
Semua yang hadir di halaman itu cukup terkejut dengan pernyataan Nayra yang tampak bahagia sekali, wajahnya terlihat lebih berbinar dan bahagia..jemarinya terus menggenggam tangan Pedro dengan erat..
Bagi Vanessa dan Widya ini menjadi pertanyaan besar bagi mereka, mana mungkin Nayra menurut dan seakrab itu dengan orang lain meski Pedro keponakan angkat Widya,..namun tetap saja janggal ketika Nada pulang lebih dahulu dan menyerahkan Nayra pada Pedro..tentu tugas ini terlalu berat untuk dirinya..yang baru saja mengenal Nayra dan juga Nada..
Widya menatap Vanessa dengan satu pertanyaan yang sama....
Mengapa....''
''Granny......''jerit Nayra berlari memeluk Widya hingga wanita itu melupakan sejuta pertanyaaan di kepalanya..
''Cucuku...''
Widya dan Sebastian memeluk bergantian tubuh Nayra dan menciumnya penuh rindu..sementara Pedro memandang Nada dengan senyuman yang lega..
Keduanya saling menatap untuk beberapa saat...
''Berhentilah mengawasi orang lain seperti matamu akan keluar saja..''bisik Dary pada istrinya Vanessa...
Wanita itu mengerang...
''Mengapa kau tidak curiga sedikitpun kau liat cara Pedro menatap Nada...dia...''
''Mereka terikat dan hal yang wajar saling memandang bukan...seperti kau dan aku, lalu kakaku Dars dan Valerie..'' ucap Dary dengan tenang..
Vanesaa hampir saja menjerit kalau saja Dary tidak memeluknya sembari membungkam mulutnya dengan tangannya..
''Ssst...kau bisa mengacaukan segalanya..''bisik Dary memberi peringatan..
''Tapi kau membuatku gila dengan pernyataanmu sayang...''
''Lupakan saja...kau akan mendengar kebenaran sebentar lagi..''bisik Dary mengecup pipi Vanessa yang lembut..
Wanita itu hanya mengerang....
''Terserah kau saja..kita akan liat nanti....''balas Vanessa..
Sementara itu Widya melepaskan pelukannya dan menatap sang cucu, dia masih penasaran apa yang terjadi sebenarnya..
''Nayra....mengapa tinggalkan Granny dan granpa...kami sedih kau menghilang...''
''Aku hanya berlibur di panti dan mendapat banyak pengalaman Granny..lagi pula Daddy dan Moomy sudah menjemputku jadi aku tak akan pernah meninggalkan rumah lagi Granny tenang saja..''
__ADS_1
Sekali lagi Nayra memanggil kata Daddy pada Pedro...wanita itu menegakan tubuhnya dan menatap Pedro serta Nada..
Sementara itu Pedro mendekati Nada dan mengulurkan tangannya, di depan orang tuanya...dan hal itu cukup menarik perhatian keluarga mereka..
''Aku ingin mengatakan sebuah kebenaran yang aku sendiri baru mengetahuinya beberapa waktu lalu Bibi...dan semuanya, aku minta maaf baru mengatakan ini sekarang...''
Pedro menatap Nada yang tersenyum malu...
''Katakan kebenarannya Pedro....''Widya sudah bisa menebak tapi dia ingin kata-kata itu keluar dari mulut Pedro..
''Sebenarnya Nada dan Nayra adalah istri dan anakku yang selama 7 tahun ini aku rindukan setengah mati..aku juga baru mengetahui kalau sebenarnya Nada adalah putri Bibi dan paman...aku sama sekali tidak menyadari hal itu jadi aku minta maaf Bibi..''
Hening...
Semua tercengang dan tampak syok selain Dars dan Dary bagi mereka kalangan mafia, mereka sudah mengetahui kebenaran..hanya saja tak ingin mendahului takdir..
''Apa....''
Widya dan Sebastian saling menatap, Daness juga tampak terkejut..
''Granny dan dan Granpa...juga semuanya...aku ternyata punya Daddy...yess...aku senang sekali..''
Nayra melompat-lompat hingga Pedro hanya tersenyum dan mengusap rambut Nayra...
Apalagi melihat ekspresi Nayra yang bahagia tentu saja membuat mereka bahagia,...Sebastian melepaskan kacamatanya....ia meneteskan airmatanya menyadari hatinya lega luar biasa, beban di pundaknya seakan terangkat ketika mendapati kebenaran saat ini..yah..jauh di dalam hatinya Sebastian terbeban dengan putri tunggalnya yang membesarkan cucunya sendirian,..hal itu sangat menyakitkan hati Sebastian hingga saat ini dia menemukan senyuman Nada dan Nayra yang menghilang sekian lama..
''Ayah.....'' ucap Nada dengan suara serak..
Ketika Sebastian mengangkat wajahnya dia sedikit terkejut ketika putrinya sudah berdiri di hadapannya bersama Pedro sementara taman menjadi haru biru...
Widya ikut meneteskan airmata sambil memeluk Nayra yang tampak bingung...
''Maafkan aku ayah...aku selama ini sudah membohongimu...aku menyakiti ayah tentang siapa ayah Nayra....aku sungguh minta maaf menyembunyikan ini semua...''isak Nada dengan sesegukan..
''Dan maafkan aku tuan Sebastian...seharusnya aku lebih dahulu menyelidiki siapa Nada dan orang tuanya agar aku bisa bersikap hormat..tapi aku malah kehilangannya karna egoku...''
Sebastian mengangguk dan memegang bahu Pedro dan juga Nada dengan rapuh..
''Bagi orang tua sepertiku, kebahagiaan anakku lebih dari cukup...untukmu Pedro aku bangga karna selama 7 tahun ini kau masih setia mencari istri dan juga anakmu kau juga tak lelah dan berpikir untuk mencari wanita lain...Nayra akan bangga padamu..''
Pedro mengangguk penuh haru...
__ADS_1
''Terimakasih ayah....''
''Jagalah putriku, dan cucuku bahagiakan mereka dengan begitu..kau sudah mendapatkan restu seorang ayah nak...''
Pedro menganggukan kepalanya...
''Aku juga seorang ayah...aku mengerti perasaanmu jadi aku akan menyerahkan hidupku kepada istri dan anakku..''
Pedro dan Nada menghambur memeluk tubuh Sebastian dan tangisan haru pun pecah saat itu juga..Nada benar-benar lega atas semua yang dia alami meski penyesalan itu selalu datang namun semua sudah berlalu..
toh suaminya juga telah memaafkan dirinya dan tak ada lagi yang perlu dia sesali....
Pedro dan Nada lalu kembali menatap Widya yang menangis...
''Ibu....aku minta maaf karna tidak mengatakan hal yang sebenarnya padamu..maafkan aku.''
Widya mengangguk menatap Pedro dan Nada...
''Ibu senang karna Pedro adalah suamimu...kalian berdua anakku yang aku cintai...terimakasih sudah memberikan cucu yang cantik dan berbahagialah..lupakan semuanya..lupakan segala yang pahit di masa lalu okey....kita akan bersama mulai dari sekarang..''ucap Widya dengan airmata yang menetes...
Pedro dan Nada kembali memeluk Widya dan menangis bersama..
Vanessa menghampus airmatanya,..oh astaga ternyata mereka suami istri...? Sungguh takdir yang begitu unik...yah...Vanessa bahagia..anggota keluarga mereka semakin bertambah..
Malam itu adalah malam yang penuh sukacita bersama...
para orang tua berkumpul bersama sementara anak-anak punya kumpulan yang berbeda,
Zoe, Devan dan Damian duduk bersama Nayra di taman...meski betapa antusiasnya Zoe bertanya, Nayra bercerita dengan percaya diri tentu saja..dia mempunyai orang tua yang lengkap..
Devan dan Zoe sangat mengidolakan Nayra dan tak berhenti tersenyum ketika dia bicara sementara ketika dia berbicara, Nayra sama sekali menghindari tatapan dengan seorang Damian..entah mengapa dia masih menyimpan rasa kesal namun sebaliknya..Damian tak berhenti menatap Nayra yang begitu penuh kharisma...sungguh, Nayra sangat manis ketika bicara atau sedang mengucapkan sesuatu yang menggebu-gebu...
Damian merasa gemas..dan tak bisa berhenti menatapnya..
Nayra adalah gadisnya di masa depan, tentu saja...
Sementara Nayra menyipitkan matanya tajam ketika mendapat tatapan tajam dari seorang Damian...
''Aku ingin mengajak Mommy dan Daddy pindah saja dari kota ini..aku ingin sekolah di luar negri..''ucap Nayra mengangkat alisnya sambil melirik Damian dengan tajam.
Damian melompat seketika..
__ADS_1
''Apa maksudmu Nay...''jeritnya tak terima...