Ternoda Oleh Sang Mafia Kejam

Ternoda Oleh Sang Mafia Kejam
Dars Yang Berbeda


__ADS_3

Dary berdiri menatap Dars yang juga sedang menatapnya tajam..


''Dars....''


Dars tersenyum dingin,....hal yang tak pernah dia liat selama ini dari saudara kembarnya adalah senyumannya, hal itu cukup membuat Dary cukup terkejut..


''Apa kabarmu adikku,...''suara Dars terdengar lembut...


''Aku belum mati Dars kalau itu maksudmu sebenarnya...''desis Dary cuek.


''Kau sangat kasar pada kakakmu...''


Dary bersedekap..ia ingin mengejar kekasihnya namun Dars muncul dan cukup membuatnya gusar, karna kedatangan Dars membuat Valerie ketakutan dan memilih pergi..


Dary mendekat dan berdiri saling berhadapan dengan Dars yang menantangnya....


''Apa yang terjadi kepadamu, selama ini kita sama sekali tidak akrab..aku bahkan lupa kapan kita terakhir bicara...jika sekarang kau mencoba bersikap baik bukankah hal itu cukup membuatku curiga..''


Dars tersenyum lalu menepuk pundak Dary sedikit keras dan membuat Dary mengerang,...namun mencoba bertahan,..


''Setiap perbuatan bukankah harus punya balasan bukan...'' ucap Dars dalam ketenangan yang membuat Dary berpikir keras..


''Apa maksudmu Dars....''


Dars tampak tenang, dan ketenangan ini begitu berbahaya di mata Dary...


''Temui aku dirumahku besok malam...aku menunggumu adikku...aku ingin memberitahumu sesuatu kalau aku....sudah menikah..''


''Menikah.......''ulang Dary membeku..


Dars menikah adalah hal yang paling mustahil..setelah Sarah meninggal, Dars sempat menjalin hubungan dengan seorang gadis bernama Helena, dia mirip Sarah..apakah Dars menikahi gadis itu..? tapi bukankah itu mustahil karna ia tak pernah mendengar lagi kabar tentang Dars yang dekat dengan Helena..


Benarkah mereka menikah...?


''Apakah kau menikah dengan Helena...''


''Aku lebih suka kau menebak...''


Kerutan di dahi Dary tidak menghilang, ini semua terasa mendadak bahkan Daddy dan Mommy bungkam soal pernikahan Dars...


''Mengapa aku tidak mendapat kabar Dars,...bakan Mommy dan Daddy tidak pernah memberitahuku...bahkan kau sudah menikah..sangat mendadak..''


Dars mengangguk....


''Begitu mendadak hingga aku tak mampu menolak...Dary...''

__ADS_1


Dary mengangguk lega....setidaknya mungkin Dars telah berubah dan ingin memperbaiki hubungan mereka yang hancur dulu..itukah sebabnya Mommy bilang Dars ingin menemuinya...? Dary akhirnya tersenyum....


''Kalau begitu selamat dan tentang Sarah...tentang masa lalu aku.......''


''Aku telah melupakannya...Dary...asal kau mau datang dan makan malam denganku dan kakak iparmu..''ucap Dars tersenyum..


''Baiklah aku akan kerumahmu secepatnya.....''


''Aku menunggu kabar darimu Dary...aku sungguh-sungguh menunggu...''


''Aku akan menemuimu di akhir pekan bagaimana...''


''Bagus....aku akan menyiapkan jamuan makan terbaik...''lirik Dars..


Pria itu membalikan tubuhnya dan bersiap melangkah...


''Dars......''


''Yah.....''Dars menghentikan langkahnya ketika mendengar suara Dary, walau dia tidak membalikan tubuhnya...


''Terimakasih....aku....''


''Masih terlalu awal untuk mengucap terimakasih Dary.....aku harus pergi, bersenang-senanglah dan aku menunggu makan malam kita..''


Dars melangkah meninggalkan Dary yang masih berdiri dengan kerutan di dahinya...mengapa dia merasa ini sangat aneh...? Dars tiba-tiba berubah dengan sangat cepat, dan hal ini membuat Dary sedikit curiga..


********


Dars melangkah menemui Dirga untuk pamit sementara Valerie sudah di pulangkan lebih dahulu...sementara Dars menuju Helikopter dengan tatapan dingin...Dary....dia tak akan pernah melepaskan adik kembarnya begitu saja, apalagi melupakan semua yang pernah di lakukan orangtuanya kepadanya,...jemari Dars mengepal ketika Helikopter mulai mengudara...


Ingatannya mulai mengembara pada kejadian ketika dia berusia 15 tahun..


FlasbackOn#


13 Tahun lalu....


Dars Dalton hanya menunduk pasrah ketika melihat orangtuanya memeluk kembarannya Dary dengan penuh kasih sayang, namun hal itu tak pernah dirasakannya..entah apa yang salah dengannya, Mommy selalu memilih memberi kasih sayang pada putra bungsu mereka Dary sedangkan dirinya hanya di anggap patung hidup, Dary selalu mendapatkan pujian dan maaf yang tak terbatas ketika dia melakukan kesalahan...Dars tak tau apa kesalahannya sehingga Mommy membencinya..


''Tak bisakah kau berhenti menyalahkan adikmu atas kecelakaan yang menimpa Sarah..''


Dars mengepalkan tangan, dia sudah mati rasa,....saat ini dia tak akan mengemis cinta apapun dalam hidupnya, bagi Dars..cintanya sudah mati bersama kematian Sarah...


''Jika Dary tidak mabuk dan mengajak teman-temannya maka Sarah tidak akan meninggal Mom...''


''Hoh..kau sungguh lucu, kau membela gadis lain seperti tak akan ada hari esok, sedangkan Dary adalah saudara kembarmu Dars...''

__ADS_1


''Tapi.....Sarah adalah satu-satunya temanku Mom...dia satu-satunya temanku dan Dary merenggutnya dariku...''


Ketika Dars hendak menyerang Dary sang Mommy lebih dahulu menghadang dan mendorong tubuh Dars hingga pria muda itu terjatuh...


''Aku tak tau mengapa aku harus melahirkan anak pemberontak sepertimu Dars...kau benar-benar sebuah musibah untukku bahkan sejak kecil...aku tak tau mengapa aku bisa melahirkanmu...''tatap Rose dengan tajam...


Sambil menarik Dary menjauh, wanita itu tak ingin putra kesayangannya menjadi sasaran kemarahan Dars yang membabi buta.. Dars yang begitu terpukul..hatinya sakit sekali sampai airmatanya menetes, pria itu berteriak keras lalu memecahkan hampir semua pajangan mahal koleksi sang Mommy dengan penuh kemarahan....Dars berdiri dan menatap rumahnya yang sudah seperti neraka baginya..


Dars tak akan kembali kerumah ini...tidak, dan mulai sekarang dia tidak akan pernah membutuhkan cinta di dalam hidupnya..tidak dia tidak butuh cinta siapapun...


*******


Hari sudah sore...


Dars masih duduk di pinggiran toko dengan tubuh kedinginan, usianya masih 20 tahun..hujan deras turun dengan derasnya...sementara dia mulai kelaparan..


Tak lama kemudian, toko roti itu terbuka dan seorang gadis berusia 5 tahun menghampirinya dan memberikan sekotak roti yang hangat dan coklat panas..


Dars menoleh..


''Kakak....ayo duduklah...makan dulu..''ucapnya dengan nada lembut...


Dars hanya diam saja..keduanya bertatapan untuk beberapa saat...


''Ayo...'' titah gadis kecil yang sedang memegang boneka tedybear kecil di dalam tangannya...


''Hentikan....kau pikir aku perlu di kasihani...''


Gadis kecil itu hanya tersenyum, dia tak tersinggung dengan ucapan kasar pria dewasa ini...sambil meletakan boneka Tedybear di atas meja dia menatap Dars..


''Di dunia ini bukan kau saja yang sedih...makanlah kau butuh itu kak..''


Tak lama kemudian sebuah mobil berhenti di depan toko ketika supir hendak membawakan payung untuknya, gadis kecil itu menggeleng...


Sebelum pergi ia menatap Dars...


''Aku akan meninggalkan boneka kesayanganku bersamamu...dia akan menemanimu...jangan pernah membuangnya...anggap saja dia adalah temanku...anggaplah dia adalah aku..''gadis itu pun tersenyum...


Dia adalah seorang nona muda, dengan santai gadis itu meninggalkan Dars yang hanya terdiam di tempatnya, gadis kecil itu bahkan tidak menghindari hujan yang jatuh menerpa tubuhnya dengan santai dia masuk ke mobil lalu melambaikan tangannya pada Dars..


Tatapan Dars jatuh pada boneka gadis kecil itu, mau tak mau hatinya menghangat...


Dars tersenyum sembari mengambil boneka itu...


''Aku akan mencarimu nanti, gadis kecil.....'' desis Dars menatap sekotak roti hangat dan coklat...kebetulan dia lapar sekali...

__ADS_1


FlasbackOff#


__ADS_2