Ternoda Oleh Sang Mafia Kejam

Ternoda Oleh Sang Mafia Kejam
Hasutan


__ADS_3

Nada mengikuti langkah Adam yang menuju sebuah ruangan, gadis itu pun akhirnya masuk ke sana dan mereka saling menatap..


''Ada apa....Adam....''


Adam mendekati Nada sampai berhenti di depan gadis itu...


''Aku ingin kau tau apa perasaamu pada tuan Pedro..''


''Apa maksud perkataanmu Adam, bukankah pertanyaanmu sangat aneh padaku, bukankah kau yang menangkapku dan membawaku kesini...lalu kini kau bertanya bagaimana perasaannku..apakah kau tidak terlalu kejam.''ucap Nada merasa kesal..


Gadis itu berbalik dan hendak melangkah namun...langkahnya terhenti ketika Adam dengan nekat meraih lengannya dan mendorongnya ke daun pintu mereka saling menatap tajam..


''Adam apa yang kau lakukan..''


''Dengarkan aku Nada...aku bisa membawamu keluar dari pulau ini bahkan melepaskan diri dari tuan Pedro..''


Ucapan Adam sanggup membuat gadis itu tertawa dengan lantang, ia bahkan tak mampu membendung rasa kesalnya..


Bagaimana bisa pria ini mengatakan segalanya setelah Nada hancur,....mengapa dia tidak berpikir melepaskan Nada sebelum di pertemukan dengan Pedro...


''Bagaimana caramu melepaskan aku, sementara kau di tugaskan oleh Pedro untuk menjagaku..disini..''


''Aku punya cara.....Nada..''


''Tapi aku tidak ingin mengikutinya Adam,....apa kau dengar itu..''


Pria itu tertawa kesal,..


''Jangan bilang kau menikmati semua yang di berikan Pedro kepadamu kepadamu begitu.'' suara Adam meninggi di udara..


''Lalu apa masalahmu, mengapa kau tiba-tiba perduli kepadaku mengapa..kita bahkan tidak saling kenal sebelumnya Adam....''


''Itu karna aku..........''


Kata-kata Adam menggantung di udara hingga membuat Nada mendekat dan menatap lekat sosok Adam yang kehilangan suaranya..


''Mengapa kau diam.....hoh...kau membuang waktuku....''


Nada membalikan tubuhnya namun dalam sekejap Adam kembali menarik Nada dan menghimpitnya kembali di pintu...seraya bibirnya mendarat di bibir Nada dan melum**nya singkat...


Betapa terkejutnya Nada mendapat serangan ciuman dari seorang Adam...gadis itu mendorong tubuh Adam menjauh dan seketika


Plack...


Nada menampar wajah Adam dengan keras hingga pria itu membeku....matanya basah...


''Apakah kau benar-benar sedang menganggapku seorang pelacur sekarang...beraninya kau...''jerit Nada dengan suara tercekat...


Adam mengusap wajahnya dengan kasar sembari mendekat dan menatap wajah Nada yang kesal..bahkan nafasnya tersengal menahan rasa marah dalam dirinya...


Adam mendekat dan langsung berlutut di depan Nada hingga membuat gadis itu membeku..


''Aku jatuh cinta padamu Nada, dan maafkan aku karna aku...melakukan sesuatu yang membuatmu marah...''

__ADS_1


Hening...


Jemari Nada masih terkepal dengan kuat..


''Aku memperingatkan ini kepadamu Adam, jangan dekati aku dan berhenti perduli padaku...''


''Bagaimana aku bisa...ketika aku tau kalau tuan Pedro mungkin hanya menginginkan tubuhmu sebagai pemuas...aku tak bisa membiarkannya...Nada..


''Apa perdulimu, aku bahkan tidak ingin mengenal kau atau Pedro bagiku kalian sama-sama kejam...''


Nada ingin pergi namun Adam memeluk lututnya dengan erat, hingga Nada tak bisa melangkah..


''Setiap malam aku di hantui dengan semua rasa bersalah yang menyerangku, aku bahkan tak bisa melakukan apapun selain memikirkanmu..jangan pernah jatuh cinta pada Pedro atau kau akan terluka Nada...''ucap Adam penuh peringatan..


Nada menoleh dan bergerak mundur dan membiarkan Adam masih berlutut di depannya..


''Apa yang akan terjadi padaku Adam,....apakah dia akan mencampakan aku seperrti para wanita lain...''


Adam lalu bangkit dan mengangguk...


''Pertama dia akan mengajakmu menikah, namun ketika kau berpikir dia benar-benar akan menikahimu itu adalah awal dari kehancuranmu..''


Setelah pulang dari kota, kita akan menikah Nada......


Tubuh Nada bergetar ketika mengingat perkataan Pedro padanya sebelum pergi hingga matanya berkaca-kaca merasa ngeri sendiri....


''Katakan apalagi Adam...''


Nada membeku mendengar penjelasan Adam yang mengerikan...dia yang terlalu naif karna mudah percaya...


Adam mendekat..


''Dia tidak menjanjikan pernikahan denganmu bukan jadi kau tak perlu....''


Nada menggeleng ketakutan...ia menatap mata Adam yang tajam...


''Dia baru saja menjanjikan pernikahan sebelum pergi,...jadi dia akan pulang dan berjanji menikahiku....''


Wajah Adam menjadi pucat...


''Apa....maksudmu...''


Nada mengangguk penuh airmata....ia menatap Adam dengan isakan yang mulai terdengar...


''Apakah Pedro akan membunuhku begitu...apakah dia akan, benar-benar membunuhku Adam....katakan kalau ini tidak benar...aku tidak akan....''


''Hanya ada dua pilihan Nada, kau akan di bunuh atau di jual...''desis Adam menebak..


''Hoh....''


Tubuh Nada melemah dan hampir jatuh namun Adam menahan tubuhnya...keduanya bertatapan..


''Adam...aku akan mati...''

__ADS_1


''Tidak Nada....aku akan melindungiku, aku tak akan pernah membiarkan dia menyakitimu tenanglah..''


Adam meraih Nada dalam pelukannya seketika dan membuat gadis itu meneteskan airmatanya..


''Aku takut sekali...''bisik Nada dengan mata yang basah..


''Tenanglah Nada..kita akan cari cara untuk melepaskanmu...aku berjanji...kau tak akan menemukan dia lagi...''


Nada mengangguk dengan cepat..


**********


Sementara di kota..


Pedro menatap jam di tangannya, menurut Vanessa dia akan mengenalkan suaminya, pada Pedro di sebuah restoran jepang yang kini berada di depannya..


Bibi Widya akan hadir juga untuk bertemu dengannya..


seandainya saja dia mengajak Nada mungkin sekarang dia juga bisa mengenalkan wanitanya, mungkin kedatangan berikutnya dia akan mengenalkan Nada sebagai istrinya...


Langkah Pedro begitu tegas memasuki restoran, dan sudah ada pelayan yang memandunya untuk menuju ruangan yang telah di pesan adiknya..


hati Pedro berdebar, tentu saja bibi Widya sayang padanya dan pertemuan ini akan sangat mengharukan dimana mereka sudah lama tidak bertemu..


'Silahkan masuk tuan Pedro..''ucap sang pelayan membuka pintu..


Dan Pedro masuk ke dalam ruangan dan membeku ketika pandangannya menangkap sosok Dary yang sedang duduk di samping adiknya Vanessa, lalu ada bibi Widya yang menatapnya dengan haru..


namun Pedro sedikit terganggu dengan kenyataan kalau Dary adalah suami adiknya...Pedro lalu melangkah mendekati bibi Widya dan memeluknya dengan erat...


''Aku merindukanmu Bibi Widya..apa kabar...''


''Kau sangat tampan anakku, kau sangat tampan..bibi baik-baik saja karna menunggu bertemu denganmu..''balas Widya sambil mengusap airmatanya..


Pedro tersenyum bahagia, menemukan kembali keluarganya yang tersisa..


''Kakak.........''jerit Vanessa berdiri dan langsung menghampiri sang kakak dan memeluknya dengan erat,....


Sementara Dary lebih dahulu bersikap ramah dengan tersenyum lebih dulu...Pedro pun akhirnya mengalahkan egonya dengan membalas senyuman Dary tak kalah ramah..


''Sudah meniikah namun sikapmu malah seperti anak-anak...''bisik Pedro mengusap rambut Vanessa dan mengecup dahinya..


''Biar saja aku senang sekali bertemu denganmu kak....oya ini Dary...suamiku...''


Dary bangkit dari tempat duduk dan mendekati Pedro...dan mengulurkan tangan..


''Apa kabar Pedro...sudah lama kita tidak pernah bertemu...'' ucap Dary..


Pedro membalas uluran tangan Dary, jika mengingat masa lalu maka Pedro merasa sangat lucu, karna dia dan Dary sama-sama menginginkan Valerie...namun takdir berkata Valerie adalah milik Dars Dalton dan mereka kalah...


''Aku senang bertemu denganmu lagi Dary...''


''Kalian saling mengenal....''tanya Vanessa heran..

__ADS_1


__ADS_2