Ternoda Oleh Sang Mafia Kejam

Ternoda Oleh Sang Mafia Kejam
Perangkap


__ADS_3

Mobil milik Dary meluncur dengan cepat membelah kemacetan untuk lebih cepat sampai di perusahaan, sepanjang perjalanan dia tersenyum menang..


Mau lari sampai kapan, Vanessa...bukankah semua perlarian akan menemukan perhentian, dan Dary akan menghentikan pelarian Vanessa sekarang...


Tak butuh waktu lama untuk sampai di tempat yang di tuju oleh Dary...dengan cepat dia membuka pintu mobil dan masuk ke perusahaan, naik menuju lift dan melangkah cepat menuju ruangannya...


Ceklek...


Dary melepaskan jassnya dan melempar sembarangan...lalu mulai menekan tombol intercome untuk membawa gadis itu masuk, dan tak berapa lama kemudian, Anton masuk dengan membawa seorang gadis yang tampak pucat pasi...dia menundukan kepala di hadapan Dary..


''Direktur...'


''Siapa namamu...''


''Reni....aa..aku Reni...''


Dary mendekati Reni dan bersedekap tajam...


''Dan kau adalah sahabat baik Vanessa..''


Gadis itu mengangkat wajahnya yang gugup..


''A...aaku...dan Vanessa..''


Dary tertawa dingin..


''Jadi kau masih melundungi sahabat yang telah menipuku itu..jika kau tidak mau bekerja sama denganku maka...aku akan memastikan kau dan sahabatmu membusuk di penjara...''


''Tidak....aku mohon Direktur...Vanessa adalah gadis baik-baik...dia pasti terpaksa melakukannya...''


Dary melonggarkan tenggorokannya..


''Jika dia baik maka dia tak akan pernah menipuku sampai dua kali..bukankah itu sudah keterlaluan...''


''Apa....''


''Kau harus bekerja sama denganku, maka aku akan memastikan temanmu akan aman...''ucap Dary berjanji..


''Apakah Direktur akan memaafkan dirinya jika aku mau bekerja sama..''


''Tentu..Vanessa dan juga dirimu tak akan aku penjarakan tapi jika kau tetap menyembunyikan identitasnya maka aku tidak akan segan-segan untuk menghancurkan kalian berdua..''Dary mengancam..


''Baik Direktur aku akan bekerja sama...aku akan melakukannya Direktur,....''


Senyum terpancar di wajah Dary hingga ia menghela nafas lega..


Vanessa...kau akan segera menjadi milikku, batin Dary tak sabar...


''Bagus...kau melakukan hal benar Reni, dan aku akan memberimu hadiah..''


''Hadiah..''ulang Reni gemetar...mengapa dia seperti sedang menjual sahabatnya...aaah..tidak mungkin kan..yah tak akan terjadi apapun pada Vanessa, karna Direktur sendiri sudah berjanji...mereka tak akan masuk penjara..


*************


Akhirnya mobil baru tiba dan hal itu membuat Nada merasa senang, sepertinya dengan kedatangan Vanessa, hidupnya sedikit lebih baik...Nada semakin menganggumi seorang Vanessa...

__ADS_1


''Aku akan mengajarkan kakak untuk mengendarai mobil sendiri bagaimana..''


Widya yang mendengar hal itu langsung menyambar kata-kata sang putri tiri...


''Apa maksudmu kau mau mengajarkan putriku...ya ampun, apakah kau mau mencelakainya..''suara Widya meninggi hingga Vanessa harus turun tangan...


''Ibu....''


''Aku hanya mendampingi kakak, aku juga tidak berani mengajar kakak..''


''Kau....''


''Ibu...tolonglah..kau akan mengalami darah tinggi..''ucap Vanessa berusaha meredam kemarahan wanita itu...dan akhirnya Widya mengalah...


Dan duduk..sementara matanya masih tetap mengancam pada Nada yang tertunduk...


''3 hari dari sekarang ibu akan menghadiri undangan dan ibu mau kau menemani ibu karna papamu belum kembali..''ucap Widya..


''Acara apa...''


''Ulang tahun pernikahan teman ibu..''ucap Widya menjelaskan..


''Apakah Nada boleh ikut ibu....''


''Tidak...Nada akan menjaga Daness dirumah, lagi pula di pesta kelas atas kita tidak membawa sluruh anggota keluarga ini bukan pesta rakyat..''desis Widya cukup tajam..


''Baiklah...baik...aku akan menemani ibu..tenang saja..''balas Vanessa mengalah..


Entah mengapa ibu sangat membenci Nada seakan apapun yang di lakukan Nada selalu salah di mata sang Ibu...dan hal itu cukup membuat Vanessa tak tahan. sementara Nada hanya mampu menelan semua perkataan kasar sang ibu..


*********


Vanessa mengunci pintu kamarnya dan berdiam diri di balik pintu sambil menyandarkan tubuhnya disana...gadis itu memejamkan mata, dia menjalani hidup seperti nona besar dan ini seperti bukan dirinya saja...yah...Vanessa merindukan hidup bebasnya dulu bermain, kemanapun dengan bebas...


Seharusnya dia tidak berurusan dengan Dary Dalton..meminjam uang padanya adalah awal kehancurannya..kini dia bahkan tidak bisa keluar dari cengkramann Ibunya yang arogan...dia tak bisa pergi karna takut Dary akan menemukannya..


Lalu dia harus bagaimana...?


Vanessa mulai merasa bosan, dan sebuah telp dari sahabatnya Reni membuyarkan lamunannya..buru-buru dia mengangkatnya, mungkin saja Reni dalam kesulitan..


Vanessa : Halo...Reni...


Reni : Vanessa, aku sedang dalam masalah Vanessa apa kau bisa segera datang...?


Vanessa : (Panik) yah....katakan saja..apa yang bisa aku bantu, apa yang terjadi padamu kau sedang dalam masalah apa Ren...


Reni : (Mulai menangis) Seseorang menculikku dan membawaku ke sebuah Hotel..


Vanessa : Hotel...Hotel apa..bagaimana bisa kau di culik..


Reni : Entahlah...mana aku tau, tapi aku sempat melihat nama Hotelnya..


Vanessa : Katakan Hotel apa...


Reni : Hotel Garden Blue, di pinggiran kota..apa kau tau..

__ADS_1


Vanessa : Itu jauh sekali...bagaimana dengan polisi...


Reni : Mereka akan membunuhku jika tau aku menelfon polisi...Vanessa, aku harus bagaimana sekarang..


Vanessa : Baik..aku akan segera kesana,..bertahanlah Reni..


Vanessa lalu mematikan ponselnya dan mengambil jaketnya dan buru-buru keluar kamar...ia menekan lift untuk sampai di lantai 1 dengan cepat..


Ting...


Vanessa sedikit terkejut melihat sang ibu berdiri..


''Kau buru-buru sekali Vanesa mau kemana...''


''Aku harus keluar sebentar ibu..''


''Tapi kemana...''


''Ada yang harus kau beli...''


''Vanessa kau baru saja melakukan perawatan di seluruh tubuh, kau akan hitam dan terkena bau matahari sayang..''


''Hanya sebentar ibu...aku mau mencoba mobil baruku..bisakah..''


Widya pun mengangguk, hubungan mereka sudah membaik jadi jika dia melarang Vanessa, dia takut Vanessa akan memberontak lagi padanya..Vanessa sudah bisa mengendarai mobilnya dan itu adalah kebanggaan untuk Widya...


''Baiklah..hati-hati dan jangan lama-lama Vanessa..''


''Baik bu...''


Vanessa lalu meluncur dengan cepat...menuju mobilnya, rasa panik melandanya, ia takut sekali terjadi sesuatu pada sahabatnya...


Vanessa masuk ke dalam mobil..


**********


Hotel Garden Blue sangat megah...


Vanessa segera masuk dan menuju lift..Reni bilang dia berada di ketinggian lantai 50..itu tinggi sekali..Vanessa melirik jam tangannya..masih jam 5 sore...namun di dalam lift ini semua tampak redup dan berwarna keemasan..


Ting...


Vanessa keluar dari sana dengan gugup...dan mulai mencari nomor kamar 1383, ia lalu menemukannya segera karna letak kamar itu berada paling ujung dan sendirian..


Yah...sekarang dia punya nomor darurat polisi...jika terjadi sesuatu di dalam, maka dia tinggal menelfon saja...


Ketika sampai di pintu kamar....Vanessa meraih gagang pintu dan menariknya..


Namun...tiba-tiba saja, tubuhnya di paksa masuk oleh sebuah tangan besar yang menggapai jaketnya..


Deg.....


Vanessa meronta namun sia-sia..pintunya di kunci dan dia sudah terperangkap di dalam..


Nafas Vanessa seperti akan berhenti...

__ADS_1


''Tidak mungkin....''desahnya dengan mata yang panas...


__ADS_2