Ternoda Oleh Sang Mafia Kejam

Ternoda Oleh Sang Mafia Kejam
Menjaga Jarak


__ADS_3

Nada terkejut menyadari Pedro sedang berada di atas tubuhnya, jantungnya berdebar kencang ketika pria itu seperti sedang kelaparan dan melahap tubuhnya, Nada bahkan tak bisa bergerak sedikitpun, sejak kapan dia datang bukankah Pedro bilang dia akan sedikit lama di kota namun mengapa malam ini tiba-tiba dia sudah ada disini...sungguh hal ini semakin membuat Nada jadi gusar sendiri..


''Pedro...hentikan..''


''Aku merindukanmu sayang...''


Nada menjerit ketika Pedro kembali menyu-su padanya tak perduli Nada menghindar..


Tubuhnya telah polos bahkan Nada tak tau sejak kapan, dia lelah sekali dan tertidur lebih cepat, Nada akhirnya pasrah ketika Pedro tak pernah perduli penolakannya..lagi pula dia akan kemana, bahkan dia tak punya tempat untuk melarikan diri..


Nada akhirnya menyerah, dengan membiarkan Pedro menuntaskan hasratnya yang sudah lama dia tahan...


bahkan Pedro tak membiarkan Nada tertidur di tengah malam itu..


********


Sarapan Pagi....


Pedro makan dengan lahap dan penuh senyum, sementara Nada menemaninya makan dengan kerutan di dahinya, wajar saja dia banyak tersenyum karna, dia sudah puas mendapatkan percintaan panas semalam...


''Kau tidak penasaran mengapa aku kembali dengan cepat dari kota..''


Nada mengerutkan kening...


''Yah....aku baru mau menanyakan hal itu..''


''Itu karna aku akan mempercepat pernikahan kita....aku telah meminta Adam dan yang lain untuk mempersiapkannya kali ini aku tak ingin gagal Nada..''


Crang!!!!!


Gelas yang di pegang oleh Nada akhirnya jatuh dari genggamannya tanpa mampu di cegahnya, hingga menimbulkan bunyi yang memekakan telinga, dan tentu saja hal ini membuat Pedro melirik padanya.,..


''Nada....''


''Aku hanya terlalu terkejut Pedro, tapi apakah kau benar-benar serius..paling tidak tunggulah sampai aku berusia 20 tahun..''


''Kali ini kau sedang bercanda denganku Nada...kita akan segera menikah jadi persiapkan dirimu mulai dari sekarang, setelah kita menikah maka aku akan membawamu ke kota..''


Yah..inilah yang telah di jelaskan Adam sebelumnya kalau Pedro akan mulai rencananya entah membunuhnya atau menjualnya di pasar gelap, benarkah pria ini begitu tega kepadanya,..benarkah kalau Pedro bahkan tidak memiliki hati bahkan setelah Nada melayaninya dengan penuh kepasrahan semalam..apakah dia akan tetap menjual Nada...atau membunuhnya..''


''Aku kenyang....aku akan melihat lukisanku....''ucap Nada menjadi kehilangan nafsu makan, yah...benar saja siapa yang bisa makan dengan tenang jika dirinya tau kalau dia akan di eksekusi..bagaimana Nada akan melahap makanan dengan baik..


''Baiklah sayang, Adam akan memanggilmu jika sudah saatnya melakukan fiting gaun, lusa kita akan menikah.''ucap Pedro mengingatkan..


''Baiklah....''


Nada segera pergi dari sana dan meninggalkan Pedro yang melanjutkan sarapannya..


*********


Nada duduk di depan pemandangan sunset di pinggir laut, ia masih duduk disana sambil berpikir, bagaimana cara untuk pergi, dia harap kalau Adam akan menemukan caranya untuk melepaskan diri dari seorang Pedro...

__ADS_1


Gadis itu masih berdiri disana sampai akhirnya seorang pria mendekatinya..


''Nada.......''


Nada menoleh....


''Adam....''ia pun tersenyum..


''Jaga sikapmu Nada, jangan lupa ada banyak cctv yang menyala itu artinya kita di awasi...''


Adam menunudkan kepala hingga dia bisa bebas bersuara..


''Baiklah....aku mengerti..katakan kita harus bagaimana...''


''Kau tak bisa menghindar dari pernikahan tapi.....setelah sampai di kota maka aku bisa membantumu Nada...''


Nada menganggukan kepalanya dengan sikap yang tegas..


''Baiklah..kalau begitu..''


Adam menganggukan kepala, pria itu lalu berbalik dan melangkah namun....langkahnya terhenti ketika Nada berdehem,..


''Jangan lupa kau harus membebaskanku Adam...''


''Tentu saja..jangan khawatir Nada, aku akan membawamu keluar dari sini..''


''Bagus.........''ucap Nada.


Malam harinya Nada menjadi gelisah, sikapnya sedikit menjaga jarak dari Pedro hingga pria itu, bayangan jika Pedro hanya akan mencelakainya membuat Nada semakin membenci pria ini yah...dia tak akan pernah membiarkan Pedro melukainya..


Tidak....


Ia memang dia tak bisa menghindar dari pernikahan namun, Nada akan pergi jauh dari Pedro dan pria ini tak akan pernah mungkin menemukannya..


Pintu terbuka....


Dan sosok Pedro masuk ke dalam ruangan, dan menatap tajamnya tatapan Nada kepadanya..


''Ada apa denganmu...''


''Tidak.....''


''Tidak....mengapa aku merasa kau menjaga jarak denganku..''


''Aku tidak menjaga jarak denganmu Pedro..''


Gadis itu mulai melangkah ke sisi ranjang dan berbaring membelakangi Pedro..''


''Ada apa denganmu Nada...''


''Aku baik-baik saja, aku hanya sedikit gugup dan sedih...aku masih kecil namun akan menikah...ini terlalu mendadak untukku..''

__ADS_1


Kecemasan melanda Nada dengan kuat berbagai pikiran memenuhi kepalanya, dia takut menghadapi Pedro, karna setiap detik dia hanya membayangkan bagaimana kalau Pedro tak sabar ingin menghabisinya sebelum pernikahan..


''Nada.........''


''Lepaskan aku.......'' teriak Nada dengan suara yang lantang...sementara itu Pedro menjadi curiga..


Ada apa dengan sikap Nada, sebelum pergi seingat Pedro semua baik-baik saja..bahkan Nada masih melambai tangan padanya..


Keduanya bertatapan...


''Apakah terjadi sesuatu selama aku pergi...''


''Tidak aku baik-baik saja Pedro..''


''Lalu mengapa sikapmu aneh...''


''Itu karna aku sedang gugup..''balas Nada begitu saja...


Hingga gadis itu terkejut ketika, Pedro menarik tubuhnya mendekat dan menatap lekat mata Nada yang bening, gadis terdiam di sana dan menatap Pedro yang begitu tajam..


''Aku akan menikahimu, itu lebih baik karna apa....kita telah melakukannya dan aku tak ingin kehilanganmu Nada...''


Benarkah alasan Pedro atau malah pria ini sedang bersandiwara untuk mengelabuinya..sungguh Nada tak sanggup menahan perasaannya bisakah dia mengatakan segalanya saja, mengapa Pedro harus menipunya dengan berpura-pura menikah padahal pria ini sedang mengerjainya..


''Menikah..tapi pria sepertimu ingin menikahi gadis kecil sepertiku apakah aku bisa percaya padamu Pedro..sementara kau pria dewasa yang banyak pengalaman, dan kau pasti bisa mendapatkan banyak wanita cantik yang lain dan aku tak bisa...''


Nada membeku ketika bibir Pedro melum** bibirnya dengan singkat, menyesapnya dengan lembut dan membuatnya hangat..hal itu membuat Nada sedikit tersentuh..


''Pedro....''


''Selama berada di kota aku....selalu merindukanmu dan tak bisa menunggu untuk segera pulang, kau tau mengapa...''


Nada menggeleng...


''Karna aku....merindukanmu Nada...sangat merindukanmu sampai aku bahkan tidak bisa tidur nyenyak ketika jauh darimu..''


''Kau sedang mengombaliku..''


''Tidak...aku tidak pernah melakukannya sayang...''


''Pedro ada satu hal yang ingin aku tanyakan padamu bisakah kau menjawabku dengan jujur...''


''Katakan........''


Pedro mengerutkan kening, sementara Nada mengigit bibirnya, sebenarnya dia tak ingin bertanya namun dia tak dapat menyimpan semua ini sendirian dan memilih bertanya pada Pedro secara lagsung agar dia bisa lega..


''Katakan Nada.......''


''Aku ingin tau apakah sebelumnya kau pernah punya kekasih, mungkin kau pernah menikah....''


Pedro terdiam seketika..mengapa Nada menanyakan pertanyaan aneh seperti itu...?

__ADS_1


''Nada.........''


__ADS_2