
Setelah percintaan malam itu, hubungan Dars dan juga Valerie makin manis..mereka bahkan tidak terpisahkan sepanjang malam, dia sangat bahagia...dan hal itu juga di rasakan oleh Dars..yang tersenyum sepanjang waktu dan juga mulia bersikap lebih ramah pada beberapa pelayan dan juga anak buahnya yang lain..tentu saja hal ini cukup menggembirakan..
*******
Malam ini....
Valerie menatap bentuk tubuhnya yang semakin aneh...perutnya sedikit lebih besar dari sebelumnya sementara itu, pipinya sudah mulai cubby hingga ia mulai tidak nyaman, Valerie memilih beberapa gaun yang terlentang di atas ranjang dan menjadi bingung sendiri..dia seperti badut ketika memakainya.. Dars hanya tersenyum di belakang istrinya...anaknya tumbuh dengan baik batinnya ketika melihat perut Valerie..
''Aku rasa aku harus lebih diet saat ini...''ucap Valerie mengeluh.
Mendengar kata diet membuat Dars mendekat lalu memeluk Valerie dari belakang sembari mengecup pundak Valerie dengan lembut...
''Mengapa harus diet..aku suka tubuhmu sekarang..''
''Tidak..kau tidak mengerti wanita Dars...kami akan panik jika melihat timbangan yang terus naik..''
Dars menegakan tubuhnya lalu membimbing Valerie mendekat kepadanya...setengah memeluk Valerie..pria itu mendekatkan wajahnya...
''Sekarang biarkan aku bertanya kepadamu...''
''Hum...''
''Kau berdandan untuk siapa..''
Valerie memutar bolamatanya ke atas dengan senyuman malu-malu...sambil menggigit bibirnya ia menatap Dars...
''Berdandan untuk suamiku..''
''Yah...aku senang mendengarnya, Valle...bagiku kau begitu sempurna...jangan memberatkan dirimu dengan diet ketat seolah kau mau menjadi seorang model...''
''Ide bagus....bagaimana kalau aku menjadi model..''
''Tidak...aku akan membunuh siapapun yang sudah merekrutmu untuk menjadi modelnya..''
''Kau terlalu kejam..''
''Biarkan saja....''
Valerie terkekeh...hari ini adalah hari dimana mereka akan makan malam bersama setelah sekian lama tidak bertemu...
Valerie ingin sekali kalau semua dendam itu berakhir dan mereka bisa menjadi keluarga yang utuh lagi...dan terutama untuk Dary agar segera mendapatkan pengganti dirinya yang lebih baik darinya..sungguh Valerie ingin sekali itu terjadi..
''Tubuhku jelek sekali ketika memakai dress...aku merasa ada yang aneh denganku Dars...''
Dars tersenyum sembari melepaskan Valerie sesaat dan melangkah menuju lemari miliknya dan mengeluarkan sebuah dress yang sedikit mengembang di bagian bawah..lalu melangkah mendekati Valerie..
''Kau akan cantik ketika menggunakan ini sayang..''
''Mengapa kau bisa memesan gaun ini..'
Sambil membantu memakaikannya pada tubuh Valerie, Dars tampak tersenyum...
''Aku memikirkanmu saat melihat gaun ini..''
__ADS_1
Mata Valerie melebar tidak terima..
''Jangan bilang kalau kau melihat aku yang gendut...''
Dars menggeleng serius..
''Aku mencintai semua yang ada padamu....dan setiap perubahan yang kau alami aku suka...dan tak akan berhenti mencintaimu sayang..''
Wajah Valerie merah merona apalagi ketika Dars menariknya ke dalam pelukan..sungguh Valerie begitu bahagia saat ini.akhirnya dia bisa bersama dengan pria yang dia cintai....yaitu suaminya sendiri...
''Gaun ini cantik sekali..''puji Valerie ketika dia menatap cermin di depanya..
''Apa aku bilang kau akan mempesona bukan..''
''Yah...terimakasih Dars...''
''Tentu saja istriku...apakah kau sudah siap untuk makan malamnya..''
Valerie mengangguk...
''Aku siap Dars..dan semoga malam ini tak ada pertengkaran lagi....''
Dars mengambil tangan Valerie dan mengecupnya...
''Aku janji aku akan menahan diriku sayang demi kau dan malam ini hanya ada kebahagiaan...''
Valeri mencoba untuk percaya, entahlah...sebenarnya dia tidak terlalu yakin pada Dars dan Dary mereka akan saling membunuh walau hanya sebatas tatapan..dan malam ini Dars bilang dia sedang mempersiapkan kejutan dan semiag kejutannya adalah dia dan Dary bisa berdamai...
''Aku senang mendengarnya....''
********
Waktu yang di nanti akhirnya tiba..tepat pukul 7 malam, orang tua Dars sudah datang dan langsung di persilahkan masuk ke ruang tamu, sementara Dary juga hadir...
''Aku senang kita bertemu kembali Mommy, Daddy dan juga kau Dary..''sapa Dars yang memang terlihat berbeda dari sebelumnya..
Jika seperti biasanya dia bersikap sinis dan juga dingin namun kali ini sikap Dars sungguh mengejutkan hati orang tuanya terutama seorang Rose Dalton sang Mommy..Rose hanya diam dan menilai perubahan Dars..
Mereka pun duduk di ruang tamu dengan tatapa takjup..walau hal itu tidak berpengaruh pada sikap Dary yang masih terlihat dingin..
''Kau cantik sekali Valerie.''
''Mommy juga sangat cantik...''balas Valerie memeluk tubuh wanita yang masih sangat cantik itu...
''Terimakasih sudah datang Mommy aku senang sekali melihatmu..''bisik Valerie menyentuh jemari Rose...
''Aku rindu padamu menantuku.''balas Rose jujur..
Dia memang kesepian setelah Dary lebih suka menghabiskan waktunya di luar sedangkan Jhon...sibuk di kantor..Rose sebenarnya bisa bersama teman-teman arisannya namun Rose kadang bosan karna mereka juga lebih memilih menghabiskan waktu bersama anak dan cucunya..
Usia Rose juga sudah mulai tua jadi..dia tak bisa terus berada di luar...
Dars menatap sang Mommy..
__ADS_1
''Jika Mommy bosan dirumah..maka pintu rumahku akan selalu terbuka untukmu..''
''Mommy juga banyak tugas Dars...bukankah kau terlalu serakah jika menginginkan Mommy untuk bersama denganmu..'' sambar Dary dengan suara tajam...
Dars menghela nafas..dia sudah berjanji untuk menahan diri....terlebih lagi..dia akan menjadi seorang ayah jadi bagi Dars ini adalah hal yang paling membahagiakan untuk dirinya.
''Aku hanya menawarkan dan aku tidak memaksa Mommy...''
Jhon mulai merasa gerah..
''Sudahlah..Dars juga adalah anak Mommy dan Daddy jadi jika Mommy ingin menginap itu tak akan menjadi masalah Dary..bukankah kau juga tak pernah berada di rumah..''
Dary memalingkan wajahnya penuh rasa kesal, lihat saja..baru saja dia berpikir tentang berubahnya sikap orangtuanya sekarang...apa yang dia pikirkan benar-benar terjadi...
Orangtuanya mulai memihak kepada Dars...
Rose memijit pelipisnya...
''Bisakah kita makan malam saja...Mommy sudah lapar...''ucap Rose berdiri dan menegakan tubuhnya...
Dan Valerie membimbing wanita itu menuju ruang makan sementara Dars melangkah bersama Jhon dan Dary mengikutinya dengan tatapan tajam dari arah belakang..
''Dars memesan makanan kesukaan Mommy...dia bilang dulu Mommy sering memasak untuk mereka ketika mereka masih kecil..'' ucap Valerie sambil melangkah..
Rose hanya diam saja..entah mengapa hatinya perlahan mulai luluh, beberapa kali dia dan Dars tak sengaja kontak mata dan hal itu terasa menyesakan dada Rose...setelah dia menyakiti Dars dengan egois rasanya dia pantas mendapatkan semua balasan sekarang...sikap Dary semakin tak terkendali dan dirumah rasanya tak ada yang bisa membuatnya damai...hingga Rose merasa lelah...
Dan ketika dia masuk ke rumah ini dia menemukan kedamaian...
Mereka pun duduk masing-masing di kursi yang tersedia dan satu hal yang membuat Rose terharu adalah..Dars menempatkan dia dan Jhon pada kursi kepala keluarga demi menghormati orang tuanya..
Rose diam-diam memperhatikan Dars...
Dars berdiri dan meminta perhatian keluarganya..
''Sebelum kita makan malam aku ingin membuat sebuah pengumuman penting..''
''Pengumuman apa...katakan saja kau membuat kami penasaran..''ucap Jhon antusias..
Rose juga sedikit tersenyum...
Dars pun mengangguk...
''Mommy dan Daddy...sebentar lagi kalian akan punya cucu..''
''Apa maksudmu...''tanya Jhon dan Rose saling memandang dengan gugup...
Dars tersenyum lalu memeluk Valerie dengan penuh kebahagiaan..
''Valerie sedang mengandung anakku..''
Deg!!!!
Dary terlihat begitu kecewa..
__ADS_1
''Apa...''