
Vanessa terkejut setenga mati ketika mengenal pria yang sedang menariknya keluar dari mobil,...betapa takutnya Vanessa menyadari pria di depannya adalah pria tua yang bernama Tedy dan yang membuat dirinya semakin syok adalah, Teddy tidak cacat seperti yang di ketahui semua orang selama ini..pria ini masih sangat sehat dan sempurna di usianya yang matang..
''Tuan Tedy..''jerit Vanessa berusaha meronta...
''Manisku apa kabarmu...taukah kau jika selama ini aku mencarimu susah payah dan ternyata kau malah bersembunyi disini..''
Rasa jijik memenuhi membuat Vanessa meronta,...namun sekali lagi dia tidak punya kuasa...gadis itu meronta namun Tedy terlalu kuat hingga mampu menariknya dengan mudah..
''Untuk apa mencariku kau bahkan tidak punya hak untuk menanyakan kabarku..''
Tedy marah..setelah banyak uang yang telah dia keluarkan untuk membeli gadis cantik ini namun malah dia dan bibinya bersekongkol untuk melarikan diri dari Tedy bukankah mereka lebih kejam...uang Tedy tidak sedikit..
Pria itu kini menjambak rambut panjang Vanessa lalu memaksanya mendekati mobil miliknya..
''Aku membelimu sebesar 2 Milyard kau pikir kau dan bibimu bisa membohongiku dan pergi..''
''Tidak....''
''Tidak....''ulang Tedy sangat murka..
''Aku tidak pernah merasakan uang yang kau maksud tuan..mungkin pertanyaan itu harus kau ajukan pada bibiku...aku tidak pernah setuju..''
''Persetan dengan wanita tua itu..sekarang kau harus menjadi istriku..''ucap Tedy dengan suara yang lantang..
Naluri untuk mempertahankan diri muncul begitu saja di dalam diri Vanessa tentu dia tak mau menjadi istri ke 4 pria ini ya ampun lebih baik mati saja...Vanessa kemudian mengumpulkan kekuatannya untuk kemudian menendang tubuh pria itu hingga pegangannya terlepas...Vanesaa kemudian berlari sepanjang aspal bahkan tanpa alas kaki...
Dan Tedy..dia sama sekali tidak melepas Vanessa bahkan memburu gadis itu di tengah jalan yang sepi hingga terjadi kejar-kejaran di tengah jalan..
Vanessa gemetar...nafasnya tersengal karna begitu takut,.bukan takut terhadap Tedy tapi dia takut jika pria itu mungkin akan memperkaosnya lagi..ia memiliki trauma yang besar setelah di sentuh oleh Dary....
Sementara mendung mulai menebal di langit di jalanan yang sepi...Vanessa mulai lelah karna tidak ada satu mobil pun yang lewat untuk dia mintai tolong sekarang...Vanessa menghentikan langkahnya namun Tedy mengejarnya seolah tidak merasakan lelah..
''Kau tidak bisa lari kemanapun sekarang Vanessa..lebih baik kau kembali dan aku akan mengampunimu..''
''Dalam mimpimu,...kau harusnya sadar kau sudah tua...aku bahkan jijik dengan sentuhanmu..''
''Sialan Vanessa...awas kau..''
Dan Tedy semakin tertawa ketika suara petir di langit di ikuti hujan yang mulai turun membasahi bumi...tubuh Vanessa basah kuyup dan sialnya bagian tubuhnya tercetak jelas di balik dresnya hingga Tedy mulai menatap penuh gairah membara..
Vanessa sudah tidak kuat lagi, lututnya gemetar menahan rasa lelah dan akhirnya tubuhnya ambruk di aspal yang basah..
__ADS_1
Sementara Tedy tertawa di belakangnya dengan suara yang lantang...
ia mendekati Vanessa dengan senyuman tak sabar,...
''Menyerahlah...aku bisa memberikanmu segalanya jika kau bersedia menjadi istri ke 4 ku...'
''Kau sudah gila....sampai kapanpun itu tak akan terjadi...''jerit Vanessa dengan tatapan tajam..
''Baik...jika kau tidak menyerahkan diri maka aku akan memaksamu bagaimana..''
Tedy mendekati Vanessa namun sebuah lampu mobil menerangi matanya dan membuatnya silau...Tedy bergerak mundur ketika menyadari ada sebuah mobil yang melaju mendekat dan berhenti tepat di belakang gadis yang masih tersungkur di aspal...
Tedy menghindari cahaya namun dia tidak mundur malah menatap seseorang yang keluar dari sana dan menatapnya dengan tajam..
''Lepaskan dia...''ucapnya dengan ketenangan yang mengerikan.
Astaga Vanessa masih mengenal suara itu...dan benar saja ketika dia menoleh dia menemukan senyuman seorang Dary Dalton yang mengerikan untuk Tedy...
Jantung Vanessa berdebar kencang...mengapa dia seolah sedang melihat dua hewan buas yang sama-sama mengerikan...
Vanessa bangkit dengan wajah pucat dan saat itu juga Dary menatapnya...
Hah.....Vanessa hampir tertawa melihat Dary bertindak seperti pahlawan kesiangan setelah apa yang di lakukan padanya...Vanessa mengangkat wajahnya tinggi-tinggi dan menggeleng...ia tak akan pernah mau di tolong oleh...Dary..
''Jangan ikut campur...''ucap Vanessa dingin..
''Oya...dan menjadikanmu santapan si tua bangka ini padahal kau adalah milikku..''
Dary tidak butuh persetujuan Vanessa karna pria itu lalu mendekatinya dan mencekal tangan Vanessa...dengan santai dia menarik Vanessa menuju mobilnya...
meski Vanessa meronta....sementara Tedy merasa bingung dengan apa yang terjadi pada pasangan di depannya..
''Lepaskan aku Dary..kau mau membawaku kemana...''
Dary memindai seluruh tubuh Vanessa yang mengigil dan basah...pria itu tersenyum dingin...
''Menyelamatkanmu dan...menghangatkan dirimu sayang...sekarang masuk dan aku akan membereskan pria tua itu...''
''Tidak..aku tidak mau...lepas...''
''Yah...kau harus mau Vanessa...''
__ADS_1
Ceklek..
Dary membuka pintu mobil dan mendorong tubuh Vanessa masuk ke dalam setelah sebelumnya melepas jasnya dan memakaikannya dan membuatnya hangat..Dary lalu mengunci pintu mobilnya dan tersenyum ketika Vanessa meronta di dalam sana..
Kini Dary memutar tubuhnya dan mendekati Tedy yang tampak geram dan tidak terima karna calon istrinya di bawah pergi..
''Siapa kau sebenarnya..mengapa kau membawa calon istriku...aku sudah rugi banyak..jadi kembalikan dia padaku...''ucap Tedy dengan suara lantang..
Dary tertawa dengan santai..
''Aku akan melaporkanmu karna percobaan penculikan pada anak di bawah umur,...kau juga telah melakukan kekerasan dengan seorang gadis yang tak berdaya di pinggir jalan..''
Wajah Tedy berubah pucat...
''Aku sudah membelinya dengann harga 2M kau pikir uang itu kecil...''
Dary bersedekap.....
''Dia kekasihku dan calon istriku..dia adalah milikku dan mungkin saja dia sekarang sedang mengandung anakku...sekarang biar aku tanya..apakah dia menerima uang 2 M darimu..jika ya aku akan menggantinya..''
Tedy membeku....
''Bibinya...aku membayar lewat bibinya...tapi...''
''Kalau begitu kau harus mengejar bibinya dan jika kalian cocok kau bisa menikahi bibinya tanpa mengganggu milikku...apa kau mengerti...''
''Aku tidak terima...aku tetap harus memiliki Vanessa...''
Bughh....
Sebuah tamparan keras mendarat di wajah Tedy hingga pria itu tersungkur...Dary sungguh hilang kesabaran...
''Jika kau menganggunya maka aku sendiri yang akan melenyapkanmu...''
''Aaarrrgghhh.....''
''Menyerahlah pria tua...aku sedang berbaik hati padamu..''desis Dary dengan tatapan sinis..
Dary kemudian menegakan tubuhnya..kemejanya basah dia juga kedinginan....namun seperti sedang berburu dia mendapatkan hasil buruan yang memuaskan...
Dary melangkah menuju mobil...sementara Vanessa mulai pucat....
__ADS_1