
Dars sudah kehilangan kesabaran ketika melihat Pedro menyentuh tangan istrinya Michelle..ia tak bisa membiarkan begitu saja bukan,...rasa marah kembali menguasai seorang Dars ketika dia akhirnya menembak lengan Pedro hingga pria itu jatuh tersungkur di aspal....
''Dars.....'' desis Pedro berusaha bangkit berdiri namun Dars kembali memberi tendangan kepadanya....
Dars mendekat dan kembali mencengkram ujung kemeja Pedro ingin memukulnya...namun ia membeku ketika dari arah belakang...Valerie memeluknya, hingga mampu meredam kemarahannya..
''Cukup Dars...aku mohon..''bisik Valerie di wajah pucatnya..
Di detik yang sama...Dars baru ingat kalau Valerie sedang mengandung anaknya, jemarinya melemah seketika...dengan sebelah tangannya Dars meraih Valerie ke dalam pelukannya...mendekapnya dengan erat...sungguh ia mencintai wanita ini...
''Berhentilah Dars...aku mohon..''isak Valerie dengan mata yang basah..
''Yah...apa kau baik-baik saja...''
''Hum....aku baik-baik saja..''balas Valerie dengan suara yang bergetar...
Dars mengecup kening Valerie dan melepaskannya...
''Kembalilah ke mobil bersama Barron dia akan mengantarmu ke rumah...''
Valerie menggeleng enggan..
''Jangan membunuh lagi Dars...jangan mengotori tanganmu lagi...''bisik Valerie merasa gila..
Sungguh ini adalah hal pertama baginya melihat Dars menembak, ini pertama kali baginya melihat para pria ini saling menodongkan pistol satu sama lain...
Sementara itu..
Pedro sungguh kecewa..tentu saja, ia tak menyangka jika Valerie yang telah membuatnya jatuh cinta..adalah istri dari musuhnya sendiri...
Disaat ia kesakitan Valerie menoleh ke arahnya....
''Pedro...berhentilah mengejar sesuatu yang bukan milikkmu,....kau pasti akan menemukan wanita yang baik, dan juga bisakah kalian berhenti saling membenci....bahkan kalian berdua sudah terlalu dewasa untuk saling menyakiti...maafkan aku kalau akhirnya seperti ini...''
Pedro mengeraskan tatapannya, sial sekali..ketika melihat Valerie...ia berusaha kuat untuk tidak tergoda..berusaha kuat untuk mengabaikan perasaannya di dada, namun yang ada malah..ia tersakiti..namun semakin ia menginginkan Valerie untuk hidupnya....
''Valerie....aku...''
Dars tak tahan menyadari Valerie masih berbicara lembut, tak taukah Valerie jika sikapnya ini membuat para pria normal akan semakin mengejarnya..pembawaan Valerie yang terlalu lembut ketika bicara, suaranya yang merdu sanggup membuat siapapun akan luluh..padanya..
''Pria sepertinya tak layak untuk mendapatkan nasihat darimu sayang..kembalilah ke mobil sekarang..''ucap Dars sedikit tegas..
''Baiklah....''balas Valerie dengan patuh.
Dars melirik Barron untuk membawa sang nyonya pergi...
dan mau tak mau...Valerie mengikuti ucapan Dars dengan pergi dari sana....meninggalkan Dars yang masih berhadapan dengan Pedro...
Pedro menahan luka tembakan di tangan kirinya..ia menatap Dars penuh dendam...
''Kau pikir aku akan diam saja...''
__ADS_1
Dars tersenyum dingin...
''Jika saja istriku tidak memintaku untuk tak membunuhmu maka kau sudah lenyap saat ini Pedro..''
Deg!!!
Pedro tertawa....ia tampak santai meski ia merasakan kesakitan luar biasa di lengannya, namun ini bahkan belum seberapa baginya bukan..?
''Untuk kali ini aku mengalah padamu karna apa,...karna istrimu..Valerie..''
Kesabaran Dars lenyap menyadari Pedro memanggil nama istrinya.
Dars kembali menendang tubuh Pedro hingga ia jatuh...kali ini...darah semakin mengucur deras di lengannya..
''Jika kau berani mendekati istriku maka aku tak akan segan-segan menghancurkanmu Pedro dan aku tak akan main-main lagi...''ucap Dars penuh peringatan..
Pedro tak mampu membalas kata-kata Dars..kepalanya terasa berputar karna banyaknya darah yang menetes...tak lama kemudian..sebuah mobil mendekati mereka itu adalah anak buah Pedro...seorang pria keluar dari sana...dan ia menjadi gugup berhadapan dengan Dars Dalton..
Dars mengarahkan pistolnya...ke arah pria itu..
''Bawa tuanmu atau dia akan mati disini..''desis Dars dengan dingin..
Dars menatap Pedro yang masih kesakitan namun tetap membalas tatapannya...tubuhnya di angkat dan di bawa ke dalam mobil...sebelum pergi Pedro masih menoleh..
''Ini masih belum berakhir Dars.....aku akan merebut apa yang kau miliki..''desis Pedro mengerang kesakitan..
''Aku akan menunggumu Pedro...''
Dars sungguh merasa marah, dari mana Valerie mengenal Pedro,....mengapa mereka bisa berteman...? jemarinya terkepal dengan erat..lalu segera meninggalkan tempat itu dan menuju rumah...ia harus tau segalanya..
*************
Valerie merasa gugup dengan tatapan Dars kepadanya,..
''Aku berkata jujur padamu kalau aku dan Pedro hanya bertemu di toko boneka...lalu kami berpisah dan baru bertemu lagi...tak ada yang terjadi setelahnya Dars..''
''Apakah dia tak tau kau wanita yang sudah menikah..''
''Tidak...''
''Apa kau sengaja tidak mengatakannya..''
Valerie buru-buru menggeleng...ia bergerak mundur sementara Dars melangkah mendekatinya..mereka sedang berada di kamar dan Dars baru saja pulang 30 menit dan langsung mencecarnya dengan banyak pertanyaan..
''Aku tidak sengaja...tapi tidak mungkin aku selalu menjelaskan pada semua orang yang aku temui bahwa aku sudah menikah...'
Dars tertawa....
''Kalau begitu mulai sekarang, dengan siapapun yang kau temui kau harus menjelaskan siapa dirimu apa kau mengerti termasuk statusmu..''
''Apakah itu tak terlalu berlebihan..beberapa orang tidak tertarik menanyakan hal yang pribadi.''
__ADS_1
''Tapi tidak denganmu Vall....kau tau kalau Barron atau aku terlambat sebentar saja maka Pedro akan menculikmu..''
Tubuh Valerie terjebak di tembok sementara Dars menjebak tubuh Vallerie hingga dia tak bisa bergerak kemanapun...mereka saling menatap...
''Apakah kau akan menebusku jika dia menculikku..atau kau akan membiarkan aku..''
''Pertanyaan apa itu...''
''Yah.....aku penasaran apa yang akan kau lakukan..jika itu terjadi..''
''Aku akan membunuhnya Vall..tentu saja..aku tak akan membiarkan diriku di permainkan oleh siapapun...kali ini dia selamat tapi tidak jika dia mencoba menganggumu..''janji Dars...
''Tapi kau tidak menjawab maksudku Dars..apakah kau akan menembusku...''tanya Valerie merasa bodoh sendiri..mengapa menanyakan pertanyaan ini padanya..?
Dars mendekatkan wajahnya menikmati tatapan rapuh di mata Valerie yang membuatnya candu..
''Aku akan menebusmu tentu saja, tak ada yang lebih berharga bagiku sekarang ini selain kau Valerie..''
Ucapan penuh cinta itu meluncur di bibir Dars....keduanya bertatapan...
''Apakah kau benar-benar akan memaafkan aku Vall....''
Valerie akhirnya tersenyum, ia tidak mengerti dengan hatinya sendiri..kemarin dia sangat marah pada Dars namun kali ini..setelah melihat betapa Dars takut kehilangannya dan menghajar Pedro membuat hati Valerie menghangat...ia merasa bahagia entah mengapa dan entah mengapa hatinya menghangat...
''Katakan...''
''Baiklah...aku akan memaafkanmu Dars, puas..''
''Bagus...aku merasa lebih baik sekarang..''
Dars mendekat dan melum** bibir Valerie...kata Dokter dia sudah boleh menyentuh Valerie...jadi ia tak sabar malam ini...
''Mengapa tatapanmu aneh...''bisik Valerie mengerutkan kening....sementara Dars terkekeh..
''Aku sangat lapar..''
''Makanlah.....''
Valerie menjerit ketika tubuhnya di angkat Dars tinggi-tinggi...
''Dars apa yang akan kau lakukan....''
''Memakanmu saja,...''
''Hah........''
Skip...
__ADS_1