
Valerie menatap genggaman tangan Dars padanya dengan kebekuan...jantungnya berdebar karna ini kali pertama Dars menggenggamnya dengan cara yang lembut...Valerie menyadari tatapan khawatir yang di tunjukan oleh Dars padanya, ia pun tersenyum dengan perasaan berbunga-bunga yang membuatnya bahagia, Dars membawanya ke ruang tengah dan berhenti disana pria itu lalu mengedarkan pandangan ke sekelilingnya dengan tajam..
Dan senyum di wajah Valerie itu tak lama..karna Dars memanggil salah satu pelayan..hingga seorang pelayan perempuan berlari ke arahnya, dengan wajah tertunduk...
''Ya tuan...''
Dars tak mampu menahan emosinya..
''Kau di pecat karna membiarkan nyonyamu mengerjakan tugasmu..'' desisnya dingin.
Wajah pelayan itu menjadi redup dan ingin menangis...namun Valerie menggeleng..
''Tidak...ini bukan salah dia Dars...jangan pecat dia..''
Kali ini Dars menoleh tajam..
''Apa maksudmu...Valerie.''
Wajah Valerie menjadi pucat..ia harus jujur sekarang karna dia tak ingin pelayan yang tak tau apapun menjadi korban..wanita itu terlihat cemas dan menggigit bibirnya...
''Aku yang memaksanya untuk membawa kopi itu...''
Valerie tersenyum lalu meminta pelayan itu pergi..sementara Dars menyipitkan matanya dengan tajam...
''Mengapa tiba-tiba kau bersikap baik padaku..''
Tanya Dars dengan curiga...apakah mungkin Valerie mendengar pembicaraannya tadi dengan sang Mommy dan ia merasa kasihan..? Dars menggertakan gigi...ia tidak suka di kasihani..
''Aku memang hanya ingin membawakanmu saja...mengapa kau memperbesar masalah...kau pikir aku perduli ketika aku membawakanmu kopi..? astaga aku tak bisa percaya,..bahkan tangannku masih terluka..''
Dars menarik lengan Valerie seakan lupa jika wanita itu sedang terluka...ia menatap dengan tajam...
''Apa kau mendengar pembicaraanku dengan Mommy dan mencoba kasian padaku..''
''Apa....''
__ADS_1
''Aku tak butuh kasihan siapapun termasuk dirimu Valerie...''
Mata Valerie menjadi panas...airmatanya menumpuk di matanya...namun dia berusaha untuk tidak menangis...
''Aku tidak.......''
''Mulai sekarang menjauhlah dan jangan mencoba memberikanku perhatian atau pun cinta palsumu, karna aku tidak butuh...karna di mataku kau hanyalah sebagai pemuas dahaga bercintaku....apa kau mengerti...''desis Dars lalu melangkah keluar dari rumah dan meninggalkan Valerie yang akhirnya meneteskan airmata....
Lalu melangkah dengan gontai menuju kamarnya untuk menutup lukanya...
Dars menuju mobil dan meninggalkan rumah....
********
Tengah malam Dars membuka pintu kamar, dan tak sengaja pandangannya jatuh pada sosok Valerie yang tertidur di sofa..sejak dia sakit Valerie memilih tidur di sofa...Dars menutup pintu di belakangnya dan melangkah melewati Valerie begitu saja dan hendak tidur namun entah mengapa dia kembali menoleh dan menemukan tangan Valerie yang melepuh karna tumpahan kopi panas sudah terbalut perban...
Sial....dia melupakan kalau Valerie sedang terluka...dan dia malah menambah luka...
Dars menghela nafas...lalu mendekat dan membawa Valerie ke dalam pelukannya untuk di pindahkan ke ranjang...lengannya sudah membaik jadi dia bisa menggendong Valerie meski masih sedikit sakit..
Apakah Valerie mendengar semuanya...? Tapi wanita ini tidak mengatakan apapun...apakah dia menertawai Dars dengan segala kemalangan yang dia alami..? Tentang bagaimana Dars mencoba bangkit dari semua kehancuran hatinya dan kini dia bisa berdiri sendiri tanpa cinta dari siapapun..walau kadang memang hampa...manusia sejatinya tetap membutuhkan cinta dalam hidupnya, dan sejak menikahi Valerie ia semakin bahagia meski...Dars tak mengerti apa itu cinta....
Tapi Dars tak ingin kehilangan Valerien dan akan mempertahankan Valerie dengan caranya...dia tak akan melepaskan Valerie sedikitpun..pria itu berbalik dan menemukan wajah damai Valerie ketika dia terlelap dan sesaat kemudian Dars meraih tubuh Valerie untuk jatuh ke dalam pelukannya,....dan memejamkan matanya bersiap menyambut mimpi...
*************
Tengah Malam...
Valerie terkejut ketika merasakan cumbuan di tubuh atasnya...kecupan yang sedikit panas itu akhirnya membuat Valerie membuka mata...dan membeku ketika menyadari Dars sedang berada di atasnya dan sedang mencumbu pa yu da ra nya yang telah polos,....entah sejak kapan pria ini telah melepas gaun tidurnya...
Disaat yang sama....keduanya bertatapan..Dars tersenyum untuk pertama kalinya dan Valerie bisa merasakan sesuatu yang mengeras di bawah sana...
Hening...
Benarkah Dars hanya membutuhkannya sebagai pemuas...? dia mempertahankan Valerie sebagai istrinya hanya karna ingin bercinta...
__ADS_1
''Aku menginginkanmu....mengapa kau hanya diam...'' ucap Dars dengan suara yang parau..
Valerie pun menganggukan kepala...menyerahkan diri, walau dia tak tau mengapa dia hanya mengangguk seperti orang bodoh..jelas pria ini sudah mengatakannya berulang-ulang kepadanya...
''Lakukan saja....bukankah aku tak bisa bilang tidak....aku adalah istrimu...''ucap Valerie dengan suara yang bergetar..
Dars membeku mendengar pernyataan pasrah dari seorang Valerie...ia mendekatkan wajahnya dan menatap bibir Valerie yang merah muda...sesaat kemudian bibir Dars mendarat di bibir Valerie lalu melum** bibir Valerie dengan lembut dan membawa wanita itu hanyut dalam permainan ciuman Dars yang terlalu ahli...lidahnya menelusup masuk dan menjelajahi kenikmatan bibir Valerie yang pasrah...ciuman itu lalu bergerak turun menyentuh leher Valerie dan mengecup disana,.....memberikan jejak merah yang indah....
Erangan nikmat terdengar di sekeliling kamar,....tak ada pemaksaan..tak ada tekanan....Dars menyentuh Valerie dengan berbeda...
Bibir Dars semakin bergerak turun dan mencumbu bukit kembar Valerie dengan lembu...lidahnya mulai menjalar dan memainkah put*ng pa yu da ra Valerie dengan penuh gairah..memberi jejak basah dan his*p*n yang membuat Valerie mendesah...menghindar dari ciuman Dars yang membuatnya hanyut..
Dars terus memberikan cumbuan dan tidak pernah berhenti melum** pa yu da ra Valerie yang begitu padat...sampai dia puas..
Dars menempatkan tubuhnya di antara tubuh Valerie dan bersiap menyatukan dirinya....
Valerie bergerak mundur..sedikit menjauh ketika Dars hendak menyatukan diri,..namun pria itu kembali menekan Valerie ke atas ranjang dan menatapnya..
''Apa kau takut....''
''Yah,.....''balas Valerie di wajah pucatnya..
''Jika kau menerimaku dengan sepenuh hati maka aku akan bersikap lembut..hingga yang kau rasakan hanyalah kenikmatan sayangku..''bisik Dars dengan rayuan...
Valerie tak sempat menjawab perkataan Dars ketika pria itu kembali mencium bibir Valerie kali ini sedikit menuntut agar wanitanya menjadi lengah....Dars kembali melum** bibir Valerie dengan penuh hasrat yang membara dan di saat yang sama...tubuhnya bergerak menyatukan dirinya memasuki Valerie yang telah siap untuknya...
Tubuh Valerie menegang, sedikit mengernyit ketika sesuatu yang besar tampak penuh dan sesak di dalam dirinya...dan membuatnya mengerang namun Dars segera menenangkannya,...ini bukan pertama kali namun,..tetap saja..dia masih belum berpengalaman karna itu Dars akan mencoba menahan diri agar Valerie bisa menikmati penyatuan ini..
Keduanya bertatapan....
''Val.....''
''Yah....''
''Tubuhmu menerimaku...''bisik Dars dengan lembut..
__ADS_1
Pria itu lalu menggerakan tubuhnya membawa Valerie dalam gelombang kenikmatan yang begitu indah....