
Dary membeku ketika mendengar apa yang baru saja di katakan Dars dengan penuh percaya diri...
Hamil...
Jadi Valerie sedang hamil anak Dars, dan makan malam ini sebenarnya hanya untuk memerkan bahwa Dars bukan hanya telah berhasil merampas kekasihnya namun sekarang mereka hidup berbahagia dengan anak yang sebentar lagi akan mereka terima...
Bukankah itu tidak adil......
Dary mengepalkan tangannya di bawah meja, semua makanan disini seperti racun baginya dan ia bahkan tak sanggup menelannya..
Valerie sendiri begitu terkejut sampai tak bisa berkata-kata...dirinya hamil...? Jadi semua perubahan yang terjadi padanya adalah kehamilan,....?
Sejak kapan, mengapa dirinya tidak tau..?
Valerie mengerutkan kening meminta jawaban pada Dars karna memang dia tak tau apapun..
Seolah tau isi hati istrinya Dars mendekat dan mencium kening Valerie..
''Sebenarnya Valerie di ketahui hamil ketika dia berada di rumah sakit...aku pikir aku akan memberikan pengumuman ini pada makan malam keluarga kita jadi...''
''Hamil.......itu artinya aku akan punya cucu...'' Rose berteriak histeris seketika dan mampu mengejutkan semua orang..
Termasuk Dary yang semakin terluka,...dia benar bahwa ibunya sudah mulai memihak Dars...yah...pria itu semakin kuat untuk membalas Dars...kali ini dia tak akan membiarkan Dars untuk selamat..
Dars membeku, ini pertama kalinya melihat reaksi bahagia sang ibu mendengar dia akan punya cucu, mau tak mau Dars merasa sungguh bahagia...
''Mommy..''
Rose bangkit dari tempat duduknya dengan mata yang basah..sudah lama sekali dia menginginkan punya cucu, sebenarnya...ia sengaja menghindari pertemuan dengan para sahabatnya karna sebagian dari mereka menceritakan cucu mereka dengan bangga, sedangkan dia...Rose hanya bisa terpuruk karna ia belum punya seorang cucu.
Namun....
Kali ini dia bisa berbangga bukan, dia juga akan menjadi nenek dari cucu yang pasti menggemaskan...Rose sungguh tak mampu menahan rasa bahagianya...semua perasaan bercampur di dadanya..hingga ia tak mampu lagi menahan rasa bahagianya.
Rose mendekati Valerie dan memeluknya..
''Terimakih Valerie Mommy senang sekali..''
Valerie pun hanya bisa tersenyum ikut bahagia dan di saat yang sama ia melirik Dars yang tak mampu menahan rasa haru..
''Mommy akan bisa bermain dengan cucu Mommy sekarang..''bisik Valerie lembut..
__ADS_1
Sementara...
Jhon menepuk pundak Dars hingga keduanya saling menatap..
''Selamat anakku...Daddy senang sekali...''
''Terimakasih Dadd, selamat juga Daddy akan punya cucu..''
Jhon tersenyum lalu kembali meraih tubuh Dars memeluknya dengan erat..
Bagi Dars..ini pertama kalinya dia mendapat pelukan dari Daddy setelah sekian lama..dia bahkan lupa terakhir kalinya dia mendapat pelukan..
''Terimakasih sudah memberikan hadiah indah bagi kami...meski di masa lalu Daddy dan Mommy sudah banyak menyakitimu.''ucap Jhon dengan suara yang serak..
''Sudahlah.,...semua sudah berlalu aku akan menjadi seorang ayah jadi...aku akan merasakan beratnya memikul beban sepertimu..''ucap Dars penuh arti..
Pelukan itu terlepas, namun Dars sedikit syok melihat sang Mommy berdiri di depannya.
Dars sedikit mundur, menyadari hubungannya dengan Mommy tidak baik, dan ketika wanita yang melahirkannya ini berdiri di hadapannya, Dars sedikit kaku...
''Momm...''
Rose berusaha menahan airmatanya yang menumpuk, ia tak pernah bayangkan akan memiliki perasaan sayang pada Dars...yah..sejak kecil dia tak pernah memberikan Dars kasih sayang yang baik...dan selalu menolak jika Dars mendekatinya..
Namun setelah Dars menikah auranya berbeda..dia menjadi pria yang mudah di dekati dan manis...beberapa kali Rose melihatnya tersenyum..hingga itu terlihat baik...
''Dars.....''
''Yah....''
Airmata Rose akhirnya menetes di wajahnya menyadari betapa kakunya Dars saat ini..itu wajar karna di saat Dars terpuruk dia tak ada disana...dia tak ada dan tak menjadi sandaran putra pertamanya hingga Rose menjadi sangat sedih.
''Mommy tau jika kau mungkin tak akan percaya dengan apa yang Mommy katakan tapi...Mommy minta maaf padamu selama ini....''
Deg!!!!
Rose membeku karna Dars langsung memeluknya dengan erat dan mendekapnya, seribu kata bagi Dars tak berarti...ia hanya ingin memeluk, merasakan kembali dekapan sang ibu setelah sekian lama..entahlah...sejak ia tau Valerie hamil...nalurinya sebagai ayah langsung menyelimutinya dengan cepat dan perasaan marah dan dendam pada orngtua seketika melebur dan terkikis oleh rasa hormat dan kerinduan yang dalam..
Airmata Rose menetes di wajahnya..
''Dars...anakku..''
__ADS_1
''Tak perlu mengatakan segalanya Momm...aku mengerti dan aku minta maaf..aku juga bukan putra yang baik untukmu...aku adalah anak yang sering membuatmu menangis..Momm..aku merindukanmu..''
''Oh,....Dars...Mommy sangat bahagia..Mommy tak menyangka jika kau sebaik ini...maafkan Mommy nak..maafkan semua yang telah Mommy lakukan padamu...''
Hening...
Ketika sepasang ibu dan anak itu saling memeluk, mereka tak sadar ada hati yang terluka..ada perasaan yang hancur melihat bersatunya mereka..dan dia adalah Dary...ia sudah tak tahan lagi...
Itu artinya dia sudah tak memiliki tempat lagi di hati Mommy dan Daddy...Dary bangkit dari tempat duduknya tanpa ingin menyelesaikan makannya..ia sudah tak bisa berada disini lagi...
''Maaf....aku harus pergi sekarang...kalian makanlah...''
Dary melangkah keluar dari tempat duduknya dan membuat semua yang ada di ruangan itu menoleh kepadanya..
Valerie menghela nafas..ia masih melihat tatapan penuh dendam di wajah Dary...hingga Valerie melangkah mendekat..
''Dary...''
Pria itu menoleh dan menemukan wajah Valerie gadis yang dia cintai dengan sangat besar....
''Valle..''
''Aku minta maaf kalau akhirnya akan menjadi seperti ini Dary...sebentar lagi kau akan menjadi seorang paman...jadi tolong maafkan aku.''
Dary hanya tersenyum tanpa menjawab perkataan Valerie..pria itu pergi dengan memeluk dendam dengan erat..
****************
Di sebuah rumah sakit....
Pedro sedang duduk sementara Dokter membalut luka tembaknya...dia meringis kesakitan...sementara Dokter melakukannya dengan sangat hati-hati..
Tak berapa lama kemudian suara gerakan pintu yang terbuka membuatnya mengangkat wajah...pria itu tersenyum melihat pria itu mendekatinya..
''Selamat datang....''
Pria di depannya meletakan pistol di dalam genggaman tangan Pedro..keduanya saling menatap tajam...
''Aku ingin kau membunuhnya dan jangan khawatir..aku akan membantumu..''
Pedro tersenyum kejam..
__ADS_1
''Selamat bergabung, dia akan menemui kematian dengan penuh rasa sakit.''
Deg!!!!