Ternoda Oleh Sang Mafia Kejam

Ternoda Oleh Sang Mafia Kejam
Tak Menerima


__ADS_3

Damian bangkit berdiri ia tak terima dengan ucapan Nayra yang sengaja ingin membuatnya panas..


''Nayra.....apa maksudmu kau benar-benar ingin pergi meninggalkan kota ini..''


Nayra bersedekap, memasang wajah culas.


''Benar sekali...aku ingin pergi apakah salah denganmu..''


''Tapi mengapa.....daddy mu saja punya usaha disini...''


''Tapi mommy tinggal di luar negri jadi Daddy pasti akan ikut Mommy dan keinginanku...''


Zoe yang tak rela sepupunya pergi mendekati Nayra seolah tak rela.


''Tapi Nay....jika kau sekolah disini kau akan punya teman dan aku pastikan kau tak akan kesepian...kami akan bermain denganmu dan menjagamu bagaimana...ayolah jangan pergi...''


Nayra melirik tak perduli..


''Aku akan tetap pergi kak Zoe tak ada yang bisa menghalangiku..''


''Tapi mengapa kau harus pergi...''


Nayra menajamkan tatapannya pada Damian yang mengangkat bahu dengan bingung,...


''Aku tidak melakukan apapun Nayra,...''balas Damian membela diri..


''Tapi aku benci sekali melihatmu dan setiap kita bertemu entah mengapa aku selalu ingat sikapmu yang begitu kejam padaku...''


''Kejam,.....apa kau tidak terlalu berlebihan...''


''Aku tidak berlebihan Damian...''


''Kau putri drama...aku yakin sekali kau terlalu melebihkan aku bahkan sudah minta maaf...''


Zoe dan Devan hanya saling menatap dengan bingung melihat pertengkaran Damian dan Nayra tanpa mau ikut campur..


''Baiklah pergi saja...kau pikir aku akan kehilanganmu,...pergilah....dunia ini semakin indah tanpa dirimu Nay....putri drama..'' Damian masih mengejek


''Kau.....''


Nayra bertambah kesal lalu meninggalkan taman itu dan melangkah masuk ke dalam rumah besar tempat para orang tua berkumpul...


Sementara Zoe hanya melirik kesal...


''Mengapa kau harus mengatakan hal itu Damian astaga....kau sangat berlebihan,...''


Devan juga hanya menghela nafas...


''Seharusnya kau mengalah...''desis Devan beku..


Damian bahkan tidak perduli, yah lebih baik dia pergi toh itu lebih baik, kehadiran Nayra sama sekali tidak ada arti dalam hidupnya...


''Biarkan saja dia pergi...''ucap Damian lalu melangkah menuju mobilnya dan diam di dalam sana..


Sampai akhrinya acara selesai dan orangtuanya kembali ke dalam mobil dan menemukan Damian duduk bersandar di dalam mobil..


Dars mengerutkan kening....sambil melirik Valerie yang mengangkat bahunya...


''Devan naiklah bersama Daddy di depan, Mommy akan di belakang bersama kakakmu..''ucap Valerie..

__ADS_1


''Baik Momm...''


Valerie langsung membuka pintu mobil penumpang dan duduk di samping Damian yang hanya memalingkan wajahnya keluar jendela..


Devan hanya menggeleng...


''Makanya jangan pernah mengusik Nayra...apa kau benar baik-baik saja jika dia pergi...''


Damian sontak membuka mata dan menatap Devan dengan tajam..


''Sebaiknya kau jangan ikut campur..''desisnya mengancam...


''Bisakah kau berhenti ikut campur...''


''Cukup.....apa yang terjadi dengan kalian berdua..''suara Valerie meninggi dan membuat semua yang ada di mobil diam..


''Devan jangan mengganggu kakakmu dan untuk kau Damian...jangan bersikap berlebihan..kalian saudara kembar ingat...saling menghormati dan menjaga kalian dengar itu...''


Sontak Damian dan Devan menundukan kepalanya....dan menjawab serempak..


''Maaf Mommy...''


Dars hanya mengedipkan matanya ke arah Valerie melalui kaca, dan melemparkan senyuman bangganya...dirumah mereka, Valerie adalah ratunya, semua patuh pada wanita yang cantik ini..


**********


Damian sama sekali tak dapat tidur malam ini..bagaimana pun hatinya merasa tidak enak sekali, apakah Nayra memang ingin pergi karna dirinya...?


sungguh Damian tak bisa mengusir perasaan bersalahnya dari sekarang.


Terdengar bunyi ketukan pintu di kamarnya, Damian menoleh dan menegakan tubuhnya ketika melihat sang Mommy datang..


''Momm......''


Valerie menghampiri ranjang dan duduk di samping Damian..


''Apa kau sedang sedih sayang..''


''Aku baik-baik saja Momm....''


Valerie tersenyum...


''Tadi Nayra merengek pada Daddy untuk sekolah di luar negri..''


Ucapan sang Mommy membuat Damian menoleh..


''Apakah paman setuju...''


Valerie mengangguk...


''Nayra adalah segalanya bagi paman Pedro dan bibi Nada mereka akan melakukannya jika memang Nayra ingin pindah dari kota ini...''


Damian kembali menunduk....


''Apakah kepindahan Nayra ada hubungannya denganmu...''


''Aku baik-baik saja Mommy....jadi jangan khawatir kepindahannya bukan karna diriku...''


Valerie mengambil tangan Damian dan menggenggamnya..

__ADS_1


''Sebelum Nayra pergi...kami dua keluarga berniat menjodohkan Nayra dengan salah satu di antara kau dan Devan..jadi pertanyaan Mommy adalah..apakah kau bersedia di jodohkan dengan Nay...jika kau menolak maka Mommy akan bertanya pendapat Devan...''


Damian menoleh dengan tatapan tak terbaca...dan Valerie sudah mengetahui jawabannya dari mata sang putra dan ia pun tersenyum..


***********


Valerie menutup pintu kamar Damian setelah memastikan putra pertamanya telah tertidur...Damian memang sedikit dingin dan tidak banyak bicara...sikapnya sama persis seperti Dars yang tak banyak bicara..


Damian hanya terbuka jika Valerie yang bertanya..sedangkan bersama Dars..Damian begitu kaku...


Valerie lalu masih sempat singgah di kamar Devan...selama ini Devan tinggal bersama kakek dan neneknya tapi berhubung mertuanya itu sedang ke luar negri bersama orang tua Valerie untuk jalan-jalan maka Devan kembali kerumah ini..


Valerie memberikan perhatian penuh pada Devan karna dia tak ingin nasip Dars dan Dary yang di bedakan kembali terjadi..satu harapan Valerie agar kedua putranya bisa saling menjaga dan akur...tentu saja..


''Mommy....''desah Devan membuka tangannya minta di peluk..


Valerie mengecup dahi Devan lalu ikut berbaring di atas ranjang dan menemani putra keduanya...sifat Devan sama persis seperti dirinya hangat dan mudah berbaur..


''Tidurlah sayang...bagaimana harimu kau bahagia..''


''Hum....Momm...bolehkah aku meminta sesuatu...''


''Katakan saja sayang...Mommy akan melakukanya untukmu..''ucap Valerie memeluk Devan dengan sayang..


''Aku tak ingin kembali kerumah Granpa...''


Valerie menoleh...


''Ada apa...mengapa kau tak ingin kembali sayang...''


''Aku ingin tinggal disini dan memelukmu setiap hari Momm...jangan bedakan amu dengan Damian...mengapa dia harus tinggal disini dan aku disana...''


Valerie menghela nafas,...apa yang harus dia lakukan sekarang..dia takut sekali sejarah kebencian akan kakak adik kembali terulang, Valerie tak mampu membayangkannya,.


''Baiklah,....Mommy akan bicara pada Daddy dan membawamu kembali kerumah, tapi kau harus tau bahwa kau tidak di bedakan sayang...granpa sangat mencintaimu jadi dia meminta kami untuk mengijinkan kau tingga disana...kau putra Mommy...jadi jangan pernah berpikir Mommy tidak sayang padamu..''bisik Valerie mendekap putranya dengan begitu penuh kasih sayang...


''Aku senang mendengarnya Momm, Love u..''bisik Devan mesra..


''Love u to sayang...kau dan kakakmu Damian adalah sebagian jiwa Mommy jadi jangan pernah berpikir kami membedakan kalian berdua, Mommy sangat mencintaimu...''


''Hum..aku bahagia Mommy...''bisik Devan bahagia malam itu..


**********


Valerie membuka pintu mobil dan langsung di sergap oleh Dars yang bersembunyi di balik pintu..


''Dark....''


Dark menciuminya dengan gemas,..tentu saja Valerie masih sangat muda..


''Mengapa para pria kecil itu menjadi serakah dengan menahanmu..''


''Sayang..mereka butuh perhatianku Dars...''


'Pria itu melum** bibir Valerie dengan gemas...


''Bagaimana denganku..semakin hari jatah bercinta kita semakin sedikit karna aku bahkan tidak punya banyak waktu untuk berdua...jadi malam ini aku tak akan melepasmu..''


''Dars....''

__ADS_1


Valerie menjerit ketika Dars kembali mencumbunya..


Skip....


__ADS_2