Ternoda Oleh Sang Mafia Kejam

Ternoda Oleh Sang Mafia Kejam
Manis


__ADS_3

Sudah hampir dua minggu, Nada berada di pulau dan dia tak punya kesibukan apapun selain makan dan tidur,...akibatnya tubuhnya semakin berisi, sikap Pedro juga sangat beku hingga Nada menjulukinya balok es..mereka bicara jika sedang perlu namun anehnya pria itu tetap ingin sekamar dengannya meski mereka tidak melakukan apapun karna itu perjanjiannya hanya sampai dia berusia 18 tahun, dan bagi Nada setiap harinya seperti mendekati hukuman gantung, kurang dari setahun mulai dari sekarang..


Nada sedang memandang lukisan seorang pria yang selalu ada di dalam bayangannya...yah dia itu pedro, jadi untuk mengisi kebosanannya Nada melukis di pinggir pantai, dan seseorang yang ingin dia lukis adalah Pedro pria kejam yang telah merampas hidupnya..


Sementara dari jauh, Adam tampak mengawasinya dengan begitu dalam, bagaimanapun sejak pertama bertemu, Nada telah mengusik seorang Adam hingga dia menjadi gila karna memikirkan wanita milik tuannya..meski Adam berusaha mengusir bayangan Nada namun tetap saja, gadis itu tak mau pergi dari pikirannya..


Adam tersenyum ketika melihat gadis itu tersenyum..


Nada sedang melukis dan tampak sangat indah jika di liat dari sini..


''Adam...kau di panggil tuan Pedro keruangannya sekarang...''


Adam menoleh pada salah satu rekannya..dan menganggukan kepala..


''Baiklah...aku akan menemui tuan Pedro..''ucapnya patuh.


Adam segera berdiri dan menegakan tubuhnya untuk kemudian menatap kembali ke arah Nada yang masih melukis, gadis itu belum memaafkannya sama sekali...


Yah.....Adam sangat menyesal sekarang.....


""""""""""


Pintu terbuka dan Adam masuk ke dalam sebuah ruangan rahasia yang biasa di lakukannya bersama tuannya..


Pedro berada disana sedang duduk dan menunggunya...tatapannya setajam elang..


''Adam.....''


''Yah...aku tuan...''


Adam mendekat dan memberi hormat kepada Pedro yang sedang duduk disana...


''Duduklah....''


''Baik tuan.....''


Pedro menuang wine ke dalam gelas lalu meneguknya..


''Aku harus pergi ke kota untuk bertemu dengan adikku, suaminya dan bibiku...dan untuk sementara aku harus meninggalkan Pulau..dan untuk sementara kau akan menjaga pulau ini selama aku tidak ada termasuk Nada. Apa kau bisa melakukannya..'' lirik Pedro begitu tajam.


Adam menundukan kepalanya...


''Aku akan menjaga pulau ini dan juga nona Nada untuk tuan Pedro..''


''Bagus,.......aku akan sedikit lama disana..karna aku akan melihat beberapa perusahaanku disana...''


''Baik tuan..''


Pedro mengangguk,...


''Aku percaya kepadamu Adam..''


''Yah...terimakasih untuk kepercayaanmu tuan...''


Pedro tersenyum....

__ADS_1


**********


Nada sedang asyik melukis dengan serius dan tak menyangka jika seseorang menyentuh lehernya dengan lembut hingga gadis itu sontak menghindar..Nada berdiri dan langsung menoleh dan membeku ketika di depannya adalah sosok Pedro..


nafasnya terasa sesak karna dia tak membayangkan kalau pria itu adalah Pedro yang berdiri dan menatapnya dengan tajam.


Pedro tersenyum dingin sembari menurunkan pandangannya pada lukisan dirinya yang hampir selesai, bahkan Nada sangat detail ketika menggambarkan dirinya...


Nada membeku menyadari kalau Pedro menatap ke arah yang sama, karna itu Nada sontak mengambil gambar lukisan itu dan memeluknya dengan erat di dadanya, menghindari tatapan tajam Pedro kepadanya...


Keduanya bertatapan,....


''Kau melukisku...''


Nada tertawa kesal...


''Yah...aku ingin mengingatkan diriku bahwa ada satu orang yang paling aku benci di dalam hidupku yaitu pria yang ada di dalam gambar ini.''


Nada lalu melangkah pergi kembali rumah dan menuju kamar, sementara Pedro hanya tersenyum sembari melangkah mengikuti Nada sampai ke kamar, nanti malam dia akan berangkat dan akan sangat merindukan Nada, jadi dia ingin mencium gadis itu sebelum pergi.


Ceklek...


Pintu kamar terbuka dan sosok Pedro masuk dan langsung di hadapkan dengan Nada yang bersiap untuk mandi, dia sedang merapikan semua barangnya ke dalam sebuah kotak...sementara Pedro terus menatap Nada hingga gadis itu merasa risih..hingga ia berbalik..


''Ada apa mengapa menatapku seperti itu...'' tanya Nada mulai mengibaskan rambutnya, dia tampak cantik sekali..


Pedro dengan santainya juga melepas jasnya di ikuti dasinya, sembari matanya terus memenjara Nada..


''Bagaimana kalau kita mandi bersama...'' tawarnya dengan lirikan mata yang panas..


Pedro tertawa...


''Siapa yang bilang aku tidak bisa....walau kita belum bercinta namun bukan berarti aku tak bisa menyentuhmu bukan...?


Pedro mulai melepas kemejanya hingga memperlihatkan ototnya yang padat..pria itu mendekat meski tau Nada bergerak mundur menjauhinya...Pedro tidak perduli...


Bugh........


Tubuh Nada membentur pintu toilet di belangkangnya..dan Pedro mendapatinya dan menjebaknya di sana...Nada tak bisa bergerak sedikitpun..keduanya kembali saling menatap dengan Nada yang begitu gugup.


Deg!!!


Jantung Nada mulai berdebar,


''Aku akan mengalah kau mandi saja lebih dahulu...aku bisa nanti..''


Pedro menaikan sudut bibirnya....


''Aku bosan mandi sendirian, dan aku ingin kita mandi bersama...''


''Tidak.....aku belum mau mandi...''balas Nada dengan suara yang tercekat..


Pedro menyentuh permukaan kulit wajah Nada yang putih bersih dan mengusapnya dengan lembut disana...


Hening...

__ADS_1


Sentuhan itu bergerak turun menyentuh...permukaan bibir Nada yang penuh....


''Aku akan pergi untuk beberapa waktu untuk mengunjungi keluargaku, seandainya aku bisa membawamu...''


''Apa kau takut membawaku...''gumam Nada dengan tajam..


''Yah...kau sangat licin dan aku takut kehilanganmu...''


''Bukankah itu tindakan pengecut...'' sambung Nada tak mampu menutupi rasa kesalnya.


Pedro tidak tersinggung dengan ucapan pedas Nada yang di sengaja kepadanya..


''Aku akan merindukanmu Nada.....''


Pedro mendekatkan bibirnya, dan melum** bibir Nada hingga gadis itu tak bisa berkutik...ciuman panas itu sangat dominan dan membuat Nada mengerang....


dengan sekali hentakan, jubah mandi Nada jatuh ke lantai dan menampakan tubuh indahnya yang terlihat padat disana...


Hening...


Darah Pedro berdesir, seluruh tubuhnya begitu menginginkan Nada dengan sangat besar...


''Pedro...berhenti....'' desah Nada dengan suara tercekat ketika Pedro melepaskan ciumannya...


Bibir Nada terlihar bengkak dan ia gemetar, ketika merasakan sensasi ciuman yang di berikan pria yang di bencinya ini..


''Tidak....aku tidak mau berhenti...''


''Cukup....kau bilang kau akan menunggu....''


''Lama rasanya sayangku...''


Pedro kini menekan tubuh Nada di pintu dan mulai mengarahkan bibir panasnya ke ujung kenyal dan padat milik Nada...dan meniupnya lembut.


''Pedro...cukup....aku mohon........''


''Sssst......pria itu memincingkan matanya..kau hanya cukup menikmati sentuhanku sayang....''


''Aaah.......''


Nada mengerang ketika, bibir Pedro mendarat di ujung dadanya dan mengul*mnya dengan panas...


Pedro menggertakan gigi ketika dia begitu menginginkan tubuh Nada dengan begitu besar...


Pintu toilet terbuka dan Pedroa menarik Nada masuk dan menghidupkan shower..pria itu tak menunggu ia kembali menyentuh Nada dengan lembut hingga gadis itu hanya pasrah...


Deg!!!!!!


>>>>>>>>><<<<<<<<<


Hai.....Novel baru Author sudah rilis yah...


jangan lupa mampir dan....kasih komen dan like..


Love U All

__ADS_1



__ADS_2