
Aku yang memilih menggenggam luka, walau ada resiko sakit tapi tak berdarah...ketika memutuskan untuk berkorban maka kau harus melepaskan keinginan egoismu..
inilah keputusanku..mendampingimu walau setiap detik itu..kian mengikis hidupku.....
*****************************
Valerie menundukan kepalanya dalam-dalam, airmatanya kembali menetes di wajahnya, mengapa Dars masih saja salah paham kepadanya...? Meski Valerie sedih, entah mengapa dia tak menyesal sudah memilih Dars untuk menjadi suaminya..Valerie merasa semua keputusannya adalah benar jadi Valerie masih percaya kalau suatu saat nanti Dars akan berubah dan menyadari kalau di dunia ini ia tidak sendiri, meski membenci...Valerie akan berusaha ada untuk Dars..membayangkan betapa teganya Mommy menyakiti putranya sendiri membuat Valerie tak bisa meningalkan Dars seorang diri..
******
Pagi ini...
Valerie mencoba bangkit dari ranjang dengan selimut yang menutupi tubuh polosnya menggunakan selimut ranjang, sedangkan Dars duduk di pinggir ranjang bertelanjang dada sambil memunggungi Valerie..
Valerie berdehem, semalam mereka bercinta lagi untuk kesekian kali, dan seperti biasa tubuh Valerie akan menjadi sangat lelah menghadapi gairah Dars yang besar...
''Aku ingin bicara padamu Valerie...''ucap Dars masih tidak menoleh kepadanya..
Valeriepun tersenyum lirih...
''Bagaimana kalau aku membersihkan diri dulu, lalu kita sarapan dan kita bisa bicara dengan tenang..''suara lembut itu lagi-lagi membuat Dars membeku...jantungnya berdesir pelan..
''Bukankah aku sudah memperingatkan posisimu Val...jangan bersikap seolah kau adalah istriku...kita akan bicara tapi nanti, dan aku masih tidak ingin makan bersama denganmu..''
''Aku mengerti...''
Dars lalu bangkit dari tepi ranjang dan mendekati lemarinya lalu mengeluarkan sebuah kotak obat disana...mengambil sesuatu dan berbalik mendekati Valerie yang masih duduk di tepi ranjang..
Keduanya bertatapan....
Lalu Dars melemoparkan sebuah kotak obat kepada Valerie....ada gambar pil di depan kotak itu...Valerie mengerutkan kening...
''Apa ini Dars......''
''Pil pencegah kehamilan...''ucapnya dingin..
Tubuh Valerie lemah, seiring matanya berkaca-kaca...jemarinya bahkan gemetar memegang kotak pil itu..
Suatu penghinaan besar bagi seorang istri ketika suaminya bahkan tidak menginginkan anak darinya..walau memang tentu saja Valerie tidak ingin hamil dalam waktu dekat..usianya baru akan genap 19 tahun...tidak mungkin baginya hamil...
Orangtuanya jauh dan dia tidak mungkin meminta saran dari Mommy tentang kehamilan darinya, dia membenci Dars dan kini kebenciannya mengarah juga pada Valerie..
sementara Dars memang tak ingin memiki anak..
''Mengapa...mengapa kau tidak menginginkan anak dariku..''ucap Valerie dengan airmata yang sudah menumpuk di kelopak matanya..
__ADS_1
Dars menghela nafas.,....
''Aku akan jujur padamu Val,.....aku punya seseorang yang aku harus temukan jadi....aku hanya ingin gadis itu yang akan menjadi ibu dari anak-anakku nanti dan bukan orang lain....''
''Apakah kau selingkuh dengannya, kau punya kekasih sekarang...''tanya Valerie menahan rasa perih yang dengan lancang hadir dan hanya untuk menyakitinya...
Dars mendekati Valerie...dan menaikan sudut bibirnya...
''Itu bukan urusanmu Val....aku pikir aku cukup menjelaskan itu kepadamu..''
Valerie bangkit berdiri dan menatap mata Dars dengan pandangan hancur..
''Baiklah...kau pikir aku juga ingin punya anak darimu tidak.....''
Oh,....sial sekali mengapa airmatanya malah jatuh di depan pria kejam ini,..mengapa ia malah menunjukan perasaannya..
''Lakukan sesukamu...dan jika kau sudah menemukannya...maka jangan lupa untuk menceraikan aku...''balas Valerie mengeraskan genggamannya pada kotak pil itu..Valerie melangkah menubruk tubuh Dars untuk membersihkan dirinya..
Dars terdiam...ia menghela nafas...begini lebih baik, Valerie bertahan dengannya karna rasa kasihan dan pantang bagi Dars untuk menerima rasa kasian dari siapapun bahkan dari Valerie sendiri karna itu...ia tak akan pernah memberikan kesempatan kepada hatinya untuk membiarkan Valerie masuk...dan untuk itu Dars harus segera mencari gadis di masa lalunya, Barron harus mencari gadis itu sampai ketemu..
Dan setelah bertemu, maka dia akan melepaskan Valerie.....
Pria itu melangkah meninggalkan kamar menuju ruang kerjanya...
*******
Mengapa ini sangat menyakitkan untuknya...?
***********
''Benarkah tak ada jejak apapun tentang gadis kecil itu...''tanya Dars mulai kesal...
Sementara Barron menundukan kepalanya dalam-dalam..
''Maaf tuan Dars,...tapi aku sudah memeriksa di kota itu seorang gadis berusia sekitar 18 tahun dan menyukai boneka Teddy Bear..namun sampai saat ini aku belum menemukannya..''
Barron sama sekali tak mengerti, mengapa tuan Dars masih mencari gadis lain sementara ada nyonya Valerie yang sangat cantik dan menjadi istrinya..mengapa malah mencari gadis yang tidak tau keberadaannya..mungkin dia sudah meninggal, atau sudah berada di luar negri, mungkin saja sudah menikah atau apapun itu...sangat sulit menemukan gadis kecil hanya dengan petunjuk boneka teddy bear...
''Kemana aku harus mencarinya...''suara Dars tampak lemah..
''Tuan...ada hal yang lebih penting dan ini mengenai musuh tuan sendiri yaitu tuan Pedro...dia sedang mengincar anda...aku pikir..kita harus menjaga nyonya...''
Dars mengangkat wajahnya...
''Valerie maksudmu..''
__ADS_1
''Benar tuan...aku pikir...''
''Pedro tak akan pernah tau Valerie....bahkan di dunia gelap kita,....aku tidak pernah mengatakan aku sudah menikah..Pedro tak akan mengincarnya Barron...oya...apakah ada toko di kota ini yang khusus menjual boneka Teddy Bear...aku pikir kau bisa mencarinya mulai dari sana..gadis kecil itu sangat menyukai boneka Teddy Bear dan pasti akan rutin mengunjungi toko itu...''
Barron pun mengangguk...
''Aku akan memeriksanya nanti tuan...''
''Bagus aku akan menunggu kabar darimu Barron...''ucap Dars penuh senyum..
Barron pun mengangguk lalu meninggalkan ruang kerja Dars...
*********
Valerie tersenyum ketika menemukan boneka teddy bear yang sama seperti miliknya 13 tahun lalu...
''Ini seri khusus nona....teddy bear ini sangat langka...''bisik sang pelayan toko pada Valerie yang tengah menggenggam boneka sembari melamun..
Valerie mencium boneka itu penuh rasa rindu sampai matanya berkaca-kaca, dulu dia memberikan boneka miliknya pada seorang pria yang kesepian...namun ia merasa kehilangan setelah pulang, Valerie terus mencari boneka yang sama namun tidak menemukannya...gadis itu sempat putus asa...
''Aku merindukanmu Teddy Bear...''bisik Valerie dengan airmata yang menetes...
Sang penjaga toko hanya bisa ikut terharu dan senang karna Valerie menemukan boneka miliknya...
''Ow...sweet sekali, dia pasti juga merindukanmu nona..''bisik sang penjaga toko menenangkan Valerie,...
Valerie lalu mengangguk sembari mengusap airmatanya...
''Aku akan membeli ini...''ucap Valerie memeluk bonekanya dan tak ingin melepaskan itu darinya...
Setelah membayar..
Valerie membalikan tubuhnya dan menubruk tubuh seorang pria di belakangnya..sampai hampir jatuh namun pria itu segera menahan tubuh Valerie hingga tak sampai membentur lantai..
''Ow...maafkan aku tuan...''
Pria itu tersenyum penuh pengertian....
''Aku yang bersalah..aku seharusnya bisa menghindarimu nona...''balas pria itu sangat ramah..sambil mengulurkan tangannya hingga Valerie membeku..
Karna merasa tidak enak, Valerie pun membalas uluran tangan pria itu..
''Namaku Valerie,...''
''Nama yang indah Valerie..namaku adalah Pedro...senang bertemu denganmu nona.''balas pria itu tersenyum
__ADS_1
Deg!!!!!