Ternoda Oleh Sang Mafia Kejam

Ternoda Oleh Sang Mafia Kejam
Tak Terduga


__ADS_3

Aku tak tau apa arti Cinta sejati sejak aku kehilanganmu..


bukankah hidup lebih penting dari bagaimana keadaan dirimu, dan hatimu...


waktu tidak menunggumu, kau harus melangkah bersamanya walau harus menyeret rasa sakit denganmu.....


***********************


Pedro hampir tak bisa bernafas, karna rasa kagum yang begitu besar pada wanita ini, dia nyaris tak bercacat...terlalu putih, terlalu cantik dan terlalu manis dan terlalu lembut sebagai seorang wanita..


''Aku harus pergi...terimakasih kau sudah menolongku, tuan...''


''Pedro...ingatlah namaku jika kita bertemu lagi...'' ucap pria itu tampak antusias..


Valerie hanya tersenyum dan mengangguk, meski ia tak yakin...mereka tak akan bertemu lagi...


''Baiklah Pedro..aku sungguh harus pergi...''


Pedro tak mengedipkan matanya ketika gadis di depannya keluar dari toko sembari memeluk boneka di tangannya....tak lama kemudian...sang anak buah mendekatinya dan menundukan kepala di hadapannya..


''Tuan Pedro...''


''Ada apa....''


Pria di hadapannya menjadi sangat gugup.....hingga Pedro menoleh tajam..


''Katakan ada apa...''


''Gudang utama kita.......terbakar...''ucap sang anak buah dan membuat Pedro membeku..tubuhnya sedikit goyah dan membentur pajangan boneka di belakangnya....


''Apa maksudmu gudang utama kita..''teriaknya lantang...


''Gudang obat terl*rang kita hancur dan tak tersisa...''


Pedro menjadi gusar...ia segera keluar dari toko dengan cepat dan membuka pintu mobil...namun sebelum dia masuk ke dalam mobil..


''Siapa yang melakukannya...jangan bilang kalau pelakunya Dars Dalton..''


''Tapi memang dialah yang melakukannya tuan..Dars membakar gudang kita dan kerugian di pihak kita sangatlah besar....setengah kekayaan tuan Pedro lenyap..''


''Bajingan....dia akan membayar mahal...''desis Pedro penuh dendam..


********


Valerie masih memegang boneka kecil miliknya sambil menyusuri pertokoan kecil sambil melihat-lihat..dulu dia sering kemari...dan mampir ke toko roti dan eskrim...


Valerie pun tersenyum ketika mengingat kenakalannya dulu, bagaimana dia sering kabur dari pengasuhnya hanya untuk berjalan-jalan....Valerie begitu bahagia, setidaknya dia menghabiskan waktu...dirumah Dars tampak dingin dan sibuk dengan dunianya sendiri...hal itu membuat Valerie merasa sepi dan kosong, karna itu dia ingin menghabiskan waktu di luar...agar ketika dia pulang nanti dia bisa langsung tidur tanpa harus berhadapan dengan Dars yang dingin..


''Valerie....'' jerit seorang gadis di belakangnya..


Valerie menoleh dan tersenyum ketika menyadari yang datang adalah Vania sahabat baiknya..dulu mereka sering menghabiskan waktu bersama..mereka adalah teman satu sekolah..


''Apa kabar Val....''


''Aku baik-baik saja Vania..''bisik Valerie memeluk tubuh Vania...

__ADS_1


''Pengantin baru kok jalan sendiri sih...dimana Dary...''goda Vania yang langsung membuat wajah Valerie mendung..


''Baik-baik saja Van....kau sedang apa disini...''


''Aku ingin ke toko Roti...bagaimana denganmu..''


''Aku juga..bagaimana kalau kita duduk disana sambil bersantai..''ajak Vania dengan mata berbinar..


''Baiklah...ayo...''


Valerie lalu melangkah bersama Vania memasuki toko roti legend yang menjadi langganan mereka..


Setelah memesan, mereka lalu mengambil tempat di sudut ruangan hingga nyaman untuk bercerita..


''Apakah kau bekerja Vania...''


''Yah...aku sedang bekerja di sebuah perusahaan...bagaimana denganmu, hidupmu pasti lebih nyaman, orangtuamu kaya raya, suamimu pembisnis hebat...kau sangat bahagia..'' ucap Vania memuji..


''Cih....bahkan Cindirela harus merasakan penderitaan baru bahagia..kau pikir hidup sesimpel itu Van...'' balas Valerie dengan nada yang sedikit lebih berat..


''Aku liat Dary sangat mencintaimu, kalian sangat cocok...hidupmu sempurna di banding yang lain..''


Bahkan teman-temannya pikir dia menikah dengan Dary..kini Valerie hanya bisa meratapi nasib, dan menyembunyikan luka di balik senyum..


''Yah...aku bahagia..''


Roti dan eskrim pun datang, dan mereka mulai menikmatinya..


''Aku sering kemari dulu..ketika aku masih kecil..''ucap Valerie mengedarkan pandangannya..


''Yah...''


''Bagaimana dengan anak...apakah kau sudah menyiapkan diri untuk anak..''


Bicara soal anak membuat Valerie membeku...ia lupa meminum pil anti kehamilannya dan sialnya pil itu ada di dekat meja..bagaimana kalau pelayan rumahnya membuang pil itu..Dars akan marah...


Valerie berdiri menegakan tubuhnya,..wajahnya menjadi pucat...


''Vania...aku harus pergi sekarang..''bisiknya segera meraih tasnya..


''Tapi...kau belum makan...''


''Biarkan saja..aku buru-buru Vania..''


''Baiklah kau harus hati-hati..''


''Terimakasih Vania...''


Valerie lalu melangkah menuju pintu keluar dan berlari kembali menuju mobilnya yang terletak sedikit jauh..


Oh..bagaimana ini...pil anti kehamilan itu di pesan khusus oleh Dars dan sudah mulai terhitung sejak dia minum..dan jika terlambat minum maka dia bisa hamil...


Tidak......Valerie mengepalkan tangannya sambil berusaha lari..ia sungguh ketakutan...apalagi inilah masa-masa subur jika ia tak salah perhitungan..dan bagaimana kalau Dars menyentuhnya malam ini..?


Berbagai pikiran buruk mulai menghujani kepalanya...melewati trotoar yang lumayan ramai...Valerie berusaha mencapai mobilnya dengan cepat...

__ADS_1


Sementara...


Disaat yang sama...


Seseorang menatapnya dari dalam mobil dengan sinar mata yang tajam...segera tanpa menunggu, pria itu segera membalikan mobilnya dan mengikuti Valerie yang sudah mulai berjalan karna ia kelelahan..


ketika sudah dekat...pria itu menepikan mobilnya dan segera keluar dari dalam mobil dan mengikuti langkah Valerie yang akhirnya juga sampai di mobilnya..


Valerie segera menarik,untuk membuka pintu mobil, namun ia terkejut ketika lengannya di tarik sedikit kuat hingga tubuhnya berbalik dengan cepat dan membentur mobil di belakangnya..


Valerie ingin protes namun suaranya tertelan di tenggorokannya ketika melihat sosok di belakangnya..matanya melebar dengan eskpresi terkejut...


''Dary.......''


Pria di depannya tersenyum dingin...


''Kau masih mengingat namaku...apakah aku harus bahagia...''


''Dary...aku harus pulang,....''


''Pulang...dan kau pikir aku akan membiarkannya...''


''Apa yang kau inginkan...''


Dary tersenyum kesal..


''Kau tanya apa yang aku inginkan Val...kau bertanya padaku...apakah kau sudah menyiapkan jawabannya...'


''Apa....maksudmu...''


Dary menajamkan tatapannya...


''Aku ingin banyak hal darimu Val....tapi untuk itu kau harus mendengarku dengan jelas...apa kau mengerti..sekarang kau harus ikut aku..''


Valerie menggeleng..tentu saja...dia tak ingin mencari masalah, bagaimana kalau Dars melihat mereka..bukankah dia akan salah paham...?


''Aku mohon Dary...lepaskan aku..''ucap Valerie mulai memohon..


''Tidak..kau harus ikut aku sekarang...''


Valerie tak bisa melawan ketika Dary menariknya pergi meninggalkan mobilnya...namun ketika baru saja akan sampai di mobil..Dary begitu terkejut ketika sebuah pukulan keras mendarat di wajahnya..


Bug!!!!!


Tubuh Dary terdorong ke belakang membentur mobilnya..dia terkejut setengah mati, dan merasa malu karna ia di pukul di keramaian jalan...


Ketika Dary berbalik dia terkejut..melihat Dars berdiri dengan tatapan membunuh, sementara Valerie juga tak kalah terkejut...


''Apa yang kau lakukan Dary, jangan bilang kau mau menculik istri dari kakakmu sendiri..''


Deg!!!


Ketika Dars kembali ingin menerjang Dary...sosok Valeri buru-buru menghalangi Dars...


''Tidak..Dars...jangan lakukan, aku mohon..semua orang melihat kita..''jerit Valerie dengan suara yang tercekat..

__ADS_1


Dars menurunkan pandangan menatap Valerie dengan tatapan beku..


__ADS_2