Ternoda Oleh Sang Mafia Kejam

Ternoda Oleh Sang Mafia Kejam
Tamat


__ADS_3

Ternyata rencana kepergian Nayra benar adanya, Damian pikir dia hanya menggertak saja tidak mungkin bibi Nada dan paman Pedro akan menuruti perkataan gadis kecil itu...


''Dia benar akan pergi Damian...''ucap Zoe dengan mata berkaca-kaca..


''Kapan...'' Damian menoleh tajam..


''Besok pagi..dan sekarang dia sedang berada di rumahmu bersama kedua orang tuanya...apa kau tidak mau melihatnya...''


Damian bangkit berdiri, lalu melangkah melewati Zoe begitu saja, hingga Zoe hanya sedikit mencibir di belakang punggungnya..lihatlah dirinya..bersikap cuek tapi malah lebih gelisah...Damian bahkan sudah pucat..cih...Zoe hanya menggeleng...


Zoe melangkah mengikuti Damian yang sudah, mereka sebenarnya sedang bermain di taman komplek dekat rumah, karna rumah mereka berdekatan maka Zoe bisa melihat mobil paman dan bibinya.


***********


Kedua keluarga itu akhirnya sepakat dengan perjodohan yang akan di lakukan beberapa tahun nanti,..


''Untuk sementara kami harus mengikuti kemauan Nayra dulu..dia anak yang keras kepala entah mengapa dia ingin sekali sekolah di luar negri..''ucap Pedro merasa sedikit berat hati..


Sebenarnya tinggal di kota ini tak masalah baginya namun tidak dengan Nayra..dia meminta harus tinggal jauh dari sini..''


''Nayra akan kembali 10 tahun kemudian, dan itu tidak lama kok....''balas Dars memeluk Valerie dan mereka melangkah duduk di ruang tamu..


''Dimana Nayra....''tanya Valerie memutar pandangan ke segala arah, mencari sosok menantunya di masa depan..


''Katanya dia sedang bermain di taman...'' jawab Nada..


''Kebetulan ada anjing kecil milik Damian,...dia pasti akan menyukainya..''ucap Valerie..


''Dia menyukai anak anjing...''balas Nada antusias..


''Maka biarkan mereka dekat saja...''Valerie terkekeh...


Sementara Nada pun tak bis menahan senyumnya, mereka kembali berbicang sambil duduk..


Dars dan Pedro tampak begitu akrab seakan lupa kalau mereka dulu adalah musuh yang saling menjatuhkan...


Semua sudah berlalu dan sekarang hanya menanti masa depan bersama, menjalin kembali hubungan yang rusak di masa lalu dengan perjodohan anak-anak mereka..


*******


Sementara...


Damian berlari cepat menuju rumahnya, dia tak ingin tertinggal Nayra..setidaknya sebelum pergi dia bisa melihat wajah Nayra bukan..hal itu yang selalu ia bayangkan selama ini..dan menuntutnya harus kembali dengan cepat kerumahnya, sampai akhirnya langkahnya melambat ketika dari jauh matanya terarah ke taman kecil milik Momy...disana ada seorang gadis kecil yang sedang bermain dengan anak anjing miliknya bernama Wody...


Damian tersenyum lega,..ternyata Tiara belum pergi, dan ia bisa melihat wajah gadis culas itu walau dalam keadaan marah, tentu saja hal itu membuat Damian tak sabar untuk mendekatinya..


''Mengapa kau lucu sekali sih..siapa namamu, kau bersih dan juga harum kau dirawat dengan baik...hum..kau tampan sekali..''bisik Nayra dengan mata berbinar...


Gadis kecil itu memeluk, mencium dan mengangkat tubuh anjing kecil itu dengan gemas dia tak sadar menjadi pusat perhatian seseorang yang tersenyum melihat tingkahnya..


''Ayo salaman...katakan namamu, agar kita bisa akrab...''

__ADS_1


''Woddy...namanya Woddy..''suara seseorang menembus pendengaran Nayra dan memintanya menoleh..


Nayra membeku melihat Damian berdiri di depannya dengan tatapan dingin..


''Woddy...''ulang Nayra dengan suara yang lembut..


Damian berdehem kembali memasang wajah dinginnya..dia mendekat dan merebut anjing kecilnya sedikit kasar dari Nayra..


''Apa kau sedang menyakiti anjingku...kau sangat kasar memegangnya,.'' Damian membawa Woddy dalam gendongannya dan mendekati kursi taman lalu duduk disana..


Sombong sekali dia....keluh Nayra di dalam hatinya..


''Aku tidak menyakitinya, kau sombong sekali..''


''Aku melihatmu mengguncang tubuhnya,....aku merawatnya dengan baik Nayra..bahkan aku tidak pernah mengguncang tubuhnya seperti yang baru saja kau lakukan...''


Nayra mencibir mendekati Damian, pandangannya masih tertuju pad Woddy dengan tertarik..


''Coba lepaskan dia dulu..kau akan melihat dia akan menyukaiku...''kau saja yang terlalu berlebihan..


Damian tak menatap wajah Nayra hingga gadis kecil itu merasa gemas..


''Ayolah Damian....aku ingin bermain dengannya sebentar...aku akan pergi besok..''ucap Nayra mencoba untuk membujuk..


Kali ini mampu membuat Damian menoleh kepadanya..


''Pergilah dan jangan kembali oke...''kau akan membuatku kesal..


Dengan rasa kesal, Nayra membalikan tubuhnya dan melangkah memasuki rumah..dan Damian duduk disana dengan tatapan dingin..


Mengapa jadinya malah mereka bertengkar,...? bukankah kedatangannya adalah untuk meminta Nayra jangan pergi..padahal Damian sudah merencanakan akan memberikan Woddy jika Nayra menyukainya..


Namun bukannya mereka berdamai malah mereka semakin jauh saja..dan hal itu membuat Damian tak mengerti..mengapa dia harus menyakiti Nayra setiap pertemuan mereka padahal dia sangat ingin agar mereka bisa akur kembali dan menjadi teman baik namun yang terjadi adalah sebaliknya..


Kebencian itu sudah tak bisa di toleril mereka berdua...


hingga Damian hanya terdiam di tempatnya membelai Woddy sahabatnya..


''Bagaimana rasanya ketika si culas itu menggendongmu..apakah rasanya indah...dia harum sekali bukan...''


Damian terkekeh dengan membelai Wodyy anjing kecilnya..


********


Nayra masuk ke ruang tamu dengan wajahnya yang kusut mendekati Mommynya dan memeluknya, matanya berkaca-kaca...


''Momm......''


''Ada apa sih sayang..''bisik Nada membelai rambut panjang Nayra..


Dars dan Valerie saling menatap bingung, Pedro juga terlihat cemas..

__ADS_1


''Ada apa sayang...apa yang terjadi..''bisik Valerie menenangkan..


Nayra menjauhkan tubuhnya menatap kedua wanita di depannya, sambil menyusut airmatanya..


''Damian jahat sekali padaku, aku ingin kita cepat pergi dari sini Mom...''isak Nayra kembali memeluk Nada dengan erat..


''Astaga jadi ini karna Damian...Mommy Val, akan memarahinya...''ucap Vallerie..


''No....biarkan saja Mom...aku ingin pulang saja...''


Valerie menggeleng, dia tak mau Nayra dan Damian saling membenci seperti ini...


''Tidak Mommy Vall akan memanggilnya, Nay jangan menangis lagi yah...''


Valerie bangkit dari sofa dan tak berapa lama kemudian...dia kembali dengan Damian di belakangnya..


Dars mengepalkan tangannya tak bisakah Damian bersikap lunak...?


''Cepat minta maaf pada Nayra...''ucap Valerie memaksa..


Damian menatap mata Nayra yang begitu kesal kepadanya...lalu menurunkan Woddy...


''Maafkan aku Nayra...sebagai permintaan maafku..aku akan memberikan Wodyy padamu...apa kau bisa menjaganya untukku..''


''Hah.....''


Nayra mengusap wajahnya yang penuh airmata senyumnya mengembang ketika Woddy mengonggong kecil dan melompat ke arahnya..betapa senangnya hati Nayra...tak henti dia mencium Woddy..sementara Damian hanya diam dan tersenyum di dalam hatinya..ia akan merindukan senyuman Nayra..dan berharap Woddy akan menjaga gadis ini untuknya...


''Jangan menangis lagi dan maafkan aku Nayra..'' bisik Damian pelan..


Kedua keluarga itu menjadi lega sementara Nayra tersenyum...


''Terimakasih Damian...''


Keduanya saling melemparkan senyum..


Tamat


***********


10 tahun kemudian....


Jadi Novel ini akan di lanjutkan di Novel Yang baru yah...di tahun yang baru...



Selamat Tahun Baru Semuanya...


Kesehatan, Umur yang panjang, dan Kesuksesan untuk kita semua yah...para readerku tersayang....


Love U All....

__ADS_1


__ADS_2