Ternoda Oleh Sang Mafia Kejam

Ternoda Oleh Sang Mafia Kejam
Aku Mencintaimu


__ADS_3

Dars dan Valerie akhirnya melewati makan malam bersama orang tua Dars, meski tanpa Dary yang sudah pergi....


''Jadi berapa usia kandunganmu Valerie.''tanya Rose tak sabar...


Valerie melirik Dars..dan pria itu menjawab..


''3 bulan Momm....''


''Bagus....Mommy senang sekali, akhirnya Mommy akan merasakan punya cucu..''


''Karna itu jangan menambah beban pikiran Dars dan Valerie,...apa kau mengerti...berhentilah memusuhi anakmu sendiri..''ucap Jhon di sela makannya..


Rose pun mengangguk ia menatap Dars dengan lekat...


''Bisakah kau percaya kepada Mommy nak...Mommy akan melakukan apapun demi kebahagiaanmu..''ucap Rose mulai melunak..


Tak ada yang lebih berarti bagi Dars selain ia bersyukur...pandangannya lantas mengarah pada sosok Valerie yang sedang makan dengan lahap..semua karna wanita berhati malaikat ini..yang mampu mengubahnya menjadi pria yang begitu bahagia...sungguh Dars tak berhenti bersyukur memiliki seorang Valerie di dalam hidupnya...padahal dia tak pantas untuk merasakan kebahagiaan ini...Dars tersenyum..


''Aku hanya meminta agar Mommy dan Daddy selalu sehat untuk bisa mendampingi kami berdua..hanya itu yang aku harapkan..''


Rose dan Jhon begitu terharu sampai mereka saling menatap..


''Tentu saja...kami akan selalu ada untukmu anakku...''ucap Jhon di ikuti senyum Rose tanda setuju..


Makan malam itu terasa indah hingga mereka saling bercerita sampai larut malam...


********


Dars membimbing Valerie sampai ke lantai atas dan membantu istrinya melepas gaunnya dan menggantinya dengan gaun lebih longgar.


Mata Valerie terasa panas, ketika melihat Dars begitu memperhatikannya..meski masih terasa kaku...ia tentu mengenal sosok Dars sebelumnya dan menyadari dia bukan tipe romantis..bahkan pernikahan mereka jauh dari cinta pada awalnya..namun pria ini berubah menjadi pria yang terbaik dan memberinya cinta utuh...


''Jangan terus menatapku..kau akan jatuh cinta padaku..''bisik Dars sambil membantu Valerie menuju ranjang...


Mata Valerie melebar ia sungguh malu ketika Dars malah menangkap basah dirinya..


''Aku tidak menatapmu kok..kau saja yang terlalu percaya diri..''


Dars tertawa kecil sembari mengambil segelas air dan memberikannya pada Valerie...


wanita itu meneguknya sampai setengah dan Dars meneguk sisanya sampai habis...keduanya bertatapan..


Mengapa jadi gugup begini...? Valerie merasa berdebar-debar...


Dars lalu menyentuh bahu Valerie dan menatapnya dengan dalam..


''Apakah kau tidak marah padaku, karna aku menyembunyikan kehamilanmu sendiri..''


Valerie menggeleng...


''Aku baik-baik saja dan aku percaya, kau melakukannya demi kebaikanku...kau adalah ayahnya..''bisik Valerie menyentuh permukaan perutnya dengan lembut dan Dars menyatukan tangan mereka..


''Terimakasih Val...''


''Untuk apa...''

__ADS_1


''Kesempatan...yang telah kau berikan padaku, aku pikir aku tak akan pernah mengenal cinta lagi..aku pikir...aku tak akan pernah merasakan kebahagiaan, namun..Tuhan begitu baik padaku sehingga mengirim dirimu dan menjadi jembatan untukku dan orangtuaku untuk kembali dekat..''


Valerie berkaca-kaca seketika...entah mengapa ia merasa luar biasa senang...


''Semua itu karna dirimu sendiri...sudah saatnya kau merasakan itu semua...apa kau bahagia...''tanya Valerie sembari menyentuh rahang Dars yang begitu tegas...dan mengusapnya lembut..


Dars menangkap tangan Valerie dan mengecupnya dengan lembut...


''Aku sangat bahagia....terimakasih Valerie, terimakasih istriku..''bisik Dars sambil memeluk tubuh Valerie dan mendekapnya dengan erat...


Mata pria itu basah..dia yang selalu di penuhi dengan kegelapan dan kesepian akhrinya menemui ujungnya...ia sungguh mencintai Valerie...


''Aku melakukan apapun yang kau minta Vall...''bisik Dars dengan mata yang basah..


''Apapun...''


''Yah...apapun...''


''Bisakah kau berhenti dari dunia Mafia...melihatmu memegang senjata, aku sangat takut Dars.....aku takut jika semakin kau tenggelam disana dan akhirnya punya banyak musuh...aku sungguh takut Dars....bisakah kau berhenti dan jadi pengusaha saja seperti Daddy...demi aku dan anak kita nanti..''bisik Valerie dengan airmata yang mengalir...


Dars membeku....Mafia adalah jati dirinya, bagaimana bisa dia melepaskan diri,..namun mengabaikan permintaan Valerie akan membiat istrinya sedih...


''Aku akan melakukannya sayang...setelah menyelesaikan semua kewajibanku maka aku akan berhenti...aku akan menjadi pengusaha seperti yang kau mau..''


''Bagus...''ucap Valerie dengan mata yang basah...


Dars mengusap rambut Valerie dan kembali memberikan ciuman hangat di kening Valerie..


''Hey kau menangis sayang..''bisik Dars sembari menghapus airmata Valerie...


Dan ucapan itu mampu membuat Dars tersenyum bahagia...ia candu mendengar kata cinta dari seorang Valerie Dalton yang begitu dingin...


''Dars,...aku malu..''


''Mengapa harus malu...aku suamimu..''


'Baiklah...''


Valerie berdehem..menetralisir debaran jantungnya...dan menatap mata Dars yang penuh binar kebahagiaan..


''Katakan Val...''


''Aku mencintaimu....aku mencintaimu Dars, aku bahagia hidup bersamamu dan.....jangan tinggalkan aku..''bisik Valerie dengan manis...


Dars mengangguk...semua yang di katakan Valerie sungguh berarti untuknya....ia kembali meraih Valerie dalam pelukannya...


''Aku lebih mencintaimu sayangku...terimakasih untuk segalanya...''


Keduanya masih saling memeluk dengan ungkapan cinta yang penuh bunga...


***********


Dars terbangun ketika ia mendapatkan telp di pagi buta....


Barron bilang terjadi sesuatu di gudang milik tuan besar Jhon, gudang di Group D...dan Dars harus segera kesana...

__ADS_1


''Kau mau kemana....''


Dars mengambil jassnya dan segera memakainya...''terjadi sesuatu di gudang dan aku harus kesana sayang...''bisik Dars dengan mata yang basah...


''Gudang siapa...''


''Gudang penyimpanan milik Daddy....oh...Daddy pasti akan hancur mendengar ini..''ucap Dars terlihat geram..


Valeri membantu Dars mengambil semua perlengkapan Dars, namun sementara itu dia juga menyiapkan dirinya, memakai jass dan bergegas untuk ikut..


''Kau mau kemana sayang..''ucap Dars mengerutkan kening...


''Aku ingin ikut...disana ada Mommy jadi aku akan menemani Mommy...''


''Tidak...kau sedang hamil sayang, aku hanya sebentar...''


Namun Valerie bersikeras....


''Tidak....aku mau ikut...biarkan aku ikut...aku mohon..''ucap Valerie hampir menangis dan senjata itu adalah yang mampu meluluhkan Dars...


''Baiklah...tapi berjanjilah untuk berhati-hati..''


''Yah...baiklah...''ucap Valerie menjadi lega...


Mereka lalu keluar dari kamar dan menuju mobil....


Barron sendiri yang mengemudikan mobilnya...Dars duduk di depan dan Valerie di belakang..


Sekitar dua jam perjalanan akhirnya mereka sampai..di sebuah gudang yang sepi...


Dars meminta Barron berhenti..ini terasa aneh...mengapa sepi sekali...?


''Apa kau yakin, anak buah dari gudang yang menelfon..''


''Aku yakin sekali tuan, karna ada suara kepanikan..dan mereka bilang tuan Jhon dan Nyonya ada di dalam...''


''Baiklah kita masuk....''


Mobil memasuki gerbang dan langsung tertutup....Dars dan Barron langsung mengeluarkan pistol mereka masing-masing..


''Tuan...apakah ini jebakan...''ucap Barron menatap Dars...


''Aku pikir begitu Barron...kau harus melindungi nyonya..''ucap Dars mengingatkan..


Tiba-tiba Valerie menjerit...


''Dars...Daddy dan Mommy...disandera...''ucapnya ketakutan..


Dars menoleh waspada, sembari membuka pintu mobil...


Dan terdengar suara tepuk tangan...dari arah belakang...


Dars menoleh....


''Kau.....''

__ADS_1


__ADS_2