
Vanessa mengambil pulpen dan menurunkan pandangan pada sebuah berkas di meja...
Sebuah perjanjian...?
''Mengapa harus tanda tangan....''
Dary mendekatkan wajahnya...ia tersenyum dingin..
''Tentu saja kau harus melakukannya karna kau adalah milikku sekarang...''
''Bagaimana kalau aku mengganti uangmu saja...''
Dary tersenyum...
''Aku tidak percaya kepadamu...tanda tangan sekarang....''desis Dary tak sabar...
Vanessa tak punya pilihan selain tanda tangan...dan dengan sangat terpaksa dia melakukannya dengan membubuhi tanda tangan disana..
sementara Dary tampak puas..lalu merebut perjanjian itu dengan cepat..
''Sekarang aku harus mengadakan rapat sebentar kau boleh bekerja namun....aku akan menunggumu di parkiran mobilku dan jangan coba-coba pergi..''
''Aku tau...tapi bisakah kau memberiku sedikit uang aku ingin makan di retoran depan perusahaan...''
Dary menyipitkan matanya dengan tajam..
''Berapa...''
''Hanya 1 juta....''
''Aku akan memberimu 5 juta...''
Wajah Vanessa kembali cerah lalu mengambil uang tunai itu dan hendak melangkah namun ia sedikit terkejut ketika Dary menarik tubuh gadis itu hingga tenggelam dalam pelukan Dary yang posesif...
Deg!!!!
Keduanya bertatapan tajam..
''Kau mau pergi tanpa memberi ciuman padaku...bukankah kau terlalu kejam...''
Ciuman sialan apa...bahkan Vanessa tidak pernah melakukannya seumur hidup...
''Aaa...aku tak bisa berciuman...aaku tak pernah melakukannya...''ucap Vanessa sedikit gugup...
''Jadi kau masih murni...''
''Yah...''
''Bagus.,..jadi akulah yang pertama...''
''Yah....''
Vanessa terkejut ketika bibir Dary mendarat di bibirnya dan melum**nya dengan panas...
Mata Vanessa terbuka lebar ketika bibir mereka bersentuhan dan Dary tidak membuang waktu sedikitpun...ia langsung melum** bibir Vanessa dan menggilasnya tanpa ampun...
menjelajahi seluruh bibir Vanessa, pria itu tampak lepas kendali...sungguh terasa nikmat hingga ia tak ingin berhenti...tidak ingin berhenti dari kenikmatan yang membuatnya candu...
Sampai beberapa saat dan ciuman itu semakin tak terkendali tubuh Vanessa di dorong dan membentur sofa di belakangnya dan Dary menyergapnya dengan cepat...
Dary tak mengerti mengapa dia begitu merasakan nikmat hanya dengan ciuman, dan tubuh Vanessa memang lebih berisi dan hal itu membuat gairahnya bangkit seketika...
Ciuman panas itu berpindah pada leher Vanessa dan ia mengecupnya memberi tanda di sana hingga sekuat apapun Vanessa menghindar namun dia tak bisa melepaskan diri dari dekapan kuat Dary...
__ADS_1
''Tuan Dary....''
Namun ciuman Dary semakin membabi buta dan kali ini membuka atasannya hingga memperlihatkan sebagian keindahan gadis itu..
Merasa sungguh terbakar...Dary menurunkan ciumannya di pa yu da ra Vanessa hingga gadis itu mengerang...
Entah apa yang dia rasakan ini....mengapa rasanya aneh namun indah...
bibir panas Dary terus mengul** put*ng pa yu da ra Vanessa hingga gadis itu menjerit menjauhkan tubuh Dary dari nafs* yang terlihat begitu besar di wajah Dary...astaga ini lebih menakutkan...
Dary menggertakan gigi ketika sesuatu miliknya mengeras di bawah sana...hingga ia hanya bisa berdecak kesal..
''Sial...''umpat Dary kesal.
Nafas mereka terengah-engah di kepung gairah sementara Vanessa buru-buru menaikan bajunya...
''Tuan harus melakukan rapat bukan...''
''Sialnya yah...''
Vanessa tersenyum lega, dia tak harus melayani nafs* besar pria ini...oh tidak..ingin sekali dia melarikan diri saja..
Dary mengerutkan kening..sungguh tubuh Vanessa membuatnya menggila...
''Kau jangan mencoba pergi atau aku akan mengikatmu dan menyiksamu dalam percintaan panjang....''desis Dary mengancam..
''Aku tak akan pernah melakukannya tuan tenang saja...aku milikmu..''ucap Vanessa membujuk..
''Bagus....''
Dary bangkit dari sofa dan tak lupa menarik Vanessa ikut bersamanya..mereka buru-buru memperbaiki penampilannya..
Dary melirik jam tangannya dan menyadari kalau sudah waktunya mengikuti rapat...
''Aku harus pergi Vaness...''
''Tentu saja..pergilah tuan Dary...aku akan menunggumu di parkiran...''ucap Vanessa tersenyum...
''Bagus...aku akan bersemangat hari ini..''
''Tentu saja....''
Vanessa berdebar ketika pria itu melangkah menuju pintu lalu keluar dari sana....
Dan pertahanan Vanesaa runtuh seketika...dia tersungkur di ruangan itu dengan tubuh gemetar...baru di cium saja dia seperti mau pingsan..bagaimana melakukannya nanti...? tidak....Vanessa tak bisa melakukannya..
Tidak....
Gadis itu lalu bangki berdiri dari sana lalu keluar dari lift di dalam ruangan dengan langkah yang sedikit goyah...
Ting....
Vanessa keluar dari lift dan mencari Reni....dan menariknya keluar dari sana...
''Ada apa...aku sedang bekerja...''
''Ayo pukul aku Reni...''
''Apa kau sudah gila..mengapa aku harus melakukannya,....''
Pria gila itu...dia akan memperk*saku...aku akan pergi dari perusaan ini..''
''Apa...siapa...''
__ADS_1
Vanessa mengelarkan uang 5 juta...dan menyerahkannya kepada Reni...dan membuat gadis itu terkejut...
''Ada apa denganmu Vanessa...''
''Mulai sekarang kita tidak usah berteman dulu...kita harus bertengkar agar yang lain mengira kita bermusuhan sekarang jadin kau tak akan di curigai menjadi temanku karna pria itu pasti akan mencariku..''
''Kau mau kemana Vanessa...''
Vanessa mengerang....
''Aku akan bersembunyi untuk sementara waktu Reni cepatlah...''
Reni mengangguk...
''Jangan mengganti nomor ponselmu....''
''Yah,.....''
Reni berdehem...lalu dalam sekejap..
Plak!!!!!
Reni menampar wajah Vanessa dengan keras, hingga membuat beberapa karyawan langsung keluar...
''Yah...aku bukan temanmu lagi....pergilah jauh dariku....''teriak Reni kesal..
''Kau pikir aku mau berteman denganmu..lihatlah..kau bukan levelku lagi...''
''Apa katamu...''
Terjadilah saling memukul di antara keduanya walau berpura-pura hingga kejadian itu menjadi heboh...dan mau tak mau Vanessa keluar dari perusahaan dengan penuh kelegaan..
Gadis itu menghela nafas...ia tak bisa menjadi wanita Dary Dalton..pria itu sangat mengerikan...memang ibunya kejam tapi...setidaknya lebih baik dia tak akan kehilangan apapun di banding bersama Dary..oh tidak membayangkannya saja Vanessa tak mampu..gadis itu tak akan pernah mau menjadi wanitanya...
Vanessa melangkah di sisi jalan, lalu mengambil ponselnya sembari menimbang...dan sesaat kemudian dia akhirnya membuat keputusan...
Vanessa lalu menelfon seseorang yang paling dia benci...
Vanessa : Hallo Ibu......
Widya : (Masih tak percaya, namun dia senang sekali) Putriku......akhirnya kau menelfonku..
Vanessa : Aku ingin tinggal denganmu, apakah kau masih mau menerimaku...?
Widya : ( Melompat senang ) Tentu saja...kau putriku, dan pintu rumah Ibu akan selalu terbuka untuk dirimu nak...jadi...kapan ibu akan menjemputmu...
Vanessa : Tak perlu repot aku akan datang, jadi katakan saja alamat Ibu...
Widya : Baiklah...ibu menunggumu, sambil itu ibu akan memasak makanan kesukaanmu...
Vanessa : Tidak perlu...aku.....
Telp terputus dan gadis itu berdecak kesal...ibu sungguh luar biasa...egois..
Vanessa lalu menyetop taxi dan segera masuk...gadis itu merenung, lebih baik baginya bersembunyi di rumah ibu karna Dary tak akan menemukannya...
Oh..pria itu sangat mengerikan..batin Vanessa ketakutan...
***********
Sementara Dary menyelesaikan rapat dengan cepat dan langsung menuju parkiran namun yang dia dapatkan adalah kecewa karna sekali lagi Vanessa menipunya..
''Sialan...awas kau Vanessa..''
__ADS_1
Sambil mengambil ponselnya, Dary menelfon seseorang........