Ternoda Oleh Sang Mafia Kejam

Ternoda Oleh Sang Mafia Kejam
Pencarian Dary


__ADS_3

3 hari kemudian..


Di ruangannya..


Dary menjadi pusing sendiri, ia sudah merindukan Vanessa lebih dari pada sebelumnya dan parahnya, gadis itu belum di temukan..walau Anton susah mencari melalui cctv namun sampai saat ini pencariannya belum membuahkan hasil...Dary merasa gusar, dan pintunya di ketuk pelan dan tak lama kemudian tampak Dars masuk dan langsung menyunggingkan senyum di bibirnya..


''Apa yang membuat wajahmu kusut...apakah seseorng telah mengganggumu..''


Dary menghela nafas sambil memejamkan matanya..


''Aku kehilangan seseorang lagi..''


Dars menoleh tertarik..


''Seorang gadis..''


''Milikku..tapi dia meninggalkanku dengan cepat..''ucap Dary menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa empuknya..


Dars mengambil anggur yang berada di meja lalu mengunyahnya ia hanya tersenyum..


''Aku pikir kau terlalu bergairah...''


''Bukankah kita sama saja...kau hanya beruntung memiliki Valerie..namun...aku pastikan kali ini dia tak akan lepas dariku...''


''Baiklah...katakan siapa namanya..''


''Vanessa..''


''Nama yang bagus...jika dia sanggup membuat saudara kembarku uring-uringan aku pikir dia tak kalah dari Valerieku..''


Dary hanya mengangkat bahu dengan pasrah..ia tidak akan pernah berani membandingkan Valerie dengan Vanessa karna dua wanita itu pernah menjadi seseorang yang penting dalam hidupnya..


''Bagaimana dengan kakak ipar...dan keponakan kembarku.''


''Dia baik...tapi bayi-bayi itu sangat aktif dan membuat Valerie kesulitan...''


Dary mengangguk penuh pengertian...


''Tinggal sedikit lagi kau akan menjadi ayah..''ucap Dary tersenyum..


''Dan kau akan menjadi paman yang tampan...''


''Tentu saja....aku tak sabar lagi..''


''Oya Dary..kau tidak lupa bukan kalau besok adalah Aniversary kedua orang tua kita...''


''Aku akan mengirim hadiah...''


''Tidak kau harus datang,...Mommy sangat merindukanmu..''


Dary mengangguk...


''Sebenarnya aku tidak nyaman di antara perkumpulan para orangtua Dars...kau mengerti maksudku bukan..aku akan menjadi korban ketika mereka akan bertanya tentang pasanganku..''


''Ada banyak gadis cantik yang akan datang ke pesta, aku ingin kau menemukan seseorang disana..''


''Tidak...aku akan tetap mencari Vanessa..''


''Mungkin saja Vanessa ada disana,...''ucap Dars asal..


Dan Dary mengerutkan kening...untuk apa Vanessa kesana, dia tak punya keluarga pembisnis dan mustahil apa yang akan di katakan oleh Dars..


''Baiklah..mau bertaruh,...''tawar Dary..


Dars mengangguk...


''Tentu...aku terima tantangannya, jika aku katakan adalah benar maka kau harus memperkenalkannya di depan semua orang kalau dia gadis yang kau cintai..''


Dary memincingkan matanya, ia setuju lagi pula..Dars akan kalah dengan telak...


''Aku setuju tapi jika aku yang menang maka...kau akan bilang pada Mommy kalau aku tak akan kembali kerumah..kau harus yakinkan Mommy agar tidak memaksaku...''

__ADS_1


''Deal Dary...''


Dars mengulurkan tangannya sementara Dary menyambut uluran tangannya...


''Deal Dars....


''Deal Daary..''


''Aku akan menang.....''ucap Dary percaya diri..


Namun Dars tetap dalam ketenangannya..


''Well...kita liat saja nanti....''


Keduanya saling melemparkan senyuman...


*****


''Ada apa denganmu, apa sesuatu terjadi pada temanmu...mengapa kau sedih sekali..''ucap Widya sedikit khawatir..


''Aku merasa sedang lemas Momm..bisakah aku makan di kamar saja..''


Wdya menganngguk..lalu memerintahkan pelayan untuk membawa makanan Vanessa ke dalam kamar...


''Sayang,...ibu harap kau baik-baik saja..''


''Aku hanya perlu istirahat ibu....''balas Vanessa lembut..


''Baiklah istirahatlah dan besok temani ibu ke sebuah acara...apakah kau mau..''


''Tentu...aku akan menemani ibu...''balas Vanessa yang lalu melangkah menuju lift dan menghilang disana..


Widya hanya mengerutkan kening, apa yang sebenarnya terjadi pada putrinya..dia mengenang..ketika pagi hari Vanessa pulang dalam keadaan yang lemas...namun yang membuat Widya terenyuh adalah Vanessa memeluknya dengan erat dan menangis...


Widya sudah mendesaknya untuk bertanya tapi Vanessa tidak mengatakan apapun, apakah dia sedang meridukan ayahnya...oh..mengapa harus membuang waktu memikirkan dia..


Bagi Widya...pelukan Vanessa adalah yang terbaik dan terindah selama ini..sebisa mungkin Widya akan membuat Vanessa betah tinggal dengannya..


Widya melanjutkan makannya dalam kebekuannya...ia tak sabar lagi untuk mengenalkan Vanessa sebagai anaknya di berbagai perkumpulan teman-temannya, putri cantiknya yang bertumbuh seperti Widya muda..dan begitu cantik...Vanessa adalah harapannya sekarang..wanita itu tersenyum puas.


***********


Karna terlalu suntuk dirumah, Vanessa memutuskan untuk berjalan-jalan sebentar dan ia memilih sebuah Mall...gadis itu berjalan-jalan sendiri untuk membuatnya lelah agar ketika pulang nanti dia bisa tertidur dan melupakan semua yang terjadi padanya...yah...sejak peristiwa itu ia sama sekali tak bisa menghilangkan semuanya dari kepalanya...Vanessa sudah berusaha melupakan Dary namun tak bisa,...ingatan tentang bagaimana pria itu telah memaksanya dan memberikan luka padanya sungguh membuat Vanessa semakin terpukul...kebenciannya belum dia lampiaskan pada pria yang telah merenggut kehormatannya jadi terasa seperti ada yang mengganjal hatinya..dan Vanessa tak tahan untuk menyimpannya sendiri....rasanya ia ingin menghajar Dary sampai hatinya puas...


Vanessa mengepalkan tangannya sambil memalingkan wajahnya ke sebuah butiknya yang menarik perhatiannya, bukan sebuah butik tapi seorang wanita muda yang sedang hamil dan kesulitan membawa barang-barangnya sendiri..dia sedang hamil..tanpa berpikir..Vanessa mendekatinya dengan cepat..


''Hay.....apakah boleh aku membantumu..kau tampak kesulitan..''sapa Vanessa pada sang wanita di depannya..


''Oh....terimakasih banyak, aku memang sedikit sulit..aku sedang menunggu ibu mertuaku dari toilet..''


Vanessa mengulurkan tangannya lebih dahulu..


''Namaku Vanessa Widya..bagaimana kalau kita cari tempat duduk sambil menunggu ibu mertuamu...''


''Namaku Valerie Dalton...terimakasih kau baik sekali...''


Vanessa lalu membantu Valerie keluar dari butik disana lalu keduanya melangkah bersama menuju sebuah tempat duduk yang tak jauh dari butik..


Valerie tersenyum kagum pada Vanessa yang lalu duduk menemaninya, di lihat dari tampilannya Vanessa tampak manis, semua barang yang menempel di tubuhnya adalah barang brended, itu artinya dia adalah gadis yang cukup kaya..


''Terimakasih kau baik sekali...''ucap Valerie senang...


''Tidak masalah...aku melihatmu kesulitan dan aku membantu jadi aku pikir itu wajar...kau sedang hamil jadi aku tak bisa melihatmu tersiksa di depan mataku..''


Valerie mengangguk senang, sepertinya Vanessa sangat tulus..


''Aku tak pernah punya teman perempuan jadi bagaimana kalau kita menjadi teman...''


Vanessa langsung mengangguk setuju...


''Baiklah kita teman...bisa aku meminta nomor ponselmu..''tanya Vanessa lagi..

__ADS_1


''Tentu saja..aku baru akan meminta padamu...''


Keduanya saling melemparkan senyum dan menjadi akrab dalam waktu cepat sehingga Vanessa sedikit bisa melupakan semua rasa sedihnya..sampai akhirnya Rose kembali dari toilet dan langsung menatap Vanessa yang sangat cantik..


''Mommy...''panggil Valerie tersenyum


Vanessa langsung memberi hormat pada wanita di depannya hingga menambah kekaguman Rose pada Vanessa...


''Apakah ini temanmu Valerie..''


''Mommy dia sahabatku yang baru, namanya Vanessa dan Vanessa ini sudah menolongku dari butik tadi..''


''Kau baik sekali Vanessa....aku adalah ibu mertua dari Valerie...senang bertemu denganmu...''ucap Rose,..


Oh...betapa senangnya Vanessa bertemu dengan dua wanita ini,...mereka sangat baik.


''Nyonya....''


''Jangan panggil aku nyonya tapi panggil saja Mommy Rose seperti Valerie memanggilku..''ucap Rose dengan sangat ramah..


Mereka lalu melangkah keluar bersama dari kawasan Mall masih saling bercanda...sampai akhirnya sampai di parkiran Mall dan mereka masih tak rela untuk berpisah..


''Besok adalah hari ulang tahun pernikahan Mommy...bisakah kau datang..''ucap Rose...


''Yah..kau datang saja Vanessa....kami akan senang bertemu denganmu disana..''


Vanessa pun mengangguk...


''Sebenarnya ibuku juga akan menghadiri acara yang sama...''


Rose mengerutkan keningnya...


''Siapa nama ibumu..''tanya Rose antusias...


''Namanya adalah Widya Pearl..aku....''


''Widya sahabat Mommy...waah...dunia begitu kecil sayangku...''Rose tampak antusias...


Vanessa hanya tersenyum malu...


''Baiklah kita akan bertemu besok...Mommy akan menelfon ibumu dan memastikan dia membawamu ke pesta besok...''


''Baiklah....''


''Kalau begitu kami harus pergi Vanessa,...jangan lupa besok kita bertemu..''ucap Valerie antusias...


''Baiklah...aku akan ikut...'


''Jaga dirimu Vanessa..''


Baik Rose dan Valerie memberikan pelukan pada Vanessa yang membuat gadis itu merasa terharu..


Mereka lalu mengucapkan selamat tinggal sampai akhrinya Vanessa hanya melambaikan tangannya..


Sungguh hubungan mertua dan menantu yang indah..jarang Vanessa menemukan hubungan yang manis seperti itu..


Lama Vanessa masih berdiri disana..hingga akhirnya dia masuk ke dalam mobil dan keluar dari parkiran Mall...


Menyusuri jalan yang sedikit sepi, Vanessa terkejut ketika melihat sebuah mobil meluncur dan memotong jalannya..untung saja Valerie dapat menahan diri..


Mobil berhenti mendadak...baru saja dia ingin protes pada pengendara di depannya.ia terkejut ketika seorang pria membuka pintu mobil dengan kasar lalu melangkah ke arahnya..


Vanessa benar-benar syok dengan apa yang dia liat..


Pintu mobilnya di buka paksa dan pria itu menariknya keluar dari sana...


Tubuh Vanessa gemetar...


''Apa kabar sayangku.....''desis pria itu dengan sinar mata membara..


Deg!!!!!

__ADS_1


__ADS_2