
Vanessa menggeleng ketika Dary kembali menariknya menuju kamar..yah, siapa yang tidak panik kalau seorang pria menariknya ke kamar...?
sungguh ini adalah hal yang sama seperti pertama kalinya Dary menyentuhnya..
''Kau mau apa...''
''Menghangatkanmu....''
''Aku sudah mandi air hangat tadi....jadi bagiku tidak perlu...''
Dary menarik tubuh Vanessa agar tenggelam jatuh ke dalam pelukan posesifnya..mereka sangat dekat saat ini..
''Apa kau lupa kau mengerjaiku tadi dengan sengaja berlama-lama dan membuatku kedinginan...''
''Bukankah kau juga sudah mandi air hangat...apalagi..''
''Tidak....dinginku tak bisa di hangatkan oleh air hangat namun dengan kehangatan darimu..''
''Apa maksudmu...Dary...''
Vanessa tak sempat menghindar ketika pria itu tanpa aba-aba menggendong tubuhnya dan membawanya menuju kamar...hal itu juga yang membuat Vanessa menjerit keras walau dia rasa itu hanya percuma karna Dary terlalu kokoh untuk dia lawan..
Dengan cepat Dary melangkah mendekati kamar dan menghempaskan tubuh Vanessa di atas ranjang empuk di belakangnya..
''Arrghhhh...''
Dary segera melepaskan jubah mandinya dan mendekati Vanessa yang panik..
''Dary....jangan....aku mohon...''
''Kau adalah tetap milikku...sayang...''
Sinar mata Dary membara...
**********
Percintaan kedua itu terasa sangat menyakitkan karna Dary melakukannya dengan penuh gairah dan melepaskan semua hasratnya yang selama ini terpendam karna jauh dari Vanessa...
Yah...satu kata yang bisa dia katakan adalah nikmat...
tubuh Dary terlentang menghadap langit-langit kamar sementara Vanessa meneteskan airmata..sekali lagi dia menjadi korban pria ini..
''Jangan menangis....bagaimana kalau kita menikah...''
Mendengar hal itu membuat Vanessa meradang..
''Apa kau sengaja ingin menjebakku dalam pernikahan demi memuaskan nafs*mu..cih...aku tidak sudi...''ucap Vanessa ingin bangkit namun..kesabarannya di uji ketika Dary menariknya terjatuh lagi,.
Pria itu mengeraskan rahangnya...mengapa gadis ini menolak padahal mereka sudah tidur bersama, bukankah seharusnya dia menggunakan kesempatan ini untuk meminta pernikahan...bukankah itu sesuatu yang wajar...mengapa dia malah menolak..bukankah dia aneh..bahkan Dary yang mendapatkan kesuciannya..
Mereka saling menatap tajam...
''Ya....apakah kau sedang menolakku sekarang..''
''Yah.....aku sedang menolakmu tuan Dary Dalton..aku bukan milik siapapun aku bukan milikmu dan bahkan aku...tak akan pernah menikah denganmu..''
''Vanessa...''
''Yah........ada apa, mengenai hutang itu aku akan membayarnya agar kita impas...''
__ADS_1
Dary menggertakan giginya...
''Bukankah aku sudah bilang padamu, aku tak butuh uang itu tapi aku butuh....''
''Kepuasan sesatmu..''jerit Vanessa dengan tajam...
Hening.......
''Kalau ya...lalu kau pikir kau bisa lepas dariku...''
''Aku akan melepaskan diri darimu kau dengar itu tuan Dary..segalanya tak bisa di selesaikan dengan uang...aku sangat muak padamu..aku berpikir lebih baik tuan Tedy.......Aarrrgggghhtt......'' Vanessa menjerit ketika Dary sudah menjatuhkannya kembali di ranjang dan menindih tubuhnya..
Pria itu menyipitkan matanya dengan tajam,.....
''Kau rela bersama orang lain apalagi pria itu di banding denganku..''
''Yah........''balas Vanessa dengan angkuh..
''Haha....kau mau menjadi pelacur begitu....''
''Bukan urusanmu Dary...''
''Oh..yah...kau menjadi urusanku, karna apa,...kau adalah milikku sekarang dan suka atau tidak mungkin anakku sedang bertumbuh di dalam dirimu sekarng ini jadi jangan coba-coba melarikan diri atau bersama pria lain karna aku akan menghancurkanmu..''
''Lepaskan aku...Dary......''
''Dengar baik-baik..kau tak bisa kemanapun..''
''Aku harus pulang...aku harus menghadiri acara dengan ibuku...''
''Ibumu...bagus....jika kau menghianatiku maka aku akan menujukan foto mesra kita padanya...''
''Hahahaha......karna itu sudah kubilang, patuh saja padaku..''bisik Dary dengan panas...lalu melum** bibir Vanessa yang terasa manis dan melepasnya dengan cepat...
Vanessa sungguh merasa marah,....dan mendorong tubuh Dary menjauh darinya lalu menyeret selimut bersamanya menuju toilet..
Ponsel Dary berdering..astaga dia melupakan kalau hari ini Anivesary Daddy dan Mommy...ia harus memberi hadiah apa...??
Dary memikirkannya dengan serius dan di saat yang sama, pintu toilet terbuka dan dia tersenyum ketika menemukan jawabannya,..
Sementara Vanessa menggeleng...
''Aku harus pulang sekarang..''ucap Vanessa meraih dresnya...
Namun Dary melompat ke arahnya dan tersenyum...
''Kau harus membantuku untuk mencarikan hadiah untuk calon mertuamu..''
''Apa....''desah Vanessa terkejut...
**********
Mereka akhirnya berhenti di depan sebuah toko cincin berlian yang terkenal di kota itu...atas usul Vanessa maka Dary memberikan sebuah cincin pasangan pada orang tuanya..
''Apa kau yakin....mereka akan menyukainya..''
Vanessa hanya mengangguk dingin, namun jika menyangkut orang tua dia akan lebih memakai hati..meski dia benci pria ini..
''Ayah dulu pernah memberikan cincin pada ibuku ketika aniversary mereka...hal itu adalah hal yang manis yang pernah di terima ibu dan dia bahagia..''
__ADS_1
Dary mengangguk memandang banyak cincin pasangan...mereka telah memilih untuk orang tua mereka namun Dary tertarik dengan sepasang cincin berlian yang teramat indah dan menyilaukan mata hingga Dary tertarik untuk mengambilnya..
''Aku mau yang itu...''ucap Dary dengan tak sabar...
Pelayan toko lalu mengambil sepasang cincin itu dan memberikannya untuk Dary..pria itu lantas menarik jemari Vanessa hingga dia terkejut..
''Dary...aku tidak mau...''
''Tapi aku mau kau memakainya..sayang..jangan coba melepasnya...''desis Dary mengancam..
Vanessa hanya pasrah ketika Dary memasang cincin bertahta berlian di tangannya dan menggenggamnya...pria itu mengecup punggung tangan Vanessa dengan lembut..
''Kau adalah milikku sekarang...''
Vanessa hanya menganguk dingin...ia tak bisa melakukan apapun karna Dary memegang kartu as nya..dan Vanessa di paksa tunduk pada arogansi pria ini..
''Terserah padamu Dary, tapi jika ini sudah selesai maka aku harus pergi...''
''Baik...aku juga harus pergi...hari ini aniversary kedua orang tuaku Vanessa..''
''Selamat...''ucap Vanessa tulus..
''Baiklah..sendainya saja aku bisa membawamu malam ini....''
''Kau sudah janji Dary...''ucap Vaness membujuk..
Mereka sudah keluar dari toko perhiasan...
Dary mengangguk...''jangan coba mematikan ponselmu...''
''Aku mengerti...''
''Jangan menghilang dariku Vanessa...''
''Kau sudah mengambil nomor ponselku dan juga segalanya..apakah aku bisa lari..''ucap Vanessa pasrah..
Dary tersenyum lalu menarik Vanessa mendekat..
''Aku serius tentang ajakan menikah...setelah acara orang tuaku selesai aku akan mengenalkanmu pada mereka dan aku ingin menemui orangtuamu..''
Vanessa hanya mengangguk pasrah meski begitu otaknya sedang menjelajah dan berusaha mencari jalan keluar..mungkin dia bisa membujuk ibu agar membiarkan dia pergi...
''Aku mengerti...''
''Bagus...mobilmu sudah siap..''ucap Dary menunjuk sebuah mobil yang terparkir di pinggir jalan...
Vanessa tersenyum..
''Aku harus pergi sekarang...''ucap Vanessa dengan nada pelan..
''Tentu saja...pergilah Vanessa....''
Dary melambaikan tangannya dan tersenyum pada Vanessa yang sudah masuk ke dalam mobil..pria itu tersenyum ketika mendengarkan suara umpatan dari eraphone di telinganya..
Yah..tanpa di ketahui Vanessa, pria itu telah menyadap mobilnya jadi dia bisa mendengar apapun perkataan Vanessa...
''Kau adalah milikku Vanessa...''desis Dary segera masuk ke dalam mobil..
Deg!!!
__ADS_1