
Vanessa menoleh dan membeku melihat sosok kakak sepupunya yang sudah lama tidak dia lihat berdiri di hadapannya,sebenarnya kak sepupunya ini adalah anak dari adik angkat sang ibu...
Dia seorang mafia yang selama ini terkenal sangat kejam dalam dunia permafiaan...dia cukup populer karna kekejamannya...
''Kakak......'' desah Vanessa mengangkat tubuhnya dari ranjang..
Pria itu bersedekap dan menatap Vanessa dengan tajam..
''Apa yang terjadi padamu, mengapa kau malah ingin bunuh diri...kalau saja aku tidak melihatmu kau akan mati dengan mobil jatuh ke dalam jurang...''ucapnya dengan dingin,..
Vanessa menegakan tubuhnya seraya bangkit dari ranjang matanya berkeliling ke segala arah...
lalu kembali memandang kakaknya dengan senyuman..
''Apakah ini adalah rumah kakak..''tanya Vanessa penasaran...
Sementara pria itu hanya tersenyum dingin menuju laci meja dan mengambil sebuah pistol lalu di simpan di balik punggungnya seraya meraih jasnya dan memakainya..ia menoleh pada Vanessa yang sedang menatapnya..
''Kau sedang berada di Hotel....kau sangat merepotkan aku...''
Pria itu melangkah acuh menuju pintu hingga Vanessa langsung berdiri dan menghalangi jalan sang kakak..matanya berkaca-kaca rindu, mereka dulu pernah tinggal dirumah yang sama....ketika itu ibu dan ayahnya masih bersama...dan kakak di titipkan untuk sementara dirumah mereka...
Pria itu menurunkan pandangannya menatap Vanessa yang masih ingin bersamanya..
''Aku sibuk Vanessa, pulanglah dan jangan merepotkan ibu...''
''Jangan pergi dulu kak.....mengapa kau menghilang, kakak tinggal dimana...''tanya Vanessa penasaran..
Pria itu tersenyum...
''Disuatu tempat yang sepi dan tersembunyi...''
''Aku bisa....''
''Tidak...kau tidak di ijinkan Vanessa, sebenarnya aku punya urusan penting semalam namun aku melihat mobilmu berada di tepi jurang dan kau pingsan...lalu aku membawamu ke Hotel..jadi sekarang pulanglah...''
Pria itu melangkah ke arah pintu dan membukanya..
''Kak.....kak Pedro tunggu....''jerit Vanessa dengan suara yang serak..
Sudah lama dia tidak bertemu sang kakak, bagaimana mungkin dia melepaskan kakaknya saat ini..tidak akan pernah..
Pintu kamar terbuka dan Vanessa masih melangkah di sisihnya hingga Pedro sedikit gerah..ia menghentikan langkahnya dan disaat yang sama, Vanessa juga menghentikan langkahnya...
''Vanessa.......''
''Yah.......''
''Kau mau apa lagi...'' Pedro bersedekap...
Vanessa menggerutkan kening sambil menilai sang kakak..
''Aku lapar....''bisik Vanessa lembut..
Pedro tertawa...
''Apa kau tidak punya uang...''
''Aku kabur dari rumah...dan sialnya uangku ketinggalan di mobil tapi aku tak mau kembali...''ucap Vanessa memberi alasan..
''Baiklah pakai saja kartu ini, aku akan menghidupimu mulai sekarang bagaimana..''
__ADS_1
Pedro meletakan sebuah kartu emas untuk di pakai Vanessa...gadis itu terkekeh..
''Kakak juga sudah kaya sekarang...''
''Yah...aku sudah kaya...''
Pedro menatap lekat adik angkatnya dengan menilai..dulu gadis ini berusia 3 tahun ketika dia tinggal bersama keluarga Vanessa, ayahnya adalah adik angkat ibu Vanessa, lalu ayahnya meninggal dan Pedro terjun ke dalam dunia gelap sebagai Mafia...
sudah lama sekali mereka tidak bertemu namun ketika melihat wajah Vanessa, Pedro langsung mengenalinya dengan mudah...Vanessa sangat cantik.
''Bagaimana kalau kita makan bersama...''ajak Vanessa sambil mengalungkan tangannya di lengan Pedro dengan posesif hingga pria itu hanya bisa menghela nafas...
''Vanessa....''
''Hanya sekali boleh....lalu aku akan menghilang darimu..''ucap Vanessa berjanji..
Pedro akhirnya mengalah masih ada sisa waktu 1 jam untuk memulai perjalanannya..
''Baiklah...adik kecilku mau makan apa..tapi berjanjilah setelah makan kau harus pulang..''
''Baiklah.......ikut aku saja kakak, aku punya restoran bagus...''
***********
Dan akhirnya Vanessa membawa Pedro ke sebuah restoran mewah di sebuah bukit yang indah dan mereka makan disana..
Pedro hanya tersenyum menatap Vanessa yang makan dengan lahap..
''Pelan-pelan saja....semua itu milikmu..''
Vanessa tersenyum...dan entah mengapa dia terlihat manis..
''Kakak...apakah kau sudah menikah..''
''Tidak.....aku belum menikah..bagaimana denganmu, lalu bagaimana kabar bibi....aaah...sudah lama aku tidak bertemu bibi...''
Vanessa meletakan sendok lalu minum jus segar...
''Aku lari dari rumah Ibu..''ucap Vanessa.
Pedro menoleh...
''Kau lari dari rumah Ibu...''ulang Pedro sedikit terkejut..
''Yah...''
''Mengapa......''
Vanessa menyandarkan tubuhnya, matanya berkaca-kaca ketika membayangkan sosok Dary yang membuatnya sakit...
Vanessa kembali memandang Pedro...
''Apa kakak percaya cinta itu ada.....''
Pedro terdiam....
''Aku sungguh bingung menjawabmu Vanessa...''
Vanessa tersenyum...ketika airmatanya menetes...
''Aku menyukai seseorang, dan aku ingin setidaknya dia mengatakan cinta padaku, menurutmu aku terlalu berlebihan..''tatap Vanessa ingin tau..
__ADS_1
Pedro meletakan gelas Wine dia atas meja..
''Cinta...mengapa para wanita ingin sekali mendengar hal itu meski sebagian dari mereka akhirnya hanya di bohongi..''
Namun Vanessa segera mencubit lengan Pedro hingga pria itu terkejut..
''Vanessa...''
''Apakah kakak tidak tau kalau hal itu sungguh menyakitkan untuk di dengar...mengapa para pria sangat sulit mengucapkan cinta...''
''Karna itu hanyalah sebuah kata, kami lebih suka mengungkapkannya lewat tindakan yang nyata...dan bukan hanya sekedar ucapan...''
''Yah...ya..ya...dan apakah kakak pernah jatuh cinta..''
Pedro tertawa...
''Ya namun aku terluka, karna gadis itu bahkan telah menikah dan dia mencintai suaminya aku patah hati..''ucap Pedro dengan suara yang berat...namun pandangannya justru tertuju pada Vanessa yang manis...
''Kasian sekali kakak...sangat menyedihkan..''
''Lalu bagaimana denganmu Vanessa...''
Tawa Vanessa menguap seketika..dia memandang Pedro...
''Lupakan saja dirinya kak...aku kesal sekali.''
''Baiklah,...mari saling melupakan mereka yang ada di belakang kita..''
''Yah...bersulang.....'' sambung Vanessa berdehem...bayangan Dary terlintas di benaknya.
Sialan......
Vanessa meneguk segelas Wine..dan tersenyum menatap kakaknya.
''Baiklah....aku sudah kenyang dan terimakasih karna telah menemaniku makan kak....semoga harimu menyenangkan.......''
Vanessa berdiri lalu menundukan kepalanya penuh hormat, sedangkan Pedro hanya menatapnya dengan dalam..ia juga berdiri...dan ingin pergi..
''Lalu dimana kau ingin tinggal Vanessa...''tanya Pedro ingin tau...
''Aku masih mencari...''
Pedro lalu memberikan kartu nama yang berisi alamatnya ke dalam tangan Vanessa..
''Jika kau tidak menemukan tempat tinggal maka datanglah ke alamat ini...''
''Apakah ini rumah kakak..'' ucap Vanessa antusias...
''Yah...aku akan menunggumu Vanessa..''
''Tentu kakak...terimakasih atas makanan, tumpangan dan juga kartunya,..kau adalah pahlawanku...'' ucap Vanessa dengan mata berbinar..
Pedro hanya tersenyum lalu meninggalkan tempat itu..sementara Vaness pun melangkah ringan untuk keluar dari restoran...
Gadis itu tersenyum sepanjang perjalanan, ia senang sekali bisa bertemu dengan sang kakak Pedro, ia pun sambil bersenandung kecil di jalan, Vanessa tidak memperhatikan jika sedari tadi ada mobil yang mengawasinya..dan ketika Vanessa lengah..pintu sebuah mobil terbuka dan seseorang menariknya masuk ke dalam mobil...''
''Aaarrggghhhh.......''jerit Vanessa sekeras mungkin namun pria itu malah menatapnya penuh kemarahan..
''Vanessa......'' desis pria itu dengan sorot mata tajam.
Vanessa menggeleng seakan tak percaya..
__ADS_1
''Kau.......''