Ternoda Oleh Sang Mafia Kejam

Ternoda Oleh Sang Mafia Kejam
Memaafkan


__ADS_3

Pertemuan Dary juga Vanessa dan Pedro juga Widya terdengar hangat, mereka makan dengan penuh canda meski, pikiran Pedro masih tertinggal di pulau, yah..baru saja pergi namun dirinya sudah sangat merindukan Nada..


''Katakan padaku, dimana kakak dan Dary saling mengenal...''


Pedro juga Dary saling melempar senyum, bagaimana mungkin mereka bercerita bahwa dulu mereka begitu tergila-gila pada seorang Valerie Dalton yang sekarang adalah istri Dars.


''Kami adalah teman lama Vaness, dan terlalu panjang jika aku menceritakan semuanya kepadamu..''ucap Pedro yang langsung melirik Dary yang mengangguk membenarkan.


''Baiklah....aku tak akan bertanya lagi, jadi menurutmu suamiku seperti apa..''tanya Vanessa ingin tau.


Pedro memasang wajah serius...


''Suamimu adalah pria yang tulus dan juga setia..''ucap Pedro sembari mengedipkan matanya ke arah Dary yang hanya tertawa pasrah..


''Wah...kau sangat baik ternyata..''bisik Vanessa menggoda Dary...


''Tentu saja....karna itu jangan macam-macam...''


Ruangan menjadi penuh tawa, hingga Widya menyentuh bahu Pedro dan membuat pria itu menoleh..


''Bibi..........''


''Bagaimana kabarmu, maksud bibi adalah apakah kau sudah punya kekasih sekarang, jika belum maka bibi akan mencarikan seseorang untukmu..'' Widya mulai bertindak..


''Benar ibu...carikan kakak seseorang yang bisa membuatnya bahagia,....ibu kan punya banyak kenalan..''


Pedro hanya tertawa..


'Aku sangat behagia bibi memikirkan tentang wanita untukku tapi, aku tak butuh itu ibu karna aku sudah punya seseorang sekarang...''


Vanessa menunjukan ekspresi terkejut, hal yang sana juga di tunjukan Dary dan juga Widya...


''Waah...siapa namanya, aku senang sekali mendengarnya kak...'


Pedro menghela nafas, bagaimana menjelaskan pada mereka bahwa wanitanya adalah seorang gadis muda berusia 17 tahun, bibi pasti akan protes karna mengingat usianya sekarang, tak cocok dengan anak belasan tahun.


''Aku akan membuat ini sebagai kejutan bagaimana....aku akan mengenalkannya nanti...setelah aku menikahinya..''


''Kapan kau akan menikahinya, bibi akan...''


''Bibi.....aku akan menikah di pulau, setelah itu aku akan membawanya kemari dan mengenalkannya pada bibi dan Vanessa juga Dary...dan aku akan menyerah jika bibi akan membuatkan pesta resepsi untuk kami..''


''Itu pasti...keponakan tersayangku harus mengadakan resepsi besar, aku akan mengundanng 1000 tamu...''

__ADS_1


''Ibu lebay sekali..'' ucap Vanessa yang hanya di tanggapi tawa oleh Pedro juga Dary..


Sementara Widya hanya tertawa kecil..


''Apa kau benar-benar putriku, kau selalu menyela di setiap pembicaraanku..''Widya protes..


''Aku mengoreksi ibu..astaga jaga tensimu...''ucap Vanessa memeluk ibunya dengan penuh kasih..


Widya akhirnya tersenyum bahagia, sejak menikah Vanessa lebih menunjukan perubahan...apalagi setelah dia di nyatakan hamil, Vanessa bersikap manis dan menurut..hal itu yang paling di tunggu oleh Widya selama ini.


Mereka lalu kembali bercanda sambil makan sampai akhrinya,acara makan malam itu selesai dan Pedro melangkah bersama Dary menuju mobil sedangkan di depan ada Vanessa dan ibunya..


''Aku minta maaf atas segalanya Dary, tentang perbuatanku di masa lalu bersama Dars juga Valerie juga padamu..''ucap Pedro terdengar tulus..


Dary menepuk pundak Pedro sambil mereka melangkah...


''Aku juga bersalah...tapi apa artinya itu hanya masa lalu,....aku maupun kau sudah menemukan gadis yang kita cintai..itu cukup dan aku rasa, Dars akan memaafkan mu seperti dia memaafkan aku..''


''Mungkin aku akan lebih dulu mengirimkan undangan pernikahanku nanti..'ucap Pedro yang langsung di setujui oleh Dary...


''Ide bagus...''balas Dary tampak akrab kembali..


Akhirnya mereka berpisah ketika sampai di parkiran..dan berpisah disana....Pedro melambaikan tangan lalu tersenyum lega, dia bisa menemui keluarganya lagi..


Pria itu lantas, masuk ke dalam mobil ia ingin mencari cincin pernikahan dan juga kalung sebagai hadiah....Nada pasti sangat cantik sekali kalau memakainya..Pedro sudah sangat merindukan gadisnya, tentu saja...dia tak sabar lagi menyelesaikan urusannya dan kembali ke pulau.


**********


Nada sedang duduk di teras sambil melukis sementara itu, Adam mendekatinya dengan jarak normal seperti biasa, beruntung Adam sudah mematikan cctv di kamar yang ketika dirinya dan Nada masuk waktu itu..


Adam adalah anak buah yang paling di percaya oleh Pedro jadi dia memilik akses untuk mengontrol cctv seperti malam ini...dia telah menseting kamar Nada seolah gadis itu tertidur...


''Nada.....''


''Ya.......'' Nada mengangkat wajahnya..


''Aku ingin bicara padamu, kau tau besok tuan Pedro sudah pulang...''


''Yah...lalu bagaimana tentang rencanamu Adam....kapan kau bisa membantuku keluar dari pulau ini...''


''Jadi begini.....''


Adam mulai menjelaskan rencananya kalau setelah Pedro dan Nada menikah mereka akan keluar pulau, dan di saat itulah Adam telah mengatur bagaimana dan kapan gadis itu akan melarikan diri dari mobil dan beberapa anak buah Adam akan menjemputnya..

__ADS_1


Nada mendengar penjelasan Adam dengan wajah serius jadi dia harus pura-pura bersikap lembut kepada Pedro...begitukan maksud Adam...?


''Baiklah...aku mengerti...''ucap Nada dengan senyuman lega...


''Baiklah...kau harus bersikap seperti biasa seolah....kau baik-baik saja, seolah kau memang menunggunya dengan penuh cinta...apa kau mengerti Nada..'


''Tentu...aku mengerti dan aku akan melakukan seperti yang kau bilang..''


Adam tersenyum...


''Aku harus pergi Nada...''


''Yah....terimakasih..''ucap Nada tersenyum..


''Aku akan membawamu jauh darinya jadi tenangkan dirimu sayang...''balas Adam menahan diri...


Dia tak bisa mencium Nada karna, ada banyak anak buah yang tentu saja punya mata...


''Baiklah...aku tak sabar lagi untuk pergi denganmu...Adam..''


Adam lalu bersikap hormat lalu meninggalkan Nada yang berdiri dengan tatapan salah tingkah..sungguh ia mulai menyukai Adam yang akan menjadi penolongnya.


gadis itu tersenyum.....cerah...


***********


Tengah malam.......


Nada sedang tertidur lelap di dalam kamarnya, tiba-tiba pintu terbuka dan seseorang masuk ke dalam kamarnya dan menutup pintu kamar, lalu melangkah mendekati Nada yang sedang terlelap..pria itu lalu mulai melepas jasnya di ikuti dasi dan juga kemejanya...sampai pria itu hanya memakai box*r di sana...


Ia tersenyum....


Lalu bergerak naik ke atas ranjang, jemarinya mulai menjalar naik dan menyentuh gaun tidur milik Nada dan menurunkannya sampai ke pinggang, sinar mata sang pria membara ketika menyadari Nada masih tak sadar..


Pria itu lalu mulai melum** bibir Nada yang dingin dengan singkat, sementara itu jemarinya mulai menyentih permukaan dada Nada dengan gerakan lembut yang menggetarkan Nada mengerang dalam tidurnya..


Namun gadis itu membuka mata karna merasa terganggu ketika merasa seseorang sedang menyentuh dadanya disana..


Dan benar saja..betapa terkejutnya Nada ketika membuka matanya dan menyadari seseorang sedang menyentuh d*danya dengan mulutnya...


Gadis itu menjerit...


''Tidak........''

__ADS_1


Deg!!!


__ADS_2