Ternoda Oleh Sang Mafia Kejam

Ternoda Oleh Sang Mafia Kejam
Bersikap Dingin


__ADS_3

Valerie masih bersikap diam..setelah Dars pergi meninggalkan dirinya wanita itu masih memejamkan matanya ketika rasa pusing mulai mempengaruhinya, matanya bengkak karna terlalu banyak menangis...hatinya sudah hancur berkeping-keping..dan cintanya telah terenggut dengan paksa..


Valerie begitu merasa sakit ketika harus menghadapi kenyataan kalau ia adalah istri seorang Dars..istri seorang Mafia yang sama sekali tidak di kenalnya, bahkan mereka tidak pernah bertemu sebelumnya, dia hanya mendengar cerita dary tentang kakak kembarnya yang misterius, mungkin karna hal itu yang membuat dia tidak mengenali Dars ketika menyamar menjadi Dary...dia tidak bisa melihat itu. Tidak bisa mengenal sosok Dars sebelumnya dan tidak curiga meski Dars memang menunjukan ciri khas yang berbeda dengan Dary..dan kini..nasi sudah menjadi bubur, tak ada lagi yang bisa di lakukan Valerie...jika Dary tau segalanya dia pasti akan jiji padanya karna Valerie telah menghianatinya dengan kejam..


Airmata bening itu menetes di wajah Valerie yang pucat...isakannya kembali memenuhi kamar..sungguh sakit sekali..


Ceklek...


Gerakan pintu yang terbuka membuat Valerie mengangkat wajahnya, menemukan seorang pelayan muda usianya sekitar 15 tahun..


gadis itu membawakan sebuah nampan di tangannya...ia melangkah hati-hati dan menundukan kepalanya..


''Selamat pagi nyonya..''


''Siapa namamu...''


''Bela....''jawab gadis itu tanpa eksperesi di wajahnya..


''Letakan saja disitu...''


Namun Bela masih berdiri dengan tangan yang gemetar memegang nampan itu...hingga Valerie mengerutkan kening karna gadis ini tak mengikuti perintahnya..


''Mengapa kau tidak meletakannya di atas meja....''


''Nyonya...saya di perintahkan untuk membawa nampan ini dalam keadaan kosong kalau tidak.......''


''Apa seseorang mengancammu..''


Bela terdiam hingga diamnnya sudah cukup membuat Valerie mengerti dia benar-benar di ancam...hal itu membuat Valerie tertawa kesal..bajingan Dars....dia bahkan sanggup membuat Valerie tak bisa berkutik...


''Baiklah..bawa kesini dan aku akan makan...''


Senyum terbit di wajah Bela...gadis itu mendekati Valerie...


''Terimakasih nyonya...''


''Yah....''balas Valerie dengan nada lemah, dia tak ingin orang lain menjadi korban untuk melindunginya..


Hening....


Valerie mulai makan...

__ADS_1


********


Dars membuka-buka sebuah berkas di hadapannya dan ia tersenyum ketika Baron bilang, Valerie makan dengan lahap karna sebuah ancaman kecil dari seorang gadis kecil''


''Bagus...setidaknya dia harus kuat untuk menghadapiku...''gumam Dars sedikit lembut dari biasanya..


Baron menatap sang tuan yang telah sedikit berubah...pria itu menjadi lega..dia adalah orang pertama yang ingin tuan Dars bahagia..


''Tuan Dars...mengenai gudang senjata di pulau...ada seorang pembeli yang menginginkan itu dengan harga yang mahal..''


Kali ini Dars menyandarkan tubuhnya...dia menatap Baron dengan penuh perhitungan...


''Jangan terlalu percaya pada Group W...mereka semua licik dan dia sengaja mendekati kita dengan alih-alih membeli..aku tak akan menjual padanya..''


''Jika tuan tidak menjual pada Group W maka...Group M akan mengambilnya..''


Dars menutup berkas setelah selesai memeriksanya..Group M adalah milik musuh besarnya dan Dars tak ingin berperang dalam waktu dekat..ia ingin menikmati waktu bersama istri barunya yang selalu membuatnya candu...


Valerie adalah Vitamin untuknya..


''Biarkan Group M akan mengambilnya karna aku tak prduli...Dars menatap Baron sekali lagi..


''Bagaimana dengan Dary..apakah dia sudah sadar..maksudku dia membaik..''


''Tuan Dary akan segera pulang namun sampai saat ini tuan besar Jhon masih merahasiakan tentang pernikahan tuan Dars dan nyonya Valerie..''


Dars tertawa...


''Biarkan orang tua itu menangani putra mereka karna aku tidak perduli..''ucap Dars lalu bangkit dari tempat duduknya dan hendak melangkah keluar ruang pertemuan mereka..


''Tuan Dars...lalu apa yang harus aku lakukan sekarang.....''


''Awasi Dary untukku aku tak mau dia membuat kekacauan...''


''Tapi bagaimana jika tuan Dary tau segalanya...''


Dars terdiam sebentar....


''Aku akan menemuinya dengan caraku..''


Usai berkata Dars meninggalkan ruang pertemuan dan meninggalkan Baron yang hanya terdiam disana...luka hati jika di biarkan akan semakin parah dan kebencian tuan Dars sudah sangat parah dan mungkin tak akan bisa sembuh...

__ADS_1


Baron lalu meninggalkan tempat itu..


*******


Valerie baru saja membersihkan dirinya...dia telah sembuh dengan cepat meski sebenarnya dia tak ingin sembuh...ia merasa kesal karna jika sembuh maka ia harus brtemu dengan Dars lagi...


Menghampiri balkon kamar, Valerie kembali terdiam disana...sambil memandang jauh ke depan sambil memejamkan matanya dia berusaha menggapai bayangan Dary yang masih tersimpan di dalam hatinya, sampai saat ini..hatinya masih murni, cintanya masih begitu suci untuk Dary seorang..walau rasanya sangat menyakitkan ketika membayangkan tubuhnya telah di paksa menjadi milik seorang Dars mafia yang begitu kejam..rasanya Valerie ingin mati saja,....namun semesta tidak merestuinya...percuma hidup kalau tidak bersama kekasihnya..percuma hidup kalau dia tidak bersama cintanya...bukankah itu adalah hal yang paling menyakitkan..?


Valerie terlalu terhanyut dengan pikirannya sendiri sehingga dia tidak menyadari kalau Dars sudah membuka pintu kamar dan melangkah ke arahnya, dari arah belakang pria itu mendengarkan semua rintihan hatinya dan mulai panas...tentu saja ia tak akan membiarkan siapapun menghianatinya apalagi Valerie..


Jemari Dars perlahan memeluk Valerie dari belakang dan membuat wanita muda itu terkejut dan ingin menghindar walau tak bisa...


''Dars......'' desahnya dengan penuh peringatan....


''Yah...ini aku...dan kau harus ingat baik-baik bahwa selamanya yang akan memelukmu, menyentuh tubuhmu adalah aku...suamimu, dan aku tak akan memaafkan penghianatan sekecil apapun termasuk memikirkan pria lain meski dia adalah adikku sendiri..'' suara Dars berubah menjadi parau berbisik di telinga Valerie...


''Kau pikir aku takut menghianatimu..bahkan kau merampas hidupku dan kau malah meminta aku menyerah...''


Hening.....


''Arrrgghh.......'' jerit Valerie ketika tubuhnya di balikan dengan paksa dan Dars menekan tubuhnya di tembok pembatas Balkon...


Tatapan Dars sedingin es....pria itu mendekatkan wajahnya...


sementara jemarinya sudah lancang menjalar dan menyentuh dada Valerie yang ranum..


''Kau tidak punya pilihan karna aku tidak memberimu pilihan sayang, aku tak perduli tentang cinta...aku tak perduli kau mencintaiku atau membenciku...tapi aku tak akan pernah membiarkan kau menangisi pria lain di depan matakku..apa kau mengerti,..''


Valerie ingin marah, dia ingin memukul dan jika tidak memikirkan dosa dia ingin sekali membunuh pria jahat ini...bagaimana dia bersikap sangat kejam...? Bahkan Valerie tidak bersalah...dan akhirnya masuk perangkap pria jahat ini...


Airmata Valerie menetes...


''Aku akan tetap menantangmu meski kau akan membunuhku Dars....selamanya aku membencimu...''


Dars menjauhkan tubuhnya sembari melepas kemejanya...lalu tersenyum kejam...


''Baik...aku pasti akan membunuhmu dalam gairahku..mulai sekarang..kau bahkan tak akan punya waktu untuk menangis...atau memikirkannya karna apa...yang harus kau pikirkan hanyalah aku...kau dengar itu...'' suara Dars meninggi dan terdengar mengrikan.


Valerie tak sempat menghindar ketika Dars menyerangnya dengan penuh nafs*, gaun Valerie terhempas jatuh ke punggung dan Dars mulai mencumbuinya..


Deg!!!

__ADS_1


Skip atau lanjut...


Komen yah...terimakasih dukungannya...Love U All...


__ADS_2