Ternoda Oleh Sang Mafia Kejam

Ternoda Oleh Sang Mafia Kejam
Meninggalkan Tanda


__ADS_3


Tubuh Nada terhempas ke atas ranjang dengan Pedro yang tak bisa berhenti menyentuhnya..bibir Pedro kembali melahap bibir Nada seolah begitu haus, mengul**, membelai dan mereguk semua kemanisan di bibir Nada yang basah, mereka baru saja melewatkan aktifitas panas di bawah shower tadi namun bagi Pedro ia jauh dari kata puas, jadi dengan tubuh yang masih basah Pedro membawa Nada kembali ke dalam kamar, dan menyiksanya dalam cumbuan...


''Aku belum cukup umur Pedro...''jerit Nada mulai terbakar oleh sentuhan bibir Pedro yang membuatnya gila..


Tubuh keduanya bersatu tanpa sehelai benangpun, dan sialnya Nada menyadari sesuatu yang keras mendesak di bawah sana..


Pandangan mata Pedro mulai berkabut, menatap mata Nada dari atas...sial...masih berusia muda namun tubuh Nada seolah sudah siap untuknya..pria itu menghela nafas..


''Sayangnya milikku tak bisa menunggu untuk memasukimu sayang, kau tau benar aku cukup menunggu sekian lama..dan aku tak bisa menunggu lebih lama lagi..''


''Oh...tidak, lepaskan Pedro..''


Nada mengerang ketika bibir panas Pedro menggoda ujung pa yu da ra nya yang sudah menegang...


pria itu kembali mengulumnya dan memberi his*pan yang membuat Nada melayang tinggi..


Tak pernah...tak pernah ada yang menyentuhnya sekurang ajar ini, tak ada yang pernah melakukan ini pada seorang putri Sebastian Pearl..


selama ini Nada menjaga dirinya dengan begitu luar biasa, bahkan dia tak pernah pergi ke tempat yang jauh dan di luar jangkauan orang tuanya, meski ibu tiri membencinya namun ia memberi peraturan tegan mengenai jam malam dan Nada selalu menurut..


Tapi ternyata semua penjagaannya hanya untuk berakhir di tangan penjahat ini..


melihat dari sosok Pedro yang keras dia seperti seorang Mafia..anak buahnya ada banyak dimana-mana hingga Nada semakin curiga..


''Pedro....aku mohon....''airmata Nada akhirnya menetes hanya bisa pasrah,..


Menatap pria asing yang telah menggerayangi tubuhnya, Nada sudah tak bisa melawan, karna Pedro sudah mengunci semua pergerakannya hingga dia hanya bisa terletang dan menerima semua perlakuan Pedro yang begitu kasar..


hatinya sakit sekali ketika tubuhnya di penuh jejak bibir Pedro yang sudah mulai memerah kebiruan....


Pedro menyentuhnya seolah tak melihat hari esok...


Pria itu menunduk membawa kedua pa yu da ra Nada di hadapannya dan mengulumnya bergantian, sementara lidahnya mulai menjil*ti satu persatu dengan penuh gairah membara..


Pedro hanya tersenyum menang menyadari Nada sudah menyerah dalam sentuhannya..

__ADS_1


Dan tubuh Pedro bergetar ketika dia sudah tak mampu menahan gairahnya lagi..tentu saja sejak datang ke pulau ini dia sudah menahan diri, dan bertekad hanya menunggu untuk menyentuh seorang Nada...meski dia harus tersiksa, namun kini dia tak bisa menunggu lagi..kepergiannya kali ini sedikit lama jadi dia memutuskan untuk meninggalkan tanda di tubuh gadis miliknya..


Sinar mata Pedro membakar ketika dia bergerak menempatkan tubuhnya di antara tubuh Nada dan tersenyum ketika mengarahkan miliknya..


''Sayangku....''bisik Pedro kembali ******* bibir Nada yang penuh....


Sementara kedua tangannya mulai bermain di sekitar dada Nada yang penuh..dalam genggaman tangannya.


perhatian Nada teralihkan dan sesaat kemudian..gadis itu menjerit keras ketika tubuhnya seakan terbelah..


Rasa nyeri langsung menghantamnya dengan kuat hingga Nada meronta..ingin melepaskan diri namun tak bisa, sementara itu Pedro sudah mengantisipasi semuanya namun dia tak pernah membayangkan jika Nada adalah seorang perawan..tidak pernah membayangkannya...


Pria itu membeku ketika penghalang itu begitu kuat yang berhasil di tembusnya,...Pedro kehilangan kata-kata.,.hingga ia hanya mampu membeku di tempatnya..


Tidak mungkin....Nada adalah seorang perawan..?


Pedro menurunkan pandangan pada sosok Nada yang menangis..masih meronta berusaha melepaskan penyatuan mereka...namun tentu saja Pedro tak bisa berhenti...betapa indahnya...betapa dia merasakan nikmat ketika tubuh mereka bersatu..


Nada mendorong tubuh Pedro..tidak semua yang dia rasakan adalah nyeri...


''Lepaskan aku Pedro ini cukup...aku tak bisa...''


''Tenanglah sayang, aku berjanji kau tidak akan pernah merasakan sakit lagi..''


''Lepaskan aku...Pedro, astaga....lepaskan aku..'' Nada masih meraung sementara Pedro semakin terbakar...


Pria itu mulai menggerakan tubuhnya, menyesuaikan dengan milik Nada yang masih rapat..


''Aaarrhhh........''pria itu menggertakan giginya..


Kenikmatan yang begitu luar biasa dia rasakan ketika ia menggerakan tubuhnya,..tak perduli meski Nada terus mencakar, mendorong dan memukulnya tanpa henti tapi Pedro seoalh kebal...


''Kau adalah milikku Nada...''desisnya kembali menggerakan tubuhnya...


****************


Sementara...

__ADS_1


Adam menatap tajam ke arah pintu kamar milik Pedro dengan tatapan yang mengeras..


Apa yang terjadi di dalam, bukankah sudah saatnya tuan Pedro berangkat...mengapa dia lama sekali...?


Adam melihat ketika Nada di seret masuk ke dalam kamar dan dia mengawasinya dari jauh bagaimana ketika pintu terkunci dalam hitungan jam..bukankah sangat aneh...?


Adam memutar tubuhnya dan menghampiri sofa yang terletak di luar kamar, dia duduk disana dan merenung...


Nada,.....betapa menyesalnya Adam ketika dia justru mencampakan seorang gadis polos pada bossnya sendiri, malam itu sudah larut dan Adam tidak mendapatkan seorang gadispun dan ketika dalam pencariannya Adam menemukan, Nada sedang berjalan di tengah malam...karna tubuh Nada tinggi, jadi Adam mengira...kalau dia gadis malam yang sedang menunggu pelanggan, Adam tentu saja tak membuang kesempatan itu dan membawa Nada pada tuan Pedro yang kelaparan akan wanita pemuas,...


Pria itu menundukan kepala...dia menyesal setelah pagi harinya melihat jelas wajah Nada yang begitu cantik...namun ketika dia menyesal...semua sudah sangat terlambat..


Adam sangat menyesal sekarang....


********


Setelah percintaan itu selesai dan Pedro mendapat kepuasan penuh, pria itu tak begitu saja meninggalkan Nada...apalagi ketika dia menyadari ada noda darah yang ada di sekitar ranjang....noda seorang perawan...


hati Pedro terasa hangat..meski Nada memandangnya penuh kebencian, Pedro tetap menggendong tubuh gadisnya menuju toleit untuk membersihkan tubuh Nada yang lemas...


Keduanya bertatapn di bawah Shower air hangat yang mengalir..


''Apakah kau masih merasa nyeri...''


Nada memalingkan wajahnya sementara airmatanya tetap saja jatuh disana....Pedro mulai menyabunyi tubuh Nada dengan acuh dia bahkan tidak tersinggung...


''Aku minta maaf karna tidak bisa menunggu....aku terlalu bergairah dan....''


Nada kembali menatapnya merebut busa sabun dari tangan Pedro....


''Aku bisa membersihkan diriku sendiri..''ucap Nada dengan suara menahan kesal..


Namun sekali lagi Pedro menariknya untuk menatapnya...


''Nada......kita akan menikah segera setelah aku kembali dari kota..''


''Apa........''

__ADS_1


Nada seperti ingin meledak dalam kemarahan....


__ADS_2