Ternoda Oleh Sang Mafia Kejam

Ternoda Oleh Sang Mafia Kejam
Tidak Mungkin


__ADS_3

Suara tepuk tangan terdengar di belakang Dars hingga pria itu menoleh dan menemukan sosok Pedro melangkah ringan mendekatinya..


Mengapa Pedro bisa masuk ke dalam area Gudang miliknya...bukankah, hanya orang mereka yang bisa masuk ke dalam area gudang..


''Akhirnya kau datang juga...''ucap Pedro dengan tenang...


Pedro duduk di hadapan Dars dengan santai sementara di belakangnya tampak ibu dan ayahnya sedang duduk terikat di kursi..


Amarah Dars bangkit seketika...


''Pedro.....lepaskan orang tuaku..'' teriak Dars dengan lantang...


''Hahaha.....melepaskan mereka....bagaimana kalau kita melakukan penukaran.....aku akan melepaskan orang tuanya asal kau menyerahkan nyawamu padaku...bagaimana..''


Mendengar hal itu...Rose dan Jhon saling menatap..airmata wanita itu menetes di wajahnya...ia menggeleng tak ingin hal itu terjadi....ia melirik Jhon agar mereka bekerja sama untuk melepaskan ikatan di tubuh keduanya...


Hening...


''Apa kau sudah gila Pedro...''


''Yah...anggaplah aku gila, namun jangan lipa kau menembakku dengan sangat kejam Dars...aku tak akan pernah melupakan semua itu..''


Pedro mengeluarkan sebuah senjata tajam dan memperlihatkan kepada Dars...


''Jika kau tidak setuju maka kedua orang tua ini akan mati..''


''Sial...siapa yang telah memberimu akses masuk....siapa..''teriak Dars menggertakan gigi..


Dan tak butuh waktu lama bagi mereka untuk mengerti siapa yang membantu Pedro untuk masuk..dan mereka sama sekali tidak menduga kalau yang membantunya justru adalah seseorang yang begitu dekat dan tak lain adalah Dary..saudara kembarnya sendiri...


Dary keluar dari dalam gudang dengan tatapan sedingin es...


''Dary.....''teriak Rose dan Jhon begitu terkejut..


Akhirnya apa yang di takutkan selama ini terjadi...kedua putranya berdiri saling membunuh di depan mata mereka,...hal yang sama di rasakan Rose seketika itu juga, ikatan di tangannya sudah berhasil di lepaskan Jhon..dan airmatanya jatuh..


Sekali lagi..semua ini adalah karna kesalahannya..yah..karna dia terlalu membedakan kasih sayang di antara mereka yang akhirnya mengantarkannya pada kenyataan bahwa kedua putranya yang telah dia lahirkan dari rahimnya sendiri kini saling mengarahkan pistol masing-masing..


Hati ibu mana yang tidak hancur berkeping-keping melihat itu semua...bagaimana mungkin dia bisa membiarkan itu terjadi...bagaimana mungkin....??


''Daryy.....apa yang kau lakukan..''tangis Rose pecah ketika Dary mengarahkan pistol ke arah Dars dengan tatapan membunuh..


Dary menoleh...dengan airmata yang menetes....


''Mommy...maafkan aku karna aku menggunakan kalian...tapi...Dars harus mati...''desis Dary dengan mata tajam...


''Apa maksudmu hah....Dary....biar bagaimanapun...Dars adalah kakakmu..mengapa kau tega ingin membunuhnya..''

__ADS_1


Dary menoleh..


''Mommy.....aku membencinya..bukankah Mommy sendiri yang bilang dia adalah musuhku...dia adalah rival yang harus aku kalahkan..dan dia telah merebut semua dariku..aku tak akan membiarkan itu terjadi Mom...tidak akan pernah bisa..kau dengar itu...''


''Dary....Mommy mohon..maafkan Mommuy...semua ini salahku...Rose sungguh hancur hingga ia menepuk dadanya berkali-kali karna rasa sakit yang menghujam jantungnya, rasa sakit itu tak bisa hilang dari hatinya...


''Mommy mohon padamu Dary...semua yang terjadi karna Mommy dan kakakmu tidak bersalah...kau harus menyalahkan Mommy..nak..''


Dary tertawa dengan airmata yang menetes di wajahnya..


''Bisakah kau berhenti membelanya Momm...rasanya aku tak tahan lagi untuk melenyapkannya..dan sudah sangat terlambat untuk sebuah permintaan maaf....aku tidak akan melunak sedikitpun tentang apa yang akan terjadi Momm..''ucap Dary dengan tajam..


''Tidak....jangan membunuhnya atau Mommy akan marah padamu Dary...dia akan punya anak...dan kau akan merampas hidupnya...sampai matipun Mommy tak akan pernah membiarkan itu terjadi...Dary...''


Pedro yang menatap mereka begitu tak sabar....


''Cukup....''


Pedro bangkit dari tempat duduknya dan menatap Dars yang sedang berdiri menatapnya tajam...


''Katakan apa kau akan menukar hidupmu dengan hidup orang tuamu karna aku sungguh kehilangan kesabaran sekarang...''ucap Pedro dengan tajam..


Sementara Dars akhirnya menjatuhkan pistol ke tanah dan hal itu membuat Rose membeku..melihat penyerahan diri anaknya di hadapan adik dan musuhnya.,..airmata Rose menetes..


''Dars...jangan menyerah....jika Mommy yang harus mati maka itulah yang terbaik...Mommy akan merasa lebih tenang nak...jangan...jangan mengorbankan hidupmu untuk Mommy..jangan...''suara Rose tercekat memendam kepedihan..


''Apa kau tau bahwa aku sangat mencintaimu Momm...''


Hening...


Rose membeku....


''Disetiap saat aku selalu menatapnya dari jauh hanya untuk melihatmu tersenyum...tidak...tak ada anak yang akan rela melihat ibunya akan mengorbankan diri.....aku mencintaimu...tolong jaga Valerie dan anakku...''


Dars menundukan kepalanya penuh hormat pada kedua orang tuanya..


''Tidakkk.....aku tidak akan terima Dars, Mommy akan membencimu lagi jika kau melakukannya....aku yang melahirkanmu susah payah...akulah wanita jahat itu...bukannya memberimu kasih sayang aku malah membenci dara dagingku sendiri...bahkan aku tak pantas di sebut ibu....jadi berhentilah berkorban kau...harus menjaga keluargamu sendiri Dars....karna Mommy tidak sanggup melakukannya...''ucap Rose dengan sedih...


Sementara di dalam mobil..


Valerie meneteskan airmatanya sambil memeluk perutnya..


Tidak...jangan melakukannya Dars,....aku mohon...bagaimana dengan anak kita...bagaimana hidupku tanpamu Dars....


''Aku ingin keluar saja Barron...''


Baron menundukan kepala..

__ADS_1


''Kali ini aku minta maaf nyonya tapi aku tak bisa menuruti kata-kata nyonya karna tuan Dars tak akan sanggup bila terjadi sesuatu pada nyonya...dan bayi nyonya..''


''Tapi Barron....suamiku akan tertembak...bagaimana kalau dia terluka...aku mungkin bisa..''


''Jangan lupa kalau tuan Pedro begitu tergila-gila pada Nyonya, jika nyonya keluar dari mobil sekarang maka situasi akan semakin parah...tuan Pedro akan menyerang tuan Dars dan keadaan tak akan pernah bisa di kendalikan lagi.''


''Bukankah...Dars peunya banyak anak buah..''


''Jangan lupa nyonya kalau tuan Dary dan dan tuan Pedro bersatu untuk menghancurkan tuan Dars..lagi pula tempat ini sudah di kepung dan tuan Jhon dan nyonya Rose sedang di sandera..jadi tidak mungkin kita bisa bertindak...''ucap Barron dengan sedikit menyesal..


''Oh...astaga..bagaimana sekarang, bagaimana nasib suamiku...''isak Valerie mulai menangis..


''Nyonya.....aku sedang mengumpulkan anak buah kita dan meminta bantuan teman tuan Dars...jadi bersabarlah sampai bantuan datang...nyonya..''ucap Barron berusaha tenang...walau sebenarnya hatinya tidak tenang...


**************


Pedro kehilangan kasabaran lalu mengarahkan pistol ke arah Dars ingin menembak..sementara Rose tidak membiarkannya...


''Tidak...jangan tembak putraku.....''teriak Rose histeris,...


Rose berlari untuk melindungi Dars dari pistol yang sudah siap di tembakan Pedro dengan penuh kemarahan...


Melihat sang ibu ingin menahan peluru, tentu saja Dary ingin mencegahnya...


''Tidak Mom...apa yang kau lakukan...''teriak Dary keras...


Ia mendekati Pedro..


''Jangan menembak ibuku...''


Pedro menggertakan gigi..sial..pantang baginya menghentikan tembakan..ia segera mendorong tubuh Dary hingga jatuh dan melepaskan tembakan...


Rose berlari melindungi Dars namun tanpa di duga..Dars malah membalikan tubuhnya keduanya bertatapan..


''Tidak Mom....jangan berkorban untukku...''ucap Dars dengan airmata yang menetes....


Doer........


''Tidak...Dars....jangan...''hati Rose hancur berkeping-keping melihat sang putra menutup matanya....


Peluru itu menembus dada Dars hingga tubuhnya menjadi goyah...


Valerie membeku mendengar suara tembakan...airmatanya menetes mendengar suara tembakan....ia membuka pintu mobil dan menjadi histeris melihat tubuh Dars jatuh...membentur tanah,....


''Tidak.....tidak.....tidak................'' tangis Valerie berlari ke arah Dars yang tertembak...


Valerie begitu hancur melihat Dars mengorbankan dirnya..

__ADS_1


__ADS_2