Ternoda Oleh Sang Mafia Kejam

Ternoda Oleh Sang Mafia Kejam
Gairah


__ADS_3

Nada tersenyum menyadari Pedro mendekat kepadanya...


dia sudah membayangkan kalau Pedro akan menyentuhnya dan menyerah, mereka akan bercinta dan segalanya akan kembali baik..


''Ayo bangun....''


''Hah.......''


Nada memalingkan wajahnya dan menemukan wajah dingin Pedro kepadanya,...sontak Nada bangkit dari ranjang dan duduk..


''Yah.....''


''Aku akan menyatukan tempat tidur kita, agar kau tidak merasakan sendirian...''ucap Pedro dengan wajah datar..


Evelyn berdecak kesal..bagaimana mungkin pria ini menolaknya dengan halus, astaga sia-sia saja..


dengan terpaksa dan setengah mengantuk Nada berdiri dan menunggu pria itu mendorong ranjang mereka agar menyatu, sementara Eve hanya melirik sinis..bukankah lebih baik mereka memesan ranjang yang besar...dari pada begini..


Mood Nada berubah, dia tak ingin lagi menggoda Pedro dan malah ingin cepat tidur..percuma saja toh...Pedro tak akan pernah tergoda kepadanya. jadi Nada bersikap mulai cuek kepada pria itu, meski sebaliknya kini rasa panas itu mulai menular kepada Pedro...


Ketika mereka bersama menyatukan ranjang, Pedro sama sekali tak bisa memalingkan wajahnya dari istrinya, yah...Nada memang sangat menggoda seperti makanan lezat di hadapannya, pilihannya sekarang adalah dia ingin makan atau tidak..


''Aku akan tidur di pinggir sementara kau di sebelah sana, agar kau tidak jatuh..''ucap Pedro berusaha kuat menahan gairahnya...


Entah Nada sengaja atau tidak, wanita ini malah menggerakan tubuhnya dengan pas hingga Pedro merasa sesak nafas karna tergoda..


di tambah lagi gaun tidur Nada yang menerawang, Pedro mulai tak bisa fokus..


''Naiklah Nada....''


''Baik...''


Nada bergerak naik dan kemudian tertidur di bagian sudut sementara Pedro masih menatap Nada yang perlahan masuk ke dalam selimut namun menyisakan punggung mulusnya yang polos...


''Mengapa kau malah diam saja Pedro..ayo naiklah..''jerit Nada sedikit kesal..


Pedro lalu dengan ragu naik...dan masih duduk di pinggir ranjang sesekali ia tergoda untuk menatap punggung Nada walau susah payah dia berpaling..


Mengapa situasinya sangat PANAS malam ini padahal mereka tidur di ruangan pendingin, Pedro mencoba berbaring miring di ranjang dan memejamkan matanya berusaha tertidur melupakan gairahnya yang mulai menyala dan sulit padam..


namun memang entah mengapa walau dia sudah menutup matanya, rasa kantuk jauh dari padanya padahal dia sudah berusaha susah payah...matanya malah menyala seperti tidak merasa lelah padahal sudah berkendara jarak jauh..


Entahlah...Pedro merasa putus asa...

__ADS_1


Dan tiba-tiba saja..


Sebuah jemari lembut menelusup dari balik punggungnya dan memeluknya dengan lembut...jantung Pedro berdebar...untuk beberapa saat dia terhanyut...hingga memejamkan matanya terlena dengan sentuhan Nada..


Jemari lentik itu terus menjalar, menyentuh dada bidang Pedro, walau akhirnya jemari Nada terhenti oleh pegangan tangan Pedro..


''Cukup...berhenti menggodaku Nada...''


''Aku tak menggoda....aku hanya memeluk...apakah kau merasa tergoda...''bisik Nada pelan di belakang punggung Pedro...''


''Nada....''


''Ya...tuan Pedro...''


Pria itu menghela nafas, lalu menurunkan tangan Nada dan kini dia membalikan tubuhnya dan menatap mata Nada yang berbinar indah...


''Mengapa kau nakal sekali...''bisik Pedro mulai terhanyut..


Kesempatan itu di gunakan Nada untuk semakin merapatkan tubuhnya, ia benar-benar seperti wanita penggoda sekarang, dengan menyentuh lengan kekar Pedro dan bergerak naik, menciptkan getaran liar yang membuat pria itu tak bisa menolak...


''Aku istrimu..meski kita sudah terpisah lama Pedro....hum....besok kau harus bercukur, kau harus rapi dan tampan ketika bertemu putri kita..kalian begitu mirip...'bisik Nada lembut..


Pria itu menurunkan pandangan pada Nada yang menatapnya...suasana yang panas mulai menyapa keduanya..


Nada merasa menang karna dia tau benar, malam ini Pedro tak akan bisa menahan gairahnya sendiri..


''Setiap detik...''suara Pedro berubah menjadi serak..


''Maaf.....aku hanya bisa mengatakan hal itu Pedro aku....''


Kata-kata Nada menggantung ketika bibir Pedro tiba-tiba melum** bibirnya dengan lembut..dan menelusuri kehangatan disana...


Sementara Nada menerima dengan sepenuh hati....


bibirnya terbuka, dna membiarkan lidah Pedro menyesap masuk dan beradu indah disana,...


Ciuman yang panas itu jauh dari kata berhenti ketika, bibir Pedro terus menyesap, melum** dengan sedikit kasar, gairahnya menyala-nyala seolah lepas kendali, sudah lama dia tak menyentuh Nada...sudah lama sekali dan seakan ia ingin melahap wanita ini sampai puas...


Bibir Nada terlihat bengkak dan kemerahan ketika ciuman itu usai,..keduanya bertatapan..


''Aku merindukanmu istriku..aku sangat merindukanmu..''bisik Pedro tersenyum..


Nada mengangguk, membantu melepaskan atasan Pedro sementara Pedro melakukan sebaliknya sampai tubuh keduanya benar-benar polos...satu kata yang terlintas di benak Pedro adalah Nada sangat indah,..tubuhnya makin berisi di berbagai tempat yang pas...

__ADS_1


''Aku menginginkanmu.....''


''Aku menyerahkan diriku suamiku..''balas Nada pasrah...


Pedro tersenyum dan kembali melakukan semua yang tertunda..semula bibirnya mulai mecumbu leher jenjang Nada yang mulus, sementara jemari kekarnya sudah memainkan put*ng pa yu da ra Nada dengan lembut..


''Aaarrgghh.....''


Nada mulai merintih ketika bibir panas, Pedro mulai menyentuh permukaan paling sensitif baginya...


lidah Pedro mulai menyesap permukaan put*ng pa yu da ra Nada yang menegang sempurna dan memainkannya dengan lembut....Nada menjerit nikmat, dan pria itu semakin lepas kendali...


ia mulai mengul*m, menghis*p dengan penuh hasrat membara..


Jemarinya meremas kedua bukit kembarnya dan mengul*mnya berganti-ganti hingga Nada hanya pasrah...Pedro seakan menyedot habis pa yu da ra nya sampai dia puas..sudah lama dia tidak melakukannya..


Sementara pria itu menyu-su, jemarinya yang lain bergerak turun, samapi akhirnya jemarinya menyentuh bekas operasi sang istri untuk melahirkan anaknya...


Keduanya bertatapan...


''Kau pasti kesulitan ketika melahirkan sendirian...''bisik Pedro tampak menyesal..


''Ini salahku...''


''Ssst....aku mencintaimu Nada..terimakasih telah melahirkan anakku dengan baik.''


''Aku juga mencintaimu Pedro..aku bahagia...'' mata Nada berubah panas...


Pedro tersenyum dan kembali mencumbu Nada sementara tangannya menyentuh milik Nada yang sudah siap untuknya sementara Pedro sudah tak bisa menahan gairahnya sendiri..


Pria itu bangkit dan menempatkan tubuhnya, di antara milik Nada dan ingin menyatukan tubuhnya..


Pedro menatap puas pada jejak yang dia tinggalkan di tubuh sang istri...


Pria itu tak sabar ingin menyatukan dirinya...sementara kej*ntanannya mengeras tak sabar...


''Apa kau siap sayang....''


''Hum.....''


Pedro menggertakan giginya dan mendesakn tubuhnya memasuki Nada yang begitu rapat...dan menghentakan tubuhnya sedikit kuat....


''Aaaarrghh.....''

__ADS_1


Luar biasa....


Itulah yang di rasakan Pedro, rasanya terlalu rapat, seperti seorang perawan, hangatnya Nada seolah melambungkannya sampai ke awan kenikmatan...bibir mereka kembali melum** sambil menggerakan tubuhnya...kenikmatan yang indah, dengan dua anak manusia yang bersatu di malam yang panas...


__ADS_2