Ternoda Oleh Sang Mafia Kejam

Ternoda Oleh Sang Mafia Kejam
Menjadi Dekat


__ADS_3

Pedro tak bisa memandang ke siapapun dan menjadi sangat tertarik dengan sosok gadis kecil bola mata coklat terang sepertinya,gadis cantik itu menggengam erat tangan bibinya Widya..


Siapakah dia...anak siapa, bahkan Vanessa tidak punya anak perempuan, jadi Pedro sangat penasaran dengan sosok gadis yang sedikit mirip dengannya, karna itu Pedro melirik ke sampingnya dan mengambil setangkai mawar pink dan melangkah mendekati gadis kecil yang malu-malu dan bersembunyi di balik punggung Widya..


''Pedro....sudah lama menunggu Nak...'' sapa Widya memeluk Pedro dengan hangat, hal yang sama juga di lakukan oleh Vanessa, dan keponakannya Zoe..dan adiknya Daness..


Lalu tiba saatnya Pedro dan Nayra di hadapkan hingga Pedro sedikit membungkuk hingga tubuhnya sejajar dengan Nayra...


Keduanya bertatapan dengan tatapan yang sama..


''Jadi siapa nama gadis cantik ini...''


''Nayra....''jawab Nayra dengan polos.


''Nayra...nama yang bagus...ini bunga untukmu sayang..'' Pedro memberikan setangkai mawar itu dan menunggu jawaban dari Nayra yang hanya diam...


''Mengapa kau tidak menjawab..''


''Mommy bilang jangan menerima bunga dari orang asing, apalagi orang itu tidak kau kenal...karna mereka bisa saja menculikmu..''ucap Nayra sedikit tajaam hingga mampu membuat semua yang hadir membeku..


Seperti halnya Pedro yang kehilangan kata....ia bahkan terngaga mendengar ucapan ketus dari seorang gadis kecil, yang mempunyai kemiripan yang begitu besar kepadanya..untuk beberapa saat pria itu hanya terdiam sampai Widya membelai rambut Nayra dan berbisik..


''Sayang...paman ini bukan orang lain apalagi penculik seperti yang Nayra takutkan, tapi paman ini adalah keponakan Granny..bernama paman Pedro..''


Mata bulat Nayra tampak berubah menjadi lebih bersahabat dan percayalah itu melegakan hati seorang Pedro yang seolah takut gadis ini berpikiran yang bukan-bukan tentangnya..


Pedro mengulurkan tangan, kepada Nayra..


''Jadi...kita bisa menjadi seorang teman..''


''Tentu saja paman...''balas Nayra tersenyum.


Pedro langsung memberi setangkai mawar merah muda..


''Ini kesukaanku paman...''balas Nayra dengan mata berbinar..


''Aku menjadi lega karna itu Nay...''balas Pedro menghela nafas..


Mereka pun tertawa......dan langsung masuk ke dalam restoran..


Nayra mengambil tempat duduk di samping Widya sementara Pedro mengambil tempat duduk di depan gadis itu.


agar dia bisa lebih leluasa memandang wajah cantik Nayra sementara hatinya menilai kemiripan di antara mereka..


''Aku tak suka ayam.....'' jawab Pedro dan Nayra secara bersamaan hingga sanggup membuat Widya dan Vanessa terkejut..


Pedro tersenyum ketika menatap Nayra yang juga tersenyum..


''Mengapa kebetulan begini...kalian mempunyai selera makan yang sama..''ucap Widya dengan senyuman penasaran di wajahnya..


Pedro hanya terkekeh melihat Nayra juga tersenyum malu...

__ADS_1


''Apakah itu pertanda kalau kita jodoh Nayra sayang...''


Nayra terkekeh sambil melirik Widya yang hanya ikut tertawa...


lalu mengangguk...


''Sepertinya kita cocok Paman...''balas Naira mengangkat jempolnya.


Semuapun ikut tertawa hingga Vanessa mulai memikirkan hal lain, ia mengangguk setuju dengan pemikirannya dan lalu melirik sang ibu Widya dengan satu pikiran yang sama....


''Bagus....kita akan jadi teman mulai sekarang..''


Pedro mengangkat jemari kelingkingnya dan mengarahkannya pada Nayra yang juga mengangkat jemarinya..


''Kita berteman...''balas Nayra dengan senyuman berbinar di wajahnya.


Mereka pun melanjutkan makanannya..


''Bagaimana kabar kakak selama ini...apakah kakak sudah menemukan seseorang...''tanya Vanessa memancing pada sang kakak..


Pedro hanya menghela nafas...


''Tidak.....aku masih belum lelah Vaness.....''


''Tapi ini sudah hampir 8 tahun, dan mungkin istri kakak sudah bahagia di suatu tempat..''


Pedro meneguk minumannya dan dengan pandangan menerawang..


Widya berdehem....


''Baiklah tapi ibunya Nayra juga sendiri, bibi pikir akan menjodohkan kalian...''


Pedro tertawa sambil melirik Nayra yang sedang makan dengan lahap sambil bercengkrama dengan pamannya Daness..lalu tersenyum..ia tertarik pada gadis kecil ini entah mengapa membuat hatinya berdebar penuh rasa kasih...meski ini pertama kalinya mereka bertemu...


''Tidak....''balas Pedro menolak dengan tegas..


''Woowww,....kakak adalah pria yang setia tapi, coba liat Nayra...dia tak punya ayah...apakah kakak bisa mengerti...''


Nayra memang adalah anak yang perasa karna itu ia segera mengangkat wajahnya dan menemukan kalau Pedro menggeleng ketika bibi Vanessa menawarkan untuk menjadi ayahnya..


Mata gadis kecil itu berkaca-kaca sesaat, ia menjadi tidak nafsu makan hingga menundukan kepalanya, namun Pedro sama sekali tidak menyadari hal itu..


''Kakak hanya tak bisa menggantikannya dengan siapapun Vanessa...''


''Aku mengerti...jadi Mommy Nayra akan kembali dari luar negri apakah kakak bisa menjemputnya nanti...ibu dan ayah akan menghadiri sebuah peresmian Hotel rekan bisnis ayah..sementara kakak liat aku sedang sibuk...dengan kehamilanku di awal..''


Pedro hanya menyandarkan tubuhnya...


''Bagaimana caranya aku mengenalinya..''


''Kau bisa membawa Nayra bersamamu, dia akan menunjukan mommynya..''ucap Widya dengan senyuman penuh harap.

__ADS_1


Mendengar hal itu Nayra memalingkan wajahnya ketika Pedro melirik ke arahnya..pria itu sungguh terkejut apakah Nayra sedang marah kepadanya..


Namun gadis kecil itu kembali memasang wajah culasnya..


''Baiklah bibi...aku akan menjemputnya..''


Mereka pun melanjutkan makan malamnya, sampai akhirnya mereka hendak pulang...


''Granny...bolehkah Nayra menginap di rumah kakak Zoe...''


Zoe tersenyum tak sabar..


''Tentu saja....Nayra boleh menginap disana....''ucap Widya mengecup puncak kepala Nayra dengan penuh kasih sayang..


''Yes....aku akan mengenalkanmu pada Damian dan Devan..''ucap Zoe antusias..


''Kita harus menjemput kak Devan dirumah granny Rose..''ucap Vanessa tersenyum..


''Baiklah,....aku setuju..''ucap Zoe dan Nayra bersamaan..


Sementara ketika Pedro hendak berpamitan pada Nayra gadis kecil itu malam menjauh dan enggan menatap Pedro hingga pria itu terkejut...


''Nay....''


''Ayo kita pergi sekarang bibi Vaness...ayo Zoe...''


Nayra menarik tangan Zoe dan membuat Pedro hanya mampu menghela nafas...lalu Vanessa berbisik pelan di telinganya..


''Apakah dia mendengar kakak menolak menjadi ayahnya hingga dia sedih kak...''ucap Vanessa menebak..


Pedro menegakan tubuhnya, memperhatikan cara jalan Nayra yang semakin membuatnya tertarik, cara jalan mereka juga mirip..ah...anak ini luar biasa karna telah menarik semua perhatian Pedro..


''Mungkin aku akan menemuinya nanti dan membawa beberapa boneka besar untuk mengambil hatinya..''


Vanessa mendekat dan berbisik...


''Kakak harus mengambil hatinya lebih dahulu dengan menjadi ayahnya..dia sudah mulai sekolah..''


Pedro menoleh tertarik..


''Dimana....''


''Di dekat kantor kakak...dia di sekolah yang sama dengan Zoe dan si kembar Damian dan Devan..''ucap Vanessa menjelaskan..


''Baiklah....aku akan menemuinya nanti..''balas Pedro tersenyum..


Vanessa menatap iba pada sang kakak...


''Sebenarnya aku menemukan kemiripan di antara kakak dan Nayra..mungkin saja dia akan menjadi penghiburmu...dan akan menjadi obat luka hati yang kakak alami sekarang..''


Pedro menyipitkan matanya dengan tajam ketika Nayra tersenyum...

__ADS_1


Deg!!!!!


__ADS_2