Ternoda Oleh Sang Mafia Kejam

Ternoda Oleh Sang Mafia Kejam
Dars Yang Menutup Hati


__ADS_3

Rose membeku menatap seorang Dars semakin berubah menjadi kejam..matanya menjadi panas, jemarinya terkepal dengan erat..


''Dars.....jangan coba-coba..''


Pria itu menoleh dengan wajah begitu dingin tak tersentuh hingga Rose membeku...


''Semakin kalian melindunginya semakin aku ingin menghancurkan Dary...apakah Mommy mengerti jadi jangan coba mengaturku atau...jangan pernah mencoba bersikap seolah kau adalah Mommy untukku karna aku tak akan tersentuh...dan satu lagi Momm....setelah makan malam berhentilah datang kerumah ini,...berhentilah bersikap seolah semua baik-baik saja atau jika kau ingin menghasut...paling tidak jangan dirumahku..'' desis Dars tajam..


Sambil melirik sinis ke arah Valerie, pria itu pun pergi..nafas Rose berubah menjadi tak teratur karna emosi yang mulai menguasainya..wanita itu menoleh dan menatap Valerie..


''Kau liat itu Val....kau hanya punya kesempatan untuk memilih Dary besok malam....atau kau akan kehilangan kesempatan untuk selamanya....''


Rose lalu menyambar tas tangannya dan melangkah meninggalkan Valerie sendirian..wanita muda itu tersungkur di kursi taman itu dengan tatapan hancur, tak pernah di bayangkan Rose jika dia akan mengalami hal yang mengerikan di usia muda...terjebak dengn keluarga yang penuh konflik, Valerie sungguh frustasi, yang dia inginkan adalah hidup tenang dan bahagia...tapi kenyataannya adalah hidupnya jauh dari kata tenang, dia bahkan tidak tau apa itu arti ketenangan sebenarnya...


Disaat seperti ini Valerie sungguh merindukan pelukan kedua orangtuanya yang selalu membuatmnya tenang..tentu saja...dia anak tunggal dan selalu di limpahi kasih sayang jadi Valeri terkejut dengan perubahan yang cukup jauh di dalam kehidupannya saat ini.


Entahlah apa yang akan terjadi di malam malam nanti yang pasti dia cukup takut..dia takut perasaanya akan kembali bimbang ketika bertemu dengan kekasih sebenarnya...ia takut akan kembali merindukan Dary disaat dia sudah terlanjur menikah..


*****


Valerie membuka pintu kamar, dan membeku ketika melihat baju yang dia pilihkan untuk Dars sudah rusak dan menjadi potongan kain kecil, Dars merobeknya..


Pria itu duduk disana di balkon sembari matanya menatap jauh ke halaman rumah..


Valerie melonggarkan tenggorokannya ia melangkah mendekati Dars yang mematung terlihat menakutkan..


''Dars.......''


''Persiapkan dirimu untuk makan malam...aku tak ingin ada kesalahan apapun apalagi padamu..''desisnya tenang..


Valerie mendekat....walau ia tau itu beresiko, ia seperti sedang mendekati harimau yang bersantai..namun tetap saja dia buas...


''Apa kau baik-baik saja...tentang Mommy...aku....''


''Aku tak perduli kalau kau bersekongkol dengannya untuk melawanku Val...karna aku sama sekali tak butuh sekutu..''


''Aku tidak pernah merencanakan apapun Dars...kalau itu maksudmu...aku menghormatimu....''


Dars tertawa dengan sangat lucu hingga Valerie melangkah untuk berhadap-hadapan dengannya..


''Dars...''

__ADS_1


Pria itu mengangkat wajahnya menatap lurus mata Valerie yang begitu polos..


''Mulai sekarang jangan mencoba memberi perhatian padaku sekecil apapun karna itu tak ada artinya...''


Dars bangkit dari tempat duduk dan mendkati Valerie hingga tubuhnya membentur pagar balkon di belakangnya...sementara wajah mereka begitu dekat saat ini...Valerie berusaha kuat menahan perasaan sedihnya...


''Kau harus mulai percaya jika ada orang lain yang tulus kepadamu Dars...''


''Apakah kau sedang mengajukan dirimu..''


''Kau yang menikahiku, ingat...''


''Tapi kau tau benar alasanku menikahimu...aku...''


''Jangan lupa kau mengikatku di hadapan Tuhan...''ucap Valerie dengan mata yang basah....


Dars kehilangan kata...tubuhnya seolah tak memiliki kekuatan untuk terus mendesak Valerie apalagi mendekatinya..


Dars bergerak mundur....seolah merasa kosong tiba-tiba,....lalu ia pun melangkah pergi meninggalkan kamar, meninggalkan Valerie yang mulai meneteskan airmatanya...


''Aku harus bagaimana Tuhan....'' desah Valerie sedih..


*************


Dary kemudian menyembunyikannya di balik jassnya tepat ketika seseorang membuka pintu di belakangnya..Dary menoleh dengan penuh kekaguman pada sosok wanita yang sangat cantik..


''Mommy...kau sangat cantik..''puji Dary penuh senyum..


Rose tersenyum bangga, itulah yang membedakan sosok Dars atau Dary, kalau Dars ia bahkan tak tau cara memuji atau menyenangkan orang lain...tapi Dary berbeda..dia tau cara mengambil hati dan membuat siapapun akan jatuh cinta dengan semua sikap manisnya, termasuk Rose yang sangat jatuh cinta pada sikap putra bungsunya, bahkan dia rela mengorbankan nyawa sekalipun demi melihat putra kesayangannya bahagia...


Keduanya berpelukan....


''Kau sangat tampan putraku....kau sangat mirip Mommy sayang...berbeda dengan Dars,...''


''Jangan lupa kami kembar Momm...itu artinya kami berdua mirip Mommy..'' Dary mencoba mengingatkan..


Rose tetap saja tak rela, jika Dars di samakan dengannya...


''Sudah mommy bilang kalau Dary yang lebih mirip Mommy...''


''Baiklah.....aku lebih mirip..''

__ADS_1


''Lalu dimana Daddy...apakah Daddy sudah siap...''


Rose menatap pantulannya di cermin dengan kagum,....ia masih sangat cantik di usia muda..walau putranya sudah dewasa..


''Daddy sedang ada meting tapi akan menyusul jika sudah selesai...''


Rose menoleh dan menyentuh kedua bahu Dary dengan tatapan tajam..


''Dengarkan Mommy nak.....jika kau mengetahui sesuatu yang akan menyakitkanmu dirumah kakakmu, Mommy mohon untuk tetap tenang dan kendalikan emosimu sayang...''


''Apa maksud Mommy....apakah ada sesuatu yang tidak aku ketahui..'' tatap Dary tersenyum misterius...


''Tidak...tak ada yang mommy sembunyikan sayang, mommy hanya menjaga saja...mengingat Dars masih punya dendam padamu...jadi Mommy takut kalian akan...''


Dary segera meraih tubuh sang Mommy dalam pelukannya untuk memeluknya,..sambil mengusap punggung sang Mommy Dary tersenyum dingin..


''Mommy tenang saja...aku tak akan terpancing...bukankah makan malam ini yang paling aku tunggu...mungkin saja kami akan berdamai....''


''Mungkin itu lebih baik tapi Dary.....Mommy akan terus mendukungmu...''


''Tentu...aku kuat karna dukunganmu Mom....''


Keduanya saling melemparkan senyum....lalu keluar dari kamar dan menuju mobil...


***********


Valerie mengenakan sebuah gaun malam panjang sampai lutut berwarna putih berpotongan lengan sabrina yang menampakan tubuhnya yang mulus meski wanita itu sedikit risih dengan beberapa tanda yang di buat oleh Dars padanya semalam....bahkan mereka bercinta lagi...dan itu di lakukan Dars rutin setiap hari.


''Tak bisakah kau menutupi tanda ini...''ucap Valerie pada sang Mua pribadinya..


Wanita di depannya menggeleng, tubuh Valerie terlalu putih jadi sulit menyamarkan noda yang terlalu kentara...


''Maaf nyonya tapi....aku tidak bisa menutupinya karna ada beberapa...''


Di saat yang sama pintu terbuka dan sosok Dars memasuki kamar dan terpana menyadari betapa cantiknya Valerie saat ini...


Meminta sang Mua pergi, Dars mendekati Valerie dengan ekspresi memuja...ia menyentuh bahu Valerie dengan senyuman datar sambil menatap cermin yang sama,...dalam hatinya Dars benar-benar puas..


''Apa kau siap untuk makan malamnya sayang..''bisik Dars mengecup bahu Valerie dengan lembut..


Mereka bertatapan.....

__ADS_1


Apa yang akan terjadi...batin Valeri mencoba menebak...


__ADS_2