
Pedro tersenyum pada semua orang yang ada di taman itu, ia percaya diri ketika menggenggam tangan Nada, hingga menimbulkan banyak tanya di benak mereka, apa hubungan Pedro dan Nada..mengapa mereka menangis bersama,...
''Sebenarnya hubunganku dan Nada adalah...'' kata-kata Pedro menggantung..karna dengan cepat Nada memotong pembicaraan hingga membuat Pedro membeku..
''Tuan Pedro pernah menolongku di masa lalu aku berhutang budi padanya....kami baru saja bertemu lagi dan aku terlalu terkejut kurasa tuan Pedro juga mengalami hal yang sama...''ucap Nada memberi penjelasan..
Hingga Pedro menoleh kepadanya seolah tak percaya, mengapa Nada mampu berbohong seperti itu...?
Senyum Widya mengembang...mendekati keduanya dan menatap mereka satu sama lain..
''Dunia ini begitu kecil Nada, kau bertemu dengan Pedro di saat yang tepat,...dan untukmu Pedro..ini Nada anak dari suami bibi...dia adalah ibunya Nayra...''
Pedro hanya mengangguk, namun matanya terus menatap sosok Nada yang mencoba menguatkan dirinya..
''Baiklah....tak penting membahas masa lalu kami....yang terpenting adalah menemukan Nayra sekarang...''ucap Pedro lalu melepaskan genggaman tangannya dan melangkah menjauhi Nada yang terlihat sedih..
''Baiklah....semuanya, untuk malam ini kurasa cukup pertemuan kita,....kalian juga harus istirahat bukan...ini sudah malam..''ucap Sebastian dengan wajahnya yang lelah...dan sedih.
Sementara duduk agak jauh dari sana, Damian yang menundukan kepalanya dalam-dalam, ia sungguh menyesal menyakiti Nayra, dan kepergian Nayra kali ini karna dirinya..sungguh, Damian begitu terpukul saat itu juga dan memutuskan mencari Nayra dengan kekuatannya..yah..ini semua karna dirinya karna itu, Damian tak akan pernah bisa memaafkan dirinya jika dia tak bisa menemukan keberadaan Nayra...
''Ayo kita pulang Dam.....''ucap Valerie menatap putranya yang tampak dingin, sikap dan sifat Damian menurun dari sosok Dars, dia terlihat tenang dan tak banyak bicara...berbeda dengan Devan yang lebih bisa di ajak bicara..
Damian berdiri, sambil menghela nafas panjang....
''Apakah belum ada tanda-tanda di temukannya Nayra Momm....''
Valerie menggeleng sedih...
''Kita akan menemukannya Dam...apa kau sedih...''bisik Valerie menyentuh pundak sang putra dengan lembut..
Damian hanya mengangguk lemah, dan menatap mata Valerie dengan lembut, hingga Valerie hanya tersenyum...meraih Damian dan memeluknya dengan erat..
''Semua akan baik-baik saja..Dam...percayalah...''
''Momm......''suara Damian terdengar serak...
Dan Valerie tau kalau putranya sangat sedih kali ini dan tak bisa di tenangkan oleh siapapun kecuali Valerie..
__ADS_1
''Mari kita berdoa agar Nay baik-baik saja..''ucap Valerie lembut..
Damian akhirnya menjadi tenang...
*********
Semua orang telah pergi dan menyisakan Pedro yang masih tertinggal..
''Apa kau tidak istirahat saja disini...''ucap Widya.
Sementara Nada memandang sosok Pedro yang semakin matang, dia tetap tampan namun sedikit berantakan....apakah Pedro sudah menikah lagi...? Entahlah...
''Kakak...menginaplah disini saja..kakak juga sendirian di Apartement bukan..''bisik Vanessa membujuk..
''Tidak...kakak akan mencoba mencari Nayra di luar kota...mungkin saja ada kabar baik..''ucap Pedro tersenyum, ia tak sedikitpun melihat ke arah Nada yang terlihat cemas..
''Bagaimana kalau aku ikut..''Nada meminta..
Mereka sontak menoleh kearahnya...
''Nada, apakah kau tidak lelah...''
Nada menggeleng....
''Aku tidur lama di pesaawat, aku akan menemani kak Pedro mencari Nayra...aku tak akan tenang jika terus dirumah...aku mohon bu...''
Widya mengangguk, lagi pula...ada Pedro yang akan menjaga Nada, jadi Widya tak perlu cemas...
Sebastian juga mengiyakan, ia sangat mengerti perasaan Nada saat ini, lagi pula siapa yang bisa tidur di saat ia kehilangan anaknya...
''Prgilah anakku, ayah akan istirahat sebentar namun ketika bangun nanti ayah akan ikut mencari Nayra..''
''Tentu ayah....istirahat saja..biarkan kami mencarinya..''
''Baiklah kami harus pergi sekarang..''ucap Pedro lalu pamit..
Mereka pun melangkah beringin menuju mobil..dan segera masuk ke dalam mobil, dan meninggalkan tempat itu..
__ADS_1
Sepanjang perjalanan,
Pedro hanya diam saja...dia sedikitpun tidak melihat ke arah Nada...hingga wanita muda itu menggigit bibirnya tanda dia sangat cemas..
berulang kali dia melirik ke arah Pedro yang hanya diam seperti patung..
''Apa kabarmu....''ucap Nada..
Namun sekali lagi Pedro hanya diam saja...masih berkonsentrasi untuk menyetir..
hingga Nada memejamkan matanya, dia yakin kalau Pedro marah karna dia tidak mengakuinya di hadapan keluarga mereka tentang pernikahan...sesungguhnya ini bukanlah waktu yang tepat, pikirannya masih tertuju pada Nayra..dan ia tak bisa memikirkan hal lain...
''Apa kau marah padaku....karna tadi..''
Pedro tertawa dingin...ia lalu menghentikan laju mobil...pria itu menghela nafas panjang,
Pedro menunggu selama 7 tahun, tanpa lelah demi menunggu Nada kembali, dia bahkan tidak dekat dengan wanita manapun demi cintanya dan ketika dia bertemu..Pedro sama sekali tidak pernah membayangkan kalau Nada akan menyangkalnya di hadapan keluarga mereka..
Mengapa....?
''Aku hanya ingin mencari putriku, aku tau Nayra putriku dan aku lega, hanya itu yang aku butuhkan sekarang Nada....aku ingin bertemu putriku...dan aku menyesal mengetahuinya sangat terlambat....mengenai hubungan kita...aku pasrah..kau masih muda dan aku yakin, kau pasti punya kekasih lain...aku tidak berharap apapun Nada....kau mungkin malu karna perbedaan usia kita dan aku sadar itu....aku yakin karna hal yang sama kau meninggalkan aku 7 tahun lalu....''ucap Pedro dengan suara dingin..
Airmata Nada menetes di wajahnya...ia tak menduga kalau Pedro bisa berpikiran sejauh ini...wanita itu baru sadar kalau dia telah meninggalkan Pedro terlalu lama hingga pria ini menjadi penuh curiga bukan salah Pedro berpikiran seperti itu...semua karna dirinya..
''Pedro aku....''
''Tidak perlu minta maaf....aku yang bersalah, seharusnya aku sadar kalau akulah yang bersalah sejak awal...aku memaksamu untuk menikah denganku jadi Nada...setelah bertemu Nayra...mari kita akhiri semua ini...aku sudah lelah menunggumu namun aku lega..kau baik-baik saja, dan terimakasih telah melahirkan putriku...''ucap Pedro mengakhiri pembicaraan..
Disini...di tengah jalan yang sepi dan gelap, entahlah bahkan Nada pikir ini sudah tengah malam...
wanita itu meneteskan airmatanya karna terlalu sedih...sementara hal yang sama di rasakan Pedro..
Dia bisa memaksa namun...pikirannya terlalu kacau karna memikirkan nasib Nayra...dimana putrinya sekarang, mengapa mereka begitu mirip dan mengapa....dia harus terlambat mengetahui kebenaran...?
Nada menoleh menatap Pedro yang hendak menghidupkan mesin mobil..jemari Nada menyentuh lengan Pedro lembut, namun pria itu tetap diam..
''Beri aku kesempatan untuk menjelaskan semuanya....aku mohon, demi masa lalu kita...demi Nayra dan demi ketenangan jiwaku Pedro...''
__ADS_1
Pria itu menoleh dengan pandangan mengeras, seolah tak tersentuh sedikitpun.....