Ternoda Oleh Sang Mafia Kejam

Ternoda Oleh Sang Mafia Kejam
Hilang


__ADS_3

Hari yang cerah, namun tidak secerah hati Nayra..gadis kecil berusia 7 tahun itu terlihat sangat murung di sekolahnya, tentu saja memang hari ini dia datang ke sekolah di antar oleh granny dan juga Granpa..dia juga di antar paman Daness..namun tetap saja..ada ruang di hatinya yang kosong dan semua itu karna Nayra merindukan Mommy dan tentu saja Daddy yang tak pernah di lihatnya..sementara banyak temannya datang dengan orang tua mereka yang lengkap termasuk dengan kak Zoe, Damian dan juga Devan..mereka sangat beruntung di banding dirinya. Sebenarnya kemarin dia sangat menyukai paman Pedro, mereka dekat dengan cepat..tapi dalam sekejap paman Pedro membuat Nayra kecewa karna ketika bibi Vaness bertanya apakah paman ingin menjadi ayah Nayra, paman Pedro langsung menolaknya mentah-mentah..hal itu sangat membekas dan membuat Nayra sangat kecewa dan merasa bahwa sebenarnya kelahirannya sebenarnya tidak di inginkan dan bahwa...orang di sekelilingnya hanya menganggap dirinya adalah beban.


''Nay....ayo kita main...''ajak salah seorang temannya..


Nayra menggeleng, dan kembali memasang wajah cemberut...gadis itu menghela nafas...ia tak ingin bermain dan hanya ingin sendirian..


''Aku tidak mau..kau main saja sendiri..''


Nayra bangkit dari tempat duduk dan mendekati pintu pagar dan bermaksud keluar dari gerbang sekolah untuk membeli eskrim..


''Nay....''


Suara Zoe terdengar di belakangnya, hingga gadis kecil itu menghentikan langkahnya dan menoleh...


''Kak Zoe....''


''Kau mau kemana...jangan keluar gerbang, ada banyak mobil...''


''Aku tidak apa-apa....''


''Biarkan saja,....biarkan dia pergi Zoe...''


Suara dingin itu menembus pendengaran Nayra, dan ia tau kalau suara itu adalah milik Damian di patung es...Damian sangat menyebalkan di banding Devan dan kak Zoe..


Nayra menyipitkan matanya...


''Jangan mencoba menggangguku....Damian, astaga...kau terlalu tua untuk merundung anak kecil...''


Saat itu Damian dan Devan sudah berusia 12 tahun..Damian mendekat hingga menatap Nayra dengan tajam..


''Mulai sekarang..kita tak usah berteman dengannya, biarkan dia sendirian,....siapa yang berteman dengannya maka aku akan menghajarnya...''desis Damian menggertak pada Devan dan juga Zoe yang terdiam...


Nayra hanya memutar bola matanya dengan malas...ia juga terbiasa sendiri dan tak akan menangis jika mereka tak ingin berteman dengannya, Damian memang sangat menjengkelkan...


Nayra lalu memutar tubuhnya dengan cuek lalu melangkah keluar gerbang...


sementara Zoe menatap Damian...


''Kak Dami,.....bagaimana jika terjadi sesuatu pada Nay....granny akan marah padaku..''ucap Zoe menunduk..


Damian hanya menghela nafas...


''Dia akan kembali, anak manja itu hanya mencari perhatian..''ucap Damian lalu kembali ke kelas..di ikuti Zoe dan Devan yang sudah di ancam..


Sementara itu Nayra sudah selesai membeli eskrim lalu duduk dan makan disana...tak lama kemudian ada pesan dari Mommy Nada kalau sang mommy batal pulang besok, karna pekerjaannya yang tertunda dan harus menunggu dua minggu lagi..


Nayra hanya membalas pesan yah...semua baik-baik saja...dia senang berada di pelukan granny dan granpa dan mengatakan pada Mommy bahwa tak perlu mengkhawatirkan dirinya..


masih menikmati eskrim...pandangan Nayra jatuh pada seorang anak kecil seusianya juga perempuan yang sedang berdiri di hadapannya dan menatap eskrim miliknya..


''Apa kau juga mau...'' tawar Nayra lembut..

__ADS_1


''Yah...jika kau bersedia berbagi denganku...''


Nayra mengangguk lalu memesan eskrim lagi untuk anak di depannya...


''Duduklah...''


''Tidak...sebenarnya aku harus pergi....''


''Pergi.....kemana...''


''Pulang ke panti asuhanku....aku dan teman-teman yang lain sedang mengunjungi museum di dekat sini dan aku ketinggalan buss dan disinilah aku..''ucap gadis itu tertawa renyah..


Nayla mengangguk, gadis ini tinggal di panti asuhan tapi dia tertawa dengan riangnya...seolah tidak punya beban...


''Siapa namamu..''


''Delania....dan bagaiamana denganmu, kita bahkan belum berkenalan..''


''Aku Senayra Pearl...''ucap Nayra tersenyum..


''Baiklah Nayra terimakasih atas eskrimnya...aku harus pergi....''


Dena membalikan tubuhnya dan ingin melangkah...


''Tunggu Dena....''


''Nay......''


Dena menghela nafas...


''Hah......''


Nayra tersenyum....


**********************


Siang itu di sekolah menjadi heboh karna Nayra menghilang, bahkan tak ada seorangpun yang melihat kehadirannya..


Sementara Damian begitu terkejut mendengar kabar ini, tentu saja dia adalah orang yang bersikap keras pada Nayra tadi, dan apa yang dia takutkan menjadi kenyataan..


''Apa kalian tidak melihat Nayra...''jerit Vanessa panik..sementara Valerie ikut panik juuga Dars maupun Dary...


Zoe dan Devan tentu saja tidak berani jujur karna mereka berada di wabah ancaman Damian..


''Ehm,.....Nayra bilang, dia hanya akan ke toko eskrim di depan....kami sudah melarang tapi dia malah tak mendengar..''


Valerie bersedekap kesal...


''Bagaimana bisa kau membiarkannya sendiri, Damian..kau seharusnya menjaga adikmu...''ucap Valerie marah..


''Momm.....dia sendiri yang menolak..''

__ADS_1


''Tapi kalian bertiga adalah kakak lelakinya, seharusnya kalian tetap mengawalnya dan bukan melepaskannya begitu saja...''ucap Valerie dengan nada marah..


''Sudahlah sayang...bagaimana pun mereka hanya anak-anak..aku dan Dary akan memeriksa cctv kau dan Vanessa harus mengabarkan ini semua pada tante Widya dengan perlahan..juga Nada..''ucap Dars tegas..


''Baiklah sayang....''balas Valerie mendekati Vanessa..


''Aku takut sekali kakak...bagaimana kalau ibu dan ayah syok...'' ucap Vanessa gemetar..


''Tapi kita harus memberitahunya Vaness, jangan lupa kalau Nada juga harus di beritau tentang hal ini...''ucap Valerie mengingatkan..


Vanessa mengangguk pasrah..lalu segera menghubunginya, tidak hanya orang tuanya , Nada juga Pedro yang sedang berada di luar kota di telpnya..


Nada mengambil penerbangan hari itu juga, sementara Pedro juga melakukan hal yang sama..pria itu teramat menyesal ketika membayangkan senyuman manis Nayra...ketika mereka bertemu, ia mulai merasa cemas dan takut meski Nayra bukan siapa-siapanya..


**********


Semua berkumpul di kediaman Sebastian di halaman depan, Pedro juga turut hadir disana, dia langsung datang begitu mendengar kabar hilangnya Nayra...


''Ini sudah malam, lalu dimana cucuku...aku bisa gila...'' isak Widya teramat sedih,semua keluarga sedih hingga hanya ada keheningan yang mengerikan...


Dars melirik Pedro dan Dary...


''Apakah seluruh foto Nayra sudah di sebar..''


''Yah....aku sudah meminta orangku untuk menyebar dan mencarinya.''ucap Pedro..


''Dan aku juga telah memasang fotonya di papan reklame orang hilang...kita akan menunggu.''ucap Dary..


Sementara Damian duduk paling jauh, ia memejamkan matanya hal terakhir yang dia ingat adalah tatapan tajam Nayra kepadanya...sungguh hal itu sanggup memukul telak kesadarannya...dia takut sekali...Damian takut, tak lagi bisa melihat Nayra...


Deg!!!!!


Disaat semua berkumpul di halaman, sebuah mobil memasuki halaman...dan berhenti...semua mata mengarah ke arah penumpang mobil termasuk Pedro...


Dan sesaat kemudian Nada keluar dari sana...dengan wajah penuh tangis..


''Nada.......''jerit Widya histeris...


''Ibu....dimana anakku...''jerit Nada histeris dan langsung memeluk tubuh Widya....


Semua larut dalam haru, sementara Pedro membeku melihat sosok wanita yang sedang menangis...


''Nada..........Nada.''desahnya dengan mata berkaca-kaca.


Pedro terpaku di tempatnya...


Deg!!!!!


****************************


Jangan lupa mampir yah....

__ADS_1



__ADS_2