
Lamunan Dars terhempas, ketika Helikopter mendarat di atas atap rumahnya, semua ingatan masa lalu sangat membekas dan tak akan pernah bisa dia lupakan seumur hidup, gadis kecil itu pasti sudah tumbuh menjadi seorang remaja 18 tahun..gadis kecil yang cantik itu telah masuk ke dalam hati Dars yang gelap, bahkan boneka milik gadis kecil itu masih dia simpan.. Sampai saat ini Dars bahkan masih mengingat senyum gadis kecil itu yang begitu menyentuh hatinya dan ia merasa tenang,
ingatan masa lalu juga termasuk ia ingin melihat Dary menderita karna kehilangan seperti yang dia rasakan dan setelah melihat kemesraan Dary dan Valerie tadi semakin membakarnya dengan cepat, ia tau Dary sangat mencintai Valerie dan begitu pun sebaliknya, Dars bisa melihat jelas di mata mereka masing-masing...dan kenyataan itu semakin membuatnya tak sabar meledakan bom di depan mereka..
Pintu Helikopter terbuka, dan Baron menundukan kepala..
''Dimana nyonya, apakah dia sudah tidur...''
''Begitu sampai tadi nyonya langsung masuk ke kamar...beberapa penjaga dan pelayan sedang berjaga di pintu kamar.''sambung Barron membri penjelasan.
Dars mengepalkan tangannya.....lalu ia melangkah menuju lift untuk sampai ke kamarnya, bayangan pelukan Dary kepada Valerie bagai rol film yang di putar berulang-ulang di dalam kepalanya, pria itu mengeraskan tatapannya..bagaimanapun ia terpengaruh, airmata yang di tunjukan Valerie untuk Dary sungguh membuat dada Dars panas...bahkan dia telah berulang kali mengingatkan bahwa Valerie tak boleh menangisi pria lain.
Begitu sampai di depan pintu kamar, beberapa pelayan yang menjaga menunduk begitu melihatnya..
''Tinggalkan kamar ini...''
''Baik tuan Dars..''
Hening....
Dars menatap pintu kamar untuk kemudian membukanya perlahan...
Sementara Valerie saat itu sedang memandang sebuah boneka kecil miliknya, ketika dia sedang sedih maka dia akan memeluk boneka itu..dan ketika pintu terbuka Valerie buru-buru menyimpan bonekanya di dalam lembari dan membalikan tubuhnya...
Valerie membeku melihat Dars masuk dengan aura dingin yang mulai menyebar, Valerie tau benar ini semua tak akan pernah baik-baik saja..pria ini tampak sangat marah, ia berulangkali mendengar geraman kecil darinya...
hingga Valerie pun pasrah, dia sudah menangis ketika pulang tadi dan menumpahkan semua perasaannya...untuk Dary dan kini dia sedikit lega untuk menghadapi Dars..
''Bagaimana perasaannmu Val...''
''Apa maksudmu Dars...''
Pria itu mendekat....
''Bagaimana rasanya memeluk pria lain di depan mata suamimu...''
Mendengar hal itu Valerie menajamkan tatapannya..
''Jangan lupa pria lain yang kau maksud adalah kekasihku sendiri Dars...''
''Kekasih.....''ulang Dars mulai terbakar...
__ADS_1
Sekejap saja ia menarik tubuh Valerie hingga jatuh ke dalam pelukannya dan keduanya bertatapan tajam...jemari kokoh Dars merayap naik dan menyentuh leher Valerie dengan sedikit tekanan hingga Valerie hanya bisa menghela nafas, mencoba menahan rasa gugupnya
''Beraninya kau menyebut kekasih ketika kau adalah perempuan yang sudah menikah...''
Airmata Valerria menetes....
''Apa kau sedang membohongi hatimu sekarang Dars...jangan lupa kau merebutku darinya....''
Lagi-lagi Valerie menjatuhkan airmatanya...sementara Dars tidak tersentuh dengan tangisan wanita ini...semakin dia yakin kalau tak ada cinta sejati....tidak, karna itu dia tak akan memberi kesempatan siapapun untuk mempermainkan hidupnya...tidak..dia yang akan mempermainkan hidup orang lain termasuk Dary dan Valerie..
''Itu artinya adalah takdir Val...kau beruntung aku menikahimu dengan penuh kehormatan di banding aku menyimpanmu seperti pelacur...''
Nafas Valerie terasa sesak mendengar penghinaan dari bibir Dars...semakin besar kebencian Valerie kepadanya...
''Takdir.....lalu kau mau bersembunyi di balik takdir..yah..dengarkan baik-baik, kau akan merasakan sakit yang sama Dars bahkan lebih..dan hatiku tak akan pernah melunak sampai itu terjadi...''
''Hahaha.....lancang, siapa kau yang berani mengutukku dan mengajarkan aku bagaimana rasa sakit itu.. kau hanya seorang nona muda yang hidup tanpa noda...kau sama sekali tidak pernah mengalami rasa sakit itu...namun tenang saja aku tak butuh siapapun saat itu terjadi...termasuk dirimu.''desis Dars marah..
''Ceraikan saja aku Dars...bukankah aku penyebab sebagian rasa sakitmu.''
Hening....
''Apa katamu...''
Valerie memalingkan wajahnya dengan rasa sakit di dada...
''Aku sudah tak tahan lagi Dars....kita tidak saling mencintai tidak...kau bahkan membenciku..jadi pernikahan ini hanya akan membawa kehancuran Dars....untuk apa kau menikahiku...aku merasa ini gila..''
Valerie terkejut ketika tubuhnya di dorong secara kasar membentur tembok di belakangnya dan Dars mendekatinya, dengan kedua jemarinya yang kokoh menjebak tubuh Valerie...
''Kau mau tau untuk apa aku menikahimu..''desis Dars menatapnya dengan sinar mata tajam..
Meski Valerie tau itu pasti menyakitkan untuknya namun..tetap saja dia ingin mendengarnya lagi...
''Katakan.......''
Dars tersenyum dingin,...jemarinya naik dan merayap turun dari wajah dan sampai ke leher....tatapannya tertahan pada bibir Valerie yang merah merona...
''Aku ingin melihat kehancuran adikku dan karna kau adalah kekasihnya maka kau juga harus ku hancurkan...sampai disini...kau mengerti bukan...''
Valerie melonggarkan tenggorokannya dengan susah payah...
__ADS_1
''Kau sakit..''
Dars bahkan tidak tersinggung dengan ucapan Valerie kepadanya..
''Aku memang sakit dan kau adalah obat bagiku Valerie jadi,....kau tidak bisa melepaskan diri,...''
''Oh tidak mungkin..kau jahat sekali Dars...''
Dars melepaskan pegangannya..
''Dary akan kerumah ini untuk makan malam jadi aku ingin kau...memainkan peranmu sebagai istri yang tunduk dan mencintai suamimu dengan sepenuh hati....aku ingin kau menunjukan di depan Dary kalau akulah pria yang kau cintai...''
Tidak.....batin Valerie menolak..
Wanita itu menekan dadanya dengan kuat ketika rasanya begitu menyakitkan, bagaimana dia melakukan itu di depan Dary...di depan pria yang dia cintai bukankah itu sama saja membunuh keduanya...
Dars menilai setiap perubahan di wajah Valerie..wanita cantik ini terlihat begitu tersiksa...
''Tidak...bunuh aku saja Dars....ia menggeleng enggan, bagaimana aku bisa melakukannya...''
''Kau bisa dan kau harus melakukannya Val....atau kau akan melihat kekasihmu itu aku lenyapkan di depan matamu..''
''Dia adik kandungmu Dars...astaga ada apa denganmu...''
''Aku tidak punya siapapun Val...tidak termasuk keluarga atau dirimu..''
Dars menjauhkan dirinya dan membalikan tubuhnya melangkah ke arah pintu...
''Aku ingin kau mulai melatih dirimu sebelum makan malam itu datang Val....mainkan peranmu dengan baik maka aku akan memberimu hadiah kecil..''desis Dars kejam..
Valerie menggeleng...
Berlari ke arah pintu dan mencoba mengejar Dars namun terlambat baginya karna Dars sudah menutup pintu dan pergi meninggalkan dirinya..
''Oh...tidak...kau jahat Dars...'' tangis Valerie memukul pintu namun hanya keheningan yang kian menyakitinya..
Valerie tersungkur...
''Bagaimana bisa aku melakukannya..bagaimana bisa aku menyakiti Dary tidak....''tangis Valerie pecah saat itu juga...
Tidak mungkin....mengapa dia sangat kejam....?
__ADS_1