereka dengan pandangan yang dalam,
''Apakah kalian berdua serius...''ucap Widya dan Rose hampir bersamaan..
''Ibu...sebenarnya kami...''
''Kami sedang merencanakan pernikahan, namun Vanessa memintaku merahasiakan ini semua dari siapapun jadi selama ini aku tutup mulut, tapi malam ini adalah hari bahagia Mommy dan Daddy jadi aku memutuskan akan jujur saja..lagi pula kemarin kami menghabiskan waktu bersama...''
''Hah...''
Wajah Vanessa merah padam, ia sungguh marah ketika Dary menjebaknya dalam permainan kata kali ini...bagaimana bisa pria ini begitu licik..
''Ah...itukah alasanmu menghilang sesekali..kau menghabiskan waktu dengan Dary dengan alasan temanmu yang sakit..''ucap Widya tersenyum senang sambil melirik Rose yang mengangguk setuju..
''Ibu.....sebenarnya..''
''Kami memang bersama waktu itu ibu Widya....bahkan hadiah pernikahan Mommy dan Daddy juga di pilih oleh Vanessa...''
Vanessa merasa darahnya sudah mendidih dari dalam ia memalingkan wajahnya menatap Dary penuh perhitungan, rasanya dia ingin meledak diruangan ini untuk mengatakan segalanya bahwa Dary berbohong...dengan alasa hutang, pria ini telah menjebaknya untuk memenuhi nafs* besarnya.
Bisakah Vanesaa mengatakannya, tanpa mengabaikan fakta kalau ada banyak orang yang akan tersakiti dengan kejujurannya...jemari gadis itu terkepal di belakang punggungnya dia tidak dapat memaafkan tindakan Dary yang di luar batas..
''Indah sekali sayang...oh....kau memang adalah calon menantuku..'' jerit Rose memperlihatkan sepasang cincin yang begitu elegan dan manis..
Cincin itu di tunjukan dengan penuh kebanggaan pada Widya dan mereka berdua tersenyum..
''Putriku mempunyai selera yang bagus...dia mirip denganku..''ucap Widya tak henti tersenyum..
__ADS_1
''Aku tau Wid..dari dulu kau adalah yang terbaik ketika memilih perhiasan berkualitas,...oh Widya...aku senang sekali anak-anak kita bahkan saling mencintai...bagaimana denganmu..''
''Aku juga senang sekali Rose...aku akan setuju apapun rencana mereka termasuk pernikahan..''ucap Widya tersenyum bahagia..
Sementara...
Dars dan Valerie juga menatap puas, ketika Dary menemukan kekasihnya sendiri ada kelegaan tersendiri bagi mereka berdua...tentu saja..selama ini walau sudah berdamai namun tetap saja,.beban dan rasa bersalah begitu menguasai mereka karna bagaimana pun Dars juga bersalah dalam hal merebut Valerie, namun melihat kebahagiaan yang terpancar dari wajah Dary membuat mereka bisa lega...
''Kita bisa tenang sekarang Valerie...karna Dary sudah menemukan cintanya..''
''Hum....aku tak perlu merasa bersalah lagi, begitu juga denganmu sayang..''balas Valerie yang membiarkan Dars mengecup keningnya penuh rasa sayang..
Namun disaat semua orang senang dengan pengakuan Dary, hal yang berbeda justru di rasakan oleh Vanessa, betapa pria ini telah menghancurkan hidupnya dan tidak membiarkan dirinya bebas menentukan jalannya sendiri, dia memutuskan dengan rasa egoisnya yang besar hingga Vanessa merasa muak..
Rose dan Widya saling menggenggam tangan, lalu menatap Dary dan Vanessa bergantian..
''Kalian berdua harus tau kalau kami ibu yang melahirkan kalian memberi restu pada kalian berdua anak-anak kami..''
Deg!!!
''Kami akan mempersiapkan segalanya dari sekarang...bukankah seperti itu sayangku...''
Vanessa dan Dary saling menatap dengan tajam,..kedua wanita di depannya tak berhenti tersenyum bahagia..
''Ini adalah hadiah terindah di ulang tahun kami malam ini....Mommy sangat senang...''ucap Rose.
''Ibu juga senang sekali, ibu tak akan ragu jika kau menikah dengan Dary Dalton....aku akan lebih rela melepasmu anakku..''ucap Widya tak berhenti tersenyum..
Dan Vanessa hanya diam dan mengunci bibirnya sepanjang acara, dia hanya mengangguk patuh namun tidak bicara..
Dary tak menyadari kalau ada api yang sedang membakar Vanessa dari dalam dirinya karna sepanjang acara Vanessa hanya trsenyum..
__ADS_1
Acara malam itu berlangsung meriah...ada banyak pertujukan, game lucu dan romantis dan juga banyak sekali acara yang tak terduga...namun bagi Vanessa dia ingin semua ini cepat berlalu dan pulang, Vanessa sungguh tidak tahan dengan suasana ini..
''Ada apa denganmu sayang...kau lihat dengan kejujuranku kita bisa menikah..''ucap Dary ketika mereka berdansa bersama..
Vanessa menaikan pandangannya dan menatap Dary...
''Aku hanya belum terbiasa dengan suasana seperti ini...aku belum terbiasa Dary....''sekuat tenaga Vanessa menekan perasaannya..
Dary merasa lega karna Vanessa tidak lagi menunjukan emosi kemarahan seperti tadi dan hanya pasrah padanya, mungkinkah Vanessa sudah lelah melarikan diri darinya,...itu bagus karna itulah yang di inginkan Dary..sebuah penyerahan diri total Vanesa kepadanya, dia serius tentang pernikahan...karna kenikmatan yang di dapat dalam diri Vanessa telah membuatnya candu...Vanessa layak menjadi prioritasnya saat ini, Dary merasa uring-uringan jika jauh dari gadis ini..bukan cinta namun lebih kepada ketergantungan terkait pelepasan gairah..tentang kepuasan hubungan di tempat tidur,..kalau cinta masih sangat baru untuk mereka berdua..Dary hanya tak bisa kehilangan Vanessa itu saja...
''Aku pusing....bisakah kita berhenti sebentar..''pinta Vanessa dengan suara lembut..
Dary pun menghentikan dansa mereka,
''Apa kau mau mencari udara segar...''
''Aku ingin ke toilet sebentar...''ucap Vanessa memohon..
Dary melepaskannya, dan mengantarnya menuju toilet, namun di tengah jalan dia bertemu kerabat dari ibunya dan mereka berbicara dia melepaskan Vanessa dari sisihnya dan membiarkan gadis itu pergi sendiri..
Vanessa memang menuju toilet, ia melintasi ruang tamu dan tak melewatkan foto keluarga tuan Jhon dan nyonya Rose Dalton..lalu ada foto Dars dan Dary Dalton si kembar yang begitu mirip, juga ada Valerie istri dari Dars Dalton..
Vanessa mengepalkan tangannya, dia tak habis pikir..bagaimana mungkin Dary melakukan ini padanya...menyeretnya masuk dalam keluarganya tanpa cinta..apakah dirinya memang tak berharga, karna Dary hanya membutuhkan s*x darinya..ya ampun...betapa menyedihkannya dirimu Vanessa..
Seketika itu juga emosi mulai melingkupi Vanessa ia berbalik arah dan kembali keluar di pintu samping dan ingin pulang, namun ketika akan melewati pintu samping...
Vanessa terkejut ketika seseorang menghalangi jalannya..hingga Vanessa mengeraskan tatapannya...
''Kau mau kemana Vanessa....''
''Bisakah kau mengabaikan aku saja,...aku sangat muak berada disini..
__ADS_1
''Tidak...kau tidak bisa pergi dengan cara seperti ini Vanessa...''
Seseorang itu mendekati Vanessa dengan tatapan beku.......