Ternoda Oleh Sang Mafia Kejam

Ternoda Oleh Sang Mafia Kejam
Restu Sang Ibu


__ADS_3

Sarapan pagi kali ini berbeda, sepanjang makan pagi itu Widya selalu tersenyum meski senyum itu tidak berlaku bagi Nada yang di bencinya..


''Makan yang banyak sayangku, permata hatiku dan penerusku..kau tidak tau betapa bangganya ibu semalam...kau berpacaran dengan pria paling berpengaruh di kota kita..kau tau berapa banyak yang ingin menikah dengan saudara kembar sang mafia Dars Dalton..juga ayah dan ibunya bukan orang sembarangan, mereka adalah konglomerat,..dan tentu sejajar dengan kita sayang...''


Vanessa hanya bisa menghela nafas..ibu benar-benar luar biasa, mendorongnya untuk menjadi menantu orang kaya tanpa tau yang sebenarnya terjadi...


''Masih terlalu awal ibu....aku mohon, jangan memperbesar masalah, ibu juga tau kalau Dary adalah pria yang patah hati...''


Widya tersenyum..


''Kau pikir ibu tidak tau skandal keluarga Dalton...sudah menjadi rahasia umum jika istri Dars sekarang adalah tunangan Dary dulu, tapi semua hanya masa lalu..dia dan Valerie bahkan sangat akrab sekarang,...


Justru dengan kehadiranmu, ibu bisa melihat kembali senyuman di wajah Dary..


''Bisa saja dia sedang berakting...''balas Vanesa sambil mengunyah roti lapis..


''Vanessa...jangan mulai bercanda, kau tau semalam apa yang geng ibu bicarakan kami sedang membahas drescode yang akan di pakai di acara pernikahanmu sayang...bahkan aku dan calon besanku memiliki selera yang sama...''


Mendengar nama Dary membuat Vanessa gerah...


''Tolonglah ibu..berhentilah membicarakannya, kami tidak akan menikah dalam waktu dekat ini..''


''Tapi kata Rose, Dary akan segera melamarmu dalam waktu dekat...''


''Aku tidak mau di paksa ibu..''ucap Vaness sedikit tegas hingga membungkam Widya...wenita itu mencoba mengendalikan emosinya di hadapan putri satu-satunya..


''Ada apa sebenarnya Vanessa mengapa kau malah bersikap aneh sedangkan semalam kalian mesra...''


Ingin sekali Vanesa mengatakan segalanya namun masih tidak tega...


''Aku masih 18 tahun, jika aku menikah sekarang maka aku akan meninggalkan rumah ibu..namun..aku masih ingin bersma ibu dan merasakan kasih sayang ibu...apakah kita bisa berhenti membicarakan tentang pernikahan bu...aku mohon..''


Widya merasakaan hangat melingkupi dirinya tentu saja...mendengar kalau Vanessa masih ingin bersamanya membuat Widya senang sekali, bahkan...ia sampai menggenggam jemari Vanesa sembari mengecupnya di hadapan Nada yang menatap dengan kebekuan...


Nada juga kehilangan kasih sayang sejak kecil...jadi melihat pemandangan ini di depan matanya membuat dadanya bergemuruh...


''Baiklah sayang, ibu tak akan memaksa...ibu akan menunggumu sampai siap dan tidak akan menunggumu Vanessa...tapi perlu kau ingat jika restu Ibu selalu bersama denganmu,...ibu sangat mencintaimu sayang...''bisik Widya dengan mata yang basah..


''Aku mencintaimu ibu...''ucap Vanesaa lembut...


Sementara Nada berdehem meminta perhatian Widya dan juga Vanesa hingga mereka menoleh padanya...


''Aku juga mencintaimu ibu,...meski aku bukanlah putri kandungmu aku.....''


''Oh,....astaga Nada, selesaikan makananmu dan masuk ke kamar,..ibu juga akan masuk...ibu ingin keluar bertemu teman ibu jadi,....jangan bersikap seperti ini Nada...karna sampai kapanpun kau tidak bisa di samakan dengan Vanessa karna dia adalah putri kandungku...apa kau mengerti..''ucap Widya sinis..

__ADS_1


Lalu melangkah keluar dari ruang makan dan meninggalkan keheningaan yang menyedihkan...oh tidak....ibu terlalu kejam jika mengatakan hal itu pada Nada, dengan pandangan sedih, Vanessa memalingkan wajahnya dengan maksud ingin menghibur Nada agar jangan sedih..


Namun titik aimata itu akhirnya menetes di wajah bening Nada...hingga Vanessa menyentuh jemari gadis yang masih sekolah itu dengan lembut..


''Nada....''


''Apakah seorang ibu hanya akan mencintai anak yang di lahirkan dari rahimnya dan menjadi tidak perduli pada anak lainn yang bukan anaknya...''


''Nada......''


''Aku kesal sekali..mengapa ibuku harus pergi tanpaku...dan aku lelah jika harus mengiba cinta dan kasih sayang ayah dan ibu tiriku...''tangisan Nada pecah saat itu juga...


''Hey....Nada...jangan menangis sayang...''


Vanessa meraih tubuh Nada dan mendekapnya dengan erat hingga keduanya berpelukan..


''Yah...ibu juga mencintaimu...''


''Jangan berbohong kak Vanessa bukankah itu sangat menyakitkan untukku....aku sangat hancur, aku butuh seorang ibu tapi aku bahkan tidak bisa menyentuhnya....aku menangis dan aku tak bisa menangis dalam pelukan ibu...betapa beruntungnya dirimu kak Vaness, setidaknya kakak punya ibu kandung sedangkan aku...''


Vanessa menjauhkan tubuhnya dan menatap Nada dengan lembut,.....


''Kakak juga sudah kehilangan ayah...dan itu juga menyakitkan Nada..kita sama-sama kehilangan orang tua yang berbeda, namun dengan rasa sakit yang sama...kakak berjanji...kau akan mendapat kasih sayang yang cukup dari ibu kita...semua akan membuatmu bahagia..''


''Itu tidak mungkin kakak..ibu membenciku..''isak Nada sesegukan...


''Yah....''


''Mustahil jika ibu membenci putri yang dia besarkan...jadi bersabarlah sayang..''bisik Vanessa lembut,..


''Yah...aku akan mencoba kuat...''


Keduanya kembali memeluk,..dan menangis bersama...bagi Nada dia sudah lelah...ia sudah berusaha mendekati Widya sang ibu tiri karna lelah melawannya...ia butuh pelukan atau kasih sayang di usia remajanya namun ibu sangat dingin bahkan membentak dan mengancamnya....hingga Nada begitu putus asa hanya untuk mendapat kasih sayang...


Sementara Vanessa juga berjanji akan membatu Nada..sudah cukup baginya melihat siksaan yang di terima Nada dari sang ibu...


*********


''Mengapa menatap ibu seperti itu, katakan apa yang ingin kau bicarakan...''


''Mengenai Nada...''


''Apa dia membuat masalah lagi...ibu akan..''


''Bu,....apakah kesalahannya hingga ibu terlalu membencinya...''

__ADS_1


Widya meletakan teh di atas meja...


''Apakah dia mengadu padamu,....''


''Lebih tepatnya aku melihat airmatanya ibu...''


''Oh astaga...dia licik sekali...''


''Ibu cukup....ibu...apakah ibu pernah berpikir bagaimana perasaannya..?dia sama persis sepertiku ketika dulu berusia 16 tahun...aku mengharapkan kasih sayang seorang ibu pada bibi, tapi ibu tau apa yang dia lakukan...dia malah menjualku pada tuan Tedy....''


Deg!!!!


Kali ini Widya sampai melepas kacamatanya...


''Vanessa.....''


Airmata Vanessa menetes di pipinya...


''Bisakah ibu melihatku di dalam dirinya...bisakah ibu memberikan pelukanmu padanya,...agar Nada bisa bahagia....dan nasibnya tidak sama sepertiku dulu..''


Pertahanan Widya runtuh seketika, dia memeluk tubuh Vanesa dengan erat dan menangis,...


''Baiklah,...ibu akan melakukan apapun sayang..ibu akan memberikan kasih sayang padanya jika kau yang meminta...''


''Terimakasih ibu..''bisik Vanessa dengan lembut...


*********


Vanessa menggeliat di dalam tidurnya ketika merasakan sebuah tangan merayap masuk ke dalam gaun tidurnya...


Apakah dia sedang bermimpi....?


Namun....semua terasa nyata hingga Vanessa membuka mata dan terkejut setengah mati melihat Dary masuk ke kamarnya dan naik ke ranjangnya..oh...mengapa pria ini ada disini..


''Dary....''


''Aku merindukanmu sayang...''


''Apa yang kau lakukan...ibu akan...''


''Ssst...ibumu sedang bersama Mommy mereka sedang pergi dan aku akan menjagamu sayang...''


''Apa...''


Dary segera menyambar bibir Vanessa dan melum*nya dengan lembut..hingga gadis itu tak bisa menghindar..

__ADS_1


Deg!!!


__ADS_2