Ternoda Oleh Sang Mafia Kejam

Ternoda Oleh Sang Mafia Kejam
Tak Bisa Memaafkan


__ADS_3

Valerie keluar dari dalam mobil dengan tatapan tak percaya melihat tubuh Dars jatuh terkapar di tanah, dengan banyak darah yang mengalir di dadanya...hati Valerie seakan hancur saat itu juga..tidak..tidak pernah di bayangkan oleh Valerie jika ia harus melihat Dars tertembak di hadapannya..


Valerie melangkah walau setiap langkahnya ia seperti menginjak duri di kakinya, berdarah dan terasa begitu menyakitkan....airmatanya menetes di wajahnya....


Masih di ingatnya ketika dia sering mengutuk suaminya ketika marah karna begitu besar kebenciannya...namun..mengapa terasa begitu sakit...mengapa rasanya dia kehilangan hidup...?


''Tidak.....tidak.....''


Valerie setengah berlari tak perduli bahwa dia sedang hamil, Valerie ingin cepat sampai pada suaminya yang tak berdaya...


''Jangan pergi Dars...oh...aku mohon..''tangis Valerie pecah saat itu juga..


Dars telah menutup mata....di hadapannya..hingga Valerie tersungkur di tanah..sambil memeluk Dars...


''Barron...kita harus membawanya cepat...'' teriak Valerie histeris...


''Dars....jangan mencoba pergi....aku sedang hamil anakmu Dars...jerit Valerie gemetar....sambil menahan darah yang terus mengucur dari dada Dars....


Rose juga tak kalah histeris....ia bahkan sampai jatuh pingsan karna tak kuat melihat kondisi Dars yang sekarat..


''Nyonya..aku akan membawa tuan...''ucap Barron..


Pria itu segera mengangkat tubuh Dars yang tak berdaya..menuju mobil...sementara Valerie mencoba bangkit sendiri...dan ia bertemu dengan mata Pedro yang masih memegang pistol...airmata Valerie menetes...


''Jangan bunuh suamiku Pedro hentikan...jika kau mau..kau bisa menembakku saja...aku rela...menggantikan Dars kali ini...tapi tolong..jangan halangi mobilnya...''isak Valerie dengan kesedihan yang dalam...


''Valerie....''


Pedro terkejut ketika Valerie menjatuhkan tubuhnya dalam posisi bersujud di hadapan Pedro..


Hati Pedro seperti diremas...mana mungkin dia sanggup menembak Valerie..mana mungkin dia sanggup membunuh wanita yang dia cintai...


Mata pria itu basah...


''Pergilah...bawa suamimu sebelum aku brubah pikiran Vall....aku memberimu satu kesempatan...''


Valerie mengangkat wajahnya dan menganguk..ia menoleh kepada Barron....dan seketika anak buah Pedro membuka jalan untuk mobil Baron lewat membawa Dars ke rumah sakit..di ikuti Jhon yang membawa tubuh Rose yang pingsan ke rumah sakit..dan Pedro juga pergi dari sana...


Valerie merasa kepalanya berputar...kini tinggalah dia dan Dary....ia mencoba berdiri dan di saat yang sama Dary mendekat....


''Valerie....''


Deg!!!


Valerie menoleh penuh airmata...


''Lepaskan aku....''


''Vallerie aku minta maaf...''


''Lepaskan aku....mengapa kau berubah menjadi ibl*s Dar.....mengapa kau kejam bahkan pada keluargamu sendiri...''

__ADS_1


Dary meneteskan airmatanya...ia mengaku salah..ketika melihat Dars tertembak rasanya begitu menyakitkan....seperti ia juga merasakan hal itu...


''Aku tau dia akan selamat Vall..aku mohon...aku menyesal...''


''Tidak.....aku tidak akan memaafkanmu....aku tidak...''


Valerie merintih ketika perutnya terasa sakit...dan membuat Dary begitu terkejut....melihat cairan keluar dari balik dres hamil Valerie..


''Oh..Valerie...''


''Anakku...anakku, tidak...aku tidak ingin kehilanganmu nak....Dars sangat menginginkan kau lahir..ibu mohon...''jerit Valerie meneteskan airmatanya..


Dary begitu khawatir lalu mengangkat tubuh Valerie menuju mobilnya dan membawanya pergi ke rumah sakit...dan Valerie jatuh pingsan..


Dary hanya meneteskan airmata sepanjang jalan...mengapa ketika dia mau menyakiti keluarganya dia juga merasakan sakit...


Mengapa....??


Mengapa perasaan bersalah ini kian menuduhnya...?


Dars....maafkan aku tolong, jika kau selamat maka aku berjanji..aku akan merelakan Valerie....janji Dary dalam hati...


*******


Valerie membuka matanya dan langsung memeluk perutnya..ia menghela nafas lega karna masih menemukan gundukan kecil disana..


''Jangan khawatir nyonya Valerie...semua baik-baik saja....''ucap sang dokter yang sedang menatapnya dengan senyuman..


''Mereka sangat kuat...''


''Mereka...''ulang Valerie dengan mata berbinar...


''Yah..mereka sepasang bayi kembar yang kuat..''


''Kembar...'' ulang Valerie tersenyum..


''Yah...untung nyonya segera di bawa...jadi semua bisa di tangani dengan cepat..''


''Terimakasih dokter..'


Dan ingatan Valerie tertuju pada suaminya Dars..


''Bagaimana suamiku dokter,....''


''Tuan Dars....''


''Iya Dokter...''


''Saat ini masih berada di ruang operasi untuk mengeluarkan peluru...''


Mata Valerie menjadi panas..ia menatap sang Dokter dengan sedih..

__ADS_1


''Bisakah aku menunggu di ruang operasi dokter..''tanya Valerie dengan penuh harap..


''Tentu....petugas akan mengantarkan anda nyonya, tapi kau harus menjaga emosimu demi anak-anak.''


Valerie mengangguk dengan lemah,...jantungnya berdebar ketakutan...ia sungguh merindukan Dars..entah bagaimana dia sekarang...semoga dia selamat karna Valerie tak bisa hidup tanpa Dars..tidak bisa...


*********


Rose duduk di kursi Roda sedangkan Jhon duduk di kursi penunggu di ruang operasi...kedua pasangan itu saling menggenggam tangan menyalurkan kekuatan...


Rose terus saja menangis menyalahkan dirinya karna kesalahannya di masa lalu Dars dan Dary menjadi seperti ini...


''Aku mohon Dars...kau harus kembali, Mommy mohon...''isak Rose dengan airmata yang menetes di wajahnya..


''Tenanglah..putra kita sangat kuat...''ucap Jhon membujuk..


Tak lama kemudian Dars muncul di hadapan orang tuanya dan menjatuhkan dirinya...


''Dadd...Momm...''


Rose memalingkan wajahnya, airmatanya semakin menetes...


''Berdoalah agar Dars selamat...dan minta maaflah kepadanya,.....''ucap Rose dengan suara yang bergetar...


Dary menundukan kepalanya dalam-dalam...sambil memeluk lutut Rose memohon ampun...


''Ini kesalahanku Mom....aku sungguh menyesal...''


Jhon melepas kacamatanya ketika airmatanya juga menetes..


''Aku begitu bahagia ketika kalian berdua lahir kedunia....aku pikir akulah pria yang paling beruntung ketika dua anak kembarku akan melindungiku di usia tuaku....aku salah...aku terlalu berharap banyak...kau...tega menyandra kami orang tuamu hanya untuk balas dendam pada saudaramu...bisakah Daddy terima itu Dary..''


''Aku...terbiasa dengan kasih sayang yang egois...aku ingin semua menjadi milikku dan aku tak ingin berbagi, aku mudah cemburu karna kalian mulai memperhatikan Dars...yah...aku anak itu...aku pembawa masalah dan aku bahkan telah melukai kakaku sendiri...dan dia sedang berjuang di dalam sana..bisakah aku mendapat maaf..tidak..aku tau itu terlalu mudah bagiku...aku akan melakukan yang terbaik Dadd, Mommy....aku mohon ampuni aku..''ucap Dars menundukan kepalanya dalam-dalam..


Rose sudah tak bisa mengeluarkan suaranya dia sudah terlalu lelah untuk berkata-kata,...hatinya kini seakan tercabik-cabik karna Dars yang tertembak...ia bahkan belum mampu memaafkan dirinya sendiri...


Dan Valerie pun akhirnya datang dengan kursi roda...ia menangis menyadari Dars belum keluar dari ruangan operasi...


Dary yang melihat kedatangan Valerie langsung bergerak mundur..ia tau benar kini Valerie menatapnya penuh kebencian....


''Valerie...anakku..''isak Rose memeluk Valerie dengan erat..


''Mommy....aku tak bisa hidup tanpanya Mom...bagaimana aku dan anakku nanti Momm...''bisik Valerie sungguh terluka..


''Dars akan selamat, Mommy yakin....dia adalah anak Mommy yang kuat...''balas Rose ikut menangis...


Ruangan seketika menjadi haru...hanya ada kesedihan, sampai akhirnya penantian panjang itu berakhir dengan pintu Ruang Operasi yang terbuka..seorang dokter keluar dari sana dengan sebuah tarikan nafas panjang..


''Bagaimana operasinya Dokter...suamiku..''


''Nyonya...suami Anda.......''

__ADS_1


DEG!!!!!!!!!


__ADS_2