Ternoda Oleh Sang Mafia Kejam

Ternoda Oleh Sang Mafia Kejam
Tersipu Malu


__ADS_3

Pagi hari yang indah...


Nada lebih dahulu terbangun dari tidurnya yang penuh rasa lelah, usai membersihkan dirinya, wanita itu lalu mulai memesan makanan untuk mereka berdua, karna memang mereka akan meneruskan perjalanan untuk mencari putrinya..


Nada memandang Pedro yang masih tertidur lelah dan hanya tersenyum, bagaimana pun dia bahagia melihat pria itu terlelap setelah percintaan mereka semalam dan berita baiknya...dia berhasil menggoda suaminya meski..entah bagaimana reaksi Pedro ketika bangun nanti..


Nada mendekati ranjang, ini sudah hampir jam 6 pagi dan mereka harus segera pergi,..Nada lalu duduk di pinggir ranjang dan jemarinya terulur menyentuh wajah Pedro...dan ajaib karna dengan sekali sentuhan, pria itu terbangun dan sontak langsung waspada, Pedro bangkit dari rajang untuk duduk sejenak....sebelum jemari Nada menyentuh dadanya lembut dan membuat Pedro menjadi tenang kembali..


Pria itu membeku, ketika ia masih belum mengumpulkan kesadarannya...walau hanya sesaat karna Pedro akhirnya menyadari kalau semalam dia dan Nada bercinta..dengan panas hingga ia harus mengulanginya beberapa kali..


''Sayang tenanglah...''


Nada menyentuh wajah Pedro hingga pria itu pun membeku menyadari kalau dia sendiri telah melanggar batasan yang dia buat sendiri...


Nada tampak cantik dan segar pagi ini, untuk semalam itu adalah yang paling luar biasa di alami Pedro usai penantian panjangnya...


''Aku tertidur lama...''desahnya akhirnya mengeluarkan suara..


''Aku tau kau sangat lelah sayang, dan aku memang tak ingin membangunkanmu dengan cepat...''


''Nada...mengenai semalam.....''


''Tak ada yang salah, aku masih istrimu kita masih terikat pernikahan jadi kau bebas melakukannya padaku....''


Sebuah tawaran yang menggiurkan bagi Pedro siapa yang tidak tergoda dengan penawaran ini...


''Mengapa kau diam....Pedro...''


Pria itu mendesah....


''Aku ingin tau sekali mengapa kau meninggalkan aku 7 tahun lalu, apakah aku berbuat kesalahan yang fatal padamu, aku terus berpikir selama ini...dan membayangkan semua perasaan sakitku saat kau tinggalkan Nada..semua ini tak mudah untukku...aku akui semalam itu sangat indah dan aku bahagia juga puas....tapi Nada....''


''Sssttt...........''


Nada mendekatkan bibirnya lalu menyentuh permukaan bibir Pedro dengan lembut...ia berdehem gugup ketika mata tajam itu seakan menembus hatinya..


''Aku yang bersalah, semua berawal dari aku yang mendengarkan Adam...''


''Adam....''


''Yah...dia bilang ketika kau menikahiku maka itu adalah alrm bagiku, karna mungkin nasibku akan di bunuh atau di jual karna dirimu seorang mafia...''


Pedro menggertakan giginya mendengar cerita Nada...


''Dan kau percaya padanya Nada, di banding aku suamimu..''

__ADS_1


Nada tertawa sedih,...


''Saat itu usiaku 17 tahun, dan jangan lupa kenyataan kalau kau menculikku Pedro.....dan setiap saat di dalam pikiranku selalu mencurigaimu, aku selalu hidup di dalam ketakutan bagaimana kalau kau akan melenyapkanmu jika kau bosan padaku..''


Mata Nada berkaca-kaca ketika membayangkan saat itu...sementara Pedro hanya memandangnya dengan serius..jadi dia mengerti sekarang kalau ternyata Adam menginginkan Nada....


''Aku pikir aku harus melarikan diri darimu atau aku akan mati...aku bahkan tidak memberitahu Adam kemana aku pergi karna aku menjadi curiga pada semua orang, aku ke luar negri di rumah ibuku dan tinggal disana...sampai aku tau aku sedang hamil anakmu....aku tak bisa melakukan apapun dalam ketakutanku Pedro..''


Nada tampak emosional ketika menjelaskan situasinya pada saat itu hingga airmatanya menetes di wajahnya yang sembab,...Pedro juga meneteskan airmatanya, membayangkan Nada berjuang selama ini sendirian membuat sedih...bahkan ketika anaknya lahir Pedro tak ada di samping Nada...bukankah hal itu sangat menyakitkan baginya, dia kehilangan moment penting perkembangan Nayra...dan itu adalah patah hati terbesar bagi seorang ayah...termkasuk dirinya..Pedro tiba-tiba saja meraih tubuh Nada hingga tenggelam di dalam pelukannya dan mendekapnya dengan erat..mengusap rambutnya dan membiarkan Nada menumpahkan semua perasaan sakitnya..


''Ini kesalahanku juga Nada seharusnya aku meyakinkanmu bahwa aku mencintaimu dan bukan melakukan kekerasan kepadamu dan bahkan tidak perduli perasaanmu...''


''Aku minta maaf Pedro, tolong jangan tinggalkan aku lagi...aku mohon, aku bisa melakukan apapun..aku bisa menjadi istrimu yang labih baik lagi...jangan tinggalkan aku..hum...''bisik Nada di sela pelukannya..


Dia sudah menurunkan egonya sampai ke dasar..yah, dia mencintai Pedro selama ini, itu sebabnya Nada selalu menolak semua pria yang mendekatinya..


''Apakah kau tidak menyesal mempunyai suami yang tua sepertiku...''


''Kau ayah dari anakku, aku bahkan telah pasrah...''


''Pasrah....''ulang Pedro tidak terima dan menjauhkan tubuh Nada, ia mengerutkan kening sedikit protes..


''Tidak..maksudku adalah aku pasrah jika kau memang menginginkan aku lagi...''


Pedro merasa gemas, Nada semakin cantik..usianya masih muda bahkan dia tak terlihat seperti seorang ibu dari anak berusia 7 tahun...


''Jadi apakah istriku sudah kembali bersamaku..''


''Yah...''


''Kau tak akan pergi lagi dariku, apakah kau bisa menjanjikan itu sayang...''bisik Pedro dengan suara parau...


''Aku berjanji akan menjadi istrimu yang setia, aku akan memasak untukmu dan Nayra, aku akan melahirkan anakmu jika kau masih ingin...''


''Seorang anak lagi....apa kau yakin...''lirik Pedro penasaran..


''Maksudku, mungkin beberapa tahun lagi Pedro, tubuhku akan melar dan aku akan gendut...aku tidak ingin....''


Kata-kata Nada sanggup membuat Pedro gemas, pria itu kembali menekan tubuh Nada di bawahnya dan menatapnya dengan gemas...


sembari tangannya mulai membuka satu persatu kancing yang menutupi tubuh Nada..


''Aku akan semakin tua jika harus menunggu beberapa tahun lagi...bagaimana kalau kita melakukannya sekarang saja sayang....ini akan menjadi hadiah terindah bagiku..''


''Tidak...aku belum siap...''

__ADS_1


''Aku akan mendampingimu sayang..''


Pedro mengecup permukaan pa yu da ra Nada yang masih memakai bra nya..pria itu tersenyum...


''Aku bahkan kembali menginginkanmu sayang bagaimana mengatasinya sekarang....''


''Tidak lagi Pedro aku....''


''Aku sudah menderita lama Nada dan kini giliranmu...''


Pedro menghempaskan penutup bra milik Nada dan menikmati keindahan disana...


Deg!!!!


**************


''Berhenti disini saja...''ucap Damian melirik ke sebuah panti asuhan..


Tadi pagi dia menelfon bibir Nada dan menanyakan alamat panti yang di duga tempat Nayra berada...


Mengapa tak ada mobil paman Pedro atau bibi Nada.....?


Damian turun dari mobil dan melangkah masuk, sementara Barron melangkah di belakangnya..


Tuan Dars mempercayakan tuan muda Damian dalam pengawasannya, dan bagi Barron sama saja, tuan Damian sudah menunjukan sikap seorang mafia sejak kecil dan sifatnya benar-benar menurun dari sifat tuan Dars...


''Aku ingin masuk...''ucap Damian dengann suara dingin..


''Baiklah tuan muda, aku akan menemui kepala panti dan segera memanggil nona Nayra...''


''Baik......''


Damian melangkah mendekati gedung panti yang di penuhi anak-anak berusia 10 tahun ke bawah..mereka menatap Damian dengan rasa kagum...sikap Damian yang terlalu dingin membuat anak-anak disana semakin terpana...


Mereka masuk ke ruang ibu panti dan mengatakan maksud kedatanganya, dan ibu panti itu mengatakan kalau Nayra sedang berada di ruang Doa...


Damian pun melangkah sendirian kesana, dan Barron hanya menunggu di luar...pintu sebuah ruangan di buka oleh Damian...pria itu membeku ketika Nayra sedang menutup matanya untuk berdoa...dan setelah menunggu..


Nayra membuka mata dengan pelan, namu sedikit terkejut ketika pemandangan yang dia liat pertama kalinya adalah Damian..Nayra sungguh tak menyangka jika pria ini ada di tempat ini..


''Kau.....'' jerit Nayra memalingkan wajahnya kesal..


Damian tersenyum lega ketika menyadari Nayra memang yang sedang berdiri di hadapannya..


''Nayra....akhirnya kita bertemu lagi..'' desisnya penuh penekanan...

__ADS_1


Deg!!!!


__ADS_2