
Dars membeku mendengar ucapan sang Mommy yang terlalu kejam kepadanya meski dia sebenarnya sudah tau jika sang Mommy tak akan pernah berubah, yah..apa yang di harapkan, bahkan dia sudah tak pernah mendapat kasih sayang dari seorang ibu walau nyatanya dia masih memilikinya..Dars tersenyum dingin..menutup rapat harapannya untuk mencoba mengemis kasih sayang dari seorang Ibu yang tak pernah menganggapnya ada. walau rasa kecewa itu tetap saja dengan lancang masuk ke dalam hati dan menyakitinya berulang kali..
''Lalu untuk apa Mommy kemari...apakah ingin melihat apakah aku masih hidup atau sudah mati..''ucap Dars dengan nada tenang..sambil menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang..
Rose menarik sudut bibirnya dengan sinis...
''Mommy datang untuk memperingatkanmu Dars....bukankah ini adalah hukuman bagimu, kau merampas milik adikmu hingga kau mengalami bencana ini..tidakkah kau menyadari itu..''
Dars mengangkat wajahnya,....dia tidak pernah membayangkan jika Mommy datang untuk Dary...dia kemari hanya untuk putra kesayangannya...sementara Rose menatap dengan kekuasaan yang ada sebagai seorang ibu.
''Apa maksud Mommy kesini sebenarnya..''Dars menoleh dengan sedikit geraman...
Rose bangkit dari tempat duduk dan melangkah mendekati Dars yang memalingkan wajahnya..tak mau menatap mata sang Mommy karna jika dia menatap maka dia bisa lepas kendali.
''Baiklah kau yang memaksa Mommy untuk jujur bukan..jangan salahkan Mommy sayangku...bisakah Mommy meminta kau menyerah dan melepaskan Valerie untuk Dary....''
Deg!!!!
Dars mengangkat wajahnya dan tertawa dengan rasa sesak di dadanya, dari dulu Mommy memang tak pernah berubah....selalu pilih kasih dan menciptakan jurang perpecahan di antara dirinya dan Dary...
''Pergilah Mom...kau tak akan mendapatkan jawaban apapun...''ucap Dars singkat..
Namun Rose jauh dari kata menyerah..ia mendekati Dars dan menatapnya tajam..
''Kemalangan yang menimpamu...semua yang terjadi, itu semua karna kesalahanmu Dars...bisakah kau berubah menjadi orang baik...''
''Tidak Mom....aku tak akan pernah menyerahkan apa yang kau mau...Valerie adalah milikku dan aku tak perduli dia harus tetap bersamaku.'' ucap Dars dengan tegas.
''Kau...betapa kau keras kepala Dars..''
Dars memalingkan wajahnya...
''Terimakasih atas kedatangan Mommy...aku senang sekali di kunjungi olehmu..'' Dars menatap Rose dengan senyum penuh hormat..
Sementara Rose hanya menggertakan gigi..dia tak mau pergi...
''Hanya masalah waktu Dars....hanya masalah waktu dan Valerie akan meninggalkanmu dengan cepat....kau tau dia mencintai Dary dan bukan dirimu..''
Dars bangkit dari ranjang seolah ia tidak merasa sakit apapun, pria itu melangkah mendekati sang Mommy yang masih berdiri penuh kebencian kepadanya...
''Aku tak tau mengapa kau melahirkanku dan malah mengabaikan aku dengan kejam Mom...tpi bagiku tidak masalah, aku tak akan mati jika hanya karna tidak mendapatkan cinta..dan kau tau Mom...aku sudah menghancurkan hubungan orang lain...dan perlu kutegaskan...Valerie tak akan pergi dariku karna dia adalah istriku...''
__ADS_1
''Hoh...lihatlah dirimu, kau berani meneriaki aku....tapi memang tak salah karna sewaktu kecil kau di asuh mertuaku yang payah...jangan lupa awalnya Mommy hanya memintamu menggantikan Dary...namun kau malah menjadi serakah..''
''Jangan pernah bawa Granma di dalam pembicaraan kita Mom...setidaknya dia tidak pernah membuang anaknya sendiri...mengenai Valerie itu adalah kesalahanmu sendiri....kau pikir aku akan diam saja ketika melihat kalian bahagia...tidak......aku tak akan pernah rela...''
Karna tak dapat menahan emosi Rose kemudian mengarahkan tangannya dan menampar wajah Dars hingga...darah menetes di pinggir bibir Dars...
Hening......
Keduanya saling menatap tajam....
Dars mengerang kesal ketika setitik airmatanya jatuh...namun ia membiarkannya,...
''Pergilah Momm...karna kau tak akan mendapatkan keinginanmu...''
Usai berkata Dars melangkah keluar meninggalkan Rose yang membeku...jemarinya bergetar ketika melihat darah di sudut bibir Dars...wanita itu tersungkur jatuh....jemarinya terkepal..
Mengapa dia bisa menampar Dars,.....??
Sementara di ruang ganti..
Valerie juga meneteskan airmata, tak pernah di bayangkan Valerie bahwa dia terjebak bersama Dars yang ternyata berdiri tegak dengan penuh luka batin.betapa hatinya merasa nyeri menyadari Dars di benci oleh orangtuanya sendiri..sedangkan Valerie selama ini hidup dengan penuh cinta dari kedua orangtuanya..
Hati Valerie seperti di remas saat itu juga..ia menjadi bingung harus percaya kepada siapa sekarang, Dary hidup penuh cinta di bawah perlindungan sang Mommy sementara Dars..pria kejam yang kesepian....lubang di hatinya terlihat begitu menyedihkan...
Hoh.....semua ini karna Mommy Rose terlalu membedakan kasih sayang..di antara saudara kembar yang akhirnya menciptakan jurang kebencian di antara mereka...
Valerie masih berdiri disana menunggu sampai Mommy Rose keluar dari kamar...lalu akhirnya dia pun keluar dari ruang ganti..namun Dars juga telah pergi....
Kemana Dars....??
*******
Valerie keluar dari lift lantai satu, pandangan matanya berkeliling mencari Dars ke segala arah..namun dia tidak menemukan siapapun disana.....
Valerie terus melangkah namun ia segera menghentikan langkah tiba-tiba ketika melihat Dars sedang duduk di teras samping sambil memandang kolam ikan.....
Jantung Valerie berdebar...mengapa perasaannya berubah dengan cepat, rasa iba ini mulai mempengaruhinya dan membuat Valerie ingin mendekati Dars...mungkin membuat pria itu sedikit lebih lega..
Tapi bagaimana caranya..?
''Permisi nyonya, saya akan mengantar kopi untuk tuan Dars...''
__ADS_1
Valerie terkejut karna rupanya dia menghalangi jalan sedari tadi..
''Biarkan aku yang membawakan untuknya..''
''Baik nyonya..''
Valeri memegang nampan lalu melangkah menuju teras samping, semakin dia dekat semakin jantungnya berdebar keras antara takut dan juga gugup..
Pintu terbuka dan Valerie mendekat.....sampai Dars membuang pandangan dan terkejut karna dia melihat Valerie yang membawakan minuman untuknya...
Ketika baru saja meletakan gelas di atas meja, Valerie terkejut setengah mati ketika nada dingin Dars membuatnya seakan melompat..
''Ada apa denganmu Val...''
Valerie meringis...mengapa dia suka sekali membentak...Valerie pun menegakan tubuhnya dan sedikit berdehem...
''Aku kebetulan mau memberi makan ikan di kolam ini lalu pelayan ingin membawakanmu kopi jadi aku...pikir.......''suara Valerie menggantung..
''Aku tak akan minum lagi...''ucap Dars memalingkan wajahnya dengan dingin..
Valerie sangat kesal dengan sikap Dars yang angkuh..
''Baiklah...aku akan minum saja...''
Dengan penuh emosi Valerie menyambar cangkir dan meneguk kopi itu..namun seketika dia menjerit dan menjatuhkan cangkir...
''Aoww..panas....'' jerit Valerie dengan mata berkaca-kaca..bibirnya seakan melepuh, dan kopi panas itu seakan membakar pergelangan tangannya..
Crang...
Dars menoleh...dan begitu terkejut...seketika dia berdiri dan melihat Valerie meringis dan hampir menangis...
Dars menarik tangan Valerie dan mencoba membersihkan bekas kopi dan meniup tangan Valerie...tatapannya tetap dingin..sesekali dia menatap Valerie..
''Ceroboh...''
''Sakit.....'' desah Valerie mulai terisak..
''Ini harus di obati..ayo ikut aku..''ucap Dars menarik tangannya...
Valerie menyipitkan matanya dengan tajam. astaga...mengapa dia sangat manis...??
__ADS_1