
Berapa lama rasa sakit harus aku rasa, bila kau tak cinta,...bisakah jangan memberi harapan padaku, atau paling tidak berhentilah tersenyum padaku itu lebih baik dari pada mengira semua baik-baik saja padahal kau hanya pandai memainkan rasa,...tak ada cinta..
************************
Valerie melangkah keluar dari kamar dengan hati yang hancur..bagaimanapun ini adalah hal yang paling menyakitinya hingga Valerie merasa tak ada harganya, jadi semua pengorbanannya terasa sia-sia..airmata Valerie menetes di wajahnya dan melangkah menuju tangga, biasanya Valerie menggunakan lift namun saat ini dia malah memakai tangga, karna dia butuh sesuatu untuk melampiaskan kekesalannya.
Bodoh...bukankah kau yang menginginkan rasa sakit ini..bukankah kau yang tak mau melepaskannya..bahkan ketika kau di berikan pilihan untuk bebas..tapi kau malah memilih mengikat diri padanya..
Kau terlalu naif Val....batinnya mencerca..
Menuruni tangga Valerie akhirnya merasa lelah sendiri ketika sampai di lantai satu, tanpa menunggu Valerie melangkah menuju garasi tempat mobilnya di parkir..ia harus pergi ke suatu tempat untuk menenangkan diri, rasanya ia begitu panas...mengingat semua perkataan kejam Dars padanya..
Ketika dia membuka pintu...
Valerie terkejut ketika pintu mobil tertahan..
''Val....''
''Aku hanya ingin mengunjungi temanku Dars...aku akan kembali dan patuh padamu seperti istrimu yang sesungguhnya..''
''Aku ingin kau mendengar sesuatu hum,..sebenarnya aku..''
Saat itulah Valerie berbalik...
''Aku tak ingin mendengar.....aku hanya perlu tenang...dan aku akan kembali..''ucap Valerie dingin lalu masuk ke dalam mobil...
Sementara Dars mengangguk...
''Aku ada meting..nanti kita bicara bagaimana,...Val...''
Valerie hanya mengangguk datar lalu menutup pintu mobilnya..
dan meninggalkan rumah...Dars lalu menghubungi Barron melalui telp..
''Aku mau kau mengikuti mobil nyonya, pastikan dia tidak melihatmu Barron,....aku takut...sesuatu terjadi padanya...''ucap Dars pelan..
''Baik tuan Dars......''
********
Mampir di salah satu toko eskrim, Valerie memesan banyak sekali eskrim dalam kotak besar..meski cuaca tidak terlalu panas...dadanya panas, tidak..bukan hanya dada namun seluruh tubuhnya panas..menyadari Dars hanya menginginkan dirinya di tempat tidur..selain itu dia bahkan tidak punya cukup tempat di hati pria dingin itu..semua karna gadis misterius yang di sukai oleh Dars entah siapa..Valerie merasa cemburu dan itu membuatnya seakan gila sendiri dengan perasaannya..
Mengambil sesendok penuh eskrim yang memasukannya ke dalam mulut kecilnya, Valerie bahkan mematikan rasa ngilu...ia masih merasa panas dan panas lagi..perasaan tak ada artinya, perasaan di campakan semua bercampur menjadi satu di dalam dadanya..hingga airmatanya menetes....
''Yah...bagaimana menurutmu..apakah aku tidak cantik Bear....aku tidak menarik, katakan apa kekuranganku..aku sudah melakukan semuanya...katakan padaku Bear...''
Valerie menatap teddy bear nya dan berbicara sendiri, seolah ia butuh di dengar...saat ini dia benar-benar sendirian, untung dia menemukan bonekanya kembali...dan mengajaknya pergi..
''Jangan tinggalkan aku..jangan jahat padaku Bear....hanya kau satu-satunya temanku..mengerti..'' bisik Valerie mengecup bonekanya...lalu kembali makan eskrim dengan ukuran penuh..
Tak lama kemudian seseorang masuk ke dalam toko dan menatapnya dari jauh..pria itu melangkah pelan mendekati Valerie yang sedang asik menikmati eskrim miliknya...
Pria itu terkekeh.....
Dia makan eskrim seperti baru kembali dari gurun pasir....
Valerie terkejut ketika seorang pria mendekatinya dan langsung duduk di depannya..
Keduanya bertatapan.....
__ADS_1
''Aaah...panas sekali...''
Valerie tersenyum di wajah manisnya, hingga sang pria semakin terpana...
''Boleh aku duduk bersamamu..''
''Entahlah..kau mungkin tidak akan nyaman karna meja ini penuh dengan eskrim milikku...''
Valerie mengedarkan tatapannya ke segala arah dan tersenyum..
''Ada banyak kursi yang kosong..''
''Hmm...kau benar tapi....semua berpasangan aku merasa sedikit malu jika harus duduk sendiri, atau kau sedang menunggu seseorang jika begitu aku akan pergi...''
''Tidak...tidak..aku hanya bersama sahabatku saja...'
''Sahabat....''
Valerie melirik Teddy Bearnya dan pria itu segera tersadar,....
''Aaaah...Teddy...kau tidak keberatan jika aku bergabung...'
''Its okey....''balas Valerie menirukan...
Keduanya tertawa.....
Valerie kemudian menyipitkan matanya..
''Maaf tapi kau adalah....tuan...''
''Pedro....dan kau si cantik Valerie..''
Pedro menyandarkan tubuhnya...
''Aku setua itu...jika tidak kau bisa memanggilku Pedro saja...aku akan lebih senang..''
Valerie akhirnya mengangguk...
''Baiklah,..kau bisa memanggilku Val...Valerie..apapun yang membuatmu nyaman...''
Pedro mengangguk, pada pandangan pertama dia sudah jatuh cinta...gadis ini lucu, manis dan begitu penuh kharisma..
Pedro menurunkan pandangan, sesaat ia merasa ngilu dengan cara makan eskrim gadis ini..bibirnya bahkan sudah kemerahan karna dingin dari eskrim..
''Apa kau baik-baik saja Vall....''tanya Pedro dengan tenang...
Valerie menghentikan makannya dan menatap mata Pedro yang merasa ngeri..sontak Valerie tertawa pelan..
''Aku baik-baik saja, apakah kau mau mencobanya..ini sangat enak Pedro..''
Sang pelayan pun datang...dan Pedro mulai memesan capucino dan kue kecil sebagai pelengkapnya..sesaat kemudian ia kembali menatap Valerie..
''Aku pikir...mulutku akan beku jika aku memakan eskrim seperti kau sekarang...tidak valerie aku tak bisa...''
Valerie menganggukan kepalanya..
''Baiklah...ini khusus untuk yang sudah berpengalaman sepertiku..''
Pedro menyipitkan matanya..
__ADS_1
''Aku bisa melihatnya..tak ada yang bisa mengalahkanmu Vall...''
Valerie menganggukan kepalanya...sambil mengunyah..sudah dua kotak eskrim yang dia habiskan begitu ia menyentuh kotak ketiga, Pedro menahan jemari Valerie hingga keduanya bertatapan...
Pedro memindahkan sekotak eskrim itu dan memenjara mata Valerie...
''Apakah hatimu sedang kesal sekarang...''
Valerie membeku....
''Ehm...tidak...maksudku...aku hanya menyukai eskrim...''
''Kau makan seperti sedang marah saja...biar aku ingatkan Vall..kau akan mengalami demam jika makan dalam jumlah banyak...apa kau mengerti,...jika kau mengalami masalah..maka kau perlu bercerita bukan menghukum dirimu sendiri...''
Valerie terdiam mendengar ucapan pria yang baru di jumpainya ini..entah mengapa dia tersentuh dengan kata-katanya..
''Baiklah....uhugh...uhugh....''
Keduanya bertatapan...
''Kau mulai batuk Vall...''
Valerie terkekeh..menyadari pria ini sangat perhatian padanya seperti seorang kakak yang sedang mengomeli adiknya yang nakal...
Valerie memajukan tubuhnya dan menatap Pedro dengan pandangan serius...
''Terimakasih teman baruku...aku akan mengingat hal ini baik-baik...''
Pedro tersenyum....
''Baiklah...karna kita teman baru maka bisakah aku meminta nomor ponselmu..''
Valerie terdiam sesaat...
**********
Valerie akhirnya pulang dengan kondisi yang kurang enak badan, ia melangkah begitu saja melewati Dars...pria itu pun tidak bicara dia juga baru saja sampai dan ingin segera tidur...
Dars juga baru selesai meting dengan anak perusahaannya yang baru dia bangun...sesaat kemudian Barron masuk dan mendekati Dars yang sedang memeriksa ponselnya..
''Tuan Dars...gawat...''
Dars mengangkat wajahnya...ia mengerutkan kening...
''Ada apa Barron...''
''Pedro..mendekati nyonya Valerie..''
''Apa katamu...''
Dars tampak geram, tak menunggu pria itu langsung melangkah masuk ke dalam lift dan menuju kamar..
Beraninya Valerie....ia akan memberi hukuman..
Begitu sampai di kamar...Dars mendekati ranjang hendak membangunkan Valerie namun langkahnya terhenti ketika menyadari Valerie memeluk sebuah boneka kecil yang sama persis seperti yang di pegang oleh Dars..pemberian gadis kecil 13 tahun lalu, bagaimana bisa ini terjadi..?
Teddy Bear....?
Dars membeku dengan ekspresi syok...
__ADS_1
''Tidak mungkin....''desahnya dengan mata berkaca-kaca....