
Dary melangkah tak perduli tubuhnya basa kuyup ia membuka pintu mobil dan masuk sementara Vanesaa meliriknya tajam...
''Jangan melirikku dengan sinis...kau masih membuatku kesal karna melarikann diri..''
''Aku bawa mobilku sendiri Dary..turunkan aku di depan...'' ucap Vanessa berusaha menekan rasa marahnya..
''Tidak....kau akan ikut bersamaku..mobilmu akan di ambil sendiri oleh supirku..''
Vanessa menghempaskan jass milik Dary dengan ekspresi kesal.lebih baik kedinginan dari pada memakai milik pria ini...
''Apa yang kau lakukan....mengapa dari sekian juta manusia aku harus bertemu denganmu...''
''Bersyukurlah paling tidak kau tidak di sentuh oleh si tua bangka itu...''
Cih....Vanessa bersedekap..ia kembali merasa kedinginan setelah ac mobil di nyalakan..dia yakin sekali kalau Dary memang sengaja..Vanessa sedikit menyesal karna membuang jass milik Dary yang kini berada di kakinya..jika dia mengambilnya maka Dary akan langsung menertawakannya...
''Tapi apa bedanya denganmu..kalian sama-sma...''
Vanessa menelan kembali kata-katanya karna tatapan Dary yang begitu tajam...
''Jika kau tidak menahan ucapannmu maka aku mungkin akan menidurimu disini...''desis Dary menaikan alisnya..
''Kau sangat mengerikan...'' umpat Vanessa kesal..
Dary lalu menginjak pedal gas dan mobil meninggalkan tempat yang sunyi sepi itu, Vanessa bahkan masih menatap mobilnya yang tertinggal di belakang..
Aaah...mengapa hari ini sial sekali baginya...?
Mobil milik Dari meluncur membelah hujan di malam hari dan akhirnya sampai di apartemen Dary....pria itu mematikan mesin mobil dan menemukan Vanessa menggigil karna kedinginan.....
Pria itu menoleh...
''Ayo turun...''
''Aku tidak mau...''
''Apa kau sengaja agar aku menggendongmu yah..''
Wajah Vanessa merah padam....
''Aku bisa turun sendiri...''
Vanessa lalu keluar dari mobil sementara Dary tertawa..dia gadis yang lucu...Dary lalu keluar dari dalam mobil dan mendekati Vanessa karna ia trauma dengan Vanessa yang gampang sekali melarikan diri darinya pria itu menggenggam jemari Vanessa hingga gadis itu melirik protes..
''Lepaskan aku...hei...apa yang kau lakukan...Dary...''
''Ssst...semua orang memperhatikanmu..''
Dan benar saja ada beberapa pengunjung yang melewati mereka hanya menatap Vanessa dengan aneh hingga Vanessa menundukan kepala..
Dary memanfaatkan waktu dengan menekan tombol lift dan masuk ke dalam sana...
__ADS_1
tak lupa membawa Vanessa bersama dirinya..
Ting..
Mereka sampai di pintu apartemen Dary dan masuk ke dalam...
kali ini Vanessa sudah tak bisa lagi menahan kedinginan bahkan dia menggigil memeluk tubuhnya...hal yang sama di alami oleh Dary..dia juga basah dan kedinginan...
''Mandilah...atau kau mau aku menemanimu...''
''Tidak...jangan memaksaku Dary.....atau...''
Dary memang suka menggoda Vanesaa selain gadis ini sangat manis dia juga menggemaskan hingga Dary tak bisa jauh darinya..
''Memangnya kenapa kalau aku memaksa...aku suka memaksa..''
''Aku ingin mandi..dimana toiletmu...''
Vanessa akhirnya memilih bersikap tidak tau malu..mau bagaimana lagi menghadapi pria ini harus cerdik...
''Di depan kamar kita...''
Cih..kamar kita...sekali lagi Vanessa mengumpat yang bisa di dengar oleh Dary...pria itu hanya tertawa..dan ketika Vanessa pergi,...maka Dary mulai mengunci pintu..kali ini Vanessa tak akan pernah pergi darinya...dia tak akan melarikan diri seperti yang sudah-sudah...
********
Sementara di dalam toilet Vanessa merenung sementara air hangat jatuh dari shower dan membasahi tubuhnya yang lelah...sungguh tak ada yang lebih menyenangkan ketika air hangat menyentuh punggungnya...
Tidak...pikirkan cara lain..oh...astaga...ibu pasti akan membunuhnya karna tidak pulang malam ini..
Vanessa menundukan kepalanya,otaknya terasa penuh dan tak bisa di ajak berpikir apalagi dia kelaparan sekarang..
Tiba-tiba terdengar bunyi pukulan di pintu..
''Apa kau tidur di dalam sana Vaness..atau kau mau aku masuk..''
''Haiiis...mengapa pria itu tidak bisa menunggu...''
''Vaness aku kedinginan...''
''Sebentar....aku hampir selesai..''balas Vanessa tertawa..
Kapan lagi ia mengerjai pria kejam itu rasakan bagaimana kedinginan di luar sana...
Vanessa sengaja berlama-lama agar bisa menyiksa Dary dengan rasa dingin yang begitu menyiksa dan sengaja membiarkan pria itu berteriak keras di luar hingga akhirnya Vanessa menyudahi kegiatan mandinya,....
Vanessa membuka pintu dan sedikit terkejut ketika menyadari betapa pucatnya bibir Dary..
''Kau sengaja ingin mengerjaiku yah....''
Vanessa tertawa kesal....
__ADS_1
''Aku memang beku seperti es batu di dalam sana jadi perlu waktu untuk membuat tubuhku rilex...''
Dary hanya menyipitkan matanya dengan tajam...dia tak akan pernah membiarkan semua ini terjadi begitu saja..tidak...dia tak akan pernah membiarkan Vanessa tertidur malam ini..
''Baiklah....aku mengalah padamu Vanessa...''
Dary melangkah ke toilet dan dalam sekejap Vanessa tidak membuang waktu...ia berlari ke arah pintu dan hal yang pertama ingin dia coba adalah membuka pintu apartement..
''Hoh,....mengapa pria itu memakai pasword...apa dia sedang bercanda...''
Vanessa berkali-kali memasukan asal pasword agar pintu bisa terbuka namun ternyata sangat sulit,...
yah Vanessa mulai panik sekarang...sementara ia terus mencoba dengan sekuat tenaga...berpikir kemungkinan yang akan di pakai Dary sebagai pasword...namun tetap saja..semua sia-sia..dia bahkan tidak sanggup untuk membukanya..
Tiba-tiba terdengar suara tawa cemooh di belakangnya...
''Apa kau sudah gila dengan menyangka aku akan membiarkan kau pergi...Vanessa...''
Deg!!!
Vanessa memutar tubuhnya dan menemukan Dary berdiri dengan tatapan beku kepadanya..tubuhnya memang sangat kokoh...tak ada lemak yang menempel disana...
''Aaa...aku lapar jadi aku menunggu mungkin seseorang sedang mengantar makanan...''ucap Vanessa asal..
''Jangan khawatir...ketika kau masih mandi, aku telah memesan makanan yang cukup untuk kita berdua...aku yakin kau butuh tenaga malam ini...Vanessa..''
''Jangan macam-macam Dary...aku...''
''Ayo makan...aku sudah lapar..''ucap Dary seolah tidak mendengarkan ucapannya..pria itu melangkah lebih dahulu menuju meja makan dan di ikuti Vanessa..
Malam ini mereka makan dengan lahap seperti orang kelaparan...tentu saja..kedinginan untuk waktu yang lama membuat mereka gemetar..hingga mereka menghabiskan makanan dalam sekejap lalu duduk di depan tv dan menonton sesuatu yang tidak berarti disana..
Dary menelusuri lekuk tubuh Vanessa di balik kemeja longgarnya tentu..Vanessa di matanya tetap saja sebuah makanan yang lezat jadi sulit untuk di skip..
''Ini sudah malam...bisakah kau mengantarku..ibuku akan khawatir..''
''Pulang...apakah kau sedang bercanda...kau tak akan pulang sebelum...''
''Sebelum apa...''
Dary bangkit dari sofa dan menarik Vanesa bersamanya...
Deg!!!
Mata keduanya bertemu dengan tajam...
''Aku ingin bercinta denganmu Vanessa,...''suara Dary berubah parau..
''Apa,...'' jerit Vanessa mulai panik..
Skip.....
__ADS_1