Ternoda Oleh Sang Mafia Kejam

Ternoda Oleh Sang Mafia Kejam
Masih Tak Bisa Terima


__ADS_3

Valerie menuntun Vanessa ke tengah ruangan dan saat itulah di kembar Dars dan Dary menoleh pada mereka bersamaan dan Vanessa sedikit terkecoh ketika dia menyadari kalau wajah mereka nyaris sama..yang membedakan adalah tatapan mereka, tentu saja Dars menatap istrinya dengan penuh cinta hingga beberapa saat Vanessa hampir tak percaya bahwa dulunya mereka saling membenci, sedangkan Dary menatapnya dengan tajam..seperti biasanya seperti singa yang berhasil mendapatkan mangsa,


''Sayang kau dan Vanessa kemana saja..''tanya Dars memeluk Valerie sembari mengusap permukaan perut Valerie yang membesar..


''Aku dan Vanessa berjalan-jalan sebentar...''ucap Valerie melirik Vanessa..


''Aku senang karna kalian berdua akrab bukankah saudara ipar harus seperti itu..''ucap Dary memenjara mata Vanessa yang menyimpan api..


Vanessa menundukan kepala memberi hormat pada Dars...ia mengabaikan ucapan Dary yang membuatnya kesal..


''Kak Dary...mungkin aku harus pulang..jadi..''


Mendengar hal itu membuat Dary tertawa ia mendekat Vanessa dan menyambar lengannya..


''Kau mau kemana..''


''Pulang....''ucap Vanessa tegas..


''Pulang..apa kau benar-benar bercanda...ini adalah rumah calon suamimu..''


Vanessa ingin menjawab..


''Vanessa bilang dia tidak enak badan tadi, mungkin itu alasan dia ingin cepat pulang..''sambung Valerie menyelamatkan Vanessa,..


Gadis itu merasa lega...


Dars menepuk pundak Dary dengan lembut..


''Dia tak akan lari cuma ingin pulang dan istirahat..''goda Dars..


Dary hanya tersenyum..


''Baiklah aku akan mengantarnya dulu...''ucap Dary pamit pada Dars dan Valerie..


Bahkan sepanjang kakinya melangkah tangan Vanessa tidak dia lepaskan, kini mereka melangkah menuju kerumunan para ibu yang masih asik dengan geng mereka..


melihat kedatangn Vanessa, sang ibu langsung tersenyum cerah..Vanessa dan juga Dary begitu cocok bersama..aaah...betapa senang dan leganya hati Widya..


''Ibu...aku tidak enak badan..bisakah aku pulang lebih dahulu..''ucap Vanessa dengan senyuman tidak enak..


''Ibu,..jangan khawatir..aku akan mengantar Vanesa pulang..''


''Baiklah sayang,..istirahatlah mungkin Ibu masih sedikit lama..''


''Dary antarkan calon istrimu, jangan biarkan calon menantuku sakit.''ucap Rose memperingatkan..

__ADS_1


''Tentu saja Mommy dan ibu..kalau begitu kami harus pergi..''


Dary dan Vanessa menunduk hormat sebelum meninggalkan kerumunan ibu-ibu yang sedang asyik dengan dunia mereka..


Dary menarik tangan Vanessa keluar dari halaman dan menuju mobil...tanpa bicara pria itu membuka pintu dan menuntun Vanessa masuk dengan segera dia juga masuk ke dalam mobil dan meninggalkan rumah orang tuanya..


Sepanjang perjalanan di isi dengan keheningan..


Dary melirik Vanessa sebentar,...biasanya Vanessa langsung menyambar dirinya berapi-api apalagi setelah dia melakukan hal yang di luar kesepakatan mereka..


''Vanessa....''


''Aku sungguh lelah..''bisik Vanessa memejamkan matanya..


''Baguslah kau harus istirahat jika itu memberatkanmu Vanessa..''


''Yah...''jawab Vanessa singkat..


Dary berdehem lagi...


''Vanessa bagaimana menurutmu apa yang ku katakan tadi..''


Mata Vanessa terbuka sempurna dengan tatapan membara, apakah pria ini sudah gila, bisa-bisanya dia menanyakan hal itu kepada Vanessa..apakah dia pikir Vanessa akan bahagia dan menerima semuanya...yah...lebih baik mati dari pada menikah dengan pria yang tidak dia cintai, pria yang membuatnya terluka dan di bencinya..sungguh Vanessa tak bisa mengijinkan hatinya untuk mengampuni Dary apalagi hidup bersama pria yang hanya memandangnya sebagai alat pemuas nafs*..tidak...bukankah itu tidak adil..?


''Terserah padamu Dary..setelah aku pikir semuanya kata-katamu ada benarnya, kau lah pria yang pertama menyentuhku, mendapatkan apa yang paling berharga dariku, jadi aku tak bisa menolak waktu kau mengatakan pernikahan..''


''Apakah kau bahagia bersamaku saat ini..''tanya Dary seraya menilai wajah Vanesa yang berbeda dia tidak terlihat cerewet apalagi membantah...dia seperti seorang putri yang patuh.


Vanessa mengangkat wajahnya...


''Tentu saja Dary..aku sangat beruntung kau bisa menerimaku..kau sangat baik dan apalagi keluarga kita bersahabat, aku senang berkenalan dengan Valerie dia wanita muda yang luar biasa....aku sungguh bahagia Dary...dan aku sama sekali tidak menyangka kalau kita akan menikah dan bagaimana denganmu...apa kau bahagia bersamaku...''tanya Vanessa basa basi jadi apa yang dia pikirkan itulah yang dia tanyakan.


Dary menjawab tanpa ragu...aku memang bahagia, kau seperti obat yang manjur untukku..aku tak bisa tanpamu..dan....''


Vanessa kembali menyandarkan tubuhnya di sandaran mobil...ia kembali memejamkan matanya...


Ternyata alasan Dary tetap sama, dia hanya butuh kenikmatan dari seorang Vanessa..gadis itu mengeluh...namun menyembunyikan kepedihannya di dalam senyuman...


Mobil akhirnya sampai di rumah Vanessa dan keduanya turun dari sana...


''Vanessa...''


Dary mencekal tangan Vanessa dan memaksanya berbalik..keduanya bertatapan tajam...


''Aku akan segera melamarmu Vanessa...''

__ADS_1


''Hah.......''


''Mengapa kau seterkejut itu...''


''Aku hanya bercanda Dary,.....''Vanesa tersenyum misterius..


''Dengarkan aku Vanessa, aku jujur ketika aku ingin menikah denganmu dan menghabiskan waktu bersama denganmu sayang...aku..''


''Kau sudah menjelaskannya Dary dan aku mengerti kau butuh aku kan..''ucap Vanessa dengan penuh penekanan..


''Yah...aku memang butuh.......''


''Bisakah kita melanjutkan ini nanti...aku sungguh tidak enak badan jadi...''


Vanessa membeku ketika Dary meraih tubuhnya dan memeluknya dengan erat..hingga debaran samar muncul di sana..di hati keduanya meski mereka belum sadar.


''Aku senang kau setuju dengan rencana pernikahan kita, tadinya aku pikir kau akan marah dan kita bertengkar namun aku senang kau patuh Vanessa...''


''Hum..aku baik bukan..''bisik Vanessa lembut di telinga Dary..


Pelukan terlepas Dary mengecup bibir Vanessa lembut...ketika dia ingin mendalami ciuman mereka, Vanessa sedikit menghindar.


''Maafkan aku tapi kepalaku sakit sekali...''bisik Vanessa menghindar..


Dary akhirnya mengalah dan melepaskan ciuman mereka...ia kemudian membelai rambut panjang Vanessa dan tersenyum...


''Aku akan datang besok pagi..''


''Tapi kau harus bekerja..''ucap Vanessa dengan kerutan di dahi.


''Ada kakakku yang akan menggantikan tugasku, dia akan mengerti..''ucap Dary menjelaskan.


''Baiklah terserah padamu Dary...selamat malam...''


Dary tersenyum....


Vanessa menerima apa yang dia putuskan, bukankah itu di luar kebiasaan...? Dary mengepalkan tangannya..pria itu lantas berbalik dan meninggalkan kediaman Vanessa..


*******


Sementara di kamar, gadis itu bergegas menuju lemarinya..dan mengeluarkan tas rangselnya dan menatapnya dengan beku...


Matanya menjadi panas....


Tidak...dia tak bisa hidup seperti ini....tidak bisa,....bagaimanapun dia akan pergi dari sini..segala kemewahan dan tekanan ini serasa mencekiknya dan merubahnya menjadi Vanessa yang berbeda...

__ADS_1


Yah...pergi lebih baik...


Vanessa kemudian mengeluarkan beberapa pakaiannya dan meletakannya di ransel, dengan keyakinan penuh..


__ADS_2