
Vanessa akhirnya sampai di depan sebuah gerbang yang berukuran sangat tinggi dan besar...sekali lagi dia melihat alamat dengan jelas, karna dia takut salah...
''Silahkan turun nona....anda sudah sampai..''
''Oh...apakah benar ini alamat yang benar..''
Vanessa menunjukan alamat yang ada di ponselnya pada sang supir, maklum begitu memasuki lokasi perumahan Elit ini dia di buat terkagum dengan mewahnya rumah di sekitar ini...dan ketika memasuki rumah milik sang ibu...melalui beberapa pemeriksaan identitas..beruntung ibu sudah menelfon pada petugas kalau Vanessa adalah putrinya maka dia di bolehkan lewat..
''Puri Khayangan Sentosa 01...ini benar adalah alamatnya nona..''jawab sang supir taxi.
Puri Khayangan Sentosa adalah alamat rumah sang ibu...dan dalam komplek ini hanya ada satu-satunya rumah di kawasan ini yang melalui penjagaan super ketat...Vanessa sampai menghela nafas panjang...
''Baiklah terimakasih..''
Vanessa lalu keluar dari sana dan mendekati gerbang utama dan begitu dia sampai di depan gerbang, secara otomatis gerbang terbuka dan tampak ada beberapa bodyguard yang menundukan kepala di hadapannya..
Vanessa hampir melompat karna terkejut...sementara tak jauh dari sana tampak sang ibu berdiri dengan keanggunan dalam gaun yang mewah serta riasan wajah mahal dan tatanan rambut elegan..
Wanita itu tampak tersenyum menang dan di sampingnya tampak ayah tirinya tersenyum lembut...dan hey..pria ini tampak sangat baik dan bijak seperti dalam peran ayah yang baik...
Vanessa menunduk memberi salam penghormatan pada mereka sebagai sikap sopannya..
''Putriku.....''desah Widya tak bisa menyembunyikan perasaan bahagianya,
Tentu saja...dia meninggalkan Vanessa ketika berusia 5 tahun, dan saat ini gadis yang dia lahirkan ini berubah menjadi gadis cantik yang penuh pesona...sungguh Widya teramat bangga pada putrinya dan tak sabar untuk menunjukan apa yang bisa di miliki Vanessa ketika memilihnya,..yah...Widya bisa melihat pakaian Vanessa yang tak bermerek mungkin Vanessa membelinya di pinggir jalan....
Oh...malangnya nasib putrinya selama ini, bahkan baju para pelayananya lebih mahal yang di pakai Vanessa sekarang...
''Selamat datang Vanessa....''
Sebastian lebih dahulu bersikap ramah ketika Vanessa melangkah canggung mendekati mereka...
''Tuan....''
''Dia adalah ayahmu sekarang sayang, bisakah kau bersikap lebih hormat padanya..''Widya sedikit protes,...
Namun Sebastian langsung menggeleng...ia tersenyum....
''Aku tak ingin memaksa Vanessa memanggilku Ayah..karna bagaimanapun dia punya ayah kandung yang luar biasa..''
Vanessa menjadi lega walau sebentar..ayah tirinya baik...pasti tertekan di bawah kendali ibu yang dominan..Vanessa menyipitkan matanya pada sang ibu..
''Dan sudah meninggal sayang..'' Widya berdehem sambil mengoreksi.
''Ibu.....''
''Sudahlah...jangan merusak suasana bahagia ini....Vanessa jika kau tidak keberatan kau bisa memanggilku Paman asal jangan memanggilku tuan,...''
__ADS_1
''Papa,...bagaimana...''tawar Vanessa tersenyum...
Nasibnya sekarang berada di bawah kendali sang ibu..lihat saja belum dia memasuki rumah sang ibu tapi dia mulai di atur..dan sekarang dia harus menjadi seorang penjilat untuk menyenangkan mereka...Vanessa memang tak bisa berbuat apapun, menjadi penjilat tak masalah baginya dari pada menjadi budak s*x Dary Dalton...
''Bagus,....kau putri ibu yang pintar...''
Sebastian lalu tersenyum...
''Baiklah...selamat datang dirumah Valleri..ibu akan mempertemukanmu dengan dua saudaramu yang lain dan sekarang papa harus pergi karna akan ada kunjungan ke luar ngeri selama 1 minggu..''
''Papamu sebenarnya sudah harus berangkat sayang, tapi ingin sekali bertemu kau lebih dahulu...''ucap Widya tersenyum..
''Aku merepotkan...''jawab Vanessa merasa tak enak..
''No....begini lebih baik...jangan merasa tidak enak pada papa nak...kau adalah putri pertama kami jadi kita harus bertemu dan memulai hubungan yang baik..''ucap Sebastian sekali lagi membuat Vanessa tersentuh,...
Mengapa dia seperti melihat seorang malaikat dan ib*s berdampingan..?
Vanessa tersenyum di dalam hatinya..
''Terimakasih papa...aku senang sekali..''
Widya tersenyum puas melihat suami dan anaknya saling menerima..sikap Vanessa sedikit keras dan berprinsip..pasti dia memiliki masalah hingga mau tinggal bersama Widya dan ia akan mencari tau...
Vanessa dan Widya masih melambaikan tangan ke arah Sebastian yang meninggalkan rumah...
Dan ketika gerbang tertutup, Widya membawa Vanessa masuk ke dalam rumah besar yang begitu mewah...tak ada siapapun,..
''Yah...''balas Vanessa singgkat..dia tak ingin kamar mewah yang terpenting dia bisa berlindung dari kejaran Darry..
Widya menekan lift lalu keduanya masuk dan mengantarkan mereka pada lantai 3..disini adalah kamar tunggal dan sangat mewah..satu-satunya Widya persembahkan untuk putri kandungnya..
Dengan penuh rasa bangga, Widya menunjukan isi dalam kamar yang mirip Hotel bintang 5 yang mewah dan lengkap hingga Vanessa hanya mampu terdiam...
''Semua ini adalah milikmu sayang..''
Widya dan Vanessa berdiri saling menatap..
''Bagaimana dengan putrimu yang lain...dimana kamarnya...''
''Dilantai dua...''ucap Widya singkat...
''Lalu anak kecil itu...''
''Di lahir di rahim yang sama denganmu sayang, namanya Daness, usianya baru 2 tahun...''
Vanessa mengangguk...sementara Widya mendekati Vanessa dan menatapnya...
__ADS_1
''Aku tak tau apa yang membuatmu berubah pikiran untuk tinggal bersama ibu namun..kau harus tau kalau ibu senang sekali....''ucap Widya terlihat sungguh-sungguh..
Vanessa tersenyum lalu menatap sang ibu..
''Aku minta maaf padamu...aku sadar kalau aku tak boleh membenci ibu..kau yang melahirkanku jadi...aku hanya ingin berbakti...''balas Vanessa lembut..
Widya terkekeh...
''Jangan mencoba menghianatiku ingat...seorang anak haruslah patuh pada orangtuanya...''
''Mungkin harus timbal balik ibu....orang tua seharusnya tidak meninggalkan anak..''
Widya bersedekap mendekati Vanessa dengan mata berkaca-kaca menahan geraman...
''Kau sungguh tak mengerti neraka yang aku alami bersama ayahmu..bibimu, dan keluarganya yang lain...aku putri seorang yang kaya raya dan aku meninggalkan keluargaku demi bersamanya dan tidak berhenti di situ saja...aku melahirkanmu untuk dirinya..
tapi apa yang aku dapatkan...dia berani membela keluarganya dari pada aku...''
Mikha kehilangan kata...melihat ucapan sang ibu yang berapi-api membuat ia terbungkam...
''Lalu mengapa ibu tidak membawaku...mengapa...''
Widya menggertakan gigi...
''Ayahmu tidak mau kau ikut ibu...dia menyembunyikanmu dan mengatakan hal buruk padamu hingga kau membenci ibu..''
''Ibu.....kau tau apa yang ku alami..bahkan bibi hampir menikahkanku dengan tuan Teddy...''suara Vanessa tercekat....
Widya mendekati Vanessa dan tersenyum..
''Ibu tak akan membiarkan wanita itu...dia akan hancur...''
Vanessa melonggarkan tenggorkannya..sedikit takut dengan ucapan sang ibu..
''Semua sudah berlalu ibu tak perlu ikut campur...''
Widya meredupkan matanya membuka tangannya dan meminta Vanessa mendekat, mau tak mau Vanessa mendekat dan dalam sekejap..Widya meraih tubuh Vanessa untuk memeluknya dengan erat...
''Kau akan aman bersamaku putriku...''
Deg!!!!
Vanessa merasa kesal..
************
Sementara,....
__ADS_1
Dary mendapat telp dari anak buahnya yang mengatakan informasi tentang Vanessa...
''Keluarga tuan Sebastian...'' ulang Dary mengerutkan kening..