
Tubuh Nada di lempar begitu saja ke dalam sebuah mobil berwarna hitam, lalu seorang pria masuk, dan disitulah Nada mulai berteriak kencang dan meronta, hingga pria itu menjadi kesal...
Dengan cepat dia melepas dasinya dan mengikat tangan gadis muda itu lalu menyupal mulut Nada dengan sapu tangan miliknya hingga suara Nada tercekat di tenggorokan dan tak bisa keluar...
Gadis itu sungguh syok ketika mobil mulai melaju berbalik arah menjauhi bandara..entah dimana dia akan di bawa, sungguh Nada takut sekali...pria yang duduk di sampingnya tampak sedang menelfon..
''Bandara privat dan ke pulau tuan, yah...aku sudah menyiapkan seorang gadis muda yang akan menemani tuan selama di pulau, baik tuan kami akan segera sampai..''ucap pria itu memutus sambungan telp..
Sesaat kemudian, pria itu melirik pada sosok Nada yang juga sedang menatapnya...
''Kau sangat cantik...tuanku pasti akan menyukaimu..''
Nada meronta di dalam ikatan kuatnya, hoh..bagaimana ini, niatnya untuk bebas malah berakhir dengan di tangkapnya Nada entah oleh siapa...gadis itu menyesal karna telah meninggalkan sekolah, seharusnya dia pergi saja....apakah ini adalah hukuman untuknya..
Nada takut sekali....
Tak berapa lama kemudian mobil sampai ke sebuah bandara privat kecil yang terletak di luar kota, lalu pria di sampingnya membuka pintu....dan tak lupa menyeret Nada untuk keluar bersamanya,..
Dan tubuh Nada menjadi lemah ketika menyadari dirinya berada di sebuah bandara kecil yang tak tau dimana...suasana yang gelap dan sunyi membuat Nada ketakutan..
Sebuah pesawat kecil terparkir disana...lalu tak berapa lama kemudian, seorang pria dewasa keluar sambil mengulurkan tangannya ke arah Nada...dan tubuhnya di dorong..
''Tidak....aku tidak mau...lepaskan aku..''
Nada masih memberikan perlawanan terakhir walau itu sulit ada beberapa lelaki berjubah hitam disini mereka masing-masing memegang senjata dan mengarahkannya kepada Nada...
''Cepat jalan...''desis pria itu setengah menyeretnya mendekati pintu pesawat...
Nada masih meronta airmatanya menetes di wajahnya ketika seorang pria berdiri di depannya dengan senyuman dinginnya..matanya meneliti seluruh tubuh Nada dengan mata berbinar...
''Berapa usiamu...''
''Lepaskan aku....aku mohon...aku masih...'
''19 Tahun tuan,...aku tentu tak akan membawa gadis kecil untukmu..''jawab pria di sampingnya...
Pria itu tertawa...
''Bawa dia masuk dan ikat dia....sepertinya dia sangat liar jadi aku tak mau repot-repot..''
__ADS_1
''Baik tuan Pedro...''
Pedro menganggukan kepalanya dengan tegas...
''Aku ingin cepat sampai di pulau untuk menikmati gadis ini...''
''Baik tuan...silahkan anda naik...''ucap pria itu menunduk hormat..
Pedro memutar tubuhnya lalu masuk ke dalam pesawat pandangannya langsung tertuju pada sosok gadis yang tampak sangat marah kepadanya...dia manis sekali dan muda...Pedro suka gadis muda...
Pria itu duduk sebentar di depan Nada yang masih dalam posisi terikat..lalu menerima telp dari seseorang..senyumnya terukir di wajahnya..
Pedro : Sayangku...aku menunggu telp darimu tapi kau tidak menelfon kakakmu..
Vanessa : Aku sudah kembali kerumah kak, maafkan aku....ibu titip salam padamu kak, katanya kapan kau akan berkunjung..
Pedro menatap Nada yang terlihat sinis kepadanya...pria itu tersenyum..
Pedro : Bilang pada ibu kalau aku akan menemuinya nanti sepulangnya dari pulau..
Vanessa : Besok aku menikah....dan kakak tidak hadir....?
Pedro : Kau melangkahiku sayang, tapi apapun itu aku senang mendengar pernikahanmu...aku akan mampir setelah kembali dari pulau dan bertemu dengan suamimu..
Pedro : Hadiah untukmu...meski kau akan menikah kau tak boleh menolak pemberian kakakmu
Vanesaa : Baiklah....aku senang sekali...aku akan memakainnya sepuasnya..
Pedro : Baguslah....kalau begitu sampai jumpa, aku akan menghubungimu lagi..
Pedro menutup telp dan pandangannya terfokus pada sosok gadis yang manis di depannya..
''Siapa namamu...''
''Namaku adalah Dina..aku mohon lepaskan aku, apa kau tidak tau siapa aku...aku putri seorang Sebastian Pearl jik kau menculikku dia akan marah dan kau akan hancur..jadi..lepaskan aku...'' teriak Nada histeris..
Namun bukannya melepaskan Nada pria di depannya justru tertawa..mesin pesawat mulai di hidupkan dan membuat Nada menjerit panik..ingin sekali dia melompat dari pesawat namun tak bisa. tubuhnya terikat di kursi pesawat...
''Lepas.....''
__ADS_1
''Tidak mungkin sayang,....kau akan menjadi wanitaku...''
''Kau sudah gila...aku tak akan pernah menyerah aku...akan...''
Sekejap saja Pedro mendekat menyerang Nada dengan ciuman membabi buta, bibirnya memagut dengan ahli membuat Nada kewalahan..gadis itu menangis keras namun tak bisa bibir Pedro terlalu panas menghukumnya dalam ciuman penuh nafs*
Nada membuka mulutnya ingin berteriak lagi namun Pedro kembali menggunakan kesempatan untuk melum** bibir Nada, menulusuri kehangatan gadis muda ini yang membuatnya terbakar...
Hingga Nada mengerang marah, ia sungguh terhina karna pria ini menciumnya dengan kasar dan menuntut,...
Sementara itu jemari Pedro yang lain menyentuh atasan Nada dan meremas gundukan itu dengan gemetar karna rasa haus akan percintaan...
Nada semakin meronta.....
Namun bukannya brhenti namun Pedro semakin terbakar...sekejap saja dia melepaskan atasan milik Nada hingga penutup branya terbuka bebas..
Nada menjerit menghindar...ktika Pedro melepaskan ciuman panas dari bibirnya..nafasnya terengah engah....keduanya bertatapan...
Mata Pedro membara melihat keindahan di depan matanya..
''Aku mohon...jangan sentuh aku tuan...aku belum 19 tahun dan aku berbohong pada pria itu...''
''Diam.......ketika kau sudah di bawa ke hadapanku maka anak buahku tidak akan berbhong...tubuhmu adalah tubuh yang dewasa...aku bahkan tidak perduli ucapan omong kosongmu...''
''Tapi........''
''Nada...itu kan namamu bukan Dina...kau bahkan bisa berbohong dengan namamu, apalagi umurmu..kau tak akan pernah lolos dariku walau seribu alasan kau buat untuk menipuku...aku tak akan pernah percaya padamu Nada...''desis Pedro dengan senyuman kejam di wajahnya...
''Tidak..........aku mohon......''
Pedro tersenyum ketika mengarahkan bibir panasnya ke permukaan yang indah itu dan mengul**nya Nada kembali meronta..tangannya terikat dan ia tak bisa bergerak. Sementara Pedro memuaskan dahaganya dengan bermain di tempat yang menjadi candu baginya...hingga ia puas..
Pria itu menarik wajahnya menjauh lalu menutup kembali atasan Nada dan tersenyum dengan mata berbinar..
''Kau sangat indah...aku tak sabar untuk menyentuhmu sayangku...''
''Jangan...oh astaga....aku mohon jangan lakukan itu padaku tuan....aku mohon...''
Pedro sama sekali tidak punya belas kasihan..ia lalu menutup mulut Nada dengan lakban juga menutup mata gadis itu hingga dia tidak banyak bicara atau melihat...
__ADS_1
''Kau sudah tak bisa lari dan satu-satu nya yang harus kau pikirkan adalah...kau haruslah seorang perawan, kalau tidak maka kau akan ku habisi...apa kau mengerti sayang...'' desis Pedro mengancam..
Nafas Nada tersngal tidak pernah dia bayangkan akan mengalami hal sekejam ini di dalam hidupnya..airmatanya menetes...