
Nayra sungguh tak menyangka, melihat sosok Damian berdiri di pintu dan menatapnya tajam, baru saja dia selesai berdoa dengan penuh kedamaian dan ketenangan hati, namun ketika dia membuka mata..ujian langsung berada di depannya, Nayra hanya menatap cuek, seolah Damian tak ada disana..gadis kecil itu merapaikan peralatan doanya..lalu melangkah menuju pintu, disana mereka bertatapan..
''Nay....''
''Bagaimana kau menemukanku dan mengapa...''
Nayra menunjukan wajah sedikit kesal disana...
''Nay....aku minta maaf karna aku mungkin saja menyakitimu...''
''Mungkin saja artinya kau tidak iklas meminta maaf padaku..lagi pula aku pergi bukan karnamu kok, minggir dulu aku mau tutup pintu..''
Damian merasa sedikit nyeri, bayangkan Nayra bersikap dingin sepertinya..gadis itu menutup pintu dengan kasar hingga hampi mengenai tubuh Damian... Damian pun mencoba sabar dan mengalah,..usai menutup pintu, Nayra melangkah meninggalkan Damian sendiri...hingga Damian hanya menghela nafas dan mengikutinya,..
''Nay....Nayra tunggu...''
Damian menggapai tangan Nayra namun seketika itu juga Nayra menghempas pegangan tangan Damian dengan sangat keras....dan pemandangan itu di saksikan oleh beberapa anak panti...mereka menonton bag drama korea yang sedang di putar..
''Aku ingin kita bicara,...tapi bukan disini...''
''Aku tak ingin bicara denganmu lagi pula untuk apa....kau membuang waktuku...''ucap Nayra melangkah cuek namun langkahnya terhenti melihat sosok paman yang bertubuh besar..
''Paman Barron..angkat saja dia dan bawa dia keluar, aku ingin bicara..''titah Damian lebih dahulu meninggalkan tempat itu..
Baron hanya tersenyum penuh permintaan maaf...
''Nona Nayra.....''
''Astaga,...mengapa dia bersikap seperti itu...''jerit Nayra kesal..
Dari pada di gendong, akhirnya Nayra pun ikut melangkah keluar di ikuti Barron yang hanya menggeleng lucu...
Mereka akhirnya sampai di depan panti asuhan yang di sampingnya ada sebuah taman kecil, Damian berdiri menunggunya disana...ia tersenyum menyadari Nayra akhirnya mengikuti langkahnya,...pria muda itu bersedekap..
''Aku senang kau menurut...''
''Katakan saja apa maumu, dan pulanglah...''
Damian mendekati Nayra dan tersenyum...
''Kau baru saja selesai berdoa, mengapa kau malah bersikap dingin padaku,....''
''Jangan mengaitkan doa-doaku denganmu, kau membuat kesal saja...''
''Jika kau baru saja selesai berdoa maka aku ingin meminta maaf padamu....apa kau akan memaafkanku...''
Damian mengulurkan tangan hingga Nayra memalingkan wajahnya...
''Ayolah Nayra....aku minta maaf, benar-benar minta maaf...karna mungkin selama ini aku telah menyakitimu dengan perkataanku..aku menyesal dan merasa sangat kehilangan ketika kau pergi Nay,....aku....''
Damian membeku ketika airmata menetes di wajah Nayra..dia menangis, dan hal itu tak pernah di bayangkan oleh Damian sebelumnya...
__ADS_1
''Nayra....kau menangis...''
Nayra menoleh tajam...
''Hanya karna hidupmu sempurna kau tidak boleh mengatai orang lain, taukah aku aku sakit hati....aku benci sekali padamu Damian....''
''Nayra...kau boleh memukulku,....kau boleh marah kau boleh memakiku terserah...aku akan mengalah Nay.....tapi tolong maafkan aku...''
Nayra mengusap wajahnya dengan kasar, namun wajahnya mengeras...
''Aku akan memaafkanmu Damian tapi dengan satu syrat...''
''Katakan.....''
''Menjaulah dariku...jangan mendekat karna sampai kapanpun kau tak akan bisa menjadi temanku....''
Deg!!!
Damian terdiam sesaat, mengapa syaratnya berat sekali...
''Bagaimana kalau kita bertemu di pertemuan keluarga atau pesta...''
''Abaikan saja anggap saja kita tidak saling mengenal....''
''Nayra......''
''Mengapa...jika kau tidak setuju maka pulang saja...''
''Baiklah...aku akan melakukan semuanya...jadi maukan kau memaafkanku...aku ingin kau tau kalau aku menyesal...''
''Baiklah.....aku menerima permintaan maafmu..''ucap Nayra penuh senyum...
Damian lalu merasa lebih lega, ketika Nayra sudah bisa memaafkan dirinya, meski gadis ini tak akn pernah menjadi temannya tapi setidaknya tak ada beban di dalam hatinya..
''Aku sudah memaafkanmu kan...kalau begitu kau pergi saja sekarang...''
''Tidak bisa Nay...kau tidak sadar jika bibi Nada pingsan karna kehilanganmu..''
''Mommy....''jerit Nayra seolah tak prcaya..
''Yah...bibi Nada kembali setelah kau menghilang, granny, granpa...semua panik mencarimu...''
Nayra duduk di bangku taman dan mulai menangis, bagaimana dia bisa pulang sementara dia tidak nyaman berada di rumah...tapi di sini di panti Nayra merasa sungguh nyaman dan aman karna Nayra bisa melakukan apapun dengan tenang dan bergaul dengan nyaman bersama semua anak-anak yang nyaris bernasip sama dengannya..
''Nayra....kau harus pulang,....''
''Aku tidak mau...aku senang berada disini, aku tak ingin pergi...''
Damian mendekat lalu duduk di samping Nayra dan menatapnya..
''Tapi kau punya keluarga, semua menunggumu pulang kau tidak bisa mematahkan hati keluargamu sendiri Nay...''
__ADS_1
Ucapan Damian semakin membuat Nayra semakin tenggelam dalam tangisan hingga Damian hanya menyentuh punggung Nayra menenangkan..syukurlah Nayra lupa dengan syaratnya tentang tak boleh menyentuh...
''Nayra...aku ingin tau mengapa kau tidak mau pulang kerumahmu sendiri dan lebih betah disini...''
Damian sungguh tak mengerti, dirumah Nayra ada segalanya, dia tidak kekurangan dalam hal materi...dirinya juga tidak kurang kasih sayang, lalu Nayra mau apa lagi, bukankah hidupnya sudah lengkap..
''Kau tidak tau apapun Damian..''
''Jika aku tidak tau maka kau harus memberitahuku Nayra...agar aku bisa membantumu...apa kau punya masalah di sekolah, siapa yang berani menyakitimu aku akan membelamu...''
''Tidak..tidak ada....''
''Lalu apa yang membuatmu tak ingin pulang kerumah...apa...''
Nayra semakin meneteskan airmatanya...
********
Sementara...
Mobil berhenti di depan panti, Pedro sedikit terkejut melihat sebuah mobil mewah berhenti disana dan tampak Barron anak buah Dars Dalton sedang bersandar di baan mobil seperti menunggu seseorang..
Nada dan Pedro keluar dari dalam mobil dengan saling menggenggam tangan dan menghampiri Barron...
Melihat kedatangan Pedro dan Nada membuat Barron menundukan kepalanya..
''Tuan Pedro dan nyonya Nada..''
''Barron mengapa kau ada disini....''
''Tuan Damian datang untuk membujuk nona Nayra untuk pulang...mereka sedang berbicara di taman...''
''Hah,....''
Pedro dan Nada saling menatap..merasa sedikit lucu namun haru karna Damian sampai mencari Nayra sejauh ini...
''Baiklah..kami akan masuk Barron..''
''Baik tuan Pedro....
*****************
''Kau tidak mengerti perasaanku..kau tidak mengerti karna hidupmu lengkap, kau memiliki segalanya...kau memiliki orang tua yang lengkap....lalu bagaimana denganku...aku tak punya siapapun aku tak punya ayah...dan itu sangat menyakitkan untukku...'' isak Nayra penuh luka..
Damian membeku mendengar ucapan menyakitkan dari mulut Nayra,...gadis ini tampak hancur ketika mengucapkannya..
''Nayra.....''kata-kata Damian terputus...
''Siapa bilang kau tidak punya ayah Nayra...siapa yang mengatakan itu padamu..kau punya ayah....karna akulah ayahmu...''
Pedro dan Nada berdiri di belakang Nayra hingga gadis itu merasa bingung...
__ADS_1
''Mommy....paman Pedro...''matanya melebar terkejut...