Ternoda Oleh Sang Mafia Kejam

Ternoda Oleh Sang Mafia Kejam
Kenyataan Pahit


__ADS_3

Nada tak sanggup lagi menatap ke arah Pedro dan juga keluarganya yang sedang bercanda seolah mereka begitu dekat, hatinya semakin terluka menyadari kalau Pedro sengaja mempertemukan Nada dengan keluarganya untuk menyakitinya atau memang sudah bosan padanya..


Nada kemudian berbalik dan melangkah menuju dapur restoran dan menatap seorang pelayan...


''Bisakah kau menolongku..''tanya Nada dengan mata berkaca-kaca.


Seorang pelayan perempuan itu iba padanya dan lalu menganggukan kepala....


''Baiklah nona..silahkan lewat disini...''ucap gadis itu pun tersenyum..


Sementara itu Pedro masih duduk sambil bercerita, ini sudah lebih dari 20 menit dan Nada terlalu lama berada di toilet..


''Dimana istrimu Pedro, kami sudah tidak sabar untuk bertemu dengannya..''ucap Widya penasaran..


Siapa gadis yang berhasil di nikahi oleh keponakan mafianya, dia pasti gadis yang hebat, tentu saja menikahi seorang Pedro dengan watak yang keras..sedikit berat, Widya tau itu..


''Bibi....aku pikir sesuatu terjadi di toilet, aku akan melihatnya sebentar..''ucap Pedro sedikit geram penasaran mengapa Nada lama sekali...


Belum habis kemarahan Pedro ketika dia tau kalau Adam diam-diam menyukai istrinya Nada dan menawarkan pembebasan pada Nada..pria itu sedang di sekap dan dia tak akan lolos kali ini, Pedro berjanji.


Pedro lalu bangkit dari tempat duduknya..


''Apakah perlu bantuan kakak...''tanya Vanessa..''


''Tidak sayang, tenang saja...kakak akan membawanya dengan cepat..''


Vanessa mengangguk tenang, menatap kepergian Pedro...kakaknya terlihat khawatir sekarang...


Pedro nekat mendekati seorang pelayan dan memintanya untuk mencari Nada di toilet perempuan sambil Pedro menunggu dengan kecemasan. tak berapa lama kemudian pelayan itu kembali dan menggeleng..


''Maaf tuan, tapi tak ada siapapun di dalam toilet wanita..''ucapnya dengan suara bergetar hingga mampu merubah wajah Pedro saat itu juga...


''Apa maksudmu dengan dia tak ada di dalam, bukankah dia tadi masuk ke dalam toilet...''


''Tapi memang tak ada siapapun di dalam, tuan bisa masuk dan memeriksa..''tantang gadis itu..


Sementara Pedro tampak marah, lalu menatap pelayan itu..


''Aku ingin melihat cctv....''


''Baiklah kalau anda ingin melihatnya..silahkan ikut saya..''


Pelayan itu melangkah di ikuti Pedro dari belakang mereka masuk ke dalam ruang cctv dan melihat ke arah Toilet, dalam rekaman terlihat kalau Nada memang masuk ke dalam toilet lama berada disana lalu keluar, dan menemui seorang pelayan mereka tampak bicara lalu masuk kembali ke arah toilet dan keluar bersama...


Nada terlihat berjalan keluar melalui pintu dapur dan pergi dengan mudah melewati anak buahnya dan naik taxi.


Dalam cctv tampak salah seorang anak buahnya menegur Nada namun kemudian melepaskannya...namun dalam cctv tak menunjukan kemana gadis berpakaian pelayan pergi...

__ADS_1


Sampai disitu Pedro sungguh merasa di tipu....Nada benar-benar melarikan diri....??


Pria itu mengusap wajahnya dengan kasar, lalu mengerang marah,....bagaimana mungkin Nada bisa pergi jika anak buahnya menjaga di luar..segera Pedro berlari ke luar dan menemukan memang anak buahnya sedang berjaga disana, melihat kedatangan Pedro mereka lalu mendekatinya serentak..


''Tuan...ada apa....''


''Dimana istriku mengapa kalian tidak bisa menjaganya..''


''Tuan..memang tadi ada seorang gadis memakai pakaian mirip nyonya tapi...dia bukanlah nyonya Nada...kami sudah memastikannya tuan, sebelum melepaskannya...mereka hanya memakai baju yang sama..''


Bughhh...


Pedro terlalu marah dan melampiaskan kemarahannya kepada anak buahnya yang berjaga di depan restoran, mereka bertatapan tajam..


''Cepat lakukan sesuatu jangan berdiam diri, menyebarlah dan cari Nada sampai ketemu...''teriak Pedro dengan gusar..


Pria itu menjadi gila sendiri.....lalu melangkah kembali ke dalam restroan dan mendekati keluarganya yang masih menunggu..


Melihat wajah Pedro yang begitu pucat, saat itulah Widya berdiri dan menatap keponakannya yang begitu hancur...


''Ada apa Pedro...''


Pria itu pun berusaha tersenyum di sela wajah frustasinya..


''Maaf...makan siangnya batal karna terjadi sesuatu di luar kendaliku..istriku telah pergi...''ucap Pedro dengan suara yang berat..


Vanessa tak kalah terkejut dengan ibunya, wanita itu sampai bangkit dari tempat duduknya..dan menatap tak percaya..


''Bagaimana mungkin dia pergi....''ucap Vanessa dengan kesedihan yang dalam..


Pedro mengangkat bahu..


''Aku minta maaf untuk hari ini bibi...Vanessa, aku harus mencari istriku dan kita akan bertemu kembali...aku jamin..''


Pedro tidak membiarkan mereka membalas perkataannya pria itu lalu melangkah meninggalkan Vanessa dan juga Widya yang saling menatap...


''Mengapa istrinya harus pergi dan menorek luka pada Pedro..astaga...dia kejam sekali..''ucap Widya seakan tak percaya, bahkan istrinya sendiri bisa menghianati Pedro..


Ada apa ini...?


''Ibu..sudahlah, kita harus mendukung kakak mulai dari sekarang...dia sangat terluka aku yakin dia benar-benar mencintai istrinya...''


''Tentu saja.....Ibu akan memintanya tinggal di dekat kita agar ibu bisa mengawasinya..kasihan sekali Pedro, baru saja menikah....''


Widya hanya mampu menghela nafas..hal yang sama juga di lakukan Vanessa, ia tak habis pikir mengapa istri kakaknya bisa pergi begitu saja, mereka bahkan belum sempat bertemu...


"""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""

__ADS_1


Bughhh........Plak.......


Berbagaio pukulan, tendangan dan tamparan mendarat di wajah Adam saat ini...Pedro begitu murka dan menyangka ini bagian dari rencana Adam..


''Katakan dimana istriku...dimana...''


Adam babak belur, wajahnya bengkak karna di hajar habis-habisan oleh Pedro namun pria itu berusaha menguatkan diri, merasa lega karna Nada akhirnya bisa pergi dari sisih Pedro dan ia akan bebas dari bebannya karna berhasil melepaskan Nada.


meski dia tau ada harga yang harus di bayar dan itu sangat mahal..nyawanya akan menjadi taruhannya..


''Katakan.......''


''Tuan menahanku disini, bagaimana bisa tuan menanyakan hal itu padaku..aku bahkan tidak tau dia dimana..''


''Bohong...aku memelihara ular yang kemudian kau mematukku Adam...aku sangat percaya padamu dan lihatlah apa yang kau lakukan ini...'' teriak Pedro keras..


Adam tertawa....namun matanya berkaca-kaca..


''Jangan lupa tuan, kalau dia adalah gadis yang masih sangat muda....aku merasa bersalah jika tuan...mungkin akan mencampakannya ketika sudah bosan, aku takut sekali melihat matanya..''ucap Adam..


Pedro tertawa....


''Siapa kau yang brani menyimpulkan hal itu,....aku sangat mencintainya,..aku akan mengenalkan pada keluargaku tapi dia melarikan diri dan itu semua karna dirimu...''


Pedro mengangkat pistol dan mengarahkannya pada Adam...


''Aku tak bisa memaafkanmu Adam...''


Desis Pedro dengan suara yang lantang..pria itu segera menarik pelatuknya dan..


***************


Nada duduk di bandara, syukurlah karna dia masih menyimpan dokumen beserta ponselnya..gadis itu lalu mulai menghidupkan ponselnya setelah hampir dua bulan menghilang..


Ada banyak bunyi pesan dan telp yang masuk di antaranya pesan dari sang ayah..


Apa kabarmu putriku, apa kau benar-benar marah dan menghukum aku sekarang...ayah minta maaf dan tolong jangan menghilang...tolonglah Nada, ayah sudah mengirim banyak uang di rekeningmu untuk berjaga-jaga mungkin kau dalam kesulitan sekarang..


Maafkan ayah....dan pulanglah kerumah, ayah merindukanmu...


Sebastian Pearl..


Nada tersenyum dalam tangisnya...gadis itu lalu mengecek jumlah uang yang di kirim sang ayah dan benar saja..jumlahnya banyak bahkan cukup untuk Nada bersenang-senang seumur hidupnya..


Gadis itu lalu tersenyum, setidaknya dia benar-benar tidak kehilangan segalanya, Nada akan pergi dari kota ini dan mengubur masa lalunya yang pahit..


Suara panggilan bagi penumpang pesawat membuat gadis itu segera masuk ke ruang tunggu, dia tak ingin lengah lalu anak buah Pedro akan menemukannya..

__ADS_1


Nada melangkah dengan cepat...........


__ADS_2